Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Aku Tidak Ingin Berteman


__ADS_3

Bab 36 Aku Tidak Ingin Berteman


Xiao Chen setelah meluncurkan Ding San hingga cedera yang cukup parah dan sampai tidak sadarkan diri langsung tanpa berbasa-basi pergi meninggalkan tempat ini dia harus berfokus melatih teknik Penguatan Tubuh Kingkong.


Xiao Chen menggunakan jimat melompat diri langsung seperti dan mendarat sudah sekitar 50 meter dari Sekte Tanah Hitam.


Liu Shen sekali lagi terpana, dia baru pertama melihat orang yang terbang tidak menggunakan jiwa pendekar dan orang itu adalah orang yang menurut dirinya memiliki rasa keingintahuan yang sangat tinggi.


“Bagaimama mungkin?” Liu Shen memegang dagu yang tidak memiliki jenggot, kepalanya penuh tanda tanya karena semua itu, baru dilihat baru pertama kali.


Akhirnya karena memiliki rasa keingintahuan yang sangat tinggi, Liu Shen mencoba terbang dan secara sembunyi-sembunyi mengikuti di mana Pemuda tersebut akan mendarat.


"Sikat!"


Begitu Liu Shen meloncat terbang para pemuda yang sedang disekrumunan perpustakaan langsung menatap Liu Shen dengan curiga.


”Lihat, apakah peri kita terbang untuk mengikuti Xiao Chen?” Lima pemuda yang berkelompok salah satunya berbisik kepada kelompok lainnya.


“Aku tidak tahu, mungkin saja dia sudah puas di dalam perpustakaan untuk membaca, peri kita akan berlatih di suatu tempat.” Kelompok satunya langsung menjawab kemungkinan yang dia pikirkan.


Namun, dalam kelima kelompok tersebut, ada satu pemuda yang memiliki wajah hitam dan ada tompel di pipi bagian kiri dia berkata dengan curiga sangat tinggi. “Ini tidak mungkin apa yang kalian pikirkan tidak semudah itu apakah kalian menyadari, bahwa Pemuda Xiao Chen setelah meloncat terbang menjauh dari Sekte kita, tiba-tiba peri yang telah kita kagumi ikut terbang.”


“Ada satu kemungkinan yaitu mungkin peri kita, mengikuti Pemuda Xiao Chen.”


“Dafuq!” Kelima orang itu salah satunya memiliki perawakan yang kurus, dan berdiri langsung. Orang itu, mengutuk Pemuda Xiao Chen karena akibat ulahnya akhirnya dirinya terlalu banyak minum cuka dan cemburu.


Akhirnya kelima orang itu, langsung mengikuti Liu Shen secara sembunyi-sembunyi mungkin saja saling berjarak agar tidak ditemukan.

__ADS_1


Sementara itu, Xiao Chen sudah tiba di tempat padang rumput yang sedikit luas tapi di sebelahnya, ada beberapa hutan yang sedikit rimbun dan dicampuri ada air terjun yang sangat deras. Sehingga suara air terjun itu, cukup terdengar sekitar 60 kaki manusia.


Xiao Chen ingat dalam tahap teknik Penguatan Tubuh Kingkong, pada tahap lapisan manusia memiliki pengajaran untuk mengangkat berat benda sekitar 700 sampai satu ton sebuah benda.


Walaupun menurut Xiao Chen yang sudah memiliki jiwa pendekar level 6 untuk mengangkat berat 700 kilo sampai 1 ton, mungkin hanya diangkat saja tidaklah sulit melainkan gampang.


Namun, itu berbeda jika kamu mengangkat berat 700 kilo sampai 1 ton selama kurang lebih sekitar perjalanan 400 langkah kaki manusia selama 5 kali putaran tanpa berhenti.


Mungkin kamu Jika seperti itu akan tidak kuat baru saja mendapatkan setengah putaran sudah ngos-ngosan ini sama halnya Xiao Chen, Walaupun dia memiliki pendekar level 6 untuk memutar 5 kali selama 500 langkah kaki mungkin saja tidak terbiasa sehingga, melakukan tahap lapisan manusia harus bertahap.


Sekarang, Xiao Chen akan mempraktekkan mengangkat berat sebuah benda yang memiliki massa 700 kg dan memutar selama dua kali pada awalnya.


Itu saja dia melakukan pelatihan tersebut, membutuhkan cukup lama sehingga tanpa disadari karena langkah kaki yang terlalu lambat akibat berat suatu masa yang sedang dipikul, akhirnya tanpa disadari sudah menjelang sore.


Xiao Chen langsung melemparkan batu yang sangat besar dan menghela nafas panjang dan berkata: “Fyuhh, sedikit demi sedikit bisa merasakan bahwa otot-otot ku yang beresonansi dan menengang, membuktikan pelatihan teknik Penguatan Tubuh Kingkong sudah berjalan cukup lancar.”


Satu batang dupa berlalu, Xiao Chen seperti merasakan ada seseorang yang sedang memperhatikan dirinya, sehingga langsung menyipit tajam.


Xiao Chen melihat dari kejauhan di semak-semak samping air terjun seperti ada sesuatu yang bergerak-gerak sehingga langsung berteriak.


“Jangan sembunyi, siapa kamu! tunjukan hidungmu!"


Benar saja, setelah ucapan dilontarkan, di semak tersebut, Liu Shen langsung muncul dan mendekati Xiao Chen.


Xiao Chen seketika langsung mengeras wajahnya, dia sungguh menyesal untuk meneriaki. Mungkin, jika kamu tidak berteriak dan tidak menyuruh Liu Shen untuk keluar, mungkin saja kamu bisa menghindari dan berpura-pura tidak tahu sehingga bisa menghidari wanita tersebut.


Sekarang, Xiao Chen melihat wanita Liu Shen yang sedang mendekati ke arah dirinya, tidak tahu kata-kata apa lagi yang harus di ucapkan. Namun kamu tidak perlu panik, kamu hanya menjawab seperlunya saja jika Liu Shen berkata.

__ADS_1


Kemudian Xiao Chen mencoba berdiri dan tubuhnya kaku seperti pohon Willow kuno yang tidak mudah tertepa angin.


Xiao Chen berpura-pura bingung sambil sedikit menyipitkan matanya.


Di sinilah Liu Shen melihat keterkejutan dari Xiao Chen yang sepertinya bingung melihat dirinya akhirnya berkata, “Hallo aku adalah Liu Shen salah satu murid Sekte Tanah Hitam sama seperti mu.”


Xiao Chen menjawab: ”Halo aku Xiao Chen, Xiao Chen telah melihat senior!”


Liu Shen tersenyum lembut dan berkata lagi, “Kamu tidak perlu sopan, panggil saja aku Liu Shen.”


Sepertinya Xiao Chen salah mendengar, bahwa kamu di suruh untung memanggil Liu Shen tanpa setatus murid dan ini, membuktikan bahwa Liu Shen ingin lebih tahu tentang dirimu, jika kamu berada di samping Xiao Chen tentunya akan mengingat kan bahwa kamu jangan terlalu dekat dengan wanita, karena semakin kamu dekat maka semakin banyak masalah yang akan mendekat.


Lebih baik kamu berfokus pada tujuannya manjadi kuat dan melindungi keluarga Xiao. Kamu tidak perlu risau dengan kekuatan kamu, di masa dapan akan banyak wanita yang akan takluk di sellakangan.


Kini, Xiao Chen juga menduga seperti itu, sehingga langsung membalas sopan dan menggelengkan kepalanya. “Tidak, kamu adalah senior dan aku jenior akan merasa tidak pantas jika jenior ini memanggil seperti itu,”


Liu Shen akhirnya bingung dan berkata: “Apa masalahnya, jika kamu memanggil dengan sebutan nama satu sama lain, bukan kah semua murid akan menganggap kita adalah teman?”


“Teman ya? Tapi aku tidak ingin berteman,” kata Xiao Chen kemudian langsung berdiri dan berjalan kaki untuk menuju ke tempat gubuk barunya.


Liu Shen mengerutkan keningnya dan berkata dengan tenang, “Kenapa kamu menolak? Aku cantik, aku banyak penggemarnya, jika kamu menjadi teman ku bukankah itu bagus?”


Xiao Chen yang sedang berjalan, langsung memalingkan wajahnya dan berkata kepada Liu Shen sambil menggaruk kepalanya, “Ehehe walaupun kamu cantik, tapi bukan tipe ku. Tipe ku seperti ini....”


Liu Shen yang melihat Xiao Chen sedang berpikir keras akhirnya memotong pembicaraannya dan berkata. “Seperti apa tipe mu?”


Xiao Chen tersadar dan memukul kedua tangannya kebawah, dan berkata sangat semangat.

__ADS_1


“Tipe ku adalah wanita cantik yang seperti Mia Khalifa dan Mario Ozawa!”


__ADS_2