Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Pertempuran (3)


__ADS_3

Bab 150 Pertempuran (3)


Xiao Chen meloncat terbang ke atas dengan mundur sambil melihat palu raksasa yang tidak berhasil menginjak dirinya.


Setelah palu raksasa itu gagal mengenai Xiao Chen, tiba-tiba item tersebut berubah menjadi pedang lagi dan terbang untuk menghampiri Xiao Chen.


Wush!


Xiao Chen menggunakan pedang kesombongan surgawi untuk melibas item aneh dari anggota Fraksi pembunuh surga.


Dentang!


Pedang item serbaguna langsung meloncat tak terkendali jatuh ke bawah dengan menjadi dua bagian.


Wuk!


Wuk!


Wuk!


Suara pedang itu yang jatuh ke bawah dengan berputar-putar sangat cepat dan menancap langsung ke tanah.


Setelah menancap ke tanah pedang yang asalnya sudah terbelah menjadi dua bagian langsung menyatu menjadi satu terbang kembali ke pemilik semula.


Hap!


Dugu Muchen langsung menatap dari kejauhan kepada Xiao Chen. ”Kita sedang berhadapan dengan Pemuda misterius. Dia memiliki berbagai senjata item yang berkualitas tinggi. Aku tidak tahu bagaimana dia mendapatkan berbagai senjata kelas tinggi sehingga mengakibatkan kita semua akan mengalami kesulitan untuk berurusan dengan pemuda bertopeng tersebut.”


Dugu Muchen terbang sambil di atas kakinya ada pedang serbaguna yang sedang menopang. “Tetapi kita memiliki jumlah anggota yang sangat banyak, seharusnya bisa membekukan pertahanan dari pemuda misterius tersebut dengan cara kita menculik wanita yang sedang menonton pertempuran ini.”


Seketika anggota lainnya mengangguk dan salah satu langsung melesat tajam untuk menghampiri wanita yang sedang menonton. Salah satunya adalah Chang'er yang memiliki paras lebih cantik daripada wanita lainnya.


Anggota fraksi pembunuh surga langsung melesat untuk menyandera Chang'er.


Hanya satu orang yang melesat menggunakan tombak yang disetiap gagangnya runcing bewarna hitam.


“Hahah gadis cantik, maaf kamu sandra agar pemuda bedebah memiliki celah untuk tunduk kepada kami semua!" Tombak itu langsung dikeluarkan untuk memukul kepala Chang'er.


Hanya saja Chang'er menarik pedang yang sudah menancap di tanah langsung menangkis tombak tersebut.


Dentang!


“Siapa sebenarnya kamu, tidak ada kualifikasi untuk menyanderaku!" Chang'er langsung menatap anggota yang memakai tombak hitam tersebut dengan sengit, “Aku akan melawan sekuat tenaga agar kamu tidak sembrono!"


Hiya!


Chang'er langsung menghentakkan pedang itu ke depan sehingga dia langsung terhuyung-guyung mundur dua langkah.


Cuakks!


Chang'er berlari untuk menyerang anggota itu dengan membawa pedang andalannya yang lumayan besar daripada pedang lainnya.


Hiya!


Chang'er ingin memenggal kepalanya dia. Tetapi pada saat itu, matanya melihat bahwa kelompok yang memegang tombak langsung menancapkan tombaknya sehingga membuat gempa yang cukup mengguncang seketika dari tombak itu mengeluarkan lesatan listrik yang menyambar dirinya.


Klarak Jeder!


Ahhh!

__ADS_1


Xiao Chen saat ini langung terbang Untuk menyerang kelompok yang sedang melakukan kejahatan terhadap Chang'er.


Wutz!


Dugu Muchen tidak membiarkan pemuda bertopeng itu menolongnya sehingga pedang serbaguna langsung berubah menjadi raksasa melesat kejam mengarah Xiao Chen.


Hanya saja pada saat ini, tubuh Xiao Chen langsung memasuki celah ruang dan Hanya sekejap sudah di samping pemuda yang memakai tombak itu.


Pak!


Jimat stune yang dipelajari dari Jiang Hongyan, langsung mengenai pantat satu anggota yang memakai item tombak hitam tersebut.


Orang yang memakai tombak hitam itu ingin menyerang Xiao Chen tiba-tiba seluruh tubuhnya langsung kaku tidak bisa digerakkan.


Bug!


Xiao Chen langsung menurunkan Chang'er dan melompat sangat jauh agar terhindar dari serangan kelompok fraksi pembunuh surga.


Tentu saja Xiao Chen sudah menyiapkan jimat peledak di sekitar anggota yang memakai senjata tombak tersebut.


Bam!


Bam!


Bam!


Alhasil dia langsung terkena bombardir jimat peledak sehingga seluruh tubuhnya babak belur dan mengeluarkan darah cukup banyak.


Dugu Muchen tidak membiarkan Xiao Chen lolos begitu saja langsung membelah item serbaguna itu menjadi sangat banyak dan menyerang sambil menghujani pedang ke arah Xiao Chen dan Chang'er.


Sring!


Sring!


Sring!


Hiya!


Bommmm!


Pedang artefak api juga digunakan langsung meloncat ke atas mengayunkan udara, seketika pedang artefak api memuntahkan api berwarna kuning langsung ingin menyambar tubuh Dugu Muchen.


Dugu Muchen langsung menggunakan jurus tinju pembelah angin.


Hiya!


Kepalan langsung ditujukan ke api tersebut dan membentuk kepala Naga raksasa berbentuk angin langsung melahap api tersebut.


Roar!


“Sungguh merepotkan! Jika seperti ini, maka akan butuhkan waktu lama untuk berurusan dengan mereka.


Xiao Chen langsung memutuskan untuk menggunakan jimat hujan petir yang sangat banyak.


Klarak Jeder!


Setelah itu langsung ada baut petir dari langit jatuh sungguh sangat banyak menembak para fraksi pembunuh surga.


Bom!

__ADS_1


Bom!


Bom!


Xiao Chen menggertakan giginya langsung menggunakan mata spiritual agar bisa mengetahui titik di mana keberadaan Hua Ning Bing.


Setelah sudah mengetahui titik lokasinya langsung menggunakan persimpangan ruang dan hanya beberapa sekejap sudah tiba di hadapan Hua Ning Bing sedang disandera menggunakan rantai besi.


Xiao Chen yang sudah tiba di hadapan Hua Ning Bing dan kebetulan sudah tidak mengaktifkan mata spiritual, langsung berlari untuk meraih besi itu agar bisa dipotong.


Hanya saja tiba-tiba ada formasi pelindung sehingga dirinya langsung terpental ke belakang 10 m.


Ahh!


Xiao Chen melihat ada cahaya bundar berwarna biru transparan yang sedang mengurung Hua Ning Bing.


“Kamu tidak bisa menolongku! Karena di sekelilingnya ada formasi pelindung!” seru Hua Ning Bing.


Xiao Chen langsung menyipit dan tanpa ber basa-basi menggunakan jimat persimpangan dimensi. Seketika sudah di dalam gelembung formasi raksasa tersebut dan menggunakan pedang usang untuk memotong yang telah mengikat guru tersebut.


Xiao Chen sebelum melarikan diri, dia menggunakan lubang hitam untuk menyedot sekawan resimen Black panther dan kelompok Li Fiju.


Setelah itu, Xiao Chen setelah sudah menghilangkan dia, langsung membopong tubuh Hua Ning Bing yang montok langsung tersedot lubang hitam dan dipindahkan di wilayah yang sangat jauh.


Wushh!


Hua Ning Bing dan Xiao Chen terhisap oleh lubang hitam sehingga beberapa kelompok faksi surga yang mendatangi tempat itu, sudah terlambat.


“Sial! Dia masih memiliki cara yang bijak untuk menyusup ke dalam gelembung formasi ini!” Satu kelompok yang memiliki keahlian dalam sihir formasi kepalanya bersungut-sungut karena marah. Dia tidak mengira sudah yakin memilih keterampilan formasi yang keren dan tidak mudah dipatahkan, ada pemuda yang bisa melakukan dan mematahkan formasi itu, sehingga dia menjadi marah.


Xiao Chen dan Hua Ning Bing yang telah tersedot oleh lubang hitam langsung dimuntahkan di tempat lain sambil terjatuh.


Akan tetapi, Xiao Chen langsung terjatuh dengan posisi salah kedua tangannya langsung mencengkram dua gunung kembar yang sangat besar sehingga seperti sedang merasakan rasa lembutnya slime.


Ahhh!


Hua Ning Bing mengeluarkan kata-kata yang membuat menjadi malu tanpa disadari.


“Maafkan aku ... aku tidak sengaja!” Xiao Chen langsung buru-buru berdiri dan melepaskan cengkraman dua gunung tersebut sambil tergagap.


“Tidak apa-apa. Dalam posisi yang sangat penting ini tidak peduli dalam hal melakukan itu yang terpenting selamat.” Hua Ning Bing berkata dengan serius langsung berdiri dan menepuk-nepuk debu yang menempel di bajunya.


Xiao Chen akhirnya lega dan meminta izin akar Hua Ning Bing menunggu terlebih dahulu di sini, ”Nona Hua, tunggu dulu aku akan melakukan sesuatu.” Xiao Chen pergi langsung untuk mencuri harta artefak serbaguna karena ini sungguh sangat menarik.


Xiao Chen memasuki celah ruang dan dia menyerang Dugu Muchen dari samping kiri.


Hap!


Hiya!


Bang!


Dugu Muchen langsung terhempas beberapa meter saja tetapi serbaguna yang masih berwujud pedang mencoba menyerang Xiao Chen.


hahahah!


Xiao Chen tertawa langsung menggunakan celah ruang legi agar tembakan pedang itu memasuki ruang dan dipindahkan langsung ke buku penyimpanan Jiang Chen.


“Aku mendapatkan atas hal yang sangat bagus. Terimakasih aku akan mengambilnya ini.” Xiao Chen setelah tersenyum langsung membuka ruang dan melarikan diri lagi.

__ADS_1


“Hey bajingan kembalikan Artefak aku!"


__ADS_2