Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Bab 205


__ADS_3

Bab 205


Xiao Chen tanpa pikir panjang langsung melesat terbang menggunakan Transformer Kickback sudah menjadi burung pagan raksasa.


Xiao Chen mendekati ke perahu dia melihat monster cumi-cumi sungguh besar berwarna biru dan memiliki kiloan cahaya berwarna biru juga yang sangat cemerlang.


Mungkin jika di malam hari, gemerlap cahaya biru yang dihasilkan oleh tentakel cumi-cumi itu, akan begitu sangat menakjubkan seperti gemerlapnya pasar malam.


Setelah mendekati perahu yang sedang ditunggangi oleh kelompoknya akhirnya Xiao Chen langsung memerintahkan Transformers kickback untuk menyemburkan api dari mulutnya.


Bom!


Semburan itu cukup terlalu besar walaupun monster cumi-cumi itu ukurannya lebih besar dari serangan api yang dilakukan oleh kickback.


Monster cumi-cumi itu, langsung merasakan ada yang tidak nyaman setelah disembur oleh Transformers kickback. Dia melambaikan tangannya yang sangat panjang seperti cambuk diarahkan kepada yang sedang bertranformasi berubah menjadi burung raksasa.


Swoshh!


Bang!


Xiao Chen seketika langsung meloncat ke atas punggungnya mengeluarkan sayap dan Transformers kickback terkena cambuk dari tangan cumi-cumi itu alhasil jatuh ke tanah dengan sangat cepat bahkan setengah sayapnya juga terpotong menjadi dua bagian.


Xiao Chen yang sudah terbang di atas langit langsung menggunakan keterampilannya dia menggunakan jimat api gagak emas.


Wush!


Seketika setelah menggunakan jimat gagak api emas itu, langit yang semula-mulanya indah seketika berubah warna menjadi emas dan api yang bergejolak itu langsung menghantam monster cumi-cumi.

__ADS_1


Rgrrrr!


Monster cumi-cumi itu terkena api emas yang dilakukan oleh Xiao Chen, seketika mengeluarkan suara geram yang sangat berat dan sangat menakutkan.


Matanya yang berukuran raksasa berwarna biru dan bercahaya langsung mengeluarkan listrik mencoba menyambar Xiao Chen.


Xiao Chen juga Melihat tembakan listrik yang begitu sangat dahsyat dan sangat cepat menghampiri dirinya, tentu saja langsung menghindar menggunakan jimat persimpangan dimensi sehingga sosoknya sudah di belakang kepala raksasa cumi-cumi.


Xiao Chen mengeluarkan pedang kesombongan surgawi langsung menikam dari belakang tanpa berpikir lama-lama.


Sring!


Tebasan itu, mengeluarkan cahaya biru yang sangat mengkilat hanya dua tebasan saja, kepala monster cumi-cumi itu terpotong menjadi dua bagian dan. Alhasil cairan hitam langsung menyembur menerpa Xiao Chen. ketika di bumi pernah menjuarai lomba renang tingkat Kadipaten sehingga untuk berenang di lautan yang dalam cukup bisa digunakan keterampilan berenangnya.


Xiao Chen tahu bawa monster berukuran raksasa itu, memiliki inti batu yang dijual mungkin saja mengandung nilai yang sangat tinggi.


Xiao Chen langsung terbawa hanyut jatuh ke lautan yang sangat dalam. Untungnya Xiao,


Walaupun sudah terkena air laut yang dingin inti monster tersebut masih merasakan rasa hangat setelah dipegang oleh tangan Xiao Chen. Itu membuktikan inti monster tersebut masih mengandung jejak kekuatan yang sangat tinggi.


Kemudian telah mendapatkan inti monster cumi-cumi itu, dia langsung menyelam naik langsung meloncat ke atas perahu.


“Kalian tidak apa-apa?” tanya Xiao Chen.


“Kami semua tidak apa-apa,” balas Wenren Wushuang.


“Ohh baiklah,” imbuhnya dengan perasaan lega. Menggunakan kekuatan pendekar untuk mengeringkan baju yang sedang dipakai sambil melanjutkan perkataannya lagi, “Ayo kita harus bergegas lebih cepat dan memberikan benda yang sedang diinginkan oleh putri dari keluarga besar.”

__ADS_1


“Apakah kamu mendapatkan barang yang dibuat oleh papan petugas asosiasi para resimen?” tanya Liu Ruyun terkejut.


“Iya, aku sudah mendapatkan,” angguk Xiao Chen tanpa melirik sedikit pun.


Setelah itu, Xiao Chen langsung menghampiri kelompok nya dan memberikan bunga penawar racun yang memiliki bentuk seperti bunga matahari.


“Apakah bunga yang kamu tunjukkan kepada kami adalah bunga yang sudah kamu ambil dari wilayah pulau racun itu untuk diberikan kepada putri keluarga besar?” tanya Yang Zhiqing sambil mendekatkan wajahnya begitu dekat di bunga penawar racun itu.


“Kamu benar. Ini adalah benda yang aku ambil tetapi ada tiga tangkai yang satu tangkainya, sengaja diberikan kepada putri keluarga besar dan dua sisanya aku disimpan untuk kalian semua agar bisa menahan racun lebih lama lagi,” jelas Xiao Chen.


“Wuahhh kamu sungguh sangat perhatian dengan semua wanita mu,” pikir Ye Tian sambil suam-suam kuku.


“Apakah kamu iri?” Jawab Xiao Chen dengan membusungkan dadanya, setelah itu berkata lagi: “Makanya kamu memiliki wajah yang tampan."


”Hahahaah!"


~


~


~


#Sisi Lain!


“Suami bagaimana ini! Apakah kamu tidak ingin melihat anak kita sehat,” ucap wanita dewasa sambil merengek dan memeluk lengan laki-laki paruh baya dengan cemas.


“Aku juga sudah memberikan tugas selama sepuluh tahun lebih, tapi tidak ada yang bisa mengambil benda itu, akan sangat lebih cepat jika ada orang yang bisa mengambil benda itu Fu pulau racun,” balas pria paruh baya sambil menghela nafas panjang.

__ADS_1


“Ayah. Ibu, aku sudah pasrah. Mungkin saja aku sudah ditakdirkan untuk hidup seperti ini sampai akhir hayat.” Ada wanita yang sangat cantik. Tapi, wajahnya pucat dan bibirnya sungguh hitam seperti arang. Bahkan lingkaran matanya seperti panda 🐼.


“Nak. Tapi ayah sudah berusaha mungkin semoga saja ada orang yang bisa mengambil tugas.” Pria itu menghampiri gadis cantik tersebut.


__ADS_2