Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Hanya Takut


__ADS_3

Bab 61 Hanya Takut


Su Xing kemdian langsung mengikuti Xiao Chen dan Feng Huang yang sedang memasuki ke gubuk Xiao Chen.


Mata Su Xing masih tertuju kepada gelang yang digunakan kepada mereka berdua. Walaupun kedua gelang itu tidak terlalu bagus, namun dia menggunakan gelang yang sama.


Su Xing setelah memasuki kedalam gubuk, seketika berkata. Akan tetapi diwajahnya sungguh sangat jelek.


“Murid, sepertinya aku tidak pernah melihat kamu selama di sekte ini, apakah kalian berdua saling kenal satu sama lain?” Su Xing bertanya kepada Feng Huang karena hanya ingin memastikan apa yang telah dirinya curigai sudah menjadi kenyataan atau tidak.


Dia hanya curiga dengan dua gelang itu yang telah dipakai antara Feng Huang dan Xiao Chen. Su Xing entah kenapa hatinya cemburu dan ada tetap amarah ingin sekali menyeret wanita itu untuk keluar dari gubuk Xiao Chen. Namun, sebagai guru tentu saja tidak harus memiliki sifat yang begitu jahat. Jika guru memiliki sifat seperti itu, tidak kemungkinan besar akan dikeluarkan menjadi guru.


Feng Huang kemudian menjawab dengan polosnya dan wajah yang sangat sumringah, “Ehhehehe guru, aku memang dari sekte ini. hanya saja aku murid luar karena ketika aku sedang menguji bakat aku di waktu itu hanya memiliki pendekar tingkat empat.”


Walaupun Feng Huang berkata dengan polos, akan tetapi dia melihat guru itu seperti sedang menatap ke arah diri sendiri dengan tatapannya sedikit ada sorotan listrik dari matanya.


Feng Huang di dalam hatinya berkata kepada diri sendiri. Sebenarnya apa yang terjadi dengan guru? Kenapa guru itu menatap ke arah dirinya dengan tatapan yang berbeda?


Feng Huang menggelengkan kepalanya sedikit. Dia tidak peduli sama sekali yang hanya dia peduli sekarang adalah, dia ingin mencicipi bagaimana hidangan Xiao Chen untuk diserahkan kepada diri sendiri.


Sementara itu, setelah mendengar jawaban dari Feng Huang, kemudian Su Xing berkata lagi, “Oh seperti itu. Kamu datang ke gubuk Xiao Chen apakah ada hal keperluan lain?”


Feng Huang menganggukkan kepalanya dan berkata: “Benar, aku datang ke gubuk ini hanya ingin mencicipi masakan Xiao Chen. Karena dia menawarkan kepadaku untuk pergi sebentar ke gubuknya agar bisa dimasakin Xiao Chen.”

__ADS_1


Bahkan Su Xing setelah mendengarkan penjelasan dari Feng Huang, dia menggelengkan kepalanya terus-menerus. Seperti apa yang kalian tahu, Xiao Chen tidak pernah berinisiatif untuk memberikan hidangan masak jika tidak dirinya yang memerintahkan.


Karena tersulut rasa cemburu, akhirnya Su Xing berkata didalam hatinya, ‘Murid bodoh! Sebenarnya apa yang kamu lakukan dengan Feng Huang, bisakah aku mengetahui hubungan apa yang dimiliki kamu dan Feng Huang,’


Tiba-tiba Feng Huang melihat perilaku Su Xing seketika linglung. Feng Huang berkata, “Guru ada apa dengan mu, apakah ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan kepada kita?”


Su Xing langsung tersadar kemudian menggelengkan kepalanya. “Tidak apa-apa, aku hanya terlalu banyak berpikir.”


Saat ini, Xiao Chen sebenarnya sudah memahami bahwa Su Xing sedang dilanda cemburu amat besar ketika dari pertama dirinya melihat Su Xing yang terus-menerus melihat dua gelang kembar itu yang sedang dipakai oleh dirinya dan Feng Huang.


Xiao Chen membiarkan Su Xing untuk cemburu. Memangnya, tindakan Xiao Chen harus meminta izin kepada Su Xing? Tentu jelas tidak, Apa yang dilakukan dirinya tidak ada hubungan dengan Su Xing. Bahkan Maslah ini, jika Xiao Shi melihatnya, hanya mengabaikan saja selama tidak terjadi sesuatu kepada putranya, itu tidak masalah.


“Ohh ngomong-ngomong, gelang yang kalian berdua pakai sungguh sangat unik dan bagus ada aura klasik yang terpencar dari gelang itu. Guru ingin bertanya di mana kalian menemukan itu?” Su Xing sungguh tidak tahan sehingga langsung berkata seperti itu.


“Benar walaupun hanya gelang tetapi aku juga menyukainya,” imbuh Feng Huang sambil mengangkat tangannya dan mengepal.


Xiao Chen menganggukan kepalanya dan berkata: “Kamu benar, gelang ini sungguh keren walaupun memiliki Aura yang sangat sederhana tetapi ketika kita memakai merasa diri kita sungguh sangat keren.”


“Hahaha kamu benar, apa yang kamu pikirkan itu adalah kesan ku.” Mata Feng Huang kemudian berbinar-binar.


“Ok, kita memiliki pikiran yang sama lebih baik gelang ini kita memakai terus-menerus Jangan sampai hilang,” kata Xiao Chen tersenyum lembut.


“Yosh! Baiklah aku setuju saudara Chen,” kata Feng Huang sangat energik.

__ADS_1


Kemudian, Xiao Chen memerintahkan Feng Huang untuk duduk sebentar karena Xiao Chen ingin membuat hidangan yang begitu lezat kepada Feng Huang.


Tentu saja, Feng Huang mengangguk dan patuh langsung duduk di tempat meja kecil yang sudah disiapkan bersama Su Xing yang berada di sampingnya.


Setelah sudah duduk, Feng Huang yang sedang disampaing Su Xing, tidak mengetahui bahwa Su Xing sepertinya matanya secara tidak sengaja sering melirik ke arah wajah Feng Huang.


Kemudian Su Xing berkata, “Kenapa kamu terus-menerus menatap murid aku? Apakah dia memiliki wajah yang sangat tampan menurutmu?”


Feng Huang langsung menjawab. “Dia tampan dan memiliki rasa hati yang baik dan suka menolong. Dia baik akan disayangkan Lan Xuaner berpaling kepadanya sehingga sekarang dia menemui penyesalan yang tak berujung ketika melihat Xiao Chen semakin hari semakin meningkat kekuatannya.”


Su Xing seketika terkejut. Ternyata Feng Huang adalah teman Lan Xuaner. Jika seperti itu, bukankan ini kemungkinan kecil Feng Huang tahu sifat Lan Xuaner? Su Xing kemudian berkata. “Aku mendengar seperti itu, sungguh bodoh Lan Xuaner berpaling,”


Feng Huang mengangguk. “Guru benar. Karena Lan Xuaner berpaling dan menjadi berbeda sifatnya aku sungguh malas bertemu dengan Lan Xuaner.”


“Bahkan jika aku menjadi Lan Xuaner tidak akan sekali-kali mengecewakan perasaan Xiao Chen.”


Su Xing terkekeh, “Oh jika seperti itu, bukankah kamu bisa mendekati Xiao Chen sekarang juga?”


“Mendekati ya?” Feng Huang memegang dagu. Kemudian menggelengkan kepalanya. “Tidak aku tidak ingin merusak pertemanan Wu Lian hanya gara-gara aku berhubungan dengan Xiao Chen.”


Feng Huang sedikit takut jika Wu Lian yang menyukai Xiao Chen dari awal, malahan dirinya menikung. Bahkan, intuk memiliki Xiao Chen sedikit tidak percaya diri, karena keluarga Feng tidak sekuat keluarga Wu atau lainya. Keluarga Feng dulunya adalah budak. Sekarang keluarga bekas budak ingin mendapatkan hati Xiao Chen ini sama saja ada katak yang ingin menjadi angsa.


Su Xing yang mendengarkan curhatan Feng Huang masalah Wu Lian juga terkejut. Ternyata dia juga teman dari Wu Lian. Akan tetapi, dirinya sedikit lega karena Feng Huang tidak berniat mendapatkan hati Xiao Chen sehingga Su Xing sedikit lega.

__ADS_1


__ADS_2