Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Bab 229


__ADS_3

Bab 229


Pada saat itu, Xiao Chen sudah menyembuhkan luka ayahnya, dia menatap dan berkata: ”Aku sudah membunuh Xiao Bai. Tidak ada ancaman di masa depan lagi.”


“Baik nak, aku juga tidak tahu. Ayah pikir dia sudah meninggal sejak dari dulu, tapi apa yang ayah disangka, tidak demikian.” Xiao Shi menghela nafas langsung membenamkan tubuhnya ke kursi yang empuk.


“Tidak apa-apa ayah, mungkin Xiao Bai asli sudah meninggal, tapi Xiao Bai yang sekarang sudah dirasuki pikiran jahat.” Xiao Chen setelah itu, mengeluarkan lengan Xiao Bai, sehingga Xiao Shi yang melihat, langsung bertanya: “Nak? Apa yang kamu lakukan dengan lengan itu?"


“Seperti yang ayah tahu, tanah kita ada urat dunia yang bisa menghubungkan dunia lain. Bahkan setelah aku membaca dalam tulisan itu, menemukan bahwa untuk mengaktifkannya harus mengorbankan salah satu orang yang sedarah." Setelah Xiao Chen menjelaskan kepada ayahnya, Xiao Shi cukup terpukau, pasalnya Xiao Bai sungguh sangat berani demi mencapai apa itu melihat dunia yang indah, dia rela mengorbankan dirinya maupun anak sendiri.


“Untuk saja kamu memiliki kekuatan yang hebat. Aku tidak tahu jika kamu seperti dulu, mungkin sudah meninggal sejak lama,” kata Xiao Shi.


Setelah itu, Xiao Chen tidak tinggal lama, dia memasuki ke ruangan dan mencoba menggambar portal ke dunia lain menurut intruksi dari prestasi tersebut.


Xiao Chen yang melihat, tentunya sungguh sangat aneh, karena bentuk formasi itu seperti burung manusia. Xiao Chen hanya berkata kepada dirinya sendiri, apakah pemilik formasi ini adalah seseorang yang sangat mesum?


Tapi dia mengabaikan langsung serius. Bahkan portal ini hanya Xiao Chen, violet Garden dan ayahnya saja yang mengetahui. Jika selain yang disebutkan mengetahui, maka konsekuensinya akan sangat bahaya, mungkin saja mendapatkan pertempuran berdarah yang berlangsung sangat lama.


Xiao Chen saat ini ketika sedang memperbaiki sebagaian kecacatan portal dunia lain, tiba-tiba ada pelayan keluarga Xiao yang mendatangi dirinya dan mengatakan, “Tuan muda Xiao ada guru Su Xing ingin bertemu dengan Anda.”


Sontak Xiao Chen langsung menyipitkan, mau apa lagi sih dia? Bukankah dia sudah memiliki kekasih dan sudah memiliki sepasang cincin yang sangat harmonis? Kok bisa-bisanya masih menghubungi Xiao Chen yang sudah jelas-jelas tidak suka dengannya.

__ADS_1


Xiao Chen mengangguk dan berkata kepada pelayan itu, ”Baik biarkan dia masuk ke dalam.”


"Tuan muda, saya hanya diperintahkan Anda pergi ke sekte tersebut, katanya ini sangat penting untuk diberitahukan kepada Tuan muda.”


“Hmmm ..., oh begitu. Baiklah aku akan pergi dari sini. Kamu terimakasih!" Xiao Chen pergi dan meninggalkan rumah. Tentu saja sudah memberi ijin kepada ayahnya.


Beberapa saat kemudian.


Xiao Chen sudah tiba di tempat pribadi dimana Su Xing mengajar.


”Guru? Saya sudah tiba di sini? Dimana guru sekarang?"


“Tunggu sebenarnya duduklah disitu! Sebentar lagi aku akan keluar!" Ada suara Su Xing berasal dari sebuah tempat yang tidak cukup jauh.


“Bau apa ini? Sungguh aneh,” gumamnya sambil melirik ke arah kanan dan kiri, tapi tidak menemukan sumber udara wangi ini.


Xiao Chen berpikir bahwa sumber wangi ini berasal dari pengharum ruangan, sehingga tidak terlalu curiga dengan maslah bau.


Pada saat itu, pintu dibuka dan muncullah Su Xing yang tidak memakai setelan baju sekte. Dia memakai baju yang sangat tipis dan lekuk tubuhnya sungguh membuat matang melotot.


Bahkan Xiao Chen yang melihat entah kenapa mulutnya menjadi kering.

__ADS_1


Kain yang menutupi dadanya seolah tidak bisa menahan besarnya benda bulat kembar itu, bahka jika handuk itu di tarik sedikit, maka akan terlepas.


Su Xing yang melihat perilaku mesum langsung tersenyum penuh kemenangan dan mendekati ke arah Xiao Chen dan duduk hanya berjarak dua puluh centimeter.


“Maaf murid, menunggu lama. Guru sehabis mandi dan tidak sempat mengganti baju." Sambil mengatakan hal itu, dia menabur kan wewangian yang membuat gairah Xiao Chen meningkat.


Xiao Chen wajahnya memerah dan melihat lesung gunung yang sangat membuka matanya. Bahkan dia menyadari bahwa guru Su Xing mendekati perlahan-lahan.


“Xiao Chen kamu jangan munafik! Jika kamu menginginkan tubuh guru ini, ayo lakukan. Apakah kamu tahu, setelah aku bertunangan dengan kekasih ku, aku belum memberikan kesuciannya. Tapi aku sudah mempelajari ilusi cukup lama sehingga dia seolah sudah bercinta denganku setiap saat ....”


Su Xing melepaskan handuk dan tubuhnya menempelkan ke dada Xiao Chen, bahkan dia mencoba menggesekkan dua buah gunung yang besar ke lengan kanan Xiao Chen.


Tubuh yang sangat putih dan sehalus batu giok sungguh sangat bagus dan layak menjadi pajangan, tapi karena Xiao Chen tidak ingin menjadi algojo mesum dia menahan dan memegang dua baju Su Xing dan berkata sambil mulut kering.


”Guru. Maaf tapi saya tidak bisa melakukan hal seperti itu, kamu sudah memiliki pasangan dan saya sebagai murid tidak akan melakukan hal senonoh. Tapi saya hanya berharap bahwa guru memiliki kehidupan yang baik dan melimpah.”


Setelah itu, Xiao Chen meraih handuk dan mencoba memakaikan kepada Su Xing dan meninggalkan dia sendirian.


Su Xing tertunduk dan ada air mata yang menetes sungguh sangat deras, dan berguman sendiri. “Bajingan kamu Xiao Chen, kamu sungguh jahat. Apakah kamu tahu, bagaimana rasanya menghadap orang yang sudah jelas-jelas tidak menyukai! Aku menyukai mu setulus hati, tapi kenapa kamu memberikan perlawanan yang sangat menyakitkan!”


Su Xing menangis sungguh sangat deras, dia hanya berharap ada seutas benang takdir kecil yang bisa menyatukan dirinya dan Xiao Chen.

__ADS_1


Xiao Chen yang menyelinap berubah menjadi ular, hanya memejamkan matanya. Untuk sekarang dia tidak ingin seperti itu, karena dia tahu perasaan bagaimana kekasih yang dicintai berpaling kepada orang lain. Karena inilah dia tidak ingin melihat pasangan dari Su Xing akan merasakan sakit seperti apa yang dirasakan dirinya dulu.


Xiao Chen menghilang dan sudah tiba di rumahnya, dia sudah berubah menjadi manusia hanya saja adik laki-laki masih tegang dan tidak tahu harus siapa yang ingin dilampiaskan.


__ADS_2