
Bab 151 Perasaan Feng Huang
Dugu Muchen menggunakan tembakan jari emas jurus yang telah dipelajari belum lama ini. Cahayanya sungguh sangat menyilaukan langsung diarahkan di udara tempat di mana Xiao Chen melarikan diri.
Hanya saja cahaya itu tidak mengenai Pemuda bertopeng karena, Dugu Muchen melihat dia memasuki sebuah lubang hitam dan menutup tanpa bisa dijelaskan.
"Ahhhh ... Bajingan! Kamu brengsek!” Dugu Muchen langsung meraung seperti kucing garong dan terbang ke atas untuk mencakar-cakar udara.
“Kalian! Cepat sandra para wanita dari kelompok resimen yang bersama Pemuda misterius tersebut! Aku akan bunuh semua wanita itu!” pekik Dugu Muchen.
Mereka ingin melesat pergi mencari wanita agar bisa disandera hanya saja seluruh fraksi pembunuh surga tidak mengetahui bagaimana kelompok wanita tersebut menghilang. “Dia juga melarikan diri! Sial kita kehilangan jejak!”
Akhirnya Dugu Muchen seketika menjadi marah dan sungguh sangat enggan karena artefak serbaguna miliknya adalah dukungan prioritas nomor satu, jika artefak itu tidak berada di sisinya mungkin di masa depan akan sangat berbahaya jika melawan suatu organisasi yang sedang mengincar nyawanya.
Dugu Muchen masih bisa merasakan artefak serbaguna miliknya Tetapi entah kenapa tidak bisa keluar dari penjara yang sangat rumit. Seolah-olah artefak milik dirinya sudah ada penghalang yang tidak bisa dirinya gapai.
“Bajingan aku harus mencari siapa sebenarnya dia!’’ grutu Dugu Muchen.
Sementara itu, Xiao Chen sudah melarikan diri, dia tertawa lebar dan sangat terbahak-bahak. menggunakan pemindahan indrasansek langsung pikirannya menyusup ke dalam buku penyimpanan Jiang Chen.
Xiao Chen melihat benda itu seperti timah yang bisa mencair dan mengeras bahkan bisa berubah menjadi lusinan kali lipat dengan perintah pemilik dari artefak serbaguna.
“Ini adalah artefak yang sangat serbaguna. Tidak cuma cuma aku datang ke sini hehehe.” Xiao Chen menyringai langsung melesat tajam untuk mendekati Hua Ning Bing.
Wushh!
Bug!
Xiao Chen langsung menukik seperti burung pagar dan sudah tiba di samping Hua Ning Bing.
__ADS_1
“Guru Hua, sekarang kamu sudah aman. Aku datang ke sini hanya ingin mengambil tugas karena ini sangatlah penting bagi kelangsungan sekte tanah api neraka,’’ jelas Xiao Chen.
Hua Ning Bing mengerutkan keningnya dia tahu siapa Pemuda bertopeng yang telah menolong dirinya. Pemuda itu yang tidak lain adalah Chid
Pada waktu itu, dia telah bertarung melawan muridnya Luo Puti alhasil Luo Puti mengalami kekalahan telak dengan wajah menjadi seperti babi.
Hua Ning Bing masih heran bagaimana pemuda itu memiliki kekuatan yang sangat hebat. Basis jiwa pendekar masih sangat samar-samar dirinya tidak bisa mengidentifikasi. Hanya saja dia bisa mengeluarkan ledakan kekuatan yang tidak ada habis-habisnya.
Dapat dikatakan Pemuda bertopeng itu setara dengan kelompok fraksi pembunuh surga. Tidak ... tidak ..., dia sudah setara seperti raja yang sangat mendominasi.
“Baik. Terimakasih karena telah menolong ku. Kemudian apakah kita harus pergi dari sini untuk kembali ke wilayah sekte api neraka?" tanya Hua Ning Bing kepada Xiao Chen.
Xiao Chen menggelengkan kepala, “Sepertinya aku ada urusan sesuatu yang harus aku laksanakan. Aku akan pergi ke sekte Lembah Phoenix kematian. Aku akan mengambil wanitaku karena sedang di sandra.”
Xiao Chen mengepalkan kedua tangannya sungguh sangat tidak sabar untuk mengambil kembali Feng Huang yang telah disandera sudah cukup lama.
“Baik. Aku ikut dengan mu." Hua Ning Bing langsung menjelaskan lagi, “Aku aku denganmu bukan karena padahal yang lain hanya saja ini sebagai balas putus karena kamu telah menolongku.”
“Pff ... bagaimana mungkin aku menyukai bocah sepertimu, umur kita kesenjangannya sangat jauh,” kata Hua Ning Bing sambil menggelengkan kepalanya.
Xiao Chen hanya mengangkat bahu saja. Dia langsung berjalan untuk mencari tempat yang sedikit gelap untuk memulihkan suasana hatinya, sambil membuka jimat bagian tiga.
“Baik. Sebelum kita melanjutkan lagi perjalanannya, kita mencari tempat yang aman karena ada sesuatu yang akan aku lakukan,” pinta Xiao Chen.
“Terserah kamu.” Hua Ning Bing mengangguk.
"Baik." Akhirnya Xiao Chen dan Hua Ning Bing langsung terbang sangat jauh mencari tempat yang sangat aman dan tentu saja tempat aman bisa dijadikan sebagai konsentrasi mempelajari jimat bagian tiga.
~
__ADS_1
~
~
#Wilayah Phoenix kematian!
Pada saat itu, di sebuah aula yang sangat megah Ada sosok wanita yang sangat anggun. Dia memiliki sosok sempurna yang sangat cocok dengan wajahnya. Namun, aura arogansi dingin bercampur dengan garis-garis kebangsawanan bisa dirasakan terpancar darinya. Wanita ini terlalu dingin, tinggi dan sepertinya tidak memiliki emosi meskipun wajahnya yang cantik sangat cantik.
Wanita itu yang tidak lain adalah, Feng Huang.
Setelah dia dipaksa untuk transplantasi tulang Phoenix api dari monster kuno, tiba-tiba penampilannya langsung berubah dia menjadi sangat cantik dan menjadi sangat dingin.
Awalnya dia sungguh sangat memberontak karena tidak ingin dijadikan sebagai murid desa Lembah Phoenix kematian. Tetapi karena tubuhnya cocok dengan tulang monster Phoenix api, akhirnya dengan paksa langsung dijadikan bahan uji. Hasil uji itu berhasil dan Feng Huang merasakan kekuatan yang sangat meluap meluap yang tidak bisa dikendalikan dari tubuhnya.
Para panutua sungguh sangat bahagia akhirnya memiliki jenius dari Sektenya. Feng Huang pada awalnya sungguh sangat ingin pergi dari sini. Akan tetapi, ketika dia berlatih untuk meningkatkan kekuatannya. Tanpa disadari karena efek dari tulang monster Phoenix. Dia mengalami kemajuan pesat langsung menjadi jiwa pendekar level 18.
Level 18 sungguh sangat hebat bahkan dari generasi yang sama umurnya dari Feng Huang, belum ada yang menandingi kehebatannya.
“Senior Feng Huang! Ini adalah minuman yang kamu minta dari kami,” ucap salah satu murid yang sudah menjadi teman dekat Feng Huang.
“Baik terimakasih Bai Qing.” Feng Huang membalas dengan lembut tetapi tidak ada ekspresi yang sangat jelas dari wajahnya.
Kamudian, Feng Huang melihat kejauhan dengan mata yang sangat melakonis sehingga Bai Qing langsung bertanya dengan ingin tahu, “Apakah kamu sedang memikirkan pemuda itu? Kamu tunggu dulu lebih baik kamu fokus meningkatkan kekuatan.”
Feng Huang menggelengkan kepalanya, “Tidak. Aku sedang berpikir agar berharap dia tidak datang ke sini untuk menyelamatkanku. Entah kenapa setelah aku bergabung dengan tulang Phoenix ini, perasaan yang sudah tumbuh dengan Pemuda Xiao Chen tiba-tiba menghilang, sepertinya aku sudah tidak ada rasa cinta dengan dia lagi. Dalu aku mencoba menepis agar sebisa mungkin perasaan ini tidak akan hilang hanya saja ... Sebesar aku ingin mengingat dia, tetapi tidak bisa dan perlahan-lahan, perasaannya hilang seperti buih.”
Feng Huang merasa bahwa dirinya dengan Xiao Chen sudah berada di dunia yang berbeda. Feng Huang sudah menganggap bahwa Xiao Chen adalah mahluk fana dan dirinya sudah melambung tinggi tak terkendali.
Bai Qing tersenyum dan mendekati Feng Huang, “Masuk akal juga, perasaan yang kamu tahan hilang karena kamu sudah bergabung dengan tulang Phoenix dengan arogansi tinggi. Tetapi jika dia datang untuk menjemput kamu, apa yang harus kamu lakukan?"
__ADS_1
“Aku tidak tahu, ini sungguh sangat rumit. Sebaik mungkin aku akan mengatakan yang sebenarnya,” balas Feng Huang.
“Baik. Aku harap kamu jangan menyesali keputusan yang kamu lakukan.” Bai Qing membalas.