
Bab 56 Saatnya Beraksi
Xiao Chen langsung terbang ke atas dengan kecepatan tinggi bersama kedua pengawalnya. Bahkan ditatapnya ada jejak kedinginan dari mata Xiao Chen.
Xiao Chen berpikir apakah keluarga Wang belum kapok? Dia melampiaskan kekesalannya kepada orang terdekatnya.
Xiao Chen akui bahwa titik terlemahnya adalah keluarga sendiri sehingga ini akan menggoyahkan tujuan awalnya untuk berpetualang mencari kekuatan.
Dari kejauhan, Su Xing tanpa sengaja melihat Xiao Chen sedang terbang sangat cepat. Wajah itu sungguh tidak seperti biasanya.
“Apa yang terjadi?” guman Su Xing dengan rasa keingintahuan yang besar.
Tanpa sadar memutuskan untuk mengikuti dari belakang dengan hati-hati. Bahkan Su Xing berpikir mungkin di keluarganya sedang terjadi masalah sehingga Xiao Chen pulang ke tempatnya.
Beberapa saat kemudian, akhirnya Xiao Chen sudah tiba di rumah keluarga Xiao. Tanpa pikir panjang dia langsung memasuki ke kamar Xiao Shi dan saat itulah matanya tertuju kepada Xiao Shi yang penampilannya sungguh menyedihkan.
“Ayah!” Xiao Chen bergegas langsung memeluk ayahnya yang sedang terbujur lemas di tempat tidurnya. Xiao Chen melihat bahwa lengan dan tangan kiri itu sudah hilang. Bahkan kaki kanan Xiao Shi juga menghilang, sekarang Xiao Shi menjadi orang yang cacat. Bahkan jika bertarung sangat tidak efektif.
Tangannya mengepal sangat erat, dia harus membunuhnya dan membalaskan dendam ini.
Setelah itu ketika Xiao Chen sedang memeluk ayahnya, tiba-tiba Xiao Shi langung membuka matanya dan berkata, “Nak, aku tidak apa-apa. Untung saja hanya kaki dan tangannya yang hilang, kehidupan Ayah baik-baik saja.”
“Ayah, kamu itu sedang tidak baik-baik saja, coba Lihatlah tangan dan kaki ayah sudah menghilang Jika seperti ini di masa depan ketika ayah bertarung maka akan mengganggu efeknya, bahkan mempersulit,” seru Xiao Chen sambil menggelengkan kepalanya.
Tiba-tiba ketika sedang marah, Xiao Chen teringat bahwa masih memiliki jimat penyembuhan seketika matanya menjadi cerah.
“Hmm.” Xiao Chen menganggukan kepalanya kemudian tangan itu langsung ditempelkan tubuh Xiao Shi seketika, tiba-tiba tangan yang buntung dan kaki yang buntung merasakan ada perasaan yang menggesek dan sangat gatal sehingga Xiao Shi tidak tahan ingin bangun dan menggaruk bagian itu.
“Aduh nak, bahu dan pahaku, merasakan apa perasaan yang sangat gatal aku tidak bisa menahannya!” Xiao Shi berseru kemudian langsung langsung bangung dan duduk.
Setelah duduk, menemukan bahwa paha yang telah terpotong tiba-tiba seperti ada daging yang bertumbuh dan tulang-tulang juga bertumbuh membentuk menjadi kaki yang baru. Bahkan, tangan yang terputus juga sedang menumbuhkan dengan kecepatan mata telanjang.
“Nak, tanganku!" Xiao Shi mana Langsung dia menatap ke arah anak sendiri. Dia anak sendiri memiliki keunikan yang tidak dimiliki dari anak-anak yang lainnya.
Bahkan status sampahnya sekarang perlahan-lahan berubah menjadi jenius sehingga tidak sedikit juga akan ada yang cemburu dengan kekuatan anak sendiri.
Xiao Shi tentu saja bangga. Akan tetapi, keluarga Wang sepertinya masih menaruh dendam kepada keluarga Xiao. Bahkan, akibat putra dari keluarga Wang tangannya terputus menjadi cacat akibat bertarung dengan anak sendiri, menaruh kebencian sehingga memerintahkan pembunuh untuk berurusan dengan keluarga Xiao. Akan tetapi, teknik memelihara semut yang diajarkan oleh anak sendiri itu sungguh sangat efektif untuk berjaga-jaga di sekitar rumah keluarga Xiao.
Hanya saja tetua Xiao Shi mengalami cedera yang cukup sangat serius kaki dan tangannya hilang bahkan untuk disembuhkan tidak mungkin akan menumbuhkan lagi. Saat ini, Xiao Shi hanya itulah yang dipikirkan tidak memikirkan bagaimana menumbuhkan tangan dan kakinya yang telah putus.
Hingga ketika anak sendiri datang menemuinya, tiba-tiba hanya tangan anak itu menempel ke tubuh sendiri, tiba-tiba saat itulah tangan dan kaki yang terputus langsung tumbuh dengan kecepatan mata telanjang.
Tidak membutuhkan satu batang dupa, akhirnya tetua Xiao Chen sudah tidak cacat lagi melainkan tangan dan kakinya, sudah tumbuh seperti semula Karena itulah, dia langsung memeluk Xiao Chen sangat semangat.
Xiao Chen juga bahagia melihat ayah baik-baik saja Kemudian melepaskan pelukannya langsung berkata dengan serius. “Ayah, apakah para pembunuh bayaran itu di keluarga Wang?”
“Benar nak, Tetua Wang tidak terima anaknya menjadi cacat. Sebenarnya dia ingin berurusan denganmu, karena melihat kekuatanmu sekarang menjadi lebih merepotkan mereka akhirnya menargetkan kepada ayah.” Xiao Shi menjelaskan.
__ADS_1
Xiao Chen tatapannya serius langsung berdiri dan keluar dari rumahnya. Sehingga Xiao Shi melihat perilaku anak yang tiba-tiba seperti itu akhirnya tidak bisa berkata seperti ini: “Nak! Apa yang ingin kamu lakukan!”
Xiao Chen yang sedang keluar berjalan secara ringan, langsung berhenti dan menoleh ke arah Xiao Shi. “Ayah, aku ingin membantai keluarga Wang.”
Sontak, Xiao Shi langsung terkejut dan berdiri untuk menangkap anaknya. ”Nak! Apakah kamu gila? Kamu adalah anak satu-satunya di keluarga ini, tentu saja kamu adalah penerus keluarga ini. Jika kamu terjadi apa-apa, bagaimana dengan aku? Apakah kamu tidak memikirkan hati Ayah ini?"
Xiao Chen menutup matanya sedikit dan memikirkan apa yang akan dirinya lakukan yaitu untuk memusnahkan keluarga Wang. Tentu saja Xiao Chen sudah percaya diri karena akan menggunakan pedang usangnya.
Xiao Chen kemudian menjelaskan kepada ayahnya. “Ayah, Ayah tidak perlu khawatir, aku sudah yakin tentang ini bahkan jika aku tidak bisa membunuh keluarga Wang, aku akan memperlakukan dia seperti ketika memotong tangan dan kaki ayah. Tenang saja Ayah, aku sudah memiliki teknik melarikan diri. Setidaknya jika aku tidak bisa membunuh semuanya, Aku harus bisa membunuh Wang Xitong.”
“Nak, jangan gegabah. Aku tahu perasaanmu, tapi kamu juga harus tahu perasaan ayah, ayah kehilangan wanita yang dicintai dan sekarang aku tidak ingin melihat anak yang dicintai satu-satunya akan meninggalkan selamanya.”
Xaio Chen terkejut dan membuka mulutnya secara lebar sehingga pada suatu saat langsung tersenyum dan berkata: ”Baik ayah, Aku tidak ingin mengecewakan ayah.”
Setelah itu, Xiao Chen keluar rumah sebentar untuk membuat topeng. Ketika melancarkan serangan menggunakan topeng maka tidak mudah untuk diidentifikasi pelakunya. Karena itulah Xiao Chen untuk melancarkan Serang terlebih dahulu harus membuat topeng.
Xiao Chen langsung mengambil bongkahan kayu yang sudah kering, kemudian dipotong-potong menjadi beberapa potongan kecil dengan ukuran panjang lebar seperti wajahnya.
Xiao Chen buat topeng itu sama persis seperti topeng Pulu Pulu musuh serial kartum Upin Ipin.
Topeng yang dibuat Xiao Chen seperti topeng yang digunakan Mail ketika terdampar di pulau Pulu Pulu.
Untuk jubah, Xiao Chen di rumahnya memiliki beberapa sehingga tidak akan menyulitkan lagi untuk menutupi tubuhnya.
setelah beberapa saat akhirnya topeng pulu-pulu itu, sudah terbentuk Sekarang saatnya untuk melancarkan pembunuhan Wang Xitong ketika malam hari.
“Guru? Ada apa dia kesini? Aku tidak ingin rencanaku akan terbongkar sia-sia oleh dia." Xiao Chen berguman terus menerus. Merasa tidak bebas jika memiliki guru seperti dia.
Xiao Chen akhirnya tidak menunggu lama, langung melompat ke hutan untuk mengelabui Su Xing.
Su Xing pada saat itu, juga langsung melompat terbang untuk mengikuti Xiao Chen secara diam-diam.
“Murid ini aneh, kenapa dia memakai topeng? Jika hanya untuk berburu di hutan, Apakah harus memakai topeng seperti itu? Tidak dibiarkan. sepertinya aku merasakan hal tidak beres dari muridku.”
“Tsk! Murid bodoh Sebenarnya apa yang kamu lakukan membuat penasaran saja!”
Dari kejauhan, Su Xing melihat bahwa Xiao Chen sedang mendarat di tempat tumbuh-tumbuhan yang tidak terlalu rimbun Dia sedang mencari bunga-bunga yang beracun. Entah apa yang di lakukan Xiao Chen sampai sekarang Su Xing tidak mengetahuinya. Bahkan mengumpulkan bunga seperti itu walaupun memiliki kandungan racun itu hanyalah sedikit Tidak efektif juga untuk membunuh musuh. Akan tetapi, Xiao Chen melakukannya sehingga membuat penasaran Su Xing.
Su Xing melihat Xiao Chen setelah mengumpulkan cukup banyak rumput beracun dia menemukan bahwa rumput itu langsung direbus menggunakan kuali sedikit besar Bahkan dia juga melihat jari-jemari Xiao Chen digigit sehingga darahnya menetas ke kualitas tersebut.
“Apakah dia ingin membuat obat di hutan? Bukankah tanaman itu tidak memiliki efek sebagus dari tanaman yang lainnya Kenapa dia menggunakan bahan itu untuk meramu obat?” Su Xing yang mengamati dari tadi masih kebingungan. Akan tetapi, tiba-tiba matanya terpana ketika Xiao Chen sudah merebus rumput obat itu, kemudian dia melihat tangannya dicelupkan ke kuali itu yang berisikan rebusan rumput racun.
Tiba-tiba, tangan Xiao Chen langsung melambaikan di udara sepertinya menuliskan sesuatu dan yang membuat takjub adalah, tulisan itu bercahaya warna merah dan menghilang di udara tipis. Tulisan itu sungguh besar bahkan Su Xing baru pertama kali melihat teknik yang seperti ini.
“Memang benar, Xiao Chen memiliki terlalu banyak misteri yang sangat aneh,” ucap Su Xing bukan kepalanya terus-menerus.
Tanpa disadari, Xiao Chen menggambar jimat racun itu sudah sangat lama dari pagi sampai matahari hendak turun terbenam.
__ADS_1
Sehingga saat inilah Xiao Chen akan beraksi untuk membunuh Wang Xitong.
Xiao Chen memakai topeng Pulu Pulu dan jubah hitamnya. Setalah itu langsung terbang sangat cepat ke atas.
Tentu saja, Su Xing mengikutinya karena ingin tahu apa yang akan dilakukan Xiao Chen sendiri.
Sehingga, pada suatu saat akhirnya dirinya ketinggalan jejak dari Xiao Chen.
“Ahh dimana dia? Sial aku kehilangan jejak,” ucap Su Xing sambil menoleh kecil dan ke kanan untuk memastikan ada pergerakan Xiao Chen.
Akan tetapi, sudah cukup lama tidak menemukan keberadaan Xiao Chen sehingga langsung mendecakkan lidahnya karena kesal.
“Bajingan kamu Xiao Chen murid bodoh!” Tangan Su Xing mengepalkan sangat erat.
Akan tetapi, tiba-tiba dari kegelapan langsung muncul Xiao Chen dan Su Xing.
"Swosh!"
Penyerangan itu, diketahui Su Xing sehingga ukuran itu mengenai udara kosong.
"Bom!"
Su Xing salto ke belakang sekitar 4 kali setelah itu memandang ke arah Xaio Chen dengan kata yang sangat serius.
“Murid! Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu menyerang aku!" Ketika tinju itu diarahkan kepada dirinya sepertinya kekuatan itu sangat menakutkan bahkan walaupun dirinya merasakan jiwa pendekar lafal enam tetapi kekuatan sepertinya kekuatan Itu, dua kali lipat dari jiwa pendekarnya.
Xiao Chen menjawab: “Apa yang guru lakukan di sini, mengikuti ku secara diam-diam. Jika guru terus-menerus seperti itu, maka murid ini akan begitu sangat risih: merasa terkekang dan merasa tidak bebas.”
“Aku tidak tahu apa yang guru sedang dipikirkan kepadaku, bahkan murid lain pergi sesuka hati tidak masalah. Lantas, kenapa aku sepertinya tidak memiliki kebebasan seperti pada murid lainnya?”
”Guru Su Xing aku ingin bertanya. Apakah tindakan yang aku lakukan harus meminta izin kepada Guru?" Xiao Chen berkata terus tenang apa yang tidak disukai dengan Su Xing yang begitu sangat mengengkang.
“Aku...” Su Xing tidak tahu apa yang ingin diungkapkan dengan perasaan ini dia hanya ingin berteriak bawah Xiao Chen aku menyukaimu, akan tetapi kata-kata itu sepertinya tersangkut di tenggorokan dan sangat sulit untuk dikeluarkan.
Xiao Chen juga tidak berkata lagi langsung berjalan ke depan untuk meninggalkan Su Xing.
“Murid bodoh tunggu!" Su Xing menggertakkan giginya langsung berlari untuk menghampiri Xiao Chen. Akan tetapi, tiba-tiba Xiao Chen memutarkan badannya langsung menggunakan kekuatan yang sedikit ditingkatkan dan memukul leher bagian belakang dengan sangat keras.
"Bang!"
“Ahh kamu murid bodoh!” Su Xing terpanah ketika dipukul di bagian belakang sampai mengeluarkan darahnya tiba-tiba matanya menjadi buram dan langsung pingsan.
Xiao Chen menyuruh dua semut untuk menggigit Su Xing agar racunnya tambah bekerja sehingga dia tidak sadarkan diri selama kurang lebih 9 jam.
“Maafkan aku Guru, aku tidak ingin terlalu ribet dan menjadi beban jika Guru mengikutiku terus menerus,” ucap Xiao Chen dia hanya tidak ingin Su Xing terlibat makan masalah pribadinya sehingga keluarga dia akan terancam.
Setelah itu, Xiao Chen langsung membawa tubuh Su Xing untuk diletakkan di tempat sekte tanpa diketahui para murid.
__ADS_1
Baru saat itulah Xiao Chen langsung terbang untuk pergi ke tempat keluarga Wang untuk membunuh Wang Xitong.