Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Chu Sanguan Vs Rhinox


__ADS_3

Bab 171 Chu Sanguan Vs Rhinox


Tanahnya bergetar sangat hebat dan Rhinox menabrakkan kepalanya ke pohon yang tidak terlalu besar langsung pada tumbang.


Roar! Rhinox mengaum sangat garang bahkan mulutnya membuka atau warna merah seperti besi panas.


Kini kelompok berpakaian putih melarikan diri terus saat jauh ke tempat yang tidak diketahui.


“Sial ... Mosnter jenis Apa itu sungguh sangat menakutkan!” Dia dari kejauhan melihat ada burung reptil Petardon berkepala tiga sedang mengejar dirinya sangat cepat. Bahkan dia juga menemukan ada satu lagi monster Batak yang tingginya tiga meter sedang berlari sangat cepat di tanah.


Bom!


Bom!


Bom!


Mulut Rhinox membuka dan menembakkan api sangat cepat ke arah sekumpulan kelompok berpakaian putih.


Akan tetapi mereka semua menghindari begitu sangat panik. Kemudian, Rhinox langsung berubah wujud menjadi robot dan berlari sambil mengeluarkan pistol tembakan energon versi dunia pendekar.


Dor! Satu kali tembakan memang tidak mengenai kumpulan kelompok berwarna putih.


Dor! Tembakan kedua langsung mengenai sekitar tiga kelompok tersebut sampai tubuhnya terpotong dan terbakar.


Dor! Tiga tembakan akhirnya menumpahkan sebagaian kelompok tersebut sehingga menyisakan benar kelompok yang masih bersikeras untuk melarikan diri.


Formasi kecepatan langkah!


Mereka semua langsung menggunakan formasi kecepatan satu langkah secara serentak sehingga tiba-tiba langsung melesat sangat jauh seperti meteor jatuh.


Bom! Sekumpulan orang berwarna putih, menghilang berubah menjadi cahaya seperti komet.


Rhinox mendengus dengan suara yang berat, ”Aghrr! Ayo kita tidak bisa membiarkan mereka lolos. Petardon kamu bawakan aku dan terbang lebih cepat lagi!”


Arrrkkk ... Arkkk ...


Petardon lambung mengetik mengambil tubuh robot Rhinox langsung membawakan ke atas langit dan terbang sangat cepat.


“Sepertinya kelompok itu memasuki sebuah bukit yang ditutupi kabut.” Petardon mengucapkan kata dengan tanpa ekspresi.


“Sepertinya begitu, tetapi pemimpin Xiao Chen tidak membiarkan mereka lolos.” Rhinox yang sedang bergelantungan langung tangan kirinya mengeluarkan gada raksasa.


Setelah beberapa saat, mereka terbang sudah sampai di bukit yang memiliki asap sangat tebal, langsung Petardon menjatuhkan Rhinox.


Buuzzz!


Rhinox yang terbang, langung ancang-ancang dan mencoba menjatuhkan tubuhnya.


Bom! Seketika Rhinox langsung menjatuhkan tubuhnya ke tanah berkabut Karena Dia memiliki mata robot yang bisa menganalisis Medan dia tidak kesulitan untuk terganggu akibat penglihatan berkabut tersebut.


Rhinox yang sedang menggunakan kata langsung memukul berbatu-batuan yang saat keras dan mencoba menerobos benda yang menghalangi.


Sementara itu, Petardon masih dalam wujud burung reptil dia di atas sambil mengamati jika terjadi suatu apa terhadap Rhinox.


Roar! “Kami Rhinox akan menemukan penjahat tercela berani sekali mengganggu para Transformers!”

__ADS_1


Bom! Rhinox memukulkan gatal ke suatu benda yang menghalangi dan sambil menganalisis menggunakan mata robot tepat posisi di mana kelompok berpakaian putih tersebut.


Sepertinya Rhinox menemukan sebuah tempat yang berkabut tetapi dari 100 meter ke depannya ada istana berwarna putih yang sangat megah.


Bahkan yang anehnya, dua Transformers tersebut tidak terpengaruh oleh formasi penghalang yang dilakukan oleh sekte kabut mendalam.


Sekte kabut mendalam adalah sekte yang sangat tersembunyi dan keberadaannya sungguh sangat misterius tetapi ketika sekte tersebut keluar, akan membuat heboh para dunia luar karena mereka memiliki monster yang sangat menakutkan.


Hanya saja kekuatan dan kekuatan fisik dari sekte kabut mendalam yang spesialis dalam menjinakkan monster tersebut masih kalah dengan monster Transformers buatan jimat memanggil Xiao Chen.


Pada saat itu, beberapa kelompok yang sudah melarikan diri langsung tiba di sebuah istana dan berlari sungguh sangat cepat sambil melapor ke panutua agung.


Bom!


Ahh!


Ada wanita yang sangat cantik yang sedang memberikan makan burung angsa raksasa berkepala dua. Dia yang sedang asyik memberi pakan hewan peliharaannya tiba-tiba merasakan ada beberapa murid lainnya yang sedang berlari dengan sangat tergesa-gesa.


Akhirnya dia langsung berdiri dan melihat beberapa murid yang sudah memiliki baju putih kotor langsung menyapa dengan ingin tahu.


“Hey? Kenapa kalian memiliki wajah yang sangat pucat Apakah ada sesuatu yang membuat kamu terdesak?” tanya dai kepada murid yang memiliki wajah bercucuran keringat dan sangat panik.


“Itu sungguh sangat gawat, memiliki musuh yang sangat mengerikan bahkan aku tidak bisa mengalahkannya banyak murid-murid lainnya yang sudah menjadi korban akibat amukan monster aneh tersebut....”


“Secepatnya kita harus melapor kepada tetua Agung atau kepada murid jenus lainnya untuk membantu menahan monster mengerikan tersebut!”


Wanita tersebut sungguh sangat serius dan juga cukup melihat murid yang lainnya memiliki wajah yang sangat pucat seperti kertas putih. Akan tetapi untuk masalah yang belum diketahui sebaiknya kamu harus menghentikan untuk kita selalu melapor kepada atasan seperti murid genius dan Tetua Agung.


Kamu juga dianggap murid jenius sebaiknya kamu membantu murid tersebut agar kepada murid yang statusnya lebih tinggi.


“Kamu lebih baik jangan terlalu mengandalkan para panutua, biarkan para murid lainnya yang membantu kamu. Jika semua murid tidak bisa melakukan maka tinggal kita meminta bantuan kepada Tetua Agung." Kemudian dia langsung meminta untuk menemani ke depan agar bisa menunjukkan bagaimana monster tersebut sangat mengerikan.


Mereka pada awalnya untuk jangan begah karena dua monster besi itu sungguh sangat garang dan bisa berubah bentuk. Akan tetapi wanita itu yang memiliki nama Chu Sanguan, masih memiliki sifat keras kepala sehingga masih bersikukuh menemani ke tempat monster tersebut yang sedang datang ke sini.


Akhirnya mereka semua langsung menelan ludah dan mengamuk dengan berat dia mengikuti Chu Sanguan untuk perbatasan bukit berkabut itu.


Bom!


Bom!


Getaran yang sangat hebat langsung dirasakan oleh Chu Sanguan dari kabut tersebut melihat ada mata merah yang sedang menatap ke arah dirinya.


Bahkan tanpa seperti diketahui dia langsung merinding tetapi karena sudah terlanjur dia tidak akan mundur begitu saja.


Kemudian Chu Sanguan langung memerintahkan motor angsa berkepala dua untuk menembakkan listrik ke arah motor yang berdiri sambil memukul-mukul bebatuan keras dengan marah.


Kalarak jeder!


Rhinox seketika langsung mundur sambil meloncat dan bersalto berubah menjadi monster badak dan meraung.


Kikuk! Kikuk!


Rhinox setelah berubah menjadi badak, dia langung berlari untuk menerjang Chu Sanguan.


Chu Sanguan langung menghubungkan pikirannya, dia seketika tangan kanannya mengeluarkan keliatan cahaya listrik dan meninju kepala Rhinox.

__ADS_1


Bang!


Hanya saja fisik besi Rhinox sungguh sangat keras dia hanya mundur bergeser sekitar setengah meter. Kemudian kepalanya mendorong ke atas sehingga Chu Sanguan terhempas ke atas sekitar 6 meter sambil mengeluarkan pedang yang sangat keren berwarna pernak-pernik.


”Aku tak mengira kamu memiliki fisik yang sangat kuat ini sangat sangat menarik."


Hap! Chu Sanguan langsung berlari sambil membawa pedang besar berwarna pernak-pernik seperti aksesoris.


Pedang itu seketika mencoba memotong kepala Rhinox. Hanya saja setelah pedang itu mengenai kepalanya hanya memunculkan goresan kecil dan percikan kembang api.


Roar!


Rhinox maju berlari ke arah depan langsung menyeret Chu Sanguan beberapa meter sehingga murid lainnya yang melihat langsung berteriak.


“Senior Chu! Tidak!"


Chu Sanguan menggertakan giginya langsung menggunakan pikirannya untuk memerintahkan angsa berkepala dua untuk menyerang menggunakan listrik.


Bom!


Bom!


Rhinox seketika langsung terbang menyamping sambil berguling dan meringkuk di tanah.


Roar!


Hidung Rhinox langsung mengeluarkan asap seperti kereta uap dan berlari lagi untuk menerjang Chu Sanguan.


Chu Sanguan langsung mengeluarkan item kapak berwarna putih gold untuk memenggal kepala Rhinox.


Chu Sanguan memerintahkan angsa berkepala dua untuk menghujani listrik agar serudukan Rhinox langsung terganggu dan dia terhempas ke atas sambil meraung.


Chu Sanguan ini adalah kesempatan kamu dan harus melompat menggunakan kapak raksasa untuk memungkinkan kepala monster pada besi tersebut terpotong.


Hiya!


Chu Sanguan melompat dan kapak itu langsung diarahkan kepala badak Rhinox. Dia sudah yakin bahwa ketika kapak tersebut mengenai kepalanya dia akan memenangkan pertempuran itu.


Hanya saja dia melihat monster badak besi tersebut yang berputar-putar di udara seketika berubah menjadi robot yang perkasa mengeluarkan gede bulat langsung memukul kapak tersebut sehingga dia langsung terhempas dan menabrak batu-batu sampai runtuh.


Bang!


Ahh!


Bom!


Benteng batu itu runtuh seperti longsor akibat diterjang oleh Chu Sanguan.


~


~



Gambar Rhinox 🤧

__ADS_1


~


~


__ADS_2