Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Sekarang Kamu Bukan Guruku


__ADS_3

Bab 71 Sekarang Kamu Bukan Guruku


Setelah menjelaskan, kakek itu mengeluarkan peta dunia pendekar yang sekarang Xiao Chen sedang tinggali


Untuk wilayah Han, tempat kelahiran Xiao Chen memiliki luas sebesar setengah dari daratan Korea. Dengan kaisar yang memerintahkan bernama kekaisaran Qin.


Dengan keluarga yang menonjol salah satunya Nangong dan Oyang. Untuk keluarga Xiao sedikit mundur karena rumor sendiri yang sampah.


Di peta ini untuk sampai ke lembah kematian Phoenix, setidaknya kalian harus terbang ke timur hingga melewati setidaknya dua wilayah yang masing-masing dipimpin oleh kaisar dan ratu.


Setelah sudah melewati dua wilayah, maka kalian akan menemukan sebuah lautan lepas. Dari lautan itu, semakin ke timur sejauh sepuluh Mil.


Xiao Chen sudah mengetahui dan memejamkan matanya kemudian menoleh ke arah kakek tua itu. “Terimakasih... jika tidak ada peta ini, mungkin aku akan mengakibatkan kesulitan.”


“Tidak apa-apa, aku hanya memberikan peta Ini karena ada hal sesuatu yang ingin aku Sampai kepada mu,” ucap kakek itu.


“Ada perlu apa?” Xiao Chen tiba-tiba bingung.


“Nak, apakah kamu tidak ingat aku? Padahal kamu yang membeli pedang usang itu dipinggir jalan?” Mata kakek tua lurus kearah Xiao Chen.


Akhirnya Xiao Chen teringat dengan kakek tua yang sedang dihadapinya. Ternyata dia adalah penjual barang antik, pantas saja sedikit familiar.


“Ahhh kamu!" Xiao Chen terkejut.


Pria tua itu menganggukan kepalanya dan tersenyum dan berkata: ”Kamu sudah ingat, perkenalkan namaku Situ Diazun. Aku hanya ingin mengetahui bagaimana tiba-tiba aura jahat didalam pedang itu hilang dan lenyap?”


“Aku tidak tahu, dia tiba-tiba ingin merasuki kedalam tubuhku dan dengan ajaibnya menghilang tanpa jejak?” Xiao Chen mengangkat bahu.


“Apakah seperti itu?” Situ Diazun sama sekali tidak mempercayainya. Karena menghilangnya Aura jahat begitu ajaib.


Situ Diazun adalah generasi sekarang yang menjaga pedang itu agar tidak ada bencana lagi. Bahkan ketika Xiao Chen sudah dalam mode iblis, dirinya sungguh sangat khawatir dan jika perubahan itu tidak terkendali, dia akan mengorbankan hidupnya untuk menyegel Xiao Chen kedalam pedang itu lagi.


Situ Diazun memiliki teknik segel menentang surga yang telah diwariskan turun temurun untuk menjaga pedang jahat itu merasuki manusia.


Sementara itu, Xiao Chen juga tidak ingin menyembunyikan bahwa aura jahat itu sudah lenyap ketika suara agung bergema di pikirannya.


Karena merasa bahwa Situ Diazun tidak percaya, akhirnya Xiao Chen langsung mengeluarkan pedang hitam itu dan melemparkan kearah Situ Diazun.

__ADS_1


Alhasil, Situ Diazun langsung menangkap dan merasakan bahwa tidak ada tanda-tanda jejak Aura jahat yang keluar dari pedang itu.


”Bagaimana mungkin?” Situ Diazun sungguh aneh, bahkan karena tidak mempercayainya tangan kanannya langsung mengetuk dahi Xiao Chen.


Seketika ada cahaya biru yang keluar dari jari Situ Diazun. Dia mencoba mendeteksi apakah pikiran jahat sudah mempengaruhi pikiran Xiao Chen. Sayangnya setelah mengecek tidak menemukan jejak Aura jahat yang terkandung di tubuh Xiao Chen.


“Benar, akhirnya aura jahat itu menghilang.” Situ Diazun menghembuskan nafas lega. Setelah itu tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. “Hahhaha akhirnya aku bebas, sekarang iblis jahat itu sudah menghilang! Hahaha!”


Seketika wajah Xiao Chen menjadi bingung karena perubahan sifat dari Situ Diazun. Bahkan, setelah mengecek tubuh Xiao Chen, dia pergi dan terbang ke atas langit Sambil tertawa terbahak-bahak.


“Aneh? Apakah dia gila?” Xiao Chen menggaruk kepalanya. Kemudian melihat peta yang diberikan Situ Diazun, akhirnya berkata: “Tunggu saja Lembah Phoenix Kematian, akan aku habisi kalian semua!”


Tangan Xiao Chen meremas peta itu sungguh sangat keras sehingga tanpa disadari mengeluarkan aura merah yang menyelimuti tangannya.


Xiao Chen kemudian mempersiapkan baju dan topeng untuk menyamar ketika berpetualang di wilayah lain.


Untuk sekarang, masih memiliki waktu sehingga dia memperindah topeng itu agar lebih keren. Bahkan topeng yang sekarang dibuat Xiao Chen sedikit persis dengan pemilik Rimuru Tempest.


Di topeng itu, Xiao Chen sudah menyisipkan jimat serangan balik, sehingga jika ada musuh ingin menghancurkan topengnya, maka akan mendapatkan ledakan kejut yang menakjubkan.


“Xiao Chen, apakah kamu ingin pergi lagi?” Su Xing bertanya.


“Aku aku pergi dari sini, aku akan membawa kembali Feng Huang dengan selamat,” kata Xiao Chen dengan tegas.


“Apakah kamu tidak berpikir? Kenapa kamu mengorbankan hidupmu kepada wanita seperti dia?” Su Xing berkata terus terang, sehingga Lan Xuaner dan Wu Lian langsung mendengarkan perkataan Su Xing langsung menatap tajam ke arah Su Xing.


Bahkan tidak dipungkiri bahwa Liu Shen langsung menyipit, karena perkataan guru Su Xing terlalu blak-blakan.


“Dia adalah wanita yang menarik,” ucap Xiao Chen sambil menyipitkan matanya.


“Menarik? Menurut ku dia tidak menarik, dia adalah gadis lugu yang gampang dibodohi,” balas Su Xing.


“Guru, jika kamu berkata lagi, aku akan bunuh kamu!” Sekarang Xiao Chen tidak segan untuk membunuh siapapun yang menghalangi jalannya.


“Kamu gila, apakah kamu tidak menghormati aku sebagai gurumu!” Su Xing menggertakkan giginya.


“Guru? Aku sekarang sudah tidak menganggap kamu lagi sebagai guru!” Kemudian Xiao Chen berdiri karena topeng itu sudah menjadi yang sangat sempurna.

__ADS_1


Xiao Chen mendekati ayahnya dan mengajak untuk kembali pulang ke rumahnya.


Setelah itu, Xiao Chen berkata lagi: “Aku akan keluar dari sekte tanah hitam, bagiku Sekte hanyalah penghalang jalan bagiku untuk maju, terlalu banyak drama yang merepotkan.”


“Tunggu Xiao Chen, apakah kamu begitu tidak tertarik dengan ku!” Su Xing terengah-engah.


“Tertarik? Buat apa aku tertarik dengan mu,” balas Xiao Chen kemudian, langsung melompat terbang bersama ayahnya.


Lan Xuaner yang melihat semua ini, seketika tertawa, “Hahaha sungguh menyedihkan, guru kamu seperti badut.”


“Bajingan kamu jalangg!”


"Swosh!"


Sosok Su Xing menghilang dan sudah tiba dihadapan Lan Xuaner dan menampar pipi sungguh sangat keras.


"Plak!"


”Guru apakah jamu gila!” Wu Lian berteriak dan langsung menghampiri Lan Xuaner.


“Kamu tidak apa-apa?” Wu Lian berkata lagi.


“Jangan dipikirkan, guru itu memang gila, ayo kita pergi dari sini!” Lan Xuaner menyeka darah dan matanya menyipit.


Su Xing sekarang hanya tinggal sendirian, bahkan Liu Shen hanya menatap kearahnya dengan rumit. Tetapi tidak membutuhkan beberapa waktu langsung meninggalkan dirinya.


Sekarang setelah Su Xing sendirian, akhirnya berguman sendiri: “Xiao Chen, sampai kapan pun kamu miliki ku, dan tunggu saja aku akan pastikan untuk membunuh Feng Huang.”


~


~


#Malam Hari!


Xiao Chen sudah ijin kepada ayahnya bahwa dia ingin pergi ke wilayah Phoenix kematian.


Akan tetapi di malam hari ini, Xiao Chen memutuskan untuk membantai seluruh kekeluargaan Wang terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2