
Bab 23 Jangan Menggertak Orang Lemah
Xiao Chen yang meluncur sejauh tujuh meter akhirnya dia berguling-guling seperti bola yang sangat cepat, Xiao Chen berhenti setelah menabrak beberapa batu besar.
Xiao Chen menatap kearah pria tua yang telah menyerang dirinya. “Hahaha apakah ini yang disebut jenis pendekar level 5 hahah sangat sampah! Bisa-bisanya melawan aku yang notabene sudah dijuluki sebagai sampah yang sangat terkenal, tapi pendekar level 5 sungguh ketakutan hahaha! Melihat kamu seperti ini sungguh memalukan!”
“Cuihh! Jenius macam apa itu! Hanya Kentut!”
Pria tua itu bernama Yan Ling, dia salah satu guru dari Sekte Tanah Hitam yang juga disebut guru pribadi dari Wang Xitong.
Melihat bahwa murid sendiri begitu terancam, dia tidak segan-segan untuk menolongnya dan menyingkirkan Xiao Chen.
Sekarang setelah menghempaskan Xiao Chen hingga meluncur jauh, akhirnya sedikit lega dengan keselamatan Wang Xitong.
Namun, beberapa nafas kemudian dirinya mendengar hinaan yang keluar dari Xiao Chen, sehingga tidak terima dengan hinaan itu dan berkata: “Nak apakah kamu lancang? Berani sekali kamu ingin membunuh murid Wang Xitong, apakah kamu tidak bisa memberikan muka kepada pihak Sekte ini? Di sini tidak di perbolehkan untuk saling membunuh, apakah kamu paham?”
Xiao Chen mendengar ceramah dari Yan Ling tidak bisa menahan cibiran, “Dia ingin membunuh terlebih dahulu, apakah aku harus merentangkan kedua tangannya dengan lapang dada, agar Wang Xitong membunuh ku sangat leluasa?”
“Ini sungguh tidak masuk akal, jika aku menuruti apa yang Wang Xitong mau, bukankah itu bodoh namanya?”
“Jika apa yang dikatakan kamu bahwa dalam peraturan disini tidak diijinkan saling membunuh, lantas apakah ketika kehidupan ku terancam oleh Wang Xitong kalian semua para sekte akan menolong ku? Hahan jangan dipikirkan aku tidak berharap pertolongan dari kalian semua! Hahah peraturan yang kalian buat, hanya pemanis mulut!”
Yan Ling tidak tahan: “Diam kamu nak, apakah kamu ingin diberi pelajaran lagi!”
Setelah itu, Yan Ling melambaikan tangannya seketika jiwa pendekar level sepuluh langsung menyerang tubuh Xiao Chen sehingga dia terhempas enam meter dengan terpental salto-salto kebelakang.
"Bom!"
"Engah!"
Xiao Chen muntah darah amat banyak, tapi pandangannya masih meremehkan Yan Ling dan Wang Xitong.
Xiao Chen berkata sambil tertawa: “Hahaha! Tiga puluh tahun di Sabang, tiga puluh tahun di Merauke, kamu sebagai orang yang kuat jangan pernah menggertak kepada orang miskin!”
“Kesombongan akan kalah dengan apa yang kamu perbuat, ingat dunia kejam sabaiknya kamu hilangkan sifat Arogan mu jika tidak, kamu tidak akan bisa melihat matahari beberapa lusin hari.”
"Ingat! Bajingan Wang Xitong, aku ingat wajahmu secepatnya aku akan menginjak harga dirimu yang tinggi.”
Setelah mengomel, Xiao Chen pergi tanpa melihat sekeliling para murid yang berpartisipasi, Xiao Chen ingin menggunakan jimat penyembuhan untuk menumbuhkan tangan yang buntung, tapi tiba-tiba ada suara Yan Ling yang tidak senang.
“Apakah kamu sudah diijinkan untuk meninggalkan tempat ini? Cepat berlutut dan meminta maaf kepada Wang Xitong dan patahnya tangan mu!”
__ADS_1
Xiao Chen menyipit: “Oh, jika aku menolak?”
“Jika kamu menolak maka tahu akibatnya!” Yan Ling mendengus.
“Lupakan aku menolak dan aku tidak ingin tunduk kepada semua orang hanya Ayah ku yang bisa membuat mu tund....”
Belum sempat menyelesaikan perkataannya tiba-tiba Xiao Chen di tendang kepalanya oleh Yan Ling yang sudah bergerak sangat cepat.
"Bang!"
"Engah!"
"Swosh!"
"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"
Xiao Chen tergeletak di tanah kemudian mencoba bangun sambil menyeka darah dimulut nya.
Mata Xiao Chen menyipit: “Apakah kamu melanggar apa yang kamu katakan tadi? Tua bangka bukankah tidak diperbolehkan untuk saling melukai?”
Xiao Chen sudah mengalah karena ada peraturan seperti itu, sehingga untuk membunuh Wang Xitong tertunda, tapi apa yang tidak dipercaya adalah, Yan Ling sepertinya sedang menargetkan dirinya agar cepat mati.
Untuk mundur tiadak ada alasan lagi, sekarang Anda hanya perlu untuk melawan kedua musuh tersebut.
Di kejauhan, Xiao Lan tidak tenang, dan sungguh khawatir tapi dia juga percaya bahwa semua akan baik-baik saja.
Sepenuhnya Xiao Lan mempercayai tindakan putranya.
Mendengar perkataan tidak masuk akal dari Yan Ling, Xiao Chen tidak bisa menahan senyuman sinisnya, “Hahah baik, aku tahu akan jadi seperti ini, dan aku juga baru ingat bahwa ada peraturan itu sebenarnya, hanya untuk dilanggar.”
“Karena peraturan yang tidak masuk akal ini, maka aku akan maju untuk membunuh Wang Xitong.”
Setelah itu, Xiao Chen menggunakan jimat penyembuhan seketika tubuhnya bercahaya hijau dan pergelangan tangan yang putus langsung tumbuh lagi.
Setelah itu, Xiao Chen berlari dengan pasti dan tidak lupa menjatuhkan beberapa semut rangrang untuk melumpuhkan sementara dari Yan Ling.
Xiao Chen tidak bermaksud untuk menggunakan jiwa pendekar level 6 untuk saat ini, dia hanya mengandalkan jimat saja sudah cukup.
Sembari berlari Xiao Chen, menggunakan tangan kosong untuk menyerang kedua orang bastard, Yan Ling melihat keberanian Xiao Chen juga hanya mencibir dia langsung menggunakan aura pendekar yang terkumpul di kepalanya, langsung memukul Xiao Chen yang sudah dekat.
“Bocah kamu sungguh berani, tidak tahu siapa aku!”
__ADS_1
"Sikat!"
Yan Ling memukul kepala Xiao Chen, sayangnya terkena jimat serangan balik sehingga dia terpental sangat jauh sekitar 15 menteri.
"Bang!"
"Apa!"
“Tidak mungkin!” Yan Ling berputar-putar di udara tak terkendali seperti meteor.
Xiao Chen masih menuju kedepan untuk membunuh Wang Xitong, sehingga tiba-tiba Wan Xitong melihatnya langsung bergidik.
“Bajingan!” Wang Xitong mengumpat dia mencoba menggunakan satu tangannya yang kebetulan sudah sembuh akibat gigitan semut rangrang. Kemudian tetangganya mengeluarkan pedang dan mencoba menghalaunya.
"Dentang!"
Cakar jimat beruang dan pedang Wang Xitong bertabrakan sehingga memunculkan percikan kembang api seperti tahun baru yang begitu memukau.
Wang Xitong mendecakan lidahnya karena merasa tertekan, tapi Xiao Chen masih tenang langsung menggunakan tinju jimat untuk memukul kepala Wang Xitong.
"Bam!"
Wang Xitong meluncur 7 meter dan berguling-guling sambil berteriak meminta tolong kepada Yan Ling.
“Guru! Selamatkan aku! Ahhh aku tidak ingin mati!”
Xiao Chen menggunakan jimat api langsung menyambar tubuh Wang Xitong sehingga semua kulitnya terbakar.
"Ahh!”
“Bocah hentikan!” Yan Ling terbang dan di tubuhnya di selimuti guntur langsung menyambar tubuh Xiao Chen.
"Bom!"
"Engah!"
Xiao Chen juga meluncur dan berguling-guling. Tapi tidak terlalu jauh dia langsung berlari dan sebelum Yan Ling menyerang dia sudah menempelkannya jimat di tanah sekitar 5 jimat.
Pada saat itu....
"Bam!"
__ADS_1
"Bam!"
Yan Ling dibombardir oleh jimat peledak Xiao Chen.