Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Menuju Benua Dongling


__ADS_3

Bab 109 Menuju Benua Dongling


Dia terhuyung-huyung mundur langsung ingin terjatuh karena merasakan lututnya lemas. Bukan dari resimen mereka saja, bahkan ada juga beberapa kelompok resimen yang berjarak sekitar sepuluh meter darinya merasakan Aura mencengkam setelah Yang Zhiqing bergegas maju.


“Bajingan apa kamu pikir kami akan takut dengan gertakan mu sialan! Kamu adalah resimen yang masih memiliki level bronze. Kami tidak akan takut sama sekali!"


Hiya!


Dia bergegas maju untuk menyerang Yang Zhiqing menggunakan teknik tendangan lengkungan bulan sabit.


Seketika kaki kirinya menggeser ke depan kemudian memutarkan sedikit, kemudian kaki kanannya langsung menendang bagian paha Yang Zhiqing.


Seketika tendangan itu ada jejak cahaya sama-sama berwarna putih mengikuti arus tendangan dari Resimen tersebut.


Yang Zhiqing mengeluarkan item tongkat bisbol yang memiliki permukaan bergigi langsung untuk di tendangan salah satu anggota Resimen. Kemudian, dia melihat bahwa salah satu anggota Resimen yang mencoba menendang dirinya setelah kakinya mengenai item tongkat bisbol langsung patah.


Dia juga tidak tahu jenis item apa itu karena menemukan di reruntuhan kuno yang tidak sengaja. Kekuatannya sungguh bisa mendukung pertempuran dirinya untuk beberapa kelompok yang menyerang secara sekaligus.


Crack!


Ahhhh!


“Kakiku! Bajingan kalian bantu aku! Cepat tangkap wanita jahat ini!” Dia berteriak sungguh sangat keras. Bahkan teriakan itu melebihi dari suara Shireen.


Wuttz!


Wuts!


Ada dua orang yang membantu untuk menyerang Yang Zhiqing. Tetapi Xiao Chen juga mempercayainya bagaimana Yang Zhiqing akan melakukan. Itung-itung sebagai pengalaman.


Yang Zhiqing menancapkan tongkat bisbol itu dan mengeluarkan pedang langsung menggunakan teknik membelah cakrawala. Setiap jurus pembelah cakrawala diarahkan kepada musuh, musuh resimen itu mengalami tubuhnya menjadi kaku selama dua detik. Dua detik, Yang Zhiqing memaksimalkan untuk menyerang mereka.

__ADS_1


Dang!


Sring!


Ahhh!


Akibat tebasan pedang itu, kelompok resimen yang menyerang Yang Zhiqing seketika seluruh tubuhnya seperti di cakar-cakar hewan.


Mereka mundur menjawab sekitar lima meter dan tidak lagi-lagi untuk berhadapan dengan wanita berpakaian hitam itu.


“Kita seperti mengalami kesulitan untuk melawan satu wanita itu. tidak terbayangkan jika mereka semua yang memiliki beranggota berlima menyerang kita semua,” ucap anggota resimen sambil menggelengkan kepalanya.


Mereka yang memiliki nama resimen Serigala Surgawi, langsung tidak berkutik dan mengambil beberapa anggota yang terluka akibat diserang oleh Yang Zhiqing.


“Hum kamu dengan memiliki kekuatan seperti ini masih berani sekali untuk menentang ketua resimen ku.” Yang Zhiqing mendengus.


Dari ruang pendaftaran resimen wanita itu, akhirnya membuka matanya lebar-lebar. “Kekuatannya sungguh tidak terduga dan teknik pedang yang indah itu juga sangat misterius, di sini merasakan rasa sesak dan sedikit lemas.”


Wanita itu berpikir mungkin saja di masa depan anggota resimen violet Garden akan menembus ke tingkat level platinum hanya kurun waktu dua tahun.


Xiao Chen langsung menemukan ada sebuah perahu yang cukup besar dan di situ ada juga wanita berambut biru yang memakai jubah berwarna putih sedikit kebiru-biruan.


Wanita walaupun seperti memiliki perawakan empat belas tahun, Tetapi dia memiliki dada yang sangat berisi.


Xiao Chen mendekati perahu itu langsung berkata: “Apakah perahu ini akan menuju ke tempat daratan yang ada di seberang sana?”


Sebenarnya Xiao Chen bisa menggunakan persimpangan dimensi atau terbang Untuk mempersingkat waktu. Tetapi, itu sungguh sangat mencolok bahkan jika dia terbang akan menghabiskan seluruh tenaganya.


“Benar. Perahu ini akan mengantarkan kita ke benua Dongling,” jawab nahkoda prahu dengan hormat. Apalagi setelah melihat kemampuan dari kelompok berpakaian gelap itu menakutkan, dia tidak berani untuk mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan.


“Baiklah aku meminta izin kepada kamu untuk ikut menaiki perahu ini karena tujuannya sama,” ucap Xiao Chen dia juga tidak tahu benua Dongling macam apa.

__ADS_1


”Baiklah kamu membawa kelompok berempat. Maka setidaknya harus membayar 10 keping emas,’’ jawab nahkoda.


Xiao Chen langsung menyerahkan kepingan emas dan dia langsung menaiki perahu yang sudah besar dan duduk di bagian paling belakang.


Pemilik prahu itu juga merasa bahwa penumpangnya sudah penuh langsung memberangkatkan. Xiao Chen sudah menduga bahwa wanita berambut biru itu juga anggota Resimen. Karena di samping wanita itu, ada beberapa kelompok yang memakai seragam yang sama.


Sudah beberapa jam perahu itu melaju sampai ke tengah-tengah lautan. Akhirnya wanita yang memiliki rambut biru itu langsung ingin mengatakan kepada Xiao Chen. Hanya saja tindakan itu bukanlah gaya wanita melainkan seharusnya pria lah yang harus mengatakan terlebih dahulu dengan lawan jenisnya.


Akan tetapi, sudah lama sekali dia menemukan bahwa Pemuda bertopeng tidak berinisiatif untuk mengatakan secara berbasa-basi. Dia sungguh cemberut dan ingin sekali membuka topeng pemuda itu karena penasaran setampan kah dia sehingga berani mengabaikan keberadaannya.


Huh!


Xiao Chen yang sedang tersesat karena memikirkan ketika di bumi menaiki perahu dan seketika mabuk, terdengar suara dengusan yang tidak jauh dari pendengarannya.


Xiao Chen melirik kearah wanita berambut biru itu, kemudian hanya mengangkat bahu sambil melirik ke arah Wenren Wushuang. Sepertinya Xiao Chen ingin meminta kode Kenapa wanita berambut biru itu mengeluarkan dengusan yang tidak puas.


Wenren Wushuang sebenarnya tahu, hanya saja tidak mengatakan yang sebenarnya. Akhirnya dia mendekati ke arah Xiao Chen langsung duduk di sampingnya sungguh sangat dekat.


“Aku mengantuk, bisakah bahumu dijadikan sandaranku sementara?" Wenren Wushuang berbisik pelan.


"Kapan pun akan tidak masalah,” Xiao Chen menepuk-nepuk bahunya dia sudah bersiap untuk disandarkan kepalanya Wenren Wushuang.


Alhasil dia mengangguk dan menyenderkan kepalanya ke bahu Xiao Chen.


‘Cihh! Ternyata bocah bucin!’ batin wanita berambut biru yang memiliki nama Liu Ruyun sungguh sangat tak bahagia ketika ada seseorang yang berpacaran di sampingnya.


Apalagi semakin lama, dia menemukan bahwa Wenren Wushuang memeluk pinggangnya Xiao Chen sungguh sangat erat sehingga dia ingin selalu menegur karena membuat merasa tidak nyaman.


Kemudian Liu Ruyun sungguh gatal mulutnya langsung mengatakan, “Hei apakah kalian semua tidak merasakan gerah, bagaimana kamu tahan mengganggukan baju yang menutupi seluruh tubuh.


“Tidak ada yang kami masalahkan." Mi Qiongqi mengangguk. Justru dengan menutup pintu pos seluruhnya akan aman dari penggoda pria yang tak tahu malu.

__ADS_1


“Nona perkenalkan kami juga berasal Resimen yang memiliki identitas Kanari Hijau. Kami juga salah satu murid dari sekte lembah Pagoda Hijau." Pria yang memiliki lawakan sangar memperkenalkan diri.


”Hmmm kami adalah Resimen Violet Garden. Kami tidak tarekat oleh sekte manapun.” Yang Zhiqing ikut berkata sambil melihat pemandangan laut.


__ADS_2