
Bab 99 Saatnya Beraksi
Xiao Chen menyembunyikan basis jiwa pendekarnya. Dia menggunakan ketersediaan jimat yang melimpah di ruang harta.
Seketika tubuhnya pecah menjadi potongan kertas seperti pemeran utama Conan dari serial Naruto. Setelah tubuhnya pecah menjadi serpihan kertas, kertas itu melipat-lipat menjadi kupu-kupu kertas dan lusinan kupu-kupu kertas itu terbang untuk mendekati area ledakan.
Di sekeliling ledakan besar, ada para keluarga besar yang telah terbang sangat cepat. Itu disebabkan ledakan yang hebat karena ada harta surgawi yang lahir.
Sebagai keluarga yang ingin menempatkan di atas yang tinggi, maka kalian setidaknya harus memiliki artefak atau hewan monster yang kuat untuk mendukung popularitas.
Setidaknya ada tiga keluarga yang dekat dari suara itu. Dalam perjalanan, mereka semua terus bertarung hingga hanya menyisakan beberapa.
Tidak dipungkiri bukan mereka saja, melainkan ada praktisi iblis yang saling merebut harta lahir dari langit.
Banyak para petualang yang areanya jauh mendengar ledakan yang sangat keras dan disertai cahaya melesat ke langit sehingga semuanya langsung tertarik untuk pergi ke tempat harta lahir.
Xiao Chen adalah orang yang paling terakhir mendekati sumber harta yang lahir. Dia hanya memanfaatkan pertikaian antar petualang dan beberapa keluarga yang saling merebut harta surgawi itu.
Saat ini, Xiao Chen masih berlulu lalang di langit dalam bentuk kertas kupu-kupu. Sambil menggunakan indra sense untuk menyelidiki pertempuran.
Slash!
Ada pedang yang mengeluarkan cahaya leser biru keatas langit. Bhakan ada pepohonan yang copot dari akarnya seperti bulu.
”Hahaha kakek gila! Kamu mengatakan siapa yang dapat mengambil harta ini terlebih dahulu, maka itu adalah pemilik sah," ucap orang itu yang memiliki nama Nin Tian.
Nin Tian memiliih jurus seribu langkah hantu yang sudah mencapai tingkat Ruh puncak yang dimana jika dia melakukan pelatihan lagi dengan gigih, akan mencapai tingkat Hantu.
Dapat dikatakan Nin Tian yang memiliki umur 25 tahun sudah memahami langkah hantu tingkat Ruh puncak, siapa yang menilai menganggap dia jenius sejati.
Lanka seribu hantu dia gunakan untuk mempersingkat jarak tempuh dan ini seperti ketrampilan super Hiro Flash dari DC komik.
Setiap laju kecepatan akan memercikkan petir biru yang samar. Akibat kecepatan yang dilakukan Nin Tian, dia sedikit lolos dari serangan musuh yang akan menghajarnya.
Bahkan dari pandangan Nin Tian, serangan musuh akan melambat 20% memungkinkan dia bisa menghindari cukup efektif.
“Anjing kamu bocah, jangan menyentuh harta itu, jika kamu menyentuh akan tahu konsekuensinya," ucap kakek tua yang bernama Tang Zhang Zhang.
“Hahah bodoh!" Nin Tian mencibir seketika langung ingin meraih benda seperti telur Meongsaurus 😹 yang memiliki cahaya kembang api berwarna kuning.
__ADS_1
Hanya saja sedikit saja tangan Nin Tian akan menggapai, tiba-tiba ada kunai kecil sungguh sangat cepat.
Swosh!
Gerakan kunai sungguh diperlambat sehingga tangan Nin Tian menghindari dengan mudah. Tapi dia tidak tahu bahwa setelah kunai meleset dan menancap di tanah, tiba-tiba kunai itu meledak tujuh kali lipat dari bom molotov.
Bom!
Nin Tian terpental enam meter dan tersungkur di Tanah sambil berguling-guling sekitar tiga kali.
Cihhh!
“Brengsek wanita jalangg! Beraninya kamu menyelinap!” Nin Tian mencoba bangung sambil tangan kirinya memegang dada karena sedikit merasakan rasa sesak.
Swosh!
Seketika Nin Tian menghilang dan berlari sungguh sangat cepat seperti Ceking sehingga Wanita bercadar itu, membelakan matanya dan waspada.
“Hahaha mati wanita jalangg!" Suara Nin Tian menggema disampingnya wanita bercadar.
Sring!
Dentang!
Dentang! Dentang! Dentang!
Tidak terhingga Nin Tian menyerang dengan kecepatan tinggi sehingga sosoknya tidak terlihat oleh mata telanjang.
Tetapi wanita itu sedikit demi sedikit, pakaiannya terbuka akibat terkena serangan pedang yang cepat dari Nin Tian.
“Hahah kamu wanita jalangg tidak akan bisa menandingi kecepatan ku!” Nin Tian semakin menjadi-jadi bahwa kemenangan sudah nyata dihadapannya.
Bang!
Sekali-kali, Nin Tian menendang perut wanita itu sampai dia terhempas dan memuntahkan dua suap darah sambil tulang rusuk cedera.
Uhuk! Uhuk! Uhuk!
“Sekarang kamu kalah, tetapi sebelum aku membunuh mu, mati kita lihat wajah mu seperti apa hahaha!” Nin Tian meraih belati dan mendekati wanita bercadar. Hanya saja ketika sedikit lagi ingin membuka cadar itu, tiba-tiba ada kelompok bercadar juga yang menyerang Nin Tian.
__ADS_1
“Jangan bangga dulu, masih ada aku!" Tongkat bisbol itu berubah mengeluarkan duri seperti kaktus langung dipukul ke arah Nin Tian.
"Tidak baik!" Mata Nin Tian menyusut langsung menggunakan keterampilan dengan celah hngkk menghindari pukulan berduri.
Bam!
Alhasil pukulannya mengenai tanah dan mengakibatkan retakan tanah yang cukup signifikan.
Kecepatan penghindaran sungguh tidak terlihat oleh mata mereka semua. Akibat serangan itu, banyak para pendekar terluka. Bahkan Nin Tian menghindari langsung menyelinap menyerang punggung orang yang memiliki tingkat berduri.
“Hahah sampah!"
Sring!
Tiba-tiba punggungnya terkena sayatan belati cukup panjang sehingga dia menjerit langsung meraih wanita bercadar untuk menghindar dari Nin Tian sejauh mungkin.
“Sepertinya dia memiliki jurus yang merepotkan, bagaimana ini! Apakah kita akan mengurungkan untuk mengambil harta itu?"
“Humm kita tunggu saja, kita harus memikirkan bagaimana menggunakan dan mengelabui pria itu," jawab Wanita bercadar dia sungguh enggan bahwa harta yang bagus, akan diambil alih oleh Nin Tian.
Bahkan buka dia saja, meraka yang telah melawan Nin Tian hanya mendapatkan kematian dan tenaga yang terkuras. Saat ini Nin Tian hanya melirik kesamping melihat bahwa semua perebutan harta itu tidak ada yang menantang.
Akhirnya dia mendekati telur emas sambil mencibir, “Karena kalian tidak ada yang berani melawan ku, maka harta yang lahir akan menjadi milikku hahaha!"
Dia berjalan secara tanah dan mengambil telur dan akan dimasukkan kedalam cincin penyimpanan. Tetapi, tiba-tiba ada kupu-kupu warna biru yang sangat indah sehingga Nin Tian menghela nafas.
“Sungguh kupu-kupu yang indah," ucap Nin Tian sambil mengusap-usap kupu itu. Kini Xiao Chen yang tubuhnya berubah menjadi sekumpulan kupu-kupu nyata bukan kertas tiba-tiba memerintahkan satu kupu untuk hinggap di tangan Nin Tian.
Tidak lupa Xiao Chen menempelkan jimat di kupu-kupu tersebut.
Tiba-tiba Nin Tian yang sedang mengusap sayap kupu-kupu, sontak langsung meledak.
Bam!
Nin Tian terhempas sampai bajunya robak akibat ledakan yang keluar dari kupu-kupu.
“Ahhh tanganku!" Nin Tian melihat dua jemari-cemarinya hilang sehingga marah, dia melihat keseluruhan tempat sambil muram.
“Bajingam siapa yang mencoba menyerang secara menyelinap!" Nin Tian marah sambil melolong.
__ADS_1
Tiba-tiba ada lusinan kupu-kupu 🦋 terbang dari langit, berkumpul menjadi satu dan dari kumpulan kupu-kupu, membentuk sosok berjubah hitam sambil memakai topeng.