Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Monster Fan Qin


__ADS_3

Bab 188 Monster Fan Qin


Gou Jian dan beberapa guru lainnya saling menatap. Kemudian dia tatapannya diarahkan kepada Wenren Mingyue.


“Apakah kamu sebelum ditolong oleh ku, apakah kamu sebenarnya memiliki soudara kembar?” tanya Gou Jian kepada Wenren Mingyue dengan ingin tahu.


“Benar. Kalian jika saya mengatakan apakah mempunyai saudara kembar atau tidak, maka jawaban saya memiliki soudara kembar ....” Seolah-olah ragu, akhirnya Wenren Mingyue berkata kembali, “Bahkah sebelum saya pulang dari sekte, saya sudah melawan saudara kembar dan alhasil, saya kalah. Dia adalah anggota Violet Garden sekaligus kekasih pemimpin Violet Garden yang tidak lain adalah pemilik semua monster Transformers.”


“Apa!" Gou Jian terkejut. Tetapi dia marah kepada Wenren Mingyue. Kamu sudah dilatih sejak dulu. Tetapi kamu masih kalah dengan kelompok Resimen dan terlebih lagi, resimen itu belum genap satu bulan.


Jika melawan saudara kembar saja kalah, maka sungguh merepotkan apalagi dia juga salah satu anggota Resimen Violet Garden.


Sungguh menyebalkan!


Gou Jian menggerutu.


Grrrrrr!


Pada saat itu, tiba-tiba goa raksasa tiba-tiba bergemuruh dan memunculkan sosok monster raksasa yang sangat menakutkan. Bahkan Gou Jian lututnya lemas dan tidak biasa mendukung untuk berdiri.


Roar!


“Ada apa? Kenapa kalian memanggil ku?” tanya monster mengerikan yang memiliki bentuk ayam jago yang mempunyai empat kaki. Warna merah melambangkan api dan emas lambang kebijaksanaan.


Bahkan Gou Jian yang sudah mendekati Fan Qin sungguh gerah ingin melepaskan seluruh pakaiannya agar terbebas dari rasa gerah yang membara.


“Monster Agung Fan Qin. Saya datang kesini karena ingin meminta bantuan kepada Anda. Bahwasanya sekte ini yang sudah didirikan oleh para monster kuno sekarang telah diserang oleh monster yang mengerikan. Saya sebagai Tetua Agung sungguh malu tidak bisa melawan monster tersebut sehingga saya meminta bantuan kepada Anda,” ucap Gou Jian sambil merendah. Bahkan untuk mendongkak saja, dia tak berani takut tubuhnya menjadi abu akibat dibakar oleh Fan Qin.


”Apa! Sekte yang aku dirikan dulu ada penyusup!” Fan Qin memuntahkan kata-kata yang sangat mendominasi. Bahkan nadanya seperti sedang marah sehingga Gou Jian dan guru lainya langsung berkeringat deras.


“Ini benar Tuan Fan Qin, saya meminta maaf karena tidak becus. tetapi monster itu sungguh Bastard dia memiliki ketrampilan merubah bentuk bahkan dia bisa merubah bentuk seperti Jian Ping.” Gou Jian tergagap dan penampilannya seperti pengemis rendahan.


“Kalian bodoh apa bagaimana! Untuk melawan monster seper itu sungguh tak becus!” hardik Fan Qin kesemuanya sehingga langsung gemetaran.


“Dia sungguh kuat Tuan Fan Qin. Dia juga memiliki kecerdasan yang diatas rata-rata seperti Anda Tuan,” jawab Gou Jian sambil terjatuh sambil berlutut.

__ADS_1


“Apa magudmu?” tanya Fan Qin sambil bingung. Dia langsung meminta Giu Jian intuk melanjutkan penjelasannya.


“Taun Dan Qin. Dia seperti Anda, dia memiliki kecerdasan yang sangat hebat. Untuk berbicara layaknya manusia, dia harus merubah bentuk monster manjadi bentuk lain.” Gou Jian menjelaskan.


“Ini benar. Saya bahkan Cai Yang juga setuju apa yang dikatakan oleh Tetua Gou Jian.” Wenren Mingyue bergegas maju untuk mendukung agar Fan Qin tidak marah.


Fan Qin melihat Wenren Mingyue yang berkata, akhirnya menurunkan kemarahannya, “Berterima kasihlah karena kamu memiliki wajah cantik sehingga bisa menurunkan amarah ku, jika kamu tidak cantik, maka akan sangat bahaya jika aku membunuh kalian semua."


“Terimakasih sanjungan Anda Tuan,” ucap Wenren Mingyue dengan tersenyum sopan.


Fan Qin langung melirik kearah para guru dan Gou Jian. “Baiklah! Ayo kita pergi untuk mencari sosok monster yang kalian bicarakan. Setelah ditangkap, kurung di jeruji Surgawi agar dia kapok.”


“Baik!”


Alhasil mereka semua bisa tersenyum. Sepertinya Fan Qin sudah bertindak, maka tamat riwayat monster itu dan para anggota Violet Garden.


Fan Qin terbang, dai seperti burung Phoenix yang sangat perkasa. Paruh ayam jagonya sungguh keras melebihi baja itu sendiri sehingga jika ada yang terpatuk, tamat riwayatnya.


Chu Sanguan dengan gugup, langsung menunjuk tempat wilayah kabut mendalam yang seluruh permukaannya adalah batu.


Beberapa saat kemudian, akhirnya Fan Qin sudah tiba tempat di mana Chu Sanguan pada waktu itu melwan Rhinox dan Petardon.


Setelah mereka semua sudah menjauh tiba-tiba paruh Fan Qin langsung membuka dan menyemburkan nafas panas yang menyebar beberapa km.


Bom!


Bom!


Chu Sanguan dan lainnya langsung terkesima dan terkagum-kagum setelah melihat nafas api yang sangat panas dikeluarkan dari paruh Fan Qin.


Tak terbayangkan jika nafas api yang sangat panas itu terkena oleh dirinya sehingga betapa mengerikan api tersebut mereka semua tidak berani berpikir lagi.


Pada saat itu, Rhinox yang sedang bersembunyi di kubangan lumpur, seketika melihat api seperti ombak lautan langsung menerpa ke arah dirinya.


Bang!

__ADS_1


Rhinox terseret api langsung berguling-guling dia seketika berlari layaknya badak sungguhan. Dia menatap ke arah atas dan sambil menganalisa ada objek seperti burung jago yang sedang terbang sambil mengeluarkan api dari mulutnya tak henti.


Punggung Rhinox mengeluarkan basoka langung menembak sayap Fan Qin.


Bom!


Bom!


Akhirnya sayap kiri Fan Qin terkena tembakan Rhinox sehingga dia terjatuh sambil mendarat sangat cepat.


Bang!


Dia yang sedang meliuk-liuk ke bawah, sambil menghindari tembakan meriam yang dilakukan oleh Rhinox.


Hiya!


Energi panas langung keluar dari tubuh Fan Qin langsung melelehkan peluru itu sehingga meledak diudara.


Setelah Fan Qin terjatuh, dia mengepakkan sayapnya sehingga api yang menyelimuti udara, seketika terhempas menghilang langsung sosok Rhinox terlihat oleh mata telanjang Fan Qin.


”Ternyata kamu Badak rendahan! Akan ku bunuh kamu!” Fan Qin lehernya bercahaya dan menyemburkan api lagi untuk menyerang Rhinox.


Rhinox berlari dan melompat berubah menjadi robot humanoid langsung mengeluarkan dua pedang energon langsung memenggal kepala Fan Qin. Hanya saja tenaga Fan Qin sungguh keras alhasil, Rhinox mundur dan berkata: “Apakah kamu ingin menangkap ku hah? Mimpi!”


Pedangnya dimasukan ke punggung, seketika tangan Rhinox berubah menjadi pistol.


Dar!


Dar!


Fan Qin terbang menghindari tembakan api dari Rhinox. Tetapi diatas langit tiba-tiba ada petardon yang menembak api juga sehingga Fan Qin seketika melesat ke atas untuk menyerang Petardon.


Bang!


Fan Qin menerkam hingga Petardon terjatuh bersama Fan Qin sambil saling gigit di tanah.

__ADS_1


Raor!


“Kamu monster bedebah mati kamu!" Fan Qin menghina sambil menggigiti tubuh Petardon hingga pada copot dan mengeluarkan listrik seperti konselting.


__ADS_2