
Bab 52 Murid Bodoh
Xiao Chen melihat Oyang Fang yang terjatuh menukik ke bawah, seketika melihat Liu Shen yang sedang di sisinya.
“Lepaskan,” ucap Xiao Chen dengan nada memerintah.
Akan tetapi, pelukan itu bertambah erat. Sehingga Xiao Chen langsung merasakan dua gunung lembut yang sedang berkembang menekan lengannya.
Xiao Chen ingin mimisan akan tetapi, dia tahu tujuannya bahwa dirinya belum ingin memikirkan wanita terlebih dahulu. Memelihara Wanita sambil dibarengi berlatih, maka tidak akan efektif.
Jika kamu ingin fokus meningkatkan kekuatannya, maka kamu harus meninggalkan sesuatu yang berhubungan dengan wanita.
Sebagai contoh ketika kamu berlatih, kekuatan meningkat, tiba-tiba kamu tepat bersamaan sedang menjalin hubungan dengan wanita.
Ketika berhadapan dengan musuh yang latar belakang sungguh dalam, maka wanita adalah beban. Kenapa berpikir begitu? Karena wanita akan menjadi titik lemah kamu. Tidak bisa membunuh kamu, maka menculik dan menyandra kekasih kamu.
Ini sangat merepotkan, tentu saja Xiao Chen berpikir seperti itu, karena merasa tidak nyaman dipeluk Liu Shen, langsung melepaskan pelukan itu dengan paksa.
Liu Shen hampir terhuyung-guyung akibat di dorong dan Xiao Chen melepaskan sangat paksa sehingga menggertakan giginya dan menatap Xiao Chen sangat sengit.
“Kenapa kamu memiliki hati yang dingin terhadap wanita! Apakah kamu tidak menyukai wanita, apakah kamu tidak normal?”
Xiao Chen cemberut, “Untuk saat ini aku tidak ingin berurusan dengan wanita, apakah kamu percaya atau tidak, kamu tadi habis memeluk tangan ku. Sebentar lagi kamu percaya akan ada musuh suruhan Oyang Fang yang ingin membunuh ku, tidak kemungkinan keluarga Oyang akan mengirim pembunuh kepada ku dan bisa jadi keluarga ku akan bahaya.”
“Namun, sebaliknya jika aku tidak berhubungan dengan wanita sementara waktu, aku yakin tidak akan ada pengganggu yang akan berurusan.”
“Ingat itu, pikirkan apa yang aku katakan!”
Dia memarahi Liu Shen sambil menunjuk jarinya sangat keras sehingga Liu Shen wajahnya menjadi jelek. Kamu cantik, kamu menawan dan anggun. Bahkan kamu mengetahui banyak laki-laki mengemis untuk tunduk di pahami, akan tetapi kamu dihadapan Xiao Chen, peristiwanya terbalik, kamu mengemis cinta kepada Xiao Chen walaupun sudah tahu hasilnya di tolak mentah-mentah.
__ADS_1
Melihat Xiao Chen akan meninggalkan dirinya langsung menangis tersedu-sedu sambil berkata, “Aku mencintaimu dari pandangan pertama, tetapi kamu sungguh sangat tega mengabaikan perhatian ku, apakah kamu tahu banyak laki-laki yang ingin mengejar ku tapi kamu... Tsk!”
Xiao Chen sedikit menyipitkan matanya kemudian membalas: “Laki-laki banyak yang memuja dirimu dan mengejar dirimu karena kecantikan yang tidak tertahan kan. Maka ijinkan aku untuk pertama menjadi laki-laki yang mengabaikan kamu dan menganggap kamu tidak cantik.”
“Ohh iya aku hanya ingin meneruskan perkataan Lan Xuaner: Jangan seperti ku karena karma akan menghantui dikemudian hari. Kamu meninggalkan Oyang Fang karena Xiao Chen maka, tidak berbedanya dengan aku.”
Liu Shen seketika berhenti menangis langsung menyeka menggunakan tangan dan menatap ke arah Xiao Chen ambigu, “Kamu mengetahui?”
Xiao Chen mengangguk, “Aku mengetahui dan kamu sungguh mengerikan.”
Kemudian Xiao Chen langsung terbang lagu untuk melanjutkan mencari pohon bambu tanpa menoleh kebelakang.
“Bajingan kamu Xiao Chen sampai kapan pun aku tidak akan menyerah mendapatkan hati mu aahhh!” Liu Shen meraung mengerikan.
Setelah itu, Dia Kembali ke tempat untuk tidak mengikuti Xiao Chen lagi.
Xiao Chen yang sedang terbang dari samping kiri sekitar jarak tiga puluh meter, tidak mengetahui bahwa Su Xing sedang mengikuti juga.
Namun, dirinya mendengar bahwa Xiao Chen sudah mengetahui bagaimana Liu Shen menyiksa Lan Xuaner akibat cemburu buta. Jika seperti itu, bukankah murid sendiri mengetahui persembunyiannya?
Hati Su Xing sungguh sangat rumit walaupun sebagai guru seharusnya akan menolong kepada Lan Xuaner. Bahkan tindakan Liu Shen sungguh tidak patut ditiru karena, Liu Shen adalah anggota keamanan dari salah satu Sekte Tanah Hitam.
Menjadi anggota keamanan Sekte Tanah Hitam seharusnya bisa menahan dan mencegah perselisihan antara murid. Akan tetapi entah kenapa melihat Lan Xuaner dipukuli sampai berdarah dirinya yang melihat juga merasa senang.
“Bagaimana ini, apakah aku akan mengatakan sebenarnya seperti Liu Shen?” Su Xing tersenyum pahit.
Padahal kesenjangan antara dirinya Xiao Chen cukup terpaut jauh sekitar selisih sepuluh sampai dua belas tahun. Dirinya sudah berumur dua puluh tujuh dibandingkan dengan umur Xiao Chen sungguh sangat terpaut jauh. Akan tetapi, tindakan Xiao Chen untuk menyikapi sebuah makna seperti orang dua puluh ke atas.
Tentu saja, Su Xing tidak mengetahui bahwa jiwa Xiao Chen adalah jiwa seseorang perkantoran yang sudah matang untuk bersiap menikah.
__ADS_1
Kemudian Su Xing sudah mendekati dimana Xiao Chen sedang menebang pohon bambu.
Su Xing mendekati Xiao Chen dan berkata: “Murid aku tidak tahu bahwa ledakan yang sangat keras berasal dari gubuk mu,”
Xiao Chen mengangguk, “Guru aku berlatih membuat obat karena memiliki efek tertentu sehingga membuat ledakan yang tidak terduga.”
Xiao Chen berkata tanpa melirik karena masih fokus untuk menebang pohon.
“Kamu berlatih obat kenapa tidak memberitahukan kepada Guru? Jika terjadi apa-apa, akan sangat banyak.” Kemudian Su Xing mendekati Xiao Chen dan memegang tubuh Xiao Chen sambil mengecek apakah dia baik-baik saja. Akan tetapi dia tidak menyadari bahwa Xiao Chen sedang menatap dengan penuh ambigu.
Su Xing kemudian menyadarinya, sehingga langsung menghentikan perilakunya. “Maaf Guru hanya khawatir jika terjadi suatu apa-apa terhadap mu.”
“Tidak apa-apa aku masih sehat hanya merasakan rasa tidak enak di bokongku.” Xiao Chen menjawab.
Su Xing mengernyit, “Kamu selalu mengatakan hal kemesuman apakah tidak ada hal yang kamu pikirkan?”
Xiao Chen mencibit hidung dan berkata: “Baik Guru, aku akan mengatakan hal lain, sebagi Guru yang baik dan cantik, bisakah membantuku membawa beberapa bambu untuk di bawa ke gubuk aku?”
Su Xing tiba-tiba entah kenapa hatinya berbunga-bunga setelah di puji cantik oleh Xiao Chen. Akan tetapi beberapa nafas kemudian hati yang berbunga langsung hilang seperti menguap sebab dirinya mendengar Xiao Chen memerintahkan dirinya untuk membawakan bambu yang penuh bulu gatal.
“Kamu murid!" Su Xing memelototi.
“Ayolah Guru yang baik heheh!” Xiao Chen tersenyum cemerlang sambil mencubit hidung.
Su Xing menghela nafas panjang dan menjawab: “Baiklah, tetapi aku tidak bisa membawa terlalu banyak.”
“Tidak apa-apa, selagi bisa meringkan pekerjaanku." Xiao Chen membalas sambil tersenyum.
“Hmm!" Su Xing mendengus dan mengambil beberapa batang langsung dibawa dengan enggan. Walaupun begitu ketika mengingat kata-kata cantik dari Xiao Chen senyuman itu tidak bisa di bendung.
__ADS_1
‘Murid bodoh apakah kamu baru menyadarinya bahwa aku cantik, sekarang bukalah matamu,” batin Su Xing sambil tersenyum.