Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Bab 282


__ADS_3

Bab 282


Jiang Hongyan meronta-ronta, tapi cengkraman Xiao Chen sungguh sangat dan Jiang Hongyan tidak bisa mengelakkan.


Setelah keluar dari reruntuhan kuno melalui persimpangan dimensi, Xiao Chen dan Jiang Hongyan dari atas melihat gunung itu hancur dan melebur ke bawah. Monster-monster ikut tenggelam dan ada juga yang melarikan diri dari reruntuhan kuno.


Jiang Hongyan tertegun, mungkin jika tangannya tidak ditarik oleh Xiao Chen, mungkin dirinya akan ikut tenggelam dalam kubangan lava yang panas dan sepertinya dirinya melihat ada penghalang dari reruntuhan kuno yang memungkinkan tidak bisa dilalui.


”Sekarang kamu paham, 'kan? Jika kamu ingin hidup ikut apa yang aku katakan. Payudara besar tapi otak kecil, itu kamu.” Xiao Chen sedikit marah.


"Kamu bilang aku bodoh!” Jiang Hongyan tidak terima dan mengeluarkan kekuatan hawa dingin sehingga sebagain hutan ada yang gosong seketika berubah menjadi membeku.


"Dasar bodoh apakah kamu ingin membunuh mahluk tidak bersalah, kendalikan kekuatan mu!" Xiao Chen terusan memarahi Jiang Hongyan.


”Kamu masih memarahi ku!" Jiang Hongyan hampir mengeluarkan hawa yang lebih dingin lagi, tapi Xiao Chen menghentikan dan memperlihatkan ke Jiang Hongyan atas perbuatannya.


”Ini ....” Jiang Hongyan tersesat sejenak, hawa dingin yang dikeluarkan oleh dirinya sungguh sangat jahat. Bahkan dia sedikit kewalahan dengan kekuatan yang tiba-tiba dimiliki.


Xiao Chen mengangguk. “Jika kamu sudah tahu konsekuensinya, lebih berhati-hati di masa depan. Ayo ikutlah dengan ku ke desa Zhangjiajie.”


Kemudian Xiao Chen memberikan jubah violet Garden untuk dikenakan olehnya. Pada saat itu, tiba-tiba ada tiga orang yang terbang dan turun di samping Xiao Chen.


Tatapan mereka sungguh sangat serius dan wajahnya dialihkan kepada Xiao Chen. “Apakah kamu melihat dua orang dengan satu laki-laki setinggi remaja berumur sepuluh tahun, dan satu wanita yang memiliki pedang di punggungnya berumuran tujuh belas?”


“Aku tidak tahu, aku baru datang ke sini,” jawab Xiao Chen dengan tenang. Walaupun dia tahu siapa yang dimaksud dari mereka.


Mereka sedang mencari Li Shuangyan dan Du Yuanguang, namun mereka sudah meninggal ditangan Xiao Chen.


"Ayok Yun'er." Xiao Chen meraih tangan Jiang Hongyan untuk menghindar masalah jika mereka menemukan kebenaran bahwa dirinya lah yang sudah menghabisi mereka.


”Tsk! Kamu bajingan jangan memanggilku dengan sebutan itu!” Jiang Hongyan menggertakan giginya dan menunduk malu sambil mengikuti Xiao Chen pergi ke desa Zhangjiajie.


Tunggu!


Remaja dengan nama Ling Guang menghentikan Xiao Chen dan Jiang Hongyan.


"Ada apa kawan? Apakah Ada yang bisa saya bantu?” tanya Xiao Chen mengerutkan keningnya.


”Apakah benar-benar kamu tidak menemukan dua orang yang telah aku sebutkan tadi?” Ling Guang sungguh serius.


“Saya tidak tahu apa yang kalian sebutkan tetapi mungkin saja orang yang sedang kamu cari memasuki reruntuhan kuno dan terperangkap sampai sekarang.” Xiao Chen terbang dan diikuti oleh Jiang Hongyan.

__ADS_1


Ling Guang menatap dua lainya yang bernama Yi Luoyan, dan Yu Wan'er.


”Ini aneh, kita adalah kelompok pembunuhan yang sangat terkenal, bahkan dia tidak mengetahui logo yang terpampang jelas. Apakah dia benar-benar tidak tahu reputasi kita?” Tanya Yi Louyan dengan aneh.


Mereka adalah kelompok petulangan yang sudah lulus dari sekte tertentu dua tahun yang lalu, dia bergabung kelompok petualangan yang bernama Serigala Mengaum dengan logo kepala serigala yang memiliki taring sangat tajam.


Satu orang angota Serigala Mengaum, bisa berhadapan dengan setidaknya sepuluh orang bersamaan.


Maka dari itu, banyak para pendekar akan mengagumi kelompok petualangan itu, apalagi memiliki anggota yang sangat banyak dan misterius dan kehadirannya akan membuat hobeh yang melihatnya.


Tetapi Yi Louyan bingung setelah melihat dua orang itu yang sepertinya juga anggota kelompok petualangan yang tidak mengenali mereka bertiga.


Aneh tapi nyata.


Yu Wan'er juga mengangguk lembut dia memiliki mata penghacur di sebelah kirinya, jika penutup mata itu dibuka, maka kekuatan penghacur jika diaktifkan langsung memusnahkan sesuatu benda-benda.


Jika pendekar kuat terkena mata penghancur mungkin bisa menahan, tetapi efek sampingnya pusing, mual-mual, dan paling parah pingsan.


Mata penghancur memiliki pupil berwarna hitam seperti mata pada umunya. Hanya saja didalam pupil itu, ada garis jimat rune berwarna biru dengan bentung bintang kejora.


Banyak orang yang Iri dengan matanya sehingga ketika waktu kecil tidak banyak juga yang Ingin mencuri mengambil paksa mata penghancur itu.


Tergabung dalam kelompok petualangan Serigala Mengaum juga memiliki manfaatnya kamu akan aman dari pengejaran keluarganya.


Mungkin juga alasan karena dirinya tergabung dalam kelompok petualangan Serigala Mengaum, mereka tidak berani untuk mengambil mata kirinya.


Kini Yu Wan'er menatap kepergian Xiao Chen dan Jiang Hongyan, akhirnya ikut terbang dan mencegah Xiao Chen terlebih dahulu.


"Maaf jika saja lancang lagi, apakah kamu tidak mengetahui siapa kami semua?” tanya Yu Wan'er ingin tahun.


“Mohon maaf Nona, saya memang tidak tahu siapa kalian semua.” Xiao Chen berkata ringan dan melihat wajah cantik dari Yu Wan'er akhirnya seperti aneh, karena mata satunya ditutup seperti sedang melakukan cosplay Anime.


"Ahh jadi seperti itu. Kalau boleh tahu mau kemana kalian?” tanya kembali Yu Wan'er.


"Saya dari wilayah Gongsun dan ingin pergi ke desa Zhangjiajie karena ada suatu hal penting." Xiao Chen membalas dengan terburu-buru.


”Kebetulan kami berasal petualangan Serigala Mengaum, kami bisa membuka jasa sewa kepada kami semua untuk membantu rintangan. Apalagi di depan lagi sekitar tiga kilometer, ada lembah yang sangat berbahaya yang banyak monster beracun. Lembah itu adalah lembah Duyao.


Xiao Chen mengerutkan keningnya, "Apakah lembah Duyao itu sangat berbahaya?” Xiao Chen bingung sekarang dia sepertinya sudah bisa melawan lembah yang mereka disebutkan. Xiao Chen juga harus menolak karena bisa jadi ketika dirinya menerima jasa mereka, bukannya ada yang menolong dirinya dan Jiang Hongyan, begitu menjadi sebaliknya tiba-tiba keluar mesra sangat besar dan mereka bertiga tidak bisa melawannya sehingga, Xiao Chen tanpa bisa berbuat apa-apa langsung menolong.


”Itu sangat kuat, bahkan monster kecil-kecil saja ketika menggigit seorang pendekar maka bagian tubuh yang digigit akan melepuh dan hancur menjadi genangan daging busuk.” Ling Guang ikut berbicara, seperti kedua orang itu adalah orang yang baru pertama melihat luasnya dunia sehingga tidak tahu bahwa lembah itu sangatlah berbahaya.

__ADS_1


Hanya saja melihat kecantikan Jiang Hongyan, ada kejahatan yang terpendam di dalam tubuh Ling Guang.


"Maaf tapi aku menolak, aku akan pergi ke desa Zhangjiajie kita berdua saja. Ayo kita pergi, aku tidak ingin wanita ku yang lainya marah terhadap ku.” Xiao Chen menolak.


”Kamu!” Ling Guang marah sepertinya dia meremehkan kehebatan Serigala Mengaum.


Telat ketika sedang merah, penghalang bekas reruntuhan kuno pecah dan monster prajurit yang tak terhingga melebihi ratusan berhamburan dan berlari kesegala arah ke hutan.


Xiao Chen dan mereka semua juga kaget dan tatapanya sungguh khidmat.


Yu Wan'er tersenyum dan mencoba pemer terhadap Xiao Chen dan Jiang Hongyan.


Dia melompat mendekati Xiao Chen dan Jiang Hongyan lalu, berkata: ”Kamu berada dibelakang ku saja, aku akan memperlihatkan kekuatan ku.”


Roar!


Monster prajurit yang berbadan tinggi mengibaskan pedang raksasa kesegala arah sambil berlarian.


Ada tiga monster prajurit yang berlari menuju ke arahnya sehingga Yu Wan'er langsung menyerange menggunan pedang yang ramping itu.


Hiya!


Dang!


Tidak dia sangka bahwa monster itu sangat keras, sehingga akhirnya langsung mundur sambil menahan pedang raksasa itu agar tidak mengenainya.


Dang!


Yu Wan'er meloncat ke atas dan membuka penutup mata kirinya seketika mata penghancur diaktifkan langsung membuat satu monster yang menatap tiba-tiba terhuyung dan terjatuh.


Humpp kesempatan!


Yu Wan'er menyerang lagi dan mencoba memenggal monster prajurit itu, namun tiba-tiba dari kedua bola mata monster tersebut mengeluarkan tembakan laser.


Sring!


Pedang itu langsung menahan untuk menghalau mata leser dari monster prajurit, sehingga Yu Wan'er langsung berputar-putar di udara.


Dua teman yang lain berteriak bersamaan akan tetapi mereka juga sedikit kesusahan.


Xiao Chen yang melihatnya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, langsung beraksi.

__ADS_1


__ADS_2