
Bab 267 Yun Wuxin
Wanita bercadar terkejut dengan kemunculan Xiao Chen. Apalagi dia membunuh tanpa pikir panjang.
Satu orang terbunuh menggunakan sumpit, dua lainya menatap ke arah dirinya sambil memegangi pipi yang sudah lebam.
“Jika kamu tidak ingin mati seperti teman mu, lebih baik kamu keluar dari bar ini,” titah Xiao Chen.
"Bajingan memangnya siapa kamu!" Dua orang itu malu dan berdiri sangat garang menyerang Xiao Chen.
“Aku adalah malaikat yang ingin mencabut nyawa mu!" pekik Xiao Chen langsung kedua tangannya meraih dua tangan mereka dan meremass menggunakan kekuatan yang ditingkatkan.
Ahhhh!
Mereka melihat pergelangan tangan sendiri hancur sudah tidak berbentuk. Sehingga ngeri langsung mundur untuk berlari agar kehidupannya aman.
"Kamu sudah tidak memiliki kesempatan hidup. Satu kesempatan sudah kamu abaikan.” Xiao Chen mengangguk dan menjentikkan jarinya seketia dua orang itu meledak menjadi daging cincang.
Bom!
Bom!
Mengambil Xiao Renfeng, Xiao Chen membayar dengan tenang dan pergi meninggalkan Bar itu. Pada saat itu juga wanita bercadar langsung memanggil Xiao Chen.
"Tunggu dulu!” serunya dia.
Xiao Chen membalikkan tubuhnya dan melirik wanita bercadar itu, “Ada apa?”
__ADS_1
“Ummm ... Terimakasih karena sudah menolongku. Perkenalkan namaku adalah Yun Wuxin putri dari keluarga Yun. Jika kamu berkenan, aku akan menjamu kamu di sini dengan minuman yang mahal atas pertolongannya mu.” Yun Wuxin berkata dengan hormat.
Xiao Chen menggelengkan kepalanya. “Tidak apa-apa, jangan begitu sopan. Saya hanya membersihkan brengsek itu karena telah membangunkan bayi kecil ku.” Xiao Chen berjalan lagi tanpa melihat kebelakang.
"Ahh baiklah kalau begitu." Yun Wuxin tersesat sejenak setelah undangan baik ditolak oleh pemuda tersebut. Apakah ini yang dinamakan penolakan? Sungguh tidak menyenangkan bukan?
Sejatinya Yun Wuxin adalah wanita cantik seperti kembang api, setiap langkahnya membuat orang-orang tertarik dengan penampilannya walaupun dia memakai cadar penutup.
Tetapi sekarang melihat pemuda yang tidak tertarik dengan kembang api yang indah, sehingga Yun Wuxin bertanya-tanya kepada diri sendiri apakah dirinya kurang cantik atau bagaimana.
Yun Wuxin tidak tinggal diam, dia mendekati ke arah Xiao Chen. ”Maaf sekali lagi jika saya lancang. Kalau boleh tahu sepertinya kamu sedang melakukan perjalanan jauh. Mau kemana?”
Xiao Chen berhenti lagi dan menatap ke arah Yun Wuxin dengan aneh. ”Aku akan pergi ke Sekte Awan Melonjak. Ada apa?"
Mata Yun Wuxin menutup sebentar, jika karena kamu tidak tampan dan menarik, Yun Wuxin tidak perlu sungkan untuk melakukan tindakan ini. Tetapi Yun Wuxin sungguh memang benar sangat tertarik dengan wajah yang tampan dari Xiao Chen. Dia tidak pernah luput untuk menatap wajah Xiao Chen terus menerus.
Yun Wuxin langsung tersenyum sepertinya dia tahu bagaimana memasuki ke lemahan dari Xiao Chen. Benar saja, Yun Wuxin langsung mendekati ke tubuh Xiao Chen dan mengambil bayi itu.
"Mengurusi bayi kecil sangatlah tidak mudah yang kamu kira, bukan berarti hanya memberikan susu atau sejenisnya itu akan bahagia. Tetapi ada satu unsur yang kamu tidak bisa mengerti.” Yun Wuxin langsung membawa Xiao Renfeng dan memeluknya sambil menggoyang-goyangkan kiri dan ke kanan dengan lembut.
Sambil memanjakan Xiao Renfeng, Yun Wuxin berkata kepada Xiao Chen. ”Siapa nama gadis kecil ini? Dimana ibunya?”
“Namanya Xiao Renfeng. Aku menemukan di sebelah pegunungan salju. Aku menyelamatkan nyawa gadis ini." Xiao Chen berkata.
"Xiao Renfeng? Nama yang bagus. Apakah kamu juga Marga Xiao?” tanya Yun Wuxin bayi kecil ini menggunakan Marga Xiao , bisa jadi dia juga iya.
"Aku Xiao Chen.” Xiao Chen memejamkan matanya langsung menyerah terhadap integrasi Yun Wuxin yang mendominasi.
__ADS_1
Yun Wuxin tersenyum penuh kemenangan dia langsung menatap ke arah Xiao Chen lalu berkata: "Akan sangatlah berbahaya jika kamu membawakan ke tempat yang jauh karena bayi ini masih memiliki kulit yang tipis. Aku akan membantunya dan menjaga litle Renfeng.”
Xiao Chen tidak menjawab, tapi dia melihat Yun Wuxin memanggil sebuah gerobak kuda dan langsung mendekati ke arahnya. “Ayo kita masuk ke dalam dan kita bersama-sama pergi ke Sekte Awan Melonjak.”
“Kamu ....” Xiao Chen ingin protes, tapi Yun Wuxin langsung menyela. ”Stttt ... Jika didalam gerobak itu maka kulit bayi akan terjaga karena suhunya masih tetap sama, apalagi aku sebagai wanita memiliki satu hal yang kamu tidak memiliki." Tiba-tiba Yun Wuxin menatap ke arah Xiao Renfeng dengan lembut.
"Apa yang tidak aku miliki dari pada kamu?" tanya Xiao Chen.
”Sifat keibuannya, kamu tidak memilikinya." Yun Wuxin masuk ke dalam Grobak terlebih dahulu dan Xiao Chen langsung mengikuti dari belakang.
Begitu operasi itu dilihat oleh seluruh tamu dan para pekerja bar tersebut, seketika langsung terpana. ”Sang Dewi dari kota Gaobao dilamar oleh pemuda! ini sungguh sangat mencengangkan! Ayo kita pergi untuk melaporkan kepada keluarga Yun bahwa putrinya sudah dipinang oleh pemuda misterius dan kuat!”
Di dalam Grobak, Yun Wuxin langsung membuka benda bulat, dan tonjolan pink itu langsung dimasukkan kedalam mulut kecil Xiao Renfeng."
Xiao Chen yang melihat tonjolan pink itu, hanya menduga bahwa Yun Wuxin memiliki payudara yang tidak terlalu besar dan kecil. Jika tangannya menjangkau payudara itu masih sedikit kesusahan.
Yun Wuxin malu dan memalingkan badan agar tidak dilihat oleh Xiao Chen. ”Jika kamu mengingintip, aku akan mencokel kedua bola matamu!” seru Yun Wuxin wajah yang sedikit tersipu.
”Aku tidak sengaja melihat!” Xiao Chen memalingkan wajahnya sambil bersiul.
Akhirnya gerobak itu berjalan dan sudah sepuluh menit. Mungkin dalam waktu satu jam, Xiao Chen sudah sampai di Sekte Awan Melonjak.
Yun Wuxin melihat Xiao Renfeng sudah tidur sehingga dia melepaskan tonjolan pink itu dari mulut kecil Xiao Renfeng. Membuka cadarnya, Yun Wuxin langsung melirik Xiao Chen dan berkata.
"Renfeng kecil sudah tidur.”
Xiao Chen melihat wajah Yun Wuxin hanya melihat wajah yang nakal, itu seperti perpaduan wajah Beiming Youhuang dan Wenren Wushuang. Yun Wuxin adalah kecantikan atas, hanya saja dia tidak terlalu terexpose seperti Peri Xuanyi.
__ADS_1
Bahkan Xiao Chen cukup terkejut.