
Bab 274
Xiao Chen punggungnya diliputi aura merah langsung melesat terbang menuju bukit yang tinggi di mana informasi di ketinggian bukit, sudah ada ratusan pembunuh yang sudah bersiap-siap menyerbu Sekte Awan Melonjak.
Indra sense Xiao Chen diaktifkan, peningkatan pendekar level 35, membuat jarak area menjadi luas. Ketika satu menit sudah berlalu, Xiao Chen menemukan beberapa kerumuan yang sedang bersiap-siap menuju ke bawah untuk pergi ke Sekte Awan Melonjak.
Tanpa pikir panjang, Xiao Chen membuat jimat pengorbanan sehingga telepak tangan kanannya, memgeluarkan rune merah yang berputar-putar ke langit dan berubah menjadi besar.
Ada beberapa tali merah yang keluar dari tubuh Xiao Chen dan menyatu ke susuan Formas itu. Sekarang sambil mengoperasikan jimat persembahan, Xiao Chen matanya merah seperti darah dan bercahaya.
Setelah sudah matang, keua tangannya membuat segel yang aneh dan sangat rumit.
Mulai!
Kata-kata di ucapkan, dari susunan formasi merah yang mengambang di langit, tiba-tiba keluar ribuan benang merah yang sangat tajam melebihi pedang.
Seluruh benang itu menuju ke tempat para pembunuh yang sedang bersiap-siap untuk menyerbu Sekte. Sekwan pembunuh tidak main-main untuk mengerahkan tenaga dari pembunuh senior, maupun pembunuh pemula.
Karena mereka tahu lawan yang dihadapi adalah sekte terpopuler di kekaisaran Sembilan Sembilan Yang Agung.
"Nak kenapa kamu mau ikut dalam mengambil misi yang beresiko? Kamu masih muda dan sebaiknya kamu bergabung di Sekte tertentu agar melatih cara bertarung.” Satu pembunuh duduk di seorang pemuda yang tampan tapi kurus.
"Hmmm aku tidak mempunyai uang yang lebih, jadi aku harus mengambil misi yang beresiko. Ini semata-mata karena orang tua ku yang miskin.” Pemuda itu mengangguk dan dia mengingat hadiah dari keluarga Gongsun jika bisa menculik orang bernama Hua Ning Bing maupun anak dari pemuda Xiao Chen. Jika misi ini sukses, maka hadiahnya akan cukup untuk bertahan hidup setahun dengan orang tua.
"Kita doakan kepada sang dewa agar misi ini berhasil." Pembunuh itu menepuk pundak pemuda tersebut dan pemuda itu juga mengangguk sambil memegangi perutnya yang sangat lapar. Pasalnya dia belum makan selama seminggu akibat miskin.
Hanya saja ketika pemuda itu melihat satu pembunuh berjalan ke depan, tiba-tiba terdengar suara teriakan yang sangat nyaring dan itu teriakannya bukan satu orang saja, melainkan lebih dari lusinan pembunuh yang berteriak ngeri.
__ADS_1
Pemuda itu hanya melihat dari kejauhan bawah seluruh pembunuh kepalanya ada yang meledak dan ada yang bolong terkena benang tipis yang menyala merah.
Benang tipis itu begitu banyak turun dari langit.
"Apa yang terjadi!” Dia gemetaran dan lututnya lemas langsung terjatuh ke tanah karena melihat pembantaian massal dari Xiao Chen.
Ketika dia sedang berlutut, tiba-tiba melihat ada satu pemuda yang sangat tampam dengan rambut hitam bercampur putih sedikit dengan mata merah sambil berjalan ke depan dengan tenang.
Hanya saja ketika pemuda itu melambaikan tangannya, sekumpulan pembunuh langsung meledak seperti semangka terjartuh dari ketinggian. Yang Xiao Chen menggunan jimat Xu Qingxuan sehingga sekali tatapan, seluruh musuh akan terbunuh!
Ada beberapa pembubuh yang mencoba melawan Xiao Chen.
"Ahh! Siapa kamu bangsat!" Dia mengayunkan pedang berniat memenggal leher Xiao Chen, akan tetapi tangan Xiao Chen begitu sangat elastis seperti ular dan meraih pedang itu dengan tangan kosong.
Tangan kanannya meraih pedang kosong kemudian tangan kirinya meraih wajah pembunuh itu. Setelah dicengkram tangan kiri Xiao Chen berubah menjadi tangan monster yang memiliki kuku sangat panjang langsung meremass hingga kepalanya hancur.
"Lari dia monster!”
Xiao Chen menemukan ada beberapa para pembunuh yang lari akan tetapi, Xiao Chen tidak membiarkan untuk melarikan diri sehingga dari punggungnya mengeluarkan lusinan ular yang sangat besar langsung mengejar dan menggigit sehingga langsung meninggal dengan tubuh terpotong menjadi dua bagian.
Jimat persembahan masih diaktifkan langsung Hanya sekejap membantai lebih dari 100 pembunuh yang dilaluinya.
Satu pembunuh itu yang sudah akrab dengan pemuda tampan, akhirnya berteriak untuk melarikan diri. ”Nak! sayangi hidupmu dan sayangi orang tuamu kamu harus lari dia bukan lawanmu, Cepat! Ahhh!"
Alhasil dia meninggal dengan kepala tertusuk oleh pedang terbuat dari darah Xiao Chen.
Pemuda itu melihat sekeliling hanya melihat setumpukan jasad yang sudah tergeletak tanpa bernyawa dengan anggota tubuh yang hilang. Dia sungguh sangat pucat dan sangat ketakutan untuk menggerakkan kakinya melarikan diri juga sangat susah.
__ADS_1
Alhasil pemuda itu langsung menatap ke arah Xiao Chen. "Sebelum kamu membunuh ku, bisakah kamu memberikan satu permintaan kepada ku?” Pemuda itu tersenyum, tapi hatinya sangat sakit dan berlinang air mata.
Akan tetapi Xiao Chen tidak berkata langsung mendekati pemuda itu dengan tenang. Akhirnya pemuda itu tersenyum pahit dan berkata: "Saya adalah anak miskin dan saya belum makan selama seminggu, saya mengambil tugas ini karena jika mendapatkan hadiah, setidaknya saya dan orang tua saya tidak khawatir kelaparan satu tahun. Aku mohon kepada mu jika saya sudah mati, kamu memberikan kabar kepada orang tua ku bahwa aku sudah mati karena gagal terbunuh monster.”
Xiao Chen sedikit tersesat, tapi hanya berkata: "Apakah hanya itu saja?”
"Hmmm hanya itu saja." Pemuda itu tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu semoga kamu tenang.” Xiao Chen melambaikan tangan kirinya seketika darah yang menggenang di tanah berubah menjadi pedang langsung menusuk kepala pemuda itu sampai kepalanya hancur dan meninggal.
Bom!
Xiao Chen setelah membunuh pemuda itu langsung menuju ke perbukannya lebih tinggi karena di sana masih ada banyak pembunuh yang lebih hebat bahkan kemungkinan ada keluarga Gongsun di sana.
Xiao Chen setelah membunuh beberapa ratusan kelompok pembunuhan, ketika tubuhnya mengeluarkan aura hitam yang sangat mengerikan langsung menyebar dan memasuki ke setiap para bangkai manusia yang sudah tak bernyawa.
Jimat kegelapan aktif seketia ratusan mayat itu bergerak-gerak dan menjadi zombie.
Xiao Chen memerintahkan sekumpulan zombie untuk menyerang bagian bukit paling tinggi. Untuk pembunu yang sudah menyusup ke Sekte Awan Melonjak Xiao Chen serahkan kepada Hua Ning Bing dan Yun Wuxin.
Di atas bukit, ada satu kamp yang didalamnya ada pemuda yang tampan dengan wajah halus. Dia duduk tapi ada perasaan gelisah yang tidak tahu dari mana.
"Apa yang terjadi? Kenapa aku begitu gelisah?” gumam Gongsun Wualing. Dia tidak tahu apakah ada firasat buruk yang menimpa kepada dirinya, sehingga dia potong tutup dan kadang mondar-mandir di dalam kamp.
Pada saat itu, ada orang berbaju hitam langsung masuk ke dalam dan berkata dengan wajah yang sangat pucat. "Tuan Wualing. Ada kabar buruk, ada 200 pembunuh itu sudah meninggal dan semuanya sudah berubah menjadi mayat hidup!"
"Apa!" Gongsun Wualing langsung berdiri.
__ADS_1