Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Saya Datang Untuk Membunuh Anda


__ADS_3

Bab 199 Saya Datang Untuk Membunuh Anda


Xiao Chen terhempas sambil berputar-putar akrobatik dan mendarat dengan mulus.


Xiao Chen menggunakan jimat Nin Tian melangkahkan kakinya hanya sekejap mata, sudah dibelakang Jiang Hongyan dan hendak berniat menyerang punggung.


Dentang!


"Bajingan aku sudah tahu gerakan gerik yang kamu gunakan! Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama!" pekik Jiang Hongyan dan berbarengan menebas pedang andalannya kearah Xiao Chen.


"Hiya!” Jiang Hongyan memutar tubuhnya dan pedangnya diarahkan pinggang kiri Xiao Chen. Akan tetapi, Xiao Chen menggunakan artefak serbaguna seketika Artefak berubah menjadi tameng yang sangat keras.


Dang! Pedang Jiang Hongyan tidak bisa melukai pinggang Xiao Chen, sehingga hanya memunculkan percikan kembang api saja.


Xiao Chen tangan kanannya langsung mengeluarkan percikan listrik langsung ingin diarahkan kepada bagian tubuh Jiang Hongyan.


Seketika pinggang Jiang Hongyan terbakar akibat tersengat listrik jimat Xiao Chen itupun menjerit keras.


"Hahaha aku sangat khawatir jika kamu menangis lagi Haha!” Xiao Chen berkata dengan sinis.


“Diam kau!” Jiang Hongyan menggertakan giginya dan berlari mencoba menyerang Xiao Chen.


Xiao Chen be like, “Tsk ... Tsk ... Lebih baik hentikan ambisi mu yang ingin menyerang ku. Gunakan kekuatan untuk hal yang lebih positif lagi. Jika kamu kukuh terpaksa aku mengesekusi mu.”


“Lebih baik mati dari pada hidup. Apalagi kamu sudah menyogok pantat ku menggunakan tongkat bedebah sialan,” ucap Jiang Hongyan sambil menyerang dengan sekuat tenaga.


Pada saat itu semua dari pihak kelompok resimen sungguh terpukau dengan kehebatan Xiao Chen. Dalam pertempuran itu sepertinya tidak memiliki jejak kekhawatiran apapun setelah berhadapan dengan wanita berpakaian serba putih dan rambutnya juga putih.


“Hey! Bukankah aku sudah mengatakan kepadamu, bahwa serangan itu adalah Serangan yang tidak sengaja Jangan menuduh aku bahwa aku adalah pemuda yang mesum!” Xiao Chen mulutnya berkedut hebat kemudian dia melambaikan tangan kirinya sesuka hati untuk menangkis dan memunculkan tameng dengan cahaya transparan agar pedang yang dimiliki oleh Jiang Hongyan tidak mengenai tubuhnya.


Dentang! Suaranya sungguh sangat keras seperti pukulan lonceng raksasa seperti penanda dari sebuah gereja tertentu di bumi.


Tangan kirinya memunculkan jimat tameng tersebut, kemudian tangan kanannya langsung menggunakan jurus tinju gajah Prajna Gong.


Bang!


Alhasil Jiang Hongyan terhempas lagi sekitar sejauh 6 m dan mendarat dengan memalukan.

__ADS_1


Xiao Chen berlari dan artefak serbaguna itu berupa menjadi keris raksasa mencoba mengunuskan ke arah Jiang Hongyan.


Sring!


"Tidak baik!" Jiang Hongyan langsung berdiri dengan cepat meloncat sangat jauh dan terbang di langit. Dia menggunakan jurus hujan es untuk menyerang Xiao Chen amat banyak. Sayangnya bagaimanapun kamu bergerak untuk memusnahkan Xiao Chen, Kamu tidak akan bisa melakukannya.


Alih-alih kamu menggunakan sekuat tenaga tetapi kamu melihat Xiao Chen sepertinya bisa menghindari serangan Jiang Hongyan begitu sangat mudah.


Itu dikarenakan mata Xiao Chen memiliki mata super yang bisa memperlambat semua objek yang dilihat.


Jimat ular api!


Xiao Chen memunculkan ular api sebesar lengan manusia sangat banyak menyerang hujan es yang dilakukan oleh Jiang Hongyan.


Seketika hujan es itu langsung berubah menjadi hujan biasa yang memiliki rasa hangat jika hujan itu terkena kulit manusia.


Xiao Chen tanpa bertala tele langsung menggunakan artefak serba guna merubah menjadi palu raksasa dan memukul Jiang Hongyan hingga terhempas sangat jauh.


Bang!


Jiang Hongyan berguling-guling dan bagaimana dia ingin menghentikan agar tubuhnya tidak terseret sangat jauh akibat terkena bogem mentah dari Xiao Chen, sepertinya tidak bisa.


“Sebaiknya Kamu menyerah lah karena jika kamu seperti itu terus-menerus aku tidak akan berbelas kasih.” Xiao Chen memperingati Jiang Hongyan.


“Ayo ... Jika kamu berani membunuhku lakukanlah aku tidak takut sama sekali!" Malahan Jiang Hongyan menantang. Tetapi alis Xiao Chen berkerut tajam langsung menggunakan senjatanya untuk menusuk perut Jiang Hongyan.


Hanya saja tindakan itu gagal karena pada di atas langit, ada kabut hitam yang sangat pekat langsung mengeluarkan cakar duri yang sangat panjang melesat sangat cepat ke arah Xiao Chen.


Slash!


Bang!


Seketika tubuh Xiao Chen terkena lesatan duri raksasa sehingga perut bolong sangat besar dan menancap ke tanah.


Seketika Xiao Chen ditusuk duri raksasa tidak bisa bergerak dan dia menatap ke arah langit untuk melihat siapa kelompok yang menyerangnya secara sembunyi-sembunyi.


Getaran gempa langsung dirasakan seluruh kelompok membunuh bayaran dan mereka semua bertanya-tanya kepada rekannya gempa yang tiba-tiba melanda Apakah ada sesuatu yang mendekatinya.

__ADS_1


Para resimen memiliki institusi yang baik karena sudah bertempur di Medan terbuka sehingga instingnya langsung tajam. Karena inilah getaran gempa yang tiba-tiba bukan dari gempa biasa melainkan ada sesuatu yang mendekati yang lebih mengerikan. Apalagi tembakan Turi raksasa yang mengenai Xiao Chen itu membuktikan bahwa tanda-tanda ada sesuatu yang mendekati adalah nyata.


Wanita berdada besar maupun pihak resimen lain yang tidak mengetahui kekuatan dari Xiao Chen, sudah menebak bahwa Xiao Chen sudah meninggal.


"Pemimpin Apakah kamu tidak apa-apa!” triak Ye Tian.


“Aku tidak apa-apa! Kalian menghindar sejauh jauhnya karena ada sesuatu yang sangat berbahaya seperti monster raksasa. Kemungkinan besar juga Musa itu dari pihak kabut mendalam!” titah Xiao Chen dengan nada tinggi.


“Bajingan kapan kamu mati!” Jiang Hongyan berteriak marah kepada Xiao Chen.


Xiao Chen melirik ke arah Jiang Hongyan dan berkata: “Apakah kamu sangat menantikan Bagaimana aku mati? Sungguh wanita kejam. Tapi sayangnya aku tidak bisa mati begitu mudah.”


Xiao Chen belum keluar dari tusukan oleh raksasa dia masih mengamati makhluk yang mendekati ke arahnya sehingga mengakibatkan gempa yang sangat dahsyat.


Roar!


Tanpa pikir panjang monster serigala yang memiliki 6 kaki, melompat dan mendekati ke arah Xiao Chen dengan sangat ganas langsung mencakar sehingga tubuhnya terkoyak terbelah menjadi dua bagian.


Mulut monster itu, mencoba mengunyah sebagian tubuh Xiao Chen yang terputus menjadi beberapa bagian. Akan tetapi ketika Serigala itu mengunyah langsung meledak sehingga mati seketika.


Apakah kamu bercanda? Monster mengerikan itu, mati mengerikan hanya memakan sebagian daging Xiao Chen. Tapi, ini kenyataannya monster serigala itu kepalanya meledak akibat mengunyah beberapa potongan daging Xiao Chen sudah dilengkapi beberapa jimat.


Di langit, sosok manusia yang memiliki tanduk di kepalanya akhirnya muncul dia berkata dengan tenang dengan kedua tangannya di belakang, “Sungguh sangat mengagumkan satu peliharaan hewanku mati kepalanya meledak akibat mengunyah sepotong kecil dari daging Xiao Chen. Tapi tidak apa-apa karena orang yang sudah ditargetkan sudah meninggal menjadi beberapa ....”


Belum sempat menyelesaikan perkataannya tiba-tiba langsung berhenti karena tiba-tiba setelah monster serigala itu kepalanya meledak ada ribuan kupu-kupu yang sangat indah entah keluar dari mana tiba-tiba menyatu menjadi sekumpulan dan terbentuk sebuah manusia yang dirinya dikenalin lewat guru-guru kabut mendalam.


“Ahh ... Ini sungguh sangat menarik sepertinya aku sudah salah menilai. Bagaimana mungkin orang yang telah membunuh dua monster kuno bisa mati begitu mudah sepertinya Dia memiliki simpanan atau item yang bisa memulihkan dan menjatuhkan tubuhnya kembali.” Zhang Ziyi berdehem dengan nada yang sangat meremehkan.


Setelah sudah membentuk lagi tubuh barunya, Xiao Chen menatap ke atas langit dan melihat sosok manusia yang memiliki serba pakaian putih dan ada 2 tahun untuk dibagi sisi kepalanya.


“Apakah Anda yang tadi menyerang menggunakan duri raksasa?” tanya Xiao Chen dengan ingin tahu.


”Ini benar saya yang sudah menyerang Anda menggunakan duri rasaksa,” angguk Zhang Ziyi.


“Ahh begitu. Saya sungguh sangat menyesal saya pikir Anda menyerang menggunakan lebih dari raksasa itu,” ucap Xiao Chen sambil mengangkat bahu seolah tembakan tadi hanyalah tembakan biasa dan tidak bisa mengancam kehidupannya.


Alis Zhang Ziyi berkerut tajam, sepertinya orang yang sedang diburu dan dibunuh adalah orang yang memiliki kesombongan yang sangat tinggi. Tapi pantas saja dia sombong karena memikirkan kekuatan.

__ADS_1


”Jangan dipikirkan Karena itu adalah seorang tanda pengenal. Perkenalkan nama saya Zhang Ziyi salah satu monster kuno dari wilayah kabut mendalam. Saya datang desain untuk meminta keadilan kepada Anda," kata Zhang Ziyi dengan serius.


Xiao Chen juga mengangguk dan ikut memperkenalkan diri, “Saya adalah zero pemimpin Resimen Violet Garden. Saya juga sebagai malaikat maut untuk mengambil nyawa Anda.”


__ADS_2