Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Keluarga Chu


__ADS_3

Bab 206 Keluarga Chu


Pada saat itu, mereka bertiga dalam keadaan yang sangat kisruh. Kamu mungkin tidak akan bisa membayangkan Bagaimana pikiran pria paruh banyak itu melihat anaknya sepuluh tahun terakhir mengalami sakit-sakitan sampai bibirnya hitam seperti arang dan lingkaran mata layarnya panda.


Jika Dewa mengetahui dan mengabulkan permintaan dari pria paruh banyak itu mungkin saja dia akan meminta agar penyakit yang sudah diderita anaknya selama sepuluh tahun kurang lebih digantikan dengan dirinya.


“Patriak Chu! Ada kabar gembira!” Pada saat itu, ketika Chu Pat Kai sedang merenungi nasib Bagaimana anaknya di masa depan menjalani hidup yang terkena penyakit itu tiba-tiba ada pelayan dari luar ruangan mengetuk pintu sambil mengucapkan kata-kata yang sangat bersemangat.


Chu Pat Kai otomatis wajahnya berkerut dan berkata dengan pelan, “Ada apa? Bukak saja pintunya tidak di kunci kok. Kamu boleh masuk dan katakan kabar gembira apa yang kamu sampaikan kepada aku.”


Baru saat itulah pintu dibuka dan ada satu pelayan yang menghampiri Chu Pat Kai dengan wajah yang sangat bersemangat.


”Patriak Chu! Ada kabar gembira ... Bahwa ada seorang yang bisa mengambil bunga penawar penyakit dari Nona Chu,” jelas palayan itu walaupun suaranya sedikit tergagap.


"Apa!” Seketika Chu Pat Kai langsung berdiri dan menoleh ke arah pelayan tersebut dan memperjelas lagi sambil mendekatkan ke arah pelayan paling dekat, “Apakah yang kamu katakan benar?”


“Benar Patriak. Saya sudah melihat tugas yang diberikan asosiasi seluruh dunia bahwa benda itu sudah diambil dan yang membuat kita semua senang adalah pemuda itu sudah di depan gapura rumah Chu,” jelas pelayan dengan semangat.


“Hahaha bagus sangat bagus. Tunggu apa lagi, ayo kita temua orang tersebut!” Chu Pat Kai tertawa tetapi kedua bola matanya mengeluarkan air mata. Menatap istrinya yang bernama Zhu Xuan, langsung mengangguk dan pergi menemui Xiao Chen bersama-sama.


Dua menit telah berlalu akhirnya mereka bertiga langsung menemui Xiao Chen yang seluruh penampilannya dibalut menggunakan jubah hitam dan penutup topeng.

__ADS_1


Masuk akal juga karena sebagian resimen sungguh sangat rahasia mengungkapkan jati dirinya. Dan Chu Pat Kai melihat penampilan Xiao Chen juga tidak mempermasalahkan, yang terpenting anaknya hidup dengan selamat.


”Kamu adalah orang yang berhasil mendapatkan bunga penawar di pulau racun itu?” tanya Chu Pat Kai.


“Benar Patriak, saya yang mengambil bunga itu,” jawab Xiao Chen kemudian memgeluarkan satu tangkai bunga penawar racun yang memiliki karistristik bunga matahari.


Chu Pat Kai sungguh terpana, mendengar suara sosok dihadapannya. Ternyata dia masih pemuda berumur dua puluh tahunan. Tetapi keterkejutannya tidak berlangsung lama, karena dia melihat bunga yang bercahaya emas dari tangan Xiao Chen.


Ternyata benar. Pemuda itu telah membawakan bunga penawar racun.


Chu Pat Kai aku sangat gemetar langsung berkata dengan sopan, “Baik-baik. Akhirnya ada yang bisa mendapatkan bunga itu. Kamu nak, masuklah kedalam rumah terlebih dahulu.”


”Baik,” angguk Xiao Chen langsung mengikuti Chu Pat Kai yang sedang membimbing kedalam rumah keluarga Chu.


Mungkin jika siang hari, rumahnya begitu sangat megah. Tapi jika malam hari sangat mencekam dengan rumah yang besar ketika malam hari, sudah dipastikan jika kamu bengun tidur dimalam hari, akan takut jika kencing sendiri.


Pada saat itu banyak keluarga Chu yang sedang menatap ke arah dirinya. Mungkin mereka semua ingin melihat Xiao Chen untuk melepaskan topeng agar bisa melihat sepenuh wajah dari Xiao Chen.


Xiao Chen mengangguk dan tidak peduli jika mereka menatap dengan sinis. Tentu saja ada juga orang yang tidak suka jika Nona Chu sembuh.


Salah satunya adalah Chu Yan. Dia adik tiri, karena Chu Pat Kai memiliki setidaknya tiga istri. Istri pertama adalah, Zhu Xuan. Kedua Yu Ruming dan ketiga adalah Xia He.

__ADS_1


Chu Yan adalah anak dari Yu Ruming, dan anak terakhir adalah Chu Ritian.


Hanya Chu Ritian yang memiliki kelamin laki-laki dan dia juga bersikap netral walaupun cara penampilannya sedikit sombong.


Chu Ritian anak yang ceplas-ceplos tapi sungguh nurut dengan Chu Pat Kai. Apalagi dia diam-diam sungguh berharap bahwa Chu Ning segara sembuh.


Sementara itu, Chu Yan tatapannya sungguh sangat tidak senang karena dia tidak ingin nona cacat hidup sehat. Jika Chu Ning sembuh, akan sangat dipastikan perhatian itu kepada dirinya akan berkurang. Dia sungguh mewanti-wanti dan selalu memikirkan bagaimana caranya agar upaya itu digagalkan.


“Kamu tenang saja, aku sudah memikirkan rencana dan mengesekusi secepatnya Chu Ning,” bisik Yu Ruming dengan lirih agar mereka semua tidak mengetahuinya.


“Mama aku harap Chu Ning tidak sembuh,” imbuh Chu Yan.


“Aku sudah memikirkan. Kamu tenanglah!” Yu Ruming berpesan.


Pada saat itu, Xiao Chen langsung duduk dan dia melihat ada wanita yang seluruh tubuhnya sudah ditutupi kain yang panjang. Hanya sekilas Xiao Chen melihat seluruh tubuh Chu Ning seperti hangus sampai kedalam tubuhnya.


Kemudian Xiao Chen memberikan bunga itu dan tentu saja dia menantikan hadiah apa yang didapat dari keluarga Chu.


Ketika Xiao Chen sudah menyerahkan bunga tersebut, dia sendiri melihat bahwa Chu Ning berjalan kepalanya berniat untuk berterimakasih.


Akan tetapi, pada saat itu ada monster yang sangat mengerikan langsung keluar dari tanah dan menyeret Chu Ning dan membawa pergi sungguh sangat jauh.

__ADS_1


Bom!


“Tidak Ning'er!” Dia berteriak histeris.


__ADS_2