
Bab 105 Membunuh Xu Qingxuan
“Suami, karena kamu menyukai beberapa harta untuk dikoleksi, maka aku akan merampas beberapa harta yang sekiranya kamu suka.” Wenren Wushuang kemudian membuat postur akan tinju seperti olahragawan.
“Humm kamu! Masa kalah sama wanita," ucap Wenren Wushuang sambil menahan nafas untuk mengeluarkan beberapa energi dialirkan kedua tangannya sehingga jurus Lotus biru itu terakumulasi.
Xu Qingxuan mendengus. “Jangan sombong dulu! Aku memiliki beberapa bawahan yang banyak kamu hanya berlima. Untuk melawanmu sungguh sangat mudah.”
Cepat serang dia!
Woshh!
Wossh!
Dua bawahan gagal untuk mencelakai Wenren Wushuang, maka dia memerintahkan lusinan untuk menyandera nya.
Wenren Wushuang langsung berlari sambil melakukan manuver dan menghindari lusinan bawahan dari komplotan Xu Qingxuan.
Hiya!
Bam!
Engah!
Crack!
Wenren Wushuang menghindarinya cukup mudah. Bahkan sekali-kali, meninju beberapa punggung dan ada juga yang mengalami patah tulang akibat serangan tinju Lotus biru.
“Sial Nona Xu! Dia berapa banyak kita melawannya maka akan direduksi menjadi karung pasir!” Ada satu bawahannya yang mundur tanpa berpikir panjang karena melihat rekan-rekannya pada patah tulang dan muntah darah akibat ditinju oleh wanita cantik itu.
“Ahhhh kalian sampah! Cepat gunakan kartu as kalian semua untuk menyerbu wanita jalaang ini!" Xu Qingxuan meraung karena tidak puas bahwa dia berpikir sendiri adalah orang yang memiliki kekuatan di atas rata-rata. Tidak diduga di luar sana masih ada orang yang kuat walaupun tidak mengandalkan artefak seperti dirinya.
Bahkan, dia sendiri menyembunyikan bahwa artefaknya sudah hilang akibat dirampas oleh pemuda bertopeng itu. Jika para bawahannya mengetahui, mungkin saja akan membunuhnya. Karena dari dulu para bawahannya hanya takut artefak yang dipegang oleh Xu Qingxuan.
Akhirnya lusinan bawahannya langsung menggunakan kartu AS untuk membunuh Wenren Wushuang.
Guarrr!
Suara gemuruh yang sangat menakutkan akibat semua komplotan dari Xu Qingxuan, mengeluarkan kartu As-nya dan diarahkan kepada Wenren Wushuang.
Wenren Wushuang matanya menyipit dia yakin bahan tidak bisa menahan semua serangan dari para komplotan Xu Qingxuan. Tanpa disadari dia melirik ke Xiao Chen.
Xiao Chen akhirnya bergegas maju untuk menghindari serangan dari lusinan para komplotan Xu Qingxuan.
Bam!
__ADS_1
Mereka semuanya menghindar secara masing-masing, mengakibatkan ledakan seperti gunung sehingga beberapa radius ratusan meter langsung hangus akibat serangan gabungan dari komplotan Xu Qingxuan.
Engah!
Xiao Chen memeluk tubuh Wenren Wushuang sambil berguling-guling di tanah tak terhingga karena akibat hempasan gelombang dari serangan gabungan begitupun Yang Zhiqing dan Mi Qiongqi mereka semuanya saling meloncat sangat jauh menghindari serangan yang sangat menakutkan itu.
“Hahaha kalian rasakan! bagaimanakah berani mencoba meremehkan pihak kami! Bisa-bisanya kalian yang berlimap sungguh sangat sungguh untuk menyerang lusinan bawahanku!”
Xiao Chen langsung mengamankan Wenren Wushuang dan dia meminta agar menjauh lebih agar tidak terkena dampak serangan.
Xiao Chen mencoba berdiri sambil menatap ke arah Xu Qingxuan.
“Kamu hanya berlindung di balik kelompok preman itu sungguh sangat bangga! Aku yakin, aku bisa membunuhmu jika lawan satu persatu!” Xiao Chen berteriak.
“Diam kamu! Cepat bunuh pemuda tampan ini!” Xu Qingxuan memerintahkan bawahannya untuk membunuh Xiao Chen.
Swosh!
Sring!
Uhhh!
Serangananya sungguh sangat cepat sehingga Xiao Chen hampir saja terpenggal. Untungnya dia melompat kekanan sehingga tembakan itu, mengenai tanah sampai retak.
“Kamu menghindari cukup baik, carikan diri dari seranganku hahaha!" Bawahan Xu Qingxuan tertawa menghina langsung menggunakan tangan kirinya untuk menampar wajah Xiao Chen sungguh sangat keras.
Tidak disangka tamparan itu hanya berbalik ke arah dirinya sehingga bawahan Xu Qingxuan tiba-tiba pergelangan tangannya langsung patah dan mengalami cedera.
Xiao Chen langsung mengeluarkan pedang usang berwarna hitam untuk memotong tubuh bawahan itu.
"Huhh kamu sungguh menganggap bahwa kamulah yang superior! Sekarang mati!"
Sring!
Akibatnya, serangan pedang itu langsung memotong bawahan dari komplotan itu menjadi beberapa bagian.
Darah yang menempel di pedang usang langsung diserap dan dialirkan ke arah tangannya Xiao Chen.
Xiao Chen tanpa menunggu mereka untuk menyerang dirinya. Dia gunakan keterampilan seperti pada waktu memakai topeng karena akan diketahui penampilannya oleh mereka.
Sring!
Sring!
“Kamu mati, sekarang kamu... kamu... kamu... kamu kamu!”
__ADS_1
Xiao Chen memanen kehidupan para bawahan Xu Qingxuan sehingga ada juga sebagian langsung melarikan diri dan meninggalkan Xu Qingxuan.
Demi bertahan hidup, melarikan diri adalah jalan satu-satunya.
Xiao Chen melempar pedang usangnya seperti Boomerang dan mengenai beberapa kelompok sambil menyerap darah.
Jiwa pendekar level 16!
Bam!
Xiao Chen sudah membunuh lebih dari 20 Tetapi hanya menaikkan ranah pendekar satu tingkat saja. Kecepatan ini, bandingkan menggunakan teknik qultivisi ganda berbeda jauh.
Walaupun demikian, satu hari menaikkan satu ranah jiwa pendekar sudah tergolong sangat cepat. Jika para pendekar lainnya membutuhkan beberapa bulan untuk menaiki satu ranah jiwa pendekar. Dapat dikatakan Xiao Chen tidak berkantung menggunakan kultivasi ganda, dia masih jenius karena menggunakan teknik iblis kuno.
Pada bawahan Xu Qingxuan sekarang menjadi kacau akibat serangan yang sangat cepat dari Xiao Chen. Dia sendiri juga ingin melarikan diri hanya saja langsung dicegat oleh Xiao Chen.
“Kamu mau kemana? Sekarang apa yang telah aku katakan memang benar. Kamu hanya bersikap Arogan ketika memiliki banyak pendukung di belakangmu tetapi sekarang lihatlah! Dia pergi dan meninggal hanya menyisakan kamu sendiri, apakah masih bisa mengeluarkan kata-kata arogan seperti tadi?”
Xu Qingxuan melihat wajah yang sangat tampan Xiao Chen, merinding mendengarkan ancaman dan senyuman iblis dari dia. “Apa yang akan kamu lakukan kepadaku menyingkirlah!”
Xiao Chen menjejak adanya dia sehingga langsung terpelanting ke belakang cukup keras.
Bam!
Uhuk! Uhuk!
Xu Qingxuan langsung muntah darah dan dia belum tersadar bahwa kematiannya akan dekat.
“Bajingan kamu! Akan aku bunuh...”
Bang!
“Kamu tidak melihat kondisi sekarang. Kamu akan mati tetapi masih berkata arogan.” Xiao Chen tatapanya sinis dan dia mendekat lebih dekat wajah Xu Qingxuan dan membisikkan sesuatu.
“Ngomong-ngomong, sungguh keren dan aku menyukai Terima kasih kamu, aku bisa memiliki Artefak kalung itu. Hehehe!"
“Kamu!" Xu Qingxuan kaget dan menyadari bahwa pemuda tampan dihadapannya adalah orang misterius bertopeng.
“Tolong kembalikan kalung itu, jika kamu mengembalikan, aku bersedia merelakan tubuh ini selama seminggu penuh!"
Sring!
Xiao Chen tanpa pikir panjang, langsung memenggal kepala Xu Qingxuan.
“Walapun kamu perawan, tetapi aku tidak murahan!"
__ADS_1
Xiao Chen setelah membunuh Xu Qingxuan langsung menjarah cincin penyimpanan.
Mi Qiongqi terpukau. “Dia membunuh wanita gila itu sendirian! Aku tak menyangka dia juga kuat!”