Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Bab 269


__ADS_3

Bab 269


Peri Xuanyi menatap terus-menerus tanpa sadar ke arah wajah Xiao Chen yang sedang tertidur dengan nyaman. Hua Ning Bing juga tersenyum dan mencoba menggoda Peri Xuanyi. Tapi, ketika ingin menggoda, tiba-tiba dirinya mendengar Xiao Chen sedang ngelindur.


”Uhh Bing'er pantat mu sungguh gemuk aku ingin sekali memegang. Heheh!” Xiao Chen tersenyum sambil mengangkat dua tangannya dan memperagakan dengan sangat ahli.


"Tsk!” Hua Ning Bing tersipu sambil menggertakan giginya dan berdiri. Mendekati ke arah Xiao Chen, dia menggunakan jimat tinju dengan kekuatan penuh langsung memukul wajah Xiao Chen yang sedang tertidur.


Bang!


”Mati saja kamu Xiao Chen! Ahh! Ahh! Ahh!" Hua Ning Bing melihat Xiao Chen meluncur sambil memuntahkan darah, bahkan kepalan tangan Hua Ning Bing sampai memgeluarkan asap.


"Oi ! Kenapa kamu memukul ku! Apakah kamu tidak tahu bahwa aku sedang capek!" Xiao Chen langsung berdiri dan menatap ke arah Hua Ning Bing ganas.


"Apa magsud mu! Kamu sedang ngelantur apa tadi!” Hua Ning Bing mendekati Xiao Chen dan menerjangnya sehingga Xiao Chen terjatuh dan di atasnya ada Hua Ning Bing yang sedang menunggangi, setelah itu Hua Ning Bing melanjutkan lagi perkataannya tetapi suaranya sedikit direndahkan. ”Apa maksudmu bahwa pantatku begitu gemuk ingin sekali memegangnya! Kamu mengatakan seperti itu membuat aku malu!”


Xiao Chen langsung terpana dia sepertinya kalau tidur selalu ngelindur yang sangat tidak masuk akal, akan sangat merepotkan jika ada seorang yang tidak dikenal mendengarkan dirinya melantur yang sangat tidak senonoh.


Xiao Chen langsung mencoba menenangkan hatinya dia menatap wajah yang sangat halus dari Hua Ning Bing. Setelah itu, Xiao Chen tersenyum dengan lembut, “Aku merindukan mu. Mungkin ini efek dari ku yang belum melihatmu selama satu minggu."


Hua Ning Bing yang tadi awalnya sangat panas tiba-tiba hatinya luluh seperti es yang mencair, bahkan di atas kepalanya keluar asap dengan wajah yang sangat pemarah langsung kepalanya membenamkan ke dada Xiao Chen.


"Kamu sungguh pintar untuk memutarkan kata-kata.” Pasalnya Hua Ning Bing juga merindukan Xiao Chen, jika dulu ketika baru pertama kali melihat Xiao Chen, dan jika Xiao Chen mengatakan gombalan seperti itu dirinya masih tidak begitu terganggu maupun tergoda. Hanya saja sekarang Entah kenapa banyak kata-kata seperti itu tiba-tiba hatinya langsung manis dan menjadi luluh.

__ADS_1


Xiao Chen mengusap-usap punggung Hua Ning Bing dengan lembut dan dia membiarkan kedua wanita itu melihat bagaimana Hua Ning Bing seperti anak kecil.


Peri Xuanyi sungguh sangat tahu bagaimana sifat Hua Ning Bing yang keras kepala dan Arogan. Hanya sekarang setelah melihat Hua Ning Bing begitu imut seperti anak kecil, akhirnya mau tidak mau menatap Xiao Chen.


Pemuda inilah yang bisa merubah sifat dari awalnya galak menjadi sangat lembut.


“Uhukk!" Peri Xuanyi langsung terbatuk sehingga dunia yang pada awalnya hanya dimiliki mereka berdua langsung buyar.


Hua Ning Bing merapikan rambutnya dan menatap ke arah Peri Xuanyi. "Ini adalah Xiao Chen. Orang yang aku sebutkan.”


Xiao Chen juga berdiri dan menatap wajah menawan dari Peri Xuanyi. ”Halo saya Xiao Chen salam kenal.”


“Peri Xuanyi!” peri Xuanyi mengangguk dan menatap ke arah Yun Wuxin.


Xiao Chen ingin menjawab, tapi keduluan sama Yun Wuxin, ”Kami adalah pasangan belum lama ini. Yahh mungkin hanya satu hari kita meresmikan hubungannya."


Xiao Chen bergegas untuk membuat pelajaran kepada Yun Wuxin, tapi bajunya langsung ditarik oleh tangan halus dari Hua Ning Bing. ”Sttt biarkan saja, dia juga udah mempunyai niat yang sangat besar untuk merawat Xiao Renfeng agar menjadi Ibu yang sesungguhnya. Lagipula dia sangat cocok menjadi Ibu bagi Xiao Renfeng.”


Yun Wuxin melihat Xiao Chen tidak berkutik akhirnya diam-diam menang di dalam hati. Dia diam-diam berkata di dalam hatinya bahwa Kaka perempuan kelima sangat rendah hati dan berinsiatif untuk membantu adik ke enam agar bisa mendekati Xaio Chen.


"Eaa!! Eaa!” Ruangan itu terlalu sangat bising sehingga Xiao Renfeng yang sedang tertidur langsung terbangun sambil menangis. Otomatis Yun Wuxin langsung melepaskan bajunya dan memamerkan gunung yang besar itu dan tonjolan yang berwarna pink langsung dimasukkan ke dalam mulut kecil Xiao Renfeng.


Xiao Chen melihat Yun Wuxin sedang menyusui Xiao Renfeng dan melihat benda yang begitu elastis seketia melongo, tapi tiba-tiba Hua Ning Bing marah langsung mencolok kedua bola matanya hingga berdarah-darah.

__ADS_1


"Ahhh mataku!" Xiao Chen mringis sambil berguling-guling di tanah.


Malam Hari!


Di gubug Peri Xuanyi yang besar, akhirnya mereka semua langsung beristirahat di kamar masing-masing. Untuk Xaio Chen, dia tidur bersama Hua Ning Bing. Peri Xuanyi sendirian fan Yun Wuxin di kamar pojok sambil menemani Xiao Renfeng.


Di dalam kamar, Xiao Chen tertidur sambil memeluk tubuh berisi dari Hua Ning Bing. Bahkan Hua Ning Bing menikmatinya dengan tersenyum lembut.


Membalikkan tubuhnya, Hua Ning Bing saling bertatapan dengan Xiao Chen tanpa pikir panjang mencium.


Melepaskan ciumannya, Hua Ning Bing berbisik, "Xiao Chen apakah kamu jika ingin menjadi bayi yang dimanja?”


"Apa magsud mu?" Xiao Chen bingung sambil menelan air liur Hua Ning Bing dengan nyaman.


”Jangan banyak tanya, tinggal Iya atau Tidak!" wajah Hua Ning Bing sungguh merah.


Xiao Chen pun bingung, tapi dia langsung mengangguk. ”Iya," jawab Xiao Chen.


Begitu diucapkan, Hua Ning Bing serius dan langsung bangung dan dadanya didekatkan ke wajah Xiao Chen lalu membuka sehingga bola yang bulat dan indah terlihat oleh mata telanjang.


"Nah minum susu ini dari sumbernya, susu ini aku persembahkan untuk mu!" bisik Hua Ning Bing.


Xiao Chen mengangguk dan meminum susu dari sumber Hua Ning Bing dan alhasil mereka semua melepaskan bajunya dan menikmati musim semi sampai pagi.

__ADS_1


__ADS_2