
Bab 306 Putra Bungsu Paviliun Lingdan Cemburu
Xiao Chen sudah menggunakan baju yang sangat bagus, itu berbeda baju yang biasa digunakan. Sekarang dia menggunakan baju kuning dan ada sedikit warna emas yang menghiasi bajunya.
Tentu saja baju ini disediakan oleh keluarga Yin!
”Suami kamu ganteng banget.” Yin Yu bertepuk tangan dia selalu mencubit pipi Xiao Chen terus menerus karena gemes.
”Kamu juga cantik banget, boleh kah aku meremas payudaraa mu, hehehe.” Xiao Chen menyringai.
"Kamu harus sopan ok.” Wajah Yin Yu memerah, tapi kemudian mendekati ke wajah Xiao Chen dan berbisik. "Tapi jika kamu ingin, aku bisa menyentuh gunung ku sesuka hati, ketika sepi.”
Hanya bercanda!
Xiao Chen walaupun tidak tahan, harus mengontrol, dia tidak ingin memikirkan hal mesum terus-menerus. Tetapi kecantikan Yin Yu begitu rupawan dan sosoknya anggun begitu panas apakah Xiao Chen bisa menahannya?
Tentu saja tidak! Maka dari itu, Xiao Chen begitu sangat antusias.
“Uhumm. Mari kita lupakan itu sebentar. Ayo kita masuk ke dalam gerbong dan menuju ke Kaisaran Yang Mulia Agung.” Xiao Chen meraih tangan Yin Yu langsung menarik untuk pergi ke gerbong.
Dua gerbong yang satunya khusus untuk Xiao Chen dan Yin Yu, dan satunya Yin Ying bersama anak-anak dan istrinya.
Hanya saja setelah mereka keluar dari rumah, ada putra bungsu Paviliun Lingdan yang tidak lain bernama Feng Chen.
Feng Chen menatap ke arah Yin Yu yang sangat cantik banget, tetapi melihat Yin Yu begitu sangat manja dan baru pertama kali melihat Yin Yu seperti itu, langsung berjalan dengan sangat ganas.
"Saudara perempuan Yin Yu. Siapa dia?” Napas Feng Chen tidak teratur karena marah, dia menatap ke arah Xiao Chen langsung ganas ingin sekali membunuh di tempat.
"Ahh adik Feng Chen, perkenalkan dia adalah Xiao Chen kekasih ku.” Yin Yu Menjawab dengan manja kepada Xiao Chen.
Xiao Chen juga tersenyum tipis kepada Feng Chen. Padahal senyuman Xiao Chen tidak ada magsud terselubung, tetapi bagi Feng Chen itu adalah senyuman mengejek.
"Kekasih kakak perempuan ....” wajah Feng Chen mendung dan sangat suram, dia seperti dunia hancur dan seluruh penderitaan menyerang ke arah dirinya. Pada awalnya dia datang ke sini hanya ingin mengajak Yin Yu untuk pergi bersama ke istana kerajaan Yang.
Alasan dia begitu antusias adalah, Yin Yu pernah berhenti bahwa dia sampai kapanpun tidak akan menerima cinta raja Yang. Ini membuat Feng Chen begitu semangat dan tentunya dia bisa selalu ada dan melihat Yin Yu.
Tapi ... Tapi sekarang seperti ada musibah yang sangat mengerikan menimpa dirinya, yaitu Yin Yu mengaku bahwa dia memperkenalkan seorang pemuda bahwa itu adalah kekasihnya.
Ini tidak bisa menerima!
__ADS_1
Hati Feng Chen seperti tertusuk duri ratusan, dadanya tidak bisa menahan sakit dan hasilnya kedua bola matanya menjadi merah dan berlinang air mata, sambil menatap ke arah Xiao Chen.
"Kamu ... Gara-gara kamu, aku tidak rela jika kakak perempuan Yin Yu bersama mu. Ahhh aku ingin membunuh mu!”
Bom!
Yin Yu dan beserta keluarga Yin sungguh kaget dan letusan kekuatan Feng Chen sungguh menakutkan!
"Apa yang kamu lakukan! Apakah kamu ingin merusak kebahagiaan saudara perempuan ini! Kamu sudah aku anggap adik manis yang baik, kakak mohon jangan membuat suasana menjadi sulit!” Yin Yu bergegas maju dan menghalangi jalan.
Feng Chen kemudian menatap ke arah Yin Yu dan tersenyum mengejek dirinya sendiri. "Ahh aku sebenarnya hanya dianggap adik yang baik. Hanya sebatas itu, ahhhh! Hahaha, kakak Yin Yu, apakah kamu tidak menyadari pengorbanan aku kepada mu ....”
”Aku rela menghajar penjahat tanpa sepengetahuan kakak, aku mengambil ramuan obat langka, aku mengambil madu berumur seribu tahu dan merelakan pantat ku di sengat ribuan lebah hingga demam dua bulan, itu semata-mata pengorbanan ku terhadapmu, aku mencintai kakak Yin Yu!"
"Tapi ... Tapi ... Sekarang hatiku hancur setelah kakak perempuan sedang menempel dengan pemuda yang bahkan aku tidak pernah berjumpa, ...”
Setelah itu, Feng Chen menatap ke arah Xial Chen langsung dan berteriak: ”Sebelum itu, aku harus menantang mu terlebih dahulu! Apakah Kekuatan mu pantas mengambil hati Yin Yu ku!” Bahkan dalam hati Feng Chen sosok raja Yang Kai adalah pria terkuat se kaisaran belum masuk ke hati Yin Yu.
Tapi Pemuda Xiao Chen ini dalam penglihatannya hanyalah manusia biasa sungguh berani-beraninya mengambil hati Yin Yu, makanya dia menantang dan tentu saja harus membunuhnya!
"Adik Feng Chen! Jangan gegabah, kamu ....” Tiba-tiba Xiao Chen meraih dan berkata: “Tidak ada gunanya kamu berdalih, dia sedang marah dan saran mu tidak ada gunanya. Itu seperti kamu sedang memarahi batu.”
"Cih. Manusia biasa sungguh sangat berani.” Feng Chen mencibir.
Pada saat itu, Feng Chen tidak berbasa-basi dia mengeluarkan seberkas pembunuh dan memancar dalam sekejap, sinar cahaya ini panjangnya lebih dari sepuluh kaki, seperti pedang yang cemerlang, membawa aura jahat yang menakutkan, ke mana pun dia melewatinya, ruang itu seolah-olah terpisah.
Bom!
Dalam sekejap, cahaya itu menghantam tubuh Xiao Chen dan keluarga Yin semuanya langsung mundur lusinan meter sambil melihat bagaimana Xiao Chen melawan.
Sebelum cahaya Feng Chen mengenai tubuhnya, ada cahaya berwarna darah menyelimuti tubuh Xiao Chen, membuatnya tampak seperti dewa pembunuh yang berlumuran darah.
“Teknik Pedang Pembunuh, langkah pertama, Serang!”
Mata Xiao Chen tajam, tanda pedang berdarah di antara alisnya bersinar terang, dan banyak aura pembunuh berdarah berkumpul di ujung jarinya!
Meskipun itu teknik seni pedang pembunuh, tapi juga bisa menggunakan energi pendekar menggunakan jari sebagai pedang. Itu tidak terlepas dari ketrampilan otak Xiao Chen!
Kali ini, Xiao Chen menunjuk ke depan dan melakukan serangan Feng Chen ke depan!
__ADS_1
Pedang berdarah meledak seketika dan berubah menjadi api di seluruh langit.
Cahaya berdarah yang tersisa terus membunuh pedang Feng Chen dengan momentum yang tidak berkurang.
Merasakan kekuatan mengerikan dalam cahaya berdarah, Feng Chen tidak berani gegabah sama sekali, dia membentuk segel dengan tangannya, kekuatan api dan energi pendekar meledak, dan dia tiba-tiba menusuk ke depan seperti gaya melempar tombak.
“Bakar api langit!” Teriak Feng Chen, dan lautan api yang membara melonjak, seperti gelombang api yang mengamuk.
Dalam sekejap mata, teknik Xiao Chen dan lautan api Feng Chen bertemu, dan terdengar suara "bang" yang mengejutkan.
“Apa!”
Ekspresi Feng Chen berubah drastis, dan dia melihat cahaya pedang berdarah miliki Xiao Chen yang menakutkan itu langsung menembus lautan api dan menebas ke arahnya.
"Tidak -"
Feng Chen berteriak keras, kehilangan semua keinginan untuk bertarung, dan berbalik dan lari.
Namun, saat berikutnya, dia langsung berlumuran darah dan berteriak putus asa.
Saat ini, Feng Chen dikalahkan begitu sangat mudah oleh Xiao Chen!
Mendekati ke arah Feng Chen, Xiao Chen berkata: "Kamu kalah. Seperti kesepakatan tadi karena aku sudah mengalahkan mu, aku harap kamu tidak mengingkari. Aku ingin kamu memegang janji dan membiarkan Yin Yu hidup bahagia.”
Setelah itu Xiao Chen mengangguk puas, mengalahkan Feng Chen hanyalah masalah sepele.
Berbalik, dia melihat semua anak muda dari keluarga Yin, mereka menatap ke arah dirinya penuh kekaguman dan rasa bangga yang teramat luar biasa. Tapi Xiao Chen mengabaikan dan berkata: ”Ayo kita pergi.”
Yin Yu tersadar dan tersenyum manis lalu memeluk tangan Xiao Chen.
“Ayo!”
Dalam sekejap, anak-anak Yin Ying melanjutkan perjalanan lagi ke istana kekaisaran Yang Mulia Agung.
Di satu sisi, Feng Chen yang sedang terkapar, tidak bisa menyembunyikan keterkejutan di wajahnya, dia benar-benar tidak bisa membayangkan bahwa kekuatan Xiao Chen melonjak begitu menakutkan sehingga bahkan dirinya, tidak dapat membunuhnya atau menyentuh dengan satu pukulan.
Namun, saat berikutnya, ketika dia melihat Xiao Chen dan keluarga Yin pergi untuk menemui raja Yang Agung, dia tidak bisa menahan senyum sinisnya. Jadi apa, pada akhirnya, dia masih harus mati karena berani memprovokasi Raja Yang Kai.
Yang kai menyukai Yin Yu, jika dia tahu, mungkin Xiao Chen sudah musnah!
__ADS_1