
Bab 90 Kamu Memiliki Pikiran Jahat
Setelah menyembuhkan luka bagian tubuh dan wajah Wenren Wushuang, akhirnya Xiao Chen langsung menyembuhkan tangannya yang satunya yang telah terpotong.
Setelah itu sudah menyatu, dia melompat terbang untuk mendekati pedang yang berwarna biru sedang tertancap di tanah.
Xiao Chen melihat bentuk pedang yang begitu indah dan memiliki cahaya berwarna biru seperti ada perasaan penyihir. Apalagi, gagang pedang itu memiliki ukiran naga yang sangat bagus.
Dia tahu bahwa pedang itu lahir dari langit sehingga belum mempunyai pemiliknya.
“Hmmm pedang yang sangat bagus. Ini pedang, belum memiliki pemilik maka aku yang pertama yang mendapatkan otomatis menjadi pemilik ku.”
Setelah itu, Xiao Chen langsung menetaskan darah ke pedang itu sehingga tiba-tiba, pedang terkena tetesan darah Xiao Chen, seketika langsung bergetar dan ada beberapa informasi yang masuk ke dalam pikirannya.
Ketika langsung menjalin kontrak, ada beberapa informasi yang memasuki ke dalam pikirannya terutama beberapa waktu sebelum pedang itu terjatuh ke tanahnya, ada pemuda memakai baju setelan hitam dan memiliki seruling di kanan pinggangnya dan kipas di bagian kiri.
Pemuda yang memakai baju hitam memiliki kekuatan yang sangat menakutkan. Bahkan pemilik pedang ini adalah seseorang kelahiran kembali mantan manusia suci di masa lalu masih kalah dengan Pemuda berpakaian hitam.
Menurut ingatan pedang biru ini, kedua pemuda itu bernama Chen Bixuan dan Long Fai.
Chen Bixuan memiliki kebencian terhadap Long Fai, karena satu wanita bernama Li Qingyu mengejar-ngejar Long Fai entah sebab apa yang diketahui.
Xiao Chen kemudian tersenyum pahit, ‘Hmm Chen Bixuan. Kamu melawan orang yang salah, dan kamu juga memiliki harga tinggi selangit sehingga tidak bisa diinjak-injak tetapi kamu juga tidak tahu siapa lawannya. Terlebih lagi, kamu hanya ingin membuat pelajaran kepada pemuda berpakaian hitam karena Li Qingyu sedang mengejar-ngejar Long Fai.”
Di samping Wenren Wushuang, dia melihat Xiao Chen sedikit tersesat sejenak sehingga ingin tahu langsung mendekatinya.
“Apa yang kamu lakukan, apakah kamu tidak apa-apa?” Wenren Wushuang berkata ingin tahu.
__ADS_1
Mendengar suara Wenren Wushuang yang secara tiba-tiba di sampingnya akhirnya Xiao Chen langsung tersadar dan berkata: “Tidak apa-apa hanya aku mengagumi pedang ini yang begitu indah.”
Setelah itu, dia melihat sekeliling bahwa rumah yang disewa sudah hancur akibat pertempuran. Setelah itu, dia berkata kepada Wenren Wushuang. “Hmmm ngomong-ngomong rumah ini hancur kita harus bagaimana mungkin jika kita memiliki beberapa banyak uang bisa mengganti rugi."
Wenren Wushuang juga tidak berdaya karena pertempuran itu Tidak Bisa dihindarkan dan tidak bisa ditahan akhirnya berkata seperti ini: “Tidak apa-apa, aku memilih beberapa cukup koin emas kamu jangan khawatir.”
”Syukurlah!” Xiao Chen akhirnya lega kemudian setelah itu dia menuju ke tempat orang pemilik dari rumah yang telah dihancurkan bersama Wenren Wushuang.
Pedang kesombongan surgawi, tiba-tiba memasuki ke dalam tubuhnya. Sehingga pada saat itu, Xiao Chen memiliki Aura yang sangat tajam dan berbahaya seperti pedang. Bahkan, Wenren Wushuang sedikit takut terhadap penampilan Xiao Shi yang sekarang.
“Kenapa kamu menatapku seperti itu?” Xiao Chen menatap lurus ke arah Wenren Wushuang.
“Aku menatapmu seperti ini karena sepertinya kamu sedikit ada aura yang berbeda dan cukup mengerikan untuk dilihat,” kata Wenren Wushuang.
”Hmmm, jika aku mengerikan lebih baik kamu pergi dari sini. Jangan melihat aku lagi.” Xiao Chen bercanda.
Xiao Chen sambil tersenyum bercanda ke arah Wenren Wushuang, dia juga menghindari peluru batu itu yang dilemparkan ke arah dirinya.
Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka berdua sudah tiba di tempat rumah pemilik penyewa.
Xiao Chen perbekas maju untuk mengatakan dari awal sampai akhir sehingga pada saat itu, pemilik penyewa rumah langsung tidak tahu harus tertawa atau marah.
Memang pertempuran itu tidak Bisa dihindarkan sehingga akan merusak apa yang diterjang. Tetapi, pemilik Rumah itu juga ingin bahwa hal buruk itu tidak menimpa kepada dirinya.
Meskipun demikian nasi sudah menjadi bubur.
“Baik, kamu ingin memberikan kompensasi kepadaku atas masalah yang kamu perbuat.” Tiba-tiba, tanpa berbasa-basi pemilik penginapan itu langsung melambaikan tangannya untuk meminta agar Xiao Chen langsung menyerahkan beberapa kepingan emas untuk dijadikan kompensasi.
__ADS_1
Mata pemilik penginapan itu langsung bercahaya setelah melihat beberapa kepingan emas yang sungguh sangat banyak. Terlebih lagi, sebenarnya setengah dari kepingan uang yang disodorkan Xiao Chen sudah lebih dari cukup.
Dapat dikatakan pemilik penginapan juga serakah dalam uang sehingga dia juga tidak mengatakan sebenarnya langsung menerima beberapa kepingan emas itu dengan lapang dada.
Pemilik penginapan itu sudah cukup lega karena mendapatkan kompensasi yang lebih besar daripada penghasilan jasa menyewa rumah selama satu pekan. Tetapi, Setelah dia hendak pergi tiba-tiba Xiao Chen berkata seperti ini, “Boss, Aku ingin menyewa lagi apakah ada rumah yang tidak terlalu besar dan kecil untuk disewa kan kami berdua? Setidaknya cukup satu hari ini saja dan besoknya aku akan pergi untuk ke tempat wilayah yang jauh.”
Sontak pemilik penginapan itu ingin tersandung dan terjatuh setelah mendengarkan kata-kata Xiao Chen. Kalian juga mengetahui bahwa pemilik penginapan itu tidak mau jika suatu waktu hal buruk akan menimpanya lagi sehingga tanpa berpasrah-pasi dia langsung mengatakan kepada Xiao Chen penolakan yang sangat halus.
Sayangnya, ketika dia ingin mengatakan yang sebenarnya agar bisa menolak, Xiao Chen langsung mengeluarkan beberapa kepingan emas yang dia cari hasil rampasan pembunuhan yang sudah terakumulasi beberapa hari.
Dengan demikian, pemilik penginapan tiba-tiba berubah menjadi anjing yang sangat baik dan langsung berkata kepada Xiao Chen seperti ini, ”Hahaha Jika kamu ingin mencari penginapan lagi yang tidak terlalu besar dan kecil, kamu menemukan orang yang tepat.”
Setelah itu, pemilik penginapan langsung membawakan mereka berdua untuk mendekati ke arah tempat rumah dari penginapan yang dimiliki Tuan itu.
Satu batang dupa berlalu, akhirnya Xiao Chen dan Wenren Wushuang sudah tiba di tempat penginapan yang lumayan bersih dan tidak terlalu besar atau kecil.
Tuan pemilik penginapan rumah, langsung memberikan kunci itu kepadanya. setelah transaksi berhasil dia langsung pergi meninggalkan dirinya.
“Aku butuh istirahat dan besok harus memulai lagi,” kata Xiao Chen.
Wenren Wushuang hanya mengangguk dan langsung memasuki ke dalam rumah sewaan yang baru.
Xiao Chen hanya tersenyum tipis dia harus melancarkan serangannya untuk berkultivasi ganda dengan Wenren Wushuang. Satu hari sudah cukup untuk meningkatkan beberapa jiwa pendekarnya.
Tanpa disadari, Xiao Chen langsung tersenyum cabul dan pada saat itu Wenren Wushuang entah kenapa merasakan merinding langsung mengurutkan tubuhnya sambil menatap ke arah Xiao Chen.
“Aku tahu kamu memiliki pikiran jahat kepadaku (╯︵╰,)!”
__ADS_1