
Bab 60 Cemburu
Liu Shen hanya melihat di raut wajah Su Xing seperti sedang tidak bisa dijelaskan. Karena itulah dia berkata: “Guru memangnya ada apa dengan Xiao Chen? Mungkin dia pergi sedang mengasah ketrampilan di luar sana dan belum sempat kembali.”
“Mungkin saja seperti itu,” kata Su Xing sepertinya dia sedang tersenyum pahit. Apa yang Liu Shen pikiran itu sebenarnya salah besar, Xiao Chen pergi ke hutan menggunakan setelah baju yang menutupi tubuh dan memakai topeng.
Bagaimanapun, insting wanita sungguh diluar nalar, apa yang dipikirkan Su Xing sepertinya Xiao Chen sedang melakukan hal sesuatu yang dirinya bahkan tidak ingin mengetahui.
Menstabilkan tubuhnya, Su Xing berkata kepada Liu Shen, “Oh ngomong-ngomong apa yang sedang kamu lakukan?”
Liu Shen menganggukan kepalanya sambil sedikit ada rasa canggung, “Aku di sini hanya ingin menunggu guru dan Xiao Chen memasak bersama. Aku hanya rindu dengan masakan Xiao Chen.”
“Hmmm sepertinya murid itu, akan datang terlambat,” ucap Su Xing.
“Baiklah jika dia datang terlambat, maka aku pergi terlebiglh dahulu. Mungkin lain kali ketika Xiao Chen sedang senggang aku datang kembali.” Liu Shen setelah membalas, langsung pergi meninggalkan gubuk Xiao Chen. Akan dimatanya, ada jejak curiga walaupun tidak terlalu dipikirkan.
Sekarang hanya Su Xing sendiri yang sedang berada di depan gubuk Xiao Chen. Dia duduk di depan gubuk di batu sedikit kecil.
“Tsk!” Su Xing sungguh tidak menerima jika lehernya dipukul oleh murid bodoh. Dia sungguh berani dan sangat tidak ingin memberi tahu apa yang sedang Xiao Chen lakukan.
~
~
#Rumah Keluarga Xiao!
Saat ini, Xiao Chen sudah selesai sarapan menggunakan sayur pare dan daun pepaya kesukaannya. Bahkan walopun dia sering memainkan daging monster itu hanya karena doyan bukan makanan favorit. Untuk makanan sepesial hanyalah sayur mayur.
Karena itulah keti Xiao Chen sedang di rumah sungguh membeli sayuran untuk dijadikan makanan Xiao Chen
Setelah selesai sarapan, Xiao Chen sudah berpamitan kepada Xiao Shi dan sekarang dia sedang terbang ringan sambil merasakan rasa kesegaran udara dingin yang mengenai kulitnya.
Ketika Xiao Chen melewati tempat keramaian, sepertinya dirinya menemukan satu wanita yang menurutnya dia sudah sering lihat akan tetapi belum mengetahui namanya.
__ADS_1
Benar, wanita itu bernama Feng Huang yang ditemui ketika dirinya sedang menonton perekrutan murid sekte tanah Hitam pada waktu itu. Dia juga teman dari Lan Xuaner dan Wu Lian.
Saat ini, Xiao Chen melihat ada yang menarik dari wanita itu. Feng Huang sedang membawa barang yang sangat banyak, sepertinya Xiao Chen juga mengetahui barang itu adalah barang milik nenek dan Feng Huang hanya membantu saja.
Xiao Chen tersenyum tipis, ini adalah wanita baik hati dan idaman bagi dirinya. Dari pertama melihat Feng Huang, Xiao Chen merasa bahwa tatapan Feng Huang hanya polos tanpa magsud tertentu seperti: Wu Lian dan kedua wanita itu.
“Sungguh gadis yang baik, ini adalah idaman ku,” ucap Xiao Chen kemudian menukik kebawah dan mendekati Feng Huang.
Kini Feng Huang yang sedang membawa beban berat sambil terengah-engah, tidak menyadari bahwa Xiao Chen sedang datang mendekati.
“Halo nona bisakah aku membantu mu?” Xiao Chen tersenyum.
Pada saat itu, Feng Huang tiba-tiba terkejut langsung terjungkal.
“Ahh sial kaget aku!" Tiba-tiba barang yang sangat banyak hampir tumpah akan tetapi, Xiao Chen langsung meraih pergelangan tangan dan barang itu sendiri sehingga Feng Huang selamat.
“Sodara Chen....” Feng Huang terpana dan dua wajah itu saling bertatapan.
“Kamu tidak apa-apa,” Xiao Chen tersenyum lembut kemudian menstabilkan tubuh Feng Huang dan melanjutkan perkataannya lagi: “Biarkan aku yang membawa barang berat ini.”
“Tidak apa-apa nek, orang baik harus memiliki sifat menolong.” Xiao Chen berkata lembut kemudian, langsung meraih barang yang sangat banyak untuk dibawakan.
Xiao Chen melirik Feng Huang dan berkata: “ Sekarang kamu bisa meregangkan otot-otot yang sudah kelelahan hehehe.”
“Hmm!”
“Terimakasih,” ucap Feng Huang sambil tersenyum lembut. Kemudian dia teringat bahwa perjalanan ini, untuk sampai di rumah nenek sungguh jauh, sehingga Feng Huang berkata tergesa-gesa.
“Sodara Chen, perjalanan ini cukup jauh, apakah tidak apa-apa?”
“Tidak apa-apa, aku memiliki fisik kuat kok,” kata Xiao Chen sambil tersenyum lebar.
“Baik semangat heheh!” Feng Huang mengepalkan tangannya sambi berpose energik.
__ADS_1
Sudah beberapa lama, Xiao Chen dan Feng Huang mengikuti nenek itu sambil membawa barang yang cukup banyak.
Awalnya, Xiao Chen masih memiliki energi yang sangat cukup. Akan tetapi, dia tidak mengira bahwa tempat tinggal anak-anak itu sangat jauh sekitar setengah mil dari sini, sehingga saat ini Xiao Chen ingin muntah darah.
Bahkan Feng Huang cukup khawatir dengan Xiao Chen karena membawa barang cukup banyak tanpa beristirahat. Namun, dia hanya mendengar bahwa Xiao Chen beralasan tidak apa-apa masih bisa melanjutkan.
Sampai pada suatu saat, akhirnya mereka berdua sampai di tempat tinggal Nenek itu dan akhirnya Xiao Chen langsung lega.
“Terimakasih nak, kalian berdua sudah menolong nenek. Nenek hanya memiliki barang ini untuk diberikan ke kalian semua.” Setelah itu nenek tersebut memberikan sebuah gelang yang satu gelangnya ada corak Naga yang melingkari.
Mulut Xiao Chen berkedut sebenarnya. Akan tetapi, dia hanya menolong tanpa pamrih sehingga amarah itu harus di tahan sebentar.
“Ahahah tidak apa-apa nenek terimakasih telah memberikan hadiah kepada kita!” Xiao Chen dan Feng Huang menjawab sangat hormat.
Setelah itu mereka berdua meninggalkan rumah nenek dan pada saat itu, Feng Huang dan Xiao Chen saing melirik.
Mereka melihat gelang yang dipakai yang sama persis sehingga tiba-tiba kedua otak orang itu, berpikir bahwa mereka berdua adalah sepasang kekasih karena memiliki gelang cople.
Xiao Chen kemudian berkata: “Mari kita pergi ke Sekte, mungkin kamu akan merasakan capek. Nah, aku akan memasak makanan buat kamu.”
Feng Huang terkejut dan tanpa pikir panjang mengangguk kepalanya karena dirinya juga merasakan rasa lapar.
Satu batang dupa berlalu, akhirnya mereka berdua sudah sampai di depan gubuk sendiri. Walaupun dirinya masih sedikit kenyang akan tetapi, setelah membawa barang yang cukup banyak akan mebuang sedikit tenaga.
Pada saat itu, Su Xing tiba-tiba melihat ada Xiao Chen yang sedang terbang sedang mendengarkan ke arah dirinya.
Akan tetapi, tiba-tiba matanya tertuju kepada Feng Huang.
“Siapa dia?” Mata Su Xing dingin.
Kemudian Su Xing melhat Xiao Chen membuka pintu dan pada saat ini, Feng Huang berkat hormat dengan Su Xing.
“Halo murid Feng Huang melihat guru!”
__ADS_1
Su Xing hanya mengangguk. Akan tetapi matanya tertuju kepada ke dua pergelangan tangan mereka karena menemukan Xiao Chen dan Feng Huang sedang memakai gelang yang sama.
‘Kenapa dia menggunakan gelang yang sama? Apakah mereka sepasang kekasih?’ Su Xing dingin wajahnya.