
Bab 63 Feng Huang Keritis
Su Xing sudah tidak ada nafsu makan lagi ketika melihat antusias Xiao Chen kepada Feng Huang. Sehingga saat ini langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
Feng Huang berkata sambil bingung. “Xiao Chen, ada apa dengan gurumu? Kenapa dia seperti seseorang gadis? Aku yang melihatnya menjadi malu."
“Biarkan saja, kamu fokus makan ikan ini." Long Fai mengangkat bahu. Dia tahu bahwa Su Xing cemburu. Tapi apa? Biarkan saja.
Beberapa saat kemudian, Feng Huang sudah selesai menyantap ikan gabus itu, barulah berpamitan kepada Xiao Chen.,
“Terimakasih hidangannya, aku sungguh menyukai,” kata Feng Huang.
“Tidak masalah, aku membuat hidangan ini karena untuk menyembuhkan kelelahan ketika kamu selesai membantu nenek itu.” Long Fai menjelaskan.
“Hmmm baik aku pergi terlebih dahulu, aku akan pergi berlatih. Di masa depan aku akan membalas kebaikan mu dengan satu paket makan yang aku buat,” ucap Feng Huang kemudian bangun dari duduknya dan meninggalkan gubuk ini.
Pada saat itu, ketika Feng Huang berjalan pergi ketempat asrama wanita, Su Xing mengikuti diam-diam.
Untuk murid luar dia tidak memiliki gubuk layaknya seperti Xiao Chen. Akan tetapi dia berkumpul menjadi beberapa asrama dan satu kamar berisikan lebih dari lima orang.
Sekarang, Su Xing yang mengikuti Feng Huang sampai sudah di tempat asramanya.
Ketika su Xing melihat Feng Huang ingin memasuki asrama tiba-tiba dicegat lima orang wanita sekaligus.
“Apa magsudmu?” Feng Huang berkata secara tiba-tiba karena dia ingin tahu kenapa mereka berlima tiba-tiba mencegah dirinya.
“Hahaha! Kamu akhirnya ditunggu dari tadi kembali juga. karena kamu adalah peringkat pendekar empat, peringat itu lebih rendah daripada kita berlima. Karena Kamu adalah pendekar yang keringatnya rendah maka harus mengikuti apa yang kami perintahkan.”
“Kami hanya memerintahkan kepada kamu sangat simpel, kamu cuci semua baju kita berlima.”
Gelang yang dipakai Feng Huang, merasakan bahwa Feng Huang sedang merasakan diintimidasi seketika gelang itu yang bercorak naga langsung bersinar tanpa disadari mereka semua.
Ketika kalau itu bercahaya langsung masuk ke dalam otak Feng Huang untuk menipulasi tidak takut dengan berlima orang itu. Sehingga pada saat ini, Feng Huang langsung mengeluarkan kata-kata yang tidak puas, “Biarkan Aku istirahat satu kali ini saja aku merasa lelah ingin beristirahat.”
"Plak!"
Seketika Feng Huang ditampar sangat keras bahkan pipinya seketika langsung merah dan tersungkur.
Orang yang menampar Feng Huang sangat keras kemudian berkata: “Kamu sekarang berani menolak perintah kami berlima, Apakah kamu ingin meminta kami untuk menyiksamu agar kamu menjadi kapok?”
“Sial!” Feng Huang matanya seketika menjadi menyempit tajam. Bahkan orang itu yang telah menampar Feng Huang seketika entah kenapa melihat tatapan bahaya dari Feng Huang ada sedikit bergidik merinding.
Akan tetapi rasa merinding itu hanya beberapa saat saja langsung tersadar dan berkata lagi, “Kamu hilangkan tatapan itu jika tidak aku siksa matamu menjadi buta!”
__ADS_1
Orang itu, langsung mengeluarkan belati dan menyerang wajah Feng Huang.
"Sring!"
"Ahhh wajahku!”
Seketika wajah yang cantik itu dilumuri darah karena ada bekas luka yang sangat dalam di bagian pipi sampai ke hidung. Sehingga, citra kecantikannya terhalang dengan luka sayatan.
Kedua tangannya langsung mengusap darah yang menetes di bagian pipi itu. Sehingga tanpa disadari darah yang menetas keluar dari pipi mengenai gelang yang diberikan atas hadiah dari nenek. Sehingga gelang bercorak naga setelah terkena tetesan darah langsung bercahaya menyusut menyatu menempel ke pergelangan Feng Huang.
Seketika ada bisikan jahat yang memasuki pikiran Feng Huang.
Bunuh! Bunuh! Bunuh! Mahluk jahat harus musnah!
Seketika emosi yang tersulut yang dipengaruhi dari gelang bercorak naga itu langsung membuat Feng Huang bilang kendali dan berteriak.
“Kamu keterlaluan berani melukai wajahku akan kuhabisi kamu!” Feng Huang sontak langsung bangun dan menjambak wanita yang telah membuat wajahnya menjadi jelek. Entah Kenapa, tarikan tangan Feng Huang dua kali lebih kuat dari biasanya.
Setelah menjambak sangat keras langsung siku kaki kanannya di sikut ke wajah wanita itu.
"Swosh!"
"Pak!"
”Hei wanita *******! Berani sekali kamu melukai temanku!"
Keempat wanita itu langsung mengeluarkan persenjataannya untuk menyerang Feng Huang.
"Bam!"
Punggung Feng Huang ditinju tiga wanita seketika langsung tersungkur ke bawah sampai mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Ahh!"
"Bunuh!” Pikiran pembunuhan memenuhi Feng Huang. Akan tetapi, berniat bangun karena tersungkur tiba-tiba perutnya ditendang satu wanita lagi sehingga dia terlempar lebih jauh sekitar tujuh meter.
"Engah!"
Sekali lagi darah itu memuntahkan sangat banyak sehingga usus-ususnya merasa seperti akan hancur dan rontok.
Gelang yang sudah menempel ke kulit Feng Huang, tiba-tiba berkedip cahaya lagi langsung mengeluarkan energi yang sangat kuno dan memasuki dan membalut seluruh tubuh Feng Huang sehingga tidak memiliki rasa kelelahan.
Dia berlari lagi sambil mengeluarkan senjata bahkan, Feng Huang sendiri tidak menyadari bahwa darah yang menetes dari wajahnya melumuri pakaian bagian depan.
__ADS_1
Feng Huang langsung menyerang kelima wanita itu yang memiliki pertahanan yang setiap kecil dan memiliki perawakan yang sangat kecil.
Dia menyerang kemudian mendorong sehingga wanita itu terjatuh tersungkur. Akan tetapi, Feng Huang langsung di atasnya dan mencekik leher itu sampai tidak bisa bernafas.
“Lepaskan brengsek *******!” Wanita mungil yang dicekek sangat keras oleh Feng Huang tidak bisa bernafas dia sungguh sangat meronta-rentak.
Wanita lainnya melihat rekannya sedang dalam masalah langsung menyerang punggung Feng Huang sangat keras. Akan tetapi, Feng Huang tidak melepaskan dari leher itu Bahkan dia mengabaikan keempat wanita menyerang punggungnya sampai berdarah banyak.
Tangan kiri mengambil belati, langsung menyayat kedua mata wanita mungil sampai darahnya memuncratkan ke wajah sendiri.
“Ahhh mataku! Kalian tolong aku dia iblis ahhh!” Wanita mungil matanya kesakitan karena sudah rusak dan untuk kemungkinan sembuh tidak terlalu tinggi prospektifnya.
Tiba-tiba ketua yang dari pemimpin kelima warna itu langsung mengeluarkan senjata pamungkas dan dia menggunakan tinju yang kedua tangannya seperti ada bola yang memutar di seluruh kepalanya.
“Bajingan wanita ******* mati kau!”
"Bom!"
Seketika Feng Huang terhempas menyamping sampai menabrak dinding asrama. Banyak wanita yang melihat itu tidak bisa untuk menolongnya. Di samping Su Xing, dia menonton pertunjukan itu dengan tersenyum tipis ini adalah apa yang dia inginkan sehingga sebaik mungkin, Feng Huang mati secepatnya sehingga tidak ada orang yang bisa mendekati Xiao Chen.
“Walaupun aku mempunyai kekasih tunangan, tetapi aku tidak ingin murid kesayanganku menjalin hubungan Indah denganmu, dia adalah milikku kamu lebih baik mati saja,” kata Su Xing sambil memejamkan matanya.
Bahkan dia melihat bahwa Feng Huang sudah tidak sadarkan diri akibat Serangan yang begitu kuat yang menyerang di punggung. Walaupun sudah tak sadarkan diri, keempat wanita itu masih menendang-nendang tubuh Feng Huang dengan sangat keras.
“Bajingan kamu belum mati! Cepat bunuh wanita ini! Tendang lebih keras!".
"Bang!"
"Bang!"
"Engah!"
‘Ini sakit, apakah aku akan mati sekarang, tetapi aku belum membuat hidangan yang enak untuk Xiao Chen, ahh tulang-tulang ku sepertinya akan patah,’
Mata Feng Huang sayu dan buram tatapannya kosong. Bahkan, dia pasrah tubuhnya di tendang-tendan ke empat wanita itu.
Tanpa disadari, Feng Huang matanya tertuju ke arah dimana ada Su Xing yang sedang menatap ke arah dirinya dengan senyum iblis dan sangat tenang.
‘Ahh begitu, ternyata benar guru Su Xing tidak membiarkan aku hidup. Dia ingin aku mati sehingga Xiao Chen bisa melupakan aku sepenuhnya, sungguh menyedihkan apakah pendekar lemah seperti ku hanya bisa berakhir tragis, Xiao Chen aku ingin mengatakan sebelum kematian ku bahwa aku mencintaimu.”
Pada saat itu di gubuk Xiao Chen yang sedang membuat jimat, tanpa sadar darah sendiri mengenai galeng itu sehingga dia melihat gelangnya bercahaya langsung menyatu di kulit.
Akan tetapi, adegan selanjutnya langsung melihat ada gambaran dan informasi bahwa Feng Huang sedang kritis sedang dipukuli ke empat wanita sampai koma.
__ADS_1
“Bajingan berani menyentuh Feng Huang mati!" Seketika Xiao Chen terbang langsung membawa pedang usang langsung berniat memenggal kepala kelima wanita yang mencelakai Feng Huang.