
Bab 37 Anjing Yang Baik Tidak Menghalangi Jalan
Liu Shen baru pertama kali mendengar nama yang unik, sehingga langsung berkata kepada Xiao Chen karena ingin tahu.
“Sungguh nama yang aneh, aku baru pertama kali mendengar nama yang aneh seperti itu,” kata Liu Shen.
“Nama yang aneh itu tidak benar, nama itu adalah nama yang disegani penduduk dunia," balas Xiao Chen.
Untuk Hitomi Tanaka dan Mia Khalifa atau Mario Ozawa, nama itu sungguh menggema di kalangan laki-laki di kehidupan Bumi.
Pantas saja Liu Shen tidak mengenal karena nama itu berasal dari Bumi.
Kemudian Xiao Chen setelah menjelaskan langsung terbang meninggalkan Liu Shen yang masih termenung bingung dengan nama aneh tersebut.
Dari kejauhan kelima kelompok akhirnya menatap ganas Xiao Chen, apa yang dipikirkan mereka berlima akhirnya kenyataan, karena mereka melihat peri Liu Shen mendekati Xiao Chen dan ini sebagai penggemar berat Liu Shen tidak boleh terjadi.
Kelima orang itu, berniat mencelakai Xiao Chen. Walaupun kehebatan Xiao Chen sudah menyebar, tapi tidak dipungkiri bahwa beberapa murid tidak mengetahui berapa kuat Xiao Chen.
Bahkan, jika murid itu mengetahui betapa hebatnya Xiao Chen jika tidak melihat dari mata kepala sendiri itu tidak akan begitu percaya langsung.
Karena itulah mereka belum sepenuhnya memperhatikan. Bahkan jika mereka tahu bahwa Xiao Chen bisa mengalahkan Ding San, mereka masih percaya diri karena di pihaknya masih memiliki orang beranggotakan lima orang.
Mereka semuanya langsung menuju Xiao Chen yang sedang berjalan pelan.
Xiao Chen juga melihat ada beberapa kelompok yang sedang mengarah kepada dirinya sendiri, sehingga langsung curiga karena merasakan ada hal yang tidak beres.
Tiba-tiba, kelima kelompok itu mencegat Xiao Chen dan salah satu orang itu berkata. “Kamu yang bernama Xiao Chen?”
“Benar, aku Xiao Chen ada apa?” Xiao Chen bingung, dilihat dari seragam masih di pihak Sekte Tanah Hitam seperti dirinya, akan tetapi Xiao Chen merasakan ada yang tidak biasa dalam raut wajah mereka semua seseolah tidak senang.
“Bagus sangat bagus, berani sekali kamu mencoba mendekati peri kita! Apakah kamu meminta pemukulan?” Satu orang berkata dengan nada jahat.
“Peri? Apa magsud mu!” Xiao Chen bingung dengan kata-kata orang yang sedang berada di depannya.
“Kamu tidak perlu bertindak bodoh! Peri kita bernama Liu Shen apakah kamu paham!” Satu orang lagi berkata lantang.
Pada saat itulah Xiao Chen akhirnya paham, bahwa kelima kelompok itu, ingin berurusan dengan dirinya karena cemburu.
Melihat lelakuan kelima orang tersebut, Xiao Chen teringat sebelum di pindahkan ke dunia pendekar, pada saat itu ada berita viral anak pegawai pajak memukuli pemuda hingga kritis.
__ADS_1
Kamu akhirnya paham tidak di dunia manapun pada dasarnya wanita biang masalah, jadi sepatunya kamu harus menghindari agar tidak bertambah masalah yang kamu hadapi di masa depan.
Xiao Chen juga paham itu, karena kelima kelompok tersebut merasa cemburu akibat Liu Shen mendekati dirinya akhirnya berkata sopan.
“Maaf, junior ini tidak bermaksud mendekati senior Liu Shen, akan tetapi senior Liu Shen yang mendekati terlebih dahulu," ucap Xaio Chen sangat sopan.
“Bajingan! Apakah ada pencuri yang mengaku bahwa dia dalam pencuri, itu sama halnya kamu! Sudah jelas-jelas kamu mencoba merayu peri Liu Shen, tapi tidak mengakuinya!”
Kamu melihat sendiri bukan? Orang yang dibutakan cinta maka tidak akan memiliki hati dan pikiran yang sangat jernih, percuma saja jika kamu berkata jujur apa sebenarnya yang terjadi, lebih baik kamu memberikan pelajaran kepada mereka berlima dan kemungkinan lebih baik kamu bunuh.
Akhirnya Xiao Chen mendengar perkataan yang tidak masuk akal, mulutnya berkedut dan berkata lantang juga, “Dasar penjilat! Aku sudah berkata jujur pada kalian, apakah kamu tidak percaya?”
“Aku percaya kepada mu, Humpp jika kamu berani menyerahkan kepala mu kepada ku, maka aku akan percaya, bagaimana? Apakah kamu berani mempersembahkan kepala mu kepada ku?”
“Dasar gila kalian!" pekik Xiao Chen dia langsung melangkah maju dan melanjutkan perkataannya lagi, “Minggir! Anjing yang baik tidak menghalangi jalan!”
Kelima orang tersebut, akhirnya menatap ke arah Xiao Chen dengan tatapan yang sangat luar biasa, bagai mana mungkin ada orang yang begitu sombong di dunia ini walaupun sudah kalah jumlah, karena mereka berlima tidak terima, langsung mengeluarkan seluruh senjata dan berbagai jurus untuk membunuh seketika Xiao Chen.
Dari yang pertama Pemuda yang memiliki perawakan kurus langsing mengeluarkan dua celurit dan menyerang Xiao Chen langsung.
”Brengsek jika kamu mati, maka kita akan percaya apa yang telah kamu lontarkan pada kita!” katanya.
Ketika tendangan diarahkan ke wajah Xaio Chen seketika jimat serangan balik aktif langsung kaki Pemuda itu terpental.
”Kesempatan!” Xiao Chen berdiri langsung mengeluarkan belati dan mencoba menusuk leher Pemuda kurus tersebut, akan tetapi tiba-tiba ada rekannya yang menolong langsung meninju wajahnya sehingga Xiao Chen langsung terhuyung-huyung kebelakang tiga langkah.
Xiao Chen menyipitkan matanya ke arah orang tersebut sambil menyeka darah di hidung.
“Jika tidak ada kamu, mungkin sudah mati,” kata Xiao Chen langsung mencoba berlari lagi dan menggunakan teknik Penguatan Tubuh Kingkong yang baru di pelajari.
Tubuh yang sedikit kuat dan di tambah tinju Prajna Gong yang di padukan akhirnya memiliki kekuatan sedikit kuat.
Xiao Chen memutar tubuhnya langsung menendang kepala orang yang telah menyelamatkan pemuda kurus tersebut.
"Bang!"
"Crack!"
Gigi dan tulang rahang langsung terkoyak sehingga menjerit.
__ADS_1
"Aduh... aahhhh!”
Ini kesempatan Xiao Chen langsung menggunakan belati untuk menusuk leher Pemuda yang telah di tendang.
"Sring!"
"Puf!"
Leher Pemuda tersebut memuntahkan darah dan seketika tewas. Tangan kanan menusuk leher Pemuda tersebut, tangan kiri memukul menggunakan teknik tinju Gajah Prajna Gong kepada Pemuda kurus.
“Ahhh tolong aku, aku tidak ingin mati!"
"Bam!"
Pemuda kurus meloncat dan menghindari tinju Xiao Chen sehingga tangan kirinya mengenai tanah kosong.
Hanya tersisa empat kelompok saja yang menatap Xiao Chen ngeri.
“Bajingan! Apakah kamu gila, membunuh sesama murid! Apakah kamu meminta hukuman dari Guru!" Salah satu Pemuda gemuk berkata sedikit gemetar.
”Heheh jika kamu mati semua, pihak Guru tidak mengetahui,” ucap Xiao Chen tersenyum iblis.
“Dasar kamu gila!" Ke empat berteriak serentak sambil ingin kencing di tempat.
Xiao Chen mencoba menyerang lagi, akan tetapi dia melupakan bahwa ada Liu Shen langsung menahan langsung.
Otomatis Xiao Chen berhenti dan menatap Liu Shen dengan menyepit.
“Menyingkirlah, jika aku lemah dia sudah membunuh ku!”
“Di samping sebagai murid, aku juga di tugaskan sebagai pengawas jika ada hal murid yang saling berkelahi,” jawab Liu Shen.
“Tapi aku sudah membunuh satu,” Xiao Chen berkata serius.
Liu Shen menggelengkan kepalanya dan berkata: “Itu bisa di pertimbangkan, karena kamu telah membunuh satu murid, ayo ikutlah dengan ku, aku ingin mengatakan suatu hal kepada mu.”
”Aku menolak, lebih baik aku pergi sungguh merepotkan, oh aku ingin mengatakan kepada mu, uruslah keempat penjilat itu.” Xiao Chen melompat terbang langsung meninggalkan Liu Shen dan keempat kelompok itu.
‘Kita tunggu walaupun kamu tidak mati sekarang, semut Rangrang ku sudah menempelkan jimat peledak tunggu saja hari kematian mu!’ Xiao Chen terbang sambil tersenyum tipis seperti bulan sabit.
__ADS_1