
Bab 163 Qin Wentian Mati
Qin Wentian melesat terbang dengan tatapan tanpa exprsi seolah Xiao Chen dengan pukulan tinju ke dua, dia sudah dipastikan meninggal.
Wussh!
Sarung tangan ajaib langsung mengenai pipi Xiao Chen. Hanya saja tiba-tiba setelah menyentuh pipi Xiao Chen, seketika ada ledakan kejut mengenai dirinya. Alhasil tangan yang sedang memakai sarung tangan ajaib, seketika jari jemarinya patah dan terhempas kebelakang.
Bang!
Ahh!
Crack!
Dia melesat cepat terbang kebelakang sehingga para bawahannya langsung menangkap Qin Wentian.
Hap!
“Tuan muda Qin! Apakah Anda tidak apa-apa?’’ Mereka semua setelah menangkap tubuh Qin Wentian seketika mengecek seluruh bagian tubuh dia.
“Tangan ku hancur, dia memiliki item sihir yang aneh, kita harus mendapatkan agar bisa menggunakan kekuatan seperti dia,” gumam Qin Wentian dengan serius menatap Xiao Chen.
“Hahaha kamu ingin merampas item Artefak aku? Jika kamu bisa ayo lawan sekali lagi hahaha!” Xiao Chen tertawa langsung menggunakan tinju Gajah Prajna Gong.
Dia melompat dan mendekati Qin Wentian.
“Cepat! Cegat dia!” pekik Qin Wentian sambil menyembuhkan tangan yang cedera menggunakan obat kelas tinggi.
Baik!
Mereka langsung berkumpul didepan Qin Wentian untuk mencegat Xiao Chen yang sedang menembak kearahnya.
Hiya!
Akan tetapi, mereka semua langsung terpental dengan luka patah tulang akibat dipukul satu persatu menggunakan tinju gajah Prajna Gong.
Bang!
Bang!
Bang!
Tinggal dua kelompok lagi yang hendak ditinju oleh Xiao Chen, akan tetapi tiba-tiba setelah di pukul, Xiao Chen langsung tersengat listrik dengan tegangan sangat tinggi.
Huahhh!
Xiao Chen langsung terjatuh sambil kejang-kejang karena tersengat listrik tegangan tinggi.
“Hahaha! Kamu mati ... Ini adalah jurus listrik Jika kamu terkena akan mati dan gosong.” Dia tertawa terbahak-bahak. Akan tetapi di atas langit tiba-tiba turun petir langsung menyambar orang itu sampai tubuhnya meledak.
Kalarak jeder!
__ADS_1
“Hump ... Kamu memiliki jurus petir aku juga memiliki yang lebih hebat lagi.” Xiao Chen berkata dengan serius sambil bangun dari tidurnya.
Dia melompat untuk memukul kelompoknya yang tinggal satu saja.
Wush!
Tiba-tiba dia ngeri langsung berlari mundur untuk berlindung di belakang Qin Wentian.
“Tuan muda Qin! Aku tidak bisa mengalahkan dia! Dia sungguh aneh dan kuat!” Dia berteriak belum sempat mengumpat di belakang Qin Wentian, seketika punggungnya langsung membusuk akibat digigit lipan yang dari awal telepon itu sudah merambat tanpa diketahui.
“Ahhh ... Punggungku! Tidak ... Tidak! Aku tidak ingin mati! Tuan muda Qin tolong ... Ahhh punggung ku!”
Ceklek!
Akhirnya akibat punggung yang membusuk menjalar dari belakang sampai ke perut akhirnya tidak menopang tubuhnya dia langsung patah dan meninggal seketika.
Lipan hitam itu mencicit dan melompat ke tubuh Xiao Chen dan memasuki kedalam.
Qin Wentian yang sudah menyembuhkan tangannya akibat cedera setelah meninju Xiao Chen, dia berkerut. “Ini sungguh aneh. Dia sungguh mengerikan di dalam tubuhnya ada sarang lipan yang sangat menjijikan. Sudah aku menjebak bahwa dia bukanlah manusia tetapi monster.”
“Kamu bukan manusia. Kamu adalah monster bagaimana manusia memiliki jurus yang menjijikan seperti itu!” Qin Wentian berteriak.
“Aku menjijikan. Tetapi lebih menjijikkan kamu hahaha!” Xiao Chen tertawa mencibir langung melesat untuk menembak Qin Wentian.
Tiba-tiba tangan Xiao Chen langsung membuat kepalan untuk memikul Qin Wentian.
Hiya!
Wush!
Setelah menghindari tinju Xiao Chen, dia terjatuh dan kaki kirinya langsung memutar untuk menendang pinggang Xiao Chen.
Bang!
Xiao Chen terhempas menyamping dan menabrak gerobak kosong.
Bruak!
Qin Wentian meloncat seperti katak sambil mengeluarkan pedang yang sangat bagus dan mencoba menusuk wajah Xiao Chen.
Sring!
“Hahaha mati kamu!”
Qin Wentian langsung menusuk wajah Xiao Chen sehingga darah menciprat membasahi bajunya dan ada bola mata Xiao Chen yang melotot keluar.
Qin Wentian sudah yakin dengan menusuk wajah Xiao Chen, sudah dipastikan meninggal. Hanya saja pada saat itu, tangan kanan Xiao Chen memukul.
Bang!
Engah!
__ADS_1
Qin Wentian muntah darah dan terhuyung-huyung tiga langkah. Dia melihat bahwa Xiao Chen berdiri langsung mencabut pedang yang menancap di wajahnya.
Kita setuju jika pedang itu ditancapkan ke wajah, tidak membutuhkan 2 menit sudah meninggal. Akan tetapi, berbeda halnya dengan Xiao Chen dia langsung mencabut pedang yang menutup di wajahnya, tiba-tiba di wajah tersebut langsung bergerak-gerak seperti sedang menyatu kembali.
Tidak kurang satu menit, wajah Xiao Chen kembali seperti semula menjadi sangat tampan sambil melihat Qin Wentian dengan mengejek.
“Kamu kaget bukan? Hahah sayangnya aku tidak bisa mati sudah yang kamu kira." Xiao Chen setelah menghina, langsung menggunakan jimat angin seketika langsung menghempaskan Qin Wentian.
Bommm!
Qin Wentian terhempas sangat jauh sekitar lima puluh meter.
Pada saat itu, di sisi lain ada pria yang tidak terlalu muda atau tidak terlalu tua sedang duduk sambil merasakan rasa nyaman setelah bermain wanita sekitar dua hari.
“Ahh ... Akhirnya setelah dua hari terakhir aku bisa puas dengan wanita. Aku tidak mengira bahwa lancang itu dinilai dengan 20 keping emas. Dua puluh keping emas menurutku sangat besar sehingga bisa berpuasa dua hari dengan wanita bordir.
Akan tetapi, ketika dia sedang membayangkan sesi hubungan intim yang sangat panas, tiba-tiba ada orang yang terbang sangat jauh langsung menghantam dirinya.
Bom!
Ahh!
Engah!
Pria itu seketika muntah darah dan organ internalnya seketika cedera akibat hantaman tubuh yang sangat keras dari Qin Wentian.
Untuk Qin Wentian dia tidak peduli dengan pria tersebut dia langsung meloncat lagi terbang untuk menyerang Xiao Chen.
Xiao Chen tidak ingin berlama-lama lagi, akhirnya langsung menggunakan jimat Kakak HP emas untuk membakar Qin Wentian.
Bom!
Ahhh!
Seketika Qin Wentian terbakar oleh api emas yang sangat panas hanya membutuhkan kurang dari 1 menit tubuhnya hancur menjadi abu dan terbang tertampak angin.
Qin Wentian sungguh meninggal dengan mudah.
Hanya saja Xiao Chen tiba-tiba berteriak. “Ahhh tidak ... Aku membakar dia semua! Tidak ... Sarung tangan ajaib terbakar!”
Xiao Chen langsung berlari menuju di mana Qin Wentian terbakar menjadi abu dan mencari cincin penyimpanannya karena Xiao Chen mengira bahwa cincin itu terjatuh dan tidak terbakar. Namun, sayangnya setelah mencari cukup lama tidak menemukan cincin penyimpanan Qin Wentian sehingga dia telah menyesal membunuh Qin Wentian dengan sangat cepat.
Jika dia sudah mencuri cincin penyimpanan, Xiao Chen tidak peduli dalam kehidupan Qin Wentian.
“Sial ... Jika saja aku tidak sembrono, aku sudah mendapatkan sarung tangan ajaib,” gumamnya sambil tersenyum kecut.
~
~
Vote Yuk 😁
__ADS_1
~