Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Bab 210


__ADS_3

Bab 210


Setelah membakar menggunakan jimat api emas dan menghancurkan rumah keluarga Chu, akhirnya Xiao Chen langsung terbang mencoba menikam Yu Ruming.


Kedua tangannya mengeluarkan pedang khas rampasan dia melesat sangat cepat hanya suara angin yang sudah berturut-turu menghampiri sebagian sisi Yu Ruming.


Mati!


Xiao Chen sudah yakin bahwa dia akan membunuh dengan memenggal leher Yu Ruming, tapi ekor cacing raksasa muncul dari sampingnya langsung menampar ke tubuhnya.


Jimat serangan balik aktif seketika tamparan itu tidak berhasil dan mengakibatkan ekor cacing raksasa itu hancur.


Satu akor cacing raksasa sudah hancur, tiba-tiba dari tanah mengeluarkan beberapa ekor cacing raksasa melebihi sepuluh ekor.


Xiao Chen hanya melirik saja dan menggunakan jimat Xu Qingxuan ketika seluruh akor cacing raksasa itu terpotong-potong tanpa terlihat oleh Yu Ruming.


Sring!


Seketika setelah memotong ekor cacing raksasa menjadi beberapa bagian, tubuh Xiao Chen seketika berubah menjadi lebah yang sangat banyak.


Lebah yang sudah terbang di langit seketika lama-kelamaan menjadi besar sebesar anjing.


Ngunggg!


Suara dengungan yang begitu sangat keras karena di langit banyak lebah raksasa yang menyerang cacing-cacing raksasa maupun cacing bersayap.


Sebagaian tubuh Xiao Chen sudah menjadi ular langsung menyelinap ke dalam mencari sumber panas tempat di mana cacing raksasa itu sedang bersemayam.


Rupanya aura panas sungguh memanjang sehingga Xiao Chen yang sedang berubah menjadi ular, tidak bisa menyusup ke tanah lebih dalam lagi. Dia berubah menjadi manusia dan memerintahkan Transformers Orochi untuk mengebor tanah yang lebih dalam.


Bommm!


Seketika Transformers ular keluar dan masuk kedalam tanah dengan sangat cepat.


Mulut ular robot itu, berubah menjadi bor raksasa menggali tanah dan tidak membutuhkan beberapa saat, akhirnya menemukan keberadaan cacing raksasa yang sangat besar.


Besarnya seperti gedung pencakar langit dan panjangnya sungguh panjang setiap kulit cacing, memilih rambut yang jika dilihat lebih jelas adalah cacing yang menyatu dengan tubuh utama.


Tanpa pikir panjang, Transformers ular itu seketika kepalanya berubah menjadi tembakan meriam yang sangat menakutkan.

__ADS_1


Bommm!


Tembakan yang sangat mengguncang sehingga tanah itu meletus seperti gunung dan memunculkan cacing raksasa yang menjijikan dan mengerikan.


Cacing itu membuka mulutnya dan mulut sudah terbuka, tiba-tiba mengeluarkan kepala lagi dan ada gerigi yang sangat tajam lambung mencoba mengigit Transformers ular.


Transformers ular berubah menjadi robot dan kedua tangannya memgeluarkan pedang energon seketika meloncat dan ....


Sring!


Sring!


Kulit cacing itu sungguh keras dan setiap kulitnya mengeluarkan cacing lagi yang menjerat.


Transformers ular terplanting dan jatuh berguling-guling, Xiao Chen yang sudah berubah menjadi manusia, seketika memgeluarkan monster jimat pemanggilan yaitu binatang bijo ekor satu langsung seketika langit bercahaya dan muncul jubi ekor satu.


Jubi ekor satu seketika menembakkan peluru dama yang sangat menakutkan menghantam bagian leher monster cacing raksasa.


“Bajingan kamu!” Yu Ruming tidak terima jika hewan peliharaannya mengalami cedera yang fatal langsung melesat kepada Xiao Chen.


Xiao Chen menghindari menyamping, dan meraih leher Yu Ruming langsung menikam dan dijatuhkan ke tanah sungguh sangat keras.


Engah!


Bahkan sebagaian mata kanan terkena cakar hingga rusak dan pecah.


“Ahhh bedebah kamu sialan! Ahhh suami tolong aku! Bunuh dia!” pekik Yu Ruming seperti Mak Lampir.


Akan tetapi, Chu Pat Kai tidak bergeming hanya menatap ke arah Xiao Chen agar segera mengesekusi.


“Tidak! Tidak suami ... Maafkan aku! Aku akan menjadi istri yang baik, tolong aku suami ... Akhh !”


Sring!


Xiao Chen langsung memotong leher Yu Ruming dan kepalanya dilemparkan ke atas langsung ditembak oleh Transformers Orochi hingga pecah seperti balon meledak.


Bomm!


Karena tuannya meninggal, monster cacing itu emosi seperti orang gila hingga mengeluarkan suluruh tubuhnya ke permukaan tanah dan semua ekornya menyerang apa yang dilihat.

__ADS_1


Bang!


Bang!


Bang!


Jubi ekor satu seketika berlari dan mencoba menggigit kepala asli dari monster cacing.


Ekor yang seperti perpaduan tanah dan batu, seketika membogem sebagaian tubuh monster cacing bahkan Transformers Orchi juga tidak tinggal diam langsung menembaki dengan semangat.


Xiao Chen mengeluarkan jimat peledak sekala besar juga lambung menghujani cacing raksasa hingga menjerit kesakitan.


Bom!


Bom!


Bom!


Xiao Chen be like, “Cacing yang sangat mengerikan dan tentu saja harus dimusnahkan. Akan mengancam keberadaan yang rendah. Terlebih, masih ada monster kuno dari sekte kabut mendalam yang belum menemukan keberadaan aku.”.


Setelah itu, Xiao Chen terbang dan menggunakan pedang hitam langung mengkilat merah seketika sudah tiba disampingnya kepala cacing raksasa langsung memenggal hingga terputus menjadi dua bagian. Dia melemparkan pedang hitam layaknya bumerang, setelah menancapkan pedang hitam ke bangkai cacing raksasa, Xiao Chen menyerap energi monster itu dengan panik.


Level pendekar 27!


Level pendekar 28!


Level ....


Akhirnya setelah sekian purnama, Xiao Chen sudah meningkat ke tingkat pendekar 35. Betapa hebatnya Xiao Chen. Bahkan sangat dikhawatirkan hanya Xiao Chen yang sudah mencapai tingkat seperti itu.


Meskipun demikian dia pada dasarnya ceroboh. Walaupun memiliki kekuatan jimat ataupun renkarnasi iblis dia masih croboh. Jika saya menjadi Xiao Chen sungguh malu.


Sekarang setelah sudah meningkatkan ke tingkat 30 lebih, Xiao Chen berhak memperkosa Hua Ning Bing.


Tetapi dia harus mengutamakan keluarganya takut saja Xiao Shi akan merindukan.


Setelah itu dia meloncat pergi dan menemui Patriak Chu dan melaporkan bahwa tangan hitam sudah tidak ada sehingga ancaman dikemudian hari tidak ada.


“Patriak Chu. Mungkin sekarang ancamannya sudah tidak ada lagi karena sudah saya bunuh. Mungkin cukup sampai di sini saja tugas saya,” ucap Xiao Chen dengan hormat.

__ADS_1


“Baiklah terima kasih kepada kamu nak, jika tidak ada kamu mungkin putri saya Chu Ning akan tidak memiliki hari yang indah di masa depan,” balas Chu Pat Kai langsung mengajak Xiao Chen agar kembali untuk membantu memperbaiki rumah yang hancur.


Otomatis Xiao Chen sangat bersedia, karena hancurkannya rumah keluarga Chu ada hubungannya.


__ADS_2