Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Gagal Ciuman


__ADS_3

Bab 54 Gagal Ciuman


Xiao Chen setelah beristirahat sebentar, langsung mengeluarkan beberapa tumbuhan yang akan dijadikan obat ketahanan percintaan.


Bahan yang digunakan cukup mudah seperti jeruk hutan yang masih memiliki warna hijau dan kandungan asam yang tinggi, batang pisang yang masih muda. Kemudian yang terakhir adalah tumbuhan tongkat Ali/Pasak Bumi.


Xiao Chen setelah sudah menyiapkan bahan itu, langsung menggunakan formula yang telah di edit dengan cara dirinya. Yaitu mencampurkan alat vital monster yang telah diburu pada waktu itu.


Peniss monster yang cukup besar, langsung Xiao Chen di tumbuk mencampur menggunakan batu hanya membutuhkan beberapa saat, akhirnya semua bahan sudah tercampur.


Karena waktu tidak memungkinkan untuk mengeringkan bahan ini dibatas atap, Xiao Chen langsung menggunakan jiwa pendekarnya untuk mencoba mengeringkan dan menyempurnakan obat ketahanan percintaan.


"Swosh!"


Tangan Xiao Chen langsung mengeluarkan aura jahat berwarna merah langsung menyelimuti bahan yang ingin di cetak.


Xiao Chen baru pertama kali melihat Aura jiwa pendekarnya, dia sepertinya memiliki jiwa yang ganas seperti monster. Mungkin jiwa ganas ini ada hubungannya dengan pengorbanan monster untuk dijadikan sebagai kekuatannya sehingga Xiao memiliki jiwa ganas seperti monster.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, obat itu akhirnya sudah di cetak menjadi beberapa bagian kecil-kecil. Xiao Chen akhirnya menyeka keringat di dahinya.


“Akhirnya selesai, sekarang saatnya beristirahat dan mulai menjual ke Murid keesokan harinya.” Xiao Chen tersenyum lebar. Kemudian langsung mengambil obat yang sudah dibuat langsung dikumpulkan menjadi satu.


Setelah sudah beres, Xiao Chen terlentang dan memikirkan dari pertama datang ke dunia ini sampai sekarang penuh liku-liku. Tidak mempunyai jiwa pendekar membuat di hina. Akan tetapi semakin dihina, semakin kuat ketahanan Xiao Chen.


Sekarang sudah memiliki kekuatan berkat barang warisan yang ditemukan tidak sengaja, hanyalah sebagi pendorong dirinya bisa bertahan hidup di dunia yang kejam.


Namun dia yakin bisa menjadi generasi terkuat di dunia ini dengan mengandalkan warisan Jiang Chen dan Gu Qinseng. Untuk maslah Pedang usang, sudah mengetahu kekuatan pedang itu, akan tetapi belum sepenuhnya di gunakan hanya ketika waktu yang mendesak saja.


“Hmm aku yakin dimasa mendatang akan menjadi raja yang melegenda!” Xiao Chen mengepalkan tangannya sangat erat beberapa saat.

__ADS_1


Setelah itu, dia memejamkan mata untuk menunggu keesokan harinya.


~


~


Xiao Chen tertidur sangat pulas. Dia memakai selimut sutra yang cukup hangat sehingga udara yang dingin itu, tidak mudah menembus kulitnya. Apalagi gubuk depan hany ditutupi anyaman bambu saja, sehingga masih ada kemungkinan untuk angin dingin malam bisa menyusup.


Sayangnya, Xiao Chen memiliki selimut sutra yang lembut dan sangat hangat. Selimut ini Xiao Shi yang memberikan kepadanya.


Walaupun kasur sungguh kaku dan keras, jika masih ada selimut yang hangat bagi Xiao Chen tidak akan masalah tidur masih nyenyak.


Sampai pada suatu waktu, saking nyenyak nya, Xiao Chen tidak menyadari bahwa sudah menunjukkan waktu pagi. Dan anehnya Su Xing memasuki ke gubuknya tanpa mengetuk dan itu adalah perilaku yang tidak sopan.


Saat ini, Su Xing sudah tiba-tiba disampaing Xiao Chen sambil memandang wajah tampan yang masih kekanak-kanakan.


"Tck!"


Tangan halus Su Xing ingin sekali memegang wajah tampan yang masih kekanak-kanakan dari milik Xiao Chen.


Mata Su Xing terpejam sedikit menstabilkan tubuhnya dan tiba-tiba membuat langkah yang sembrono. Yaitu dia menggunakan jiwa pendekarnya agar Xiao Chen tertidur lebih nyenyak sehingga Su Xing dengan mudah memandang wajah Xiao Chen dengan puas.


Setelah menggunakan jiwanya, Su Xing wajahnya mendekati wajah Xiao Chen yang saling berhadapan.


Su Xing menatap wajah Xiao Chen tanpa berkedip dengan sangat dekat. Bahkan Su Xing mencium hembusan nafas Xiao Chen dengan perasaan menyegarkan.


Ini adalah wanita yang sedang dilanda jatuh cinta. Meskipun bau nafas Xiao Chen tidak menyegarkan karena tidur, namun bagi Su Xing tidak maslah. Su Xing terus menerus menggunakan energi jiwa pendekar untuk bisa memandang wajah Xiao Chen dari dekat.


Sehingga pada suatu saat, pikiran gilla Su Xing menyerang. Dia berniat mencium Xiao Chen sehingga pada waktu itu, Su Xing memiliki wajah yang sangat merah dan sambil melihat sekeliling mengantisipasi jika ada sesuatu yang tak terduga.

__ADS_1


”Tsk jangan salahkan aku murid bodoh karena kamu begitu kaku!” Menggertakkan giginya, wajah Su Xing langsung mendekati ke Xiao Chen sangat dekat bahkan jantungnya berdebar-debar sangat cepat.


Bibir merah yang sangat sexy itu, ingin mencium bibir Xiao Chen yang sedang tertidur lelap. Setidaknya hanya berjarak 4cm Su Xing akan mencium bibir Xiao Chen dengan sukses akan tetapi tiba-tiba di atas atap tiba-tiba, jebol dan pada saat itu, Liu Shen terjatuh dan terjun di atas perut Xiao Chen.


Xiao Chen pada saat itu, sedang bermimpi akan mencium Jenie BlackPink, tiba-tiba di mimpi itu perutnya tanpa sebab di tabrak kereta sehingga saat detik itu juga, Xiao Chen langsung terbangun.


"Engah!"


Perut Xiao Chen tertimpa tubuh Liu Shen sehingga merasakan rasa sesak yang amat luar biasa dan matanya melotot hampir keluar dari tempatnya.


Di sisi lain, Su Xing sepertinya kucing sedang terinjak ekornya langsung bergidik merinding dan berdiri di tempatnya.


Setelah melihat Liu Shen terjatuh dan menimpa perut Xiao Chen, dia langsung menjauh Xiao Chen jarak satu langkah kaki.


Kamu sungguh sembrono! Merusak rencana guru ini! Setidaknya itulah yang dipikirkan Su Xing setelah melihat Liu Shen terjatuh dari atap.


Di samping Liu Shen sekarang wajahnya jelek dipandang karena hanya ingin mengikuti Su Xing dan mencoba mengintip dari atas. Akan tetapi entah kenapa di sampingnya ada kulit pisang sehingga tanpa sadar terinjak dan jatuh. Dia tidak tahu bahwa atapnya sangat rapuh pada akhirnya jatuh dan menimpa perut Xiao Chen.


“Uhukk! Uhuk! Apa yang sudah kalian lakukan!” Xiao Chen meraung seperti kucing oren ingin mencakar-cakar wajah Liu Shen dan Su Xing.


“Aku....” Liu Shen bingung ingin berkata apa. Dia sungguh menyalahkan kepada kulit pisang yang tergeletak di sampingnya.


Melihat Liu Shen tidak menjawab, Xiao Chen langsung berkata: ”Menyingkirlah, sungguh berat."


”Uhh!" Liu Shen menggaruk kepalanya. Kemudian, langsung menyingkir dari atas perut Xiao Chen.


Wajah Xiao Chen sungguh murung. Dia ingat bahwa di mimpi itu, ada Jenie BlackPink hendak mencium dirinya akan tetapi, tiba-tiba mimpi yang sempurna akan dirusak oleh Liu Shen lucknut.


Setelah melihat Liu Shen sudah tidak duduk di atas perutnya Xiao Chen berkata kepada Su Xing.

__ADS_1


”Guru kamu juga kenapa berada di sini?”


__ADS_2