
Bab 160 Lonceng Suci
Dia tidak sabar untuk bersedia agar hati iblis itu dicangkokkan kedalam tubuhnya. Dia juga ingin sekali membuktikan bahwa dirinya tidak akan lagi di injak-injak oleh Xiao Chen dan bisa memenangkan pertempuran empat hari lagi melawan Xiao Chen yang akan menemui di sekte ini.
Akan tetapi, ini adalah hal baik. Untuk hal buruk Feng Huang belum mengetahuinya sehingga dia langsung bertanya.
“Tetua agung. Itu adalah berita baik. Tetapi aku juga ingin mengetahui berita buruknya,’’ kata Feng Huang.
“Baiklah ... Berita buruknya adalah sudah jelas itu adalah harta terakhir yang kita memiliki dan sungguh menguras pikiran jika gagal. Yang kedua mungkin ketika kamu mentransplantasikan hati iblis tersebut, kamu memiliki sifat yang sombong dan arogan karena pikiran negatif dari hati iblis. Bagaimana apakah kamu bersedia?” Bahkan dalam posisi ini ketua Agung masih mengatakan opsi agar Feng Huang tidak gegabah untuk memasangkan hati iblis tersebut.
Akan tetapi, Feng Huang yang sudah dirasuki akan mencapai kekuatan dengan instan takut bisa membuktikan Xiao Chen tidak selalu menghina dan menindas akibat kesalahan dirinya akhirnya dia tanpa berpikir panjang langsung menyetujui dari untuk mentranspalatasikan hati iblis.
“Aku bersedia untuk memasangkan hati iblis itu kepada tubuhku. Walaupun ini sungguh sangat berbahaya bahkan bisa merubah sifatku seperti itu tetapi tidak apa-apa selagi aku bisa melawan dan mengalahkan Xiao Chen,” jelas Feng Huang dia langsung meminta untuk cepat-cepat memasangkan hati iblis itu agar kecepatan latihannya akan meningkat drastis.
“Baiklah ... Ayo kamu ikut denganku ke tempat ruangan tertentu agar bisa melaksanakan dengan mudah.” Tetua itu mengangguk dengan serius langsung membawakan Feng Huang ke dalam ruangan yang sudah disebutkan tadi.
Feng Huang mengganggukan kepalanya dan mengikuti tetua tersebut untuk memasangkan htx plus agar dirinya memiliki kekuatan dengan singkat menjadi level 20 ke atas.
‘Tunggu saja Xiao Chen, ini adalah serangan balik yang aku lakukan semoga saja kamu tidak menyesali telah berkata demikian,’ gumamnya di dalam hati sambil menghafalkan kedua tangannya dan tidak sabar untuk Bagaimana 4 hari kemudian setelah Xiao Chen melihat dirinya yang sudah berbeda dan tentu saja kekuatannya sudah meningkat sebanding dengannya.
Beberapa saat kemudian, Feng Huang sudah tiba di tempat yang sangat gelap dan dia juga mencium bau anyir yang sangat pekat sehingga Feng Huang tidak tahan untuk berlama-lama di halaman ini.
Tetua Agung langsung mengaktifkan energi pendekarnya sehingga ruangan tersebut yang mula-mulanya gelap langsung menyala merah. Kini Feng Huang yang melihat di sekitar ruangannya langsung terkejut karena banyak kolam darah yang sangat banyak dan ada juga beberapa potongan daging manusia yang dirinya bahkan mengenali dari sekumpulan mayat itu.
__ADS_1
Benar. Mayat yang pada pergelampangan di kubangan darah sangat banyak adalah murid sekte Lembah Phoenix kematian yang ketua Agung dengan berat hati membunuh mereka agar bisa menumbalkan dan mengaktifkan hati iblis agar sukses dipasangkan ke tubuh Feng Huang.
Demi membalaskan dendam akibat diinjak-injak oleh Xiao Chen tetua Agung itu rela melakukan pembantaian terhadap murid agar bisa dijadikan tumbal.
Tetua Agung mengangguk dan berkata: “Kamu si lelah di tempat yang aku sudah sediakan dan di tengah-tengah dada kamu harus disayat dengan luka kecil. Kemudian darah itu diteteskan ke gumpalan daging ini.”
Feng Huang langsung mengangguk dan dia duduk di sebuah tempat yang banyak kenangan darah Bahkan dia langsung membuka bajunya tanpa malu-malu sehingga kulit yang putih dengan dada yang kecil terlihat oleh mata Tetua Agung.
Tes!
Darah itu diteteskan ke kumpulan daging yang sedang berdetak, ketika gumpal daging itu meloncat langsung menempel di dadanya Feng Huang.
Ahhhhh!
Feng Huang merasakan kesakitan. Di samping itu, Tetua Agung langsung mengaktifkan informasi sehingga genangan darah tersebut langsung terseret ke dalam kumparan air itu dan masuk ke tubuh Feng Huang.
Ahhh!
#Satu Hari Kemudian!
Xiao Chen dan Hua Ning Bing sudah tiba di tempat pelelangan yang konon katanya memiliki harta yang bagus hanya saja harus siap untuk mengeluarkan kepingan emas yang banyak.
“Ayo kita duduk di tempat yang paling tinggi. Dengan tempat yang tinggi melangkah kita akan sangat leluasa untuk melihat kualitas suatu benda yang sedang dipamerkan oleh pihak panitia pelelangan,” ujar Xiao Chen Dia sangat berharap seperti protagonis dengan keberuntungan tinggi hanya berjalan santai di pelelangan atau jalan lain akan mendapatkan harta harta kualitas Dewa.
__ADS_1
Xiao Chen duduk di sampingnya ada Hua Ning Bing. Dengan kecantikan dewasa yang dipancarkan oleh Hua Ning Bing, itu mengakibatkan mata laki-laki tidak bisa mengalihkan pandangannya ke arah Hua Ning Bing sehingga, Hua Ning Bing merasa tidak nyaman langsung memeluk lengan Xiao Chen sehingga gunungnya lembut itu langsung menempel di lengan Xiao Chen.
“Ahhh sungguh sangat elastis.” Xiao Chen berseru lirih sehingga Hua Ning Bing cemberut dengan merah, ”Apakah kamu menyukai?”
“Tentu saja aku sangat menyukai, tekan lebih keras coba," pintu Xiao Chen.
Ahhh!
“Wooww sungguh keren!" puji Xiao Chen.
Beberapa jam kemudian Xiao Chen belum beraksi untuk mencoba menawar barang pelelangan karena dari awal sampai sekarang belum menemukan barang yang cocok.
Hingga pada suatu saat, akhirnya matanya tertuju kepada sebuah benda seperti lonceng yang memiliki energi yang sangat murni dan itu bukanlah energi pendekar. Tetapi Xiao Chen seperti melihat energi suci yang bisa menenangkan hati dan tentu saja iblis yang di dalam hatinya yang sudah menjadi Xiao Chen seutuhnya seperti berinitusi bahwa loncat itu sungguh sangat berbahaya dan bisa melukai para iblis.
Xiao Chen sedang mengamati itu dengan sangat serius tiba-tiba panitia dari pelelangan tersebut langsung berkata: “Ini adalah lonceng misterius berasal dari manusia berjubah yang tiba-tiba, jatuh keluar dari langit. Bahkan pihak kami tidak bisa mengidentifikasi karena tidak mengeluarkan energi pendekar. Walaupun ini hanya barang biasa, sepertinya bukan sembarang benda.”
Para orang-orang yang melihat, tentu saja tidak tertarik karena tidak bisa mengidentifikasi karena benda itu tidak mengeluarkan energi pendekar sehingga mereka semua menganggap barang itu adalah sampah.
Hanya saja Xiao Chen langsung memutuskan untuk membeli tersebut. Dengan harga lalang yang dibanderol awal-awal adalah sebanyak 17 keping emas. Dan Xiao Chen langsung menawar menjadi 20 keping emas.
Tidak ada yang mencoba bersaing sehingga banyak hitungan 1 menit panitia itu, mengetuk palu sehingga barang itu sudah dikonfirmasi milik Xiao Chen dan hanya menunggu pelelangan ini selesai dan dibayar.
‘Walapun ini adalah barang biasa tetapi yang aku lihat dari mata spiritual benda itu sungguh mengeluarkan energi suci yang sangat murni,' guman Xiao Chen dalam hati.
__ADS_1