Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Diancam


__ADS_3

Bab 208 Diancam


Yu Ruming menatap Chu Yan dengan terengah-engah.


“Ibu tidak mengira bahwa bocah bertopeng itu, sungguh sangat kuat. Dia juga memiliki monster peliharaannya!” Yu Ruming langsung berdiri dan mondar-mandir di kamarnya.


“Terus bagaimana ibu, apa yang harus dilakukan!” pikir Chu Yan dengan cemas.


Setelah itu, Yu Ruming menatap anaknya dan duduk ke kasur yang empuk. Dia berkata lagi kepada Chu Yan dengan pasti.


“Kamu tenang nak. Apakah kamu tidak tahu identitas Ibu?” tanya Yu Ruming dia tersenyum tipis.


“Hahaha aku ingat ibu! Ayo kita gunakan latar belakang sekte ibu, kita harus membunuh orang bertopeng itu jika kita ingin selamat!” Chu Yan juga gembira sehingga ingin sekali melompat-lompat.


“Kamu tenang nak, tapi kita harus berpura-pura terlebih dahulu kalau tidak ayah akan mengetahuinya,” ujar Yu Ruming langsung kembali ketempat perjamuan.


Klerek Jeglek!


Akhirnya Yu Ruming dan Chu Yan keluar dari kamarnya dengan sangat hati-hati setelah itu pergi untuk menemui Chu Pat Kai. Akan tetapi, mereka tidak menyangka dan tidak menyadari bahwa di area pojok kegelapan ada Chu Ritian yang sedang mengawasi.


Chu Ritian mengepalkan tangannya sangat erat. Dia sudah tahu bahwa mereka berdua memiliki niat busuk terhadap Chu Ning. Bahkan penculikan Chu Ning ada kaitannya dengan mereka.


Akhirnya dia juga pergi dengan hati-hati dan keluar dari rumah keluarga Chu. Pada saat itu, dia melihat Zhu Xuan yang sedang cemas seperti menantikan Chu Ning.


Akhirnya Chu Ritian langsung menghampiri dan berkata, “Ibu pertama, semoga saja kakak perempuannya pertama juga tidak apa-apa. Aku sudah yakin bahwa ini ada kaitannya dengan ibu kedua dan kakak perempuan kedua.”

__ADS_1


Zhu Xuan mengusap air mata dan menoleh ke arah Chu Ritian dan membalas, “Aku tahu. Tapi bagaimana aku bisa membongkar bahwa mere dalangnya.”


“Putra ini juga tidak tahu.” Chu Ritian menghela nafas dan mencoba memanggil Chu Pat Kai.


Tidak membutuhkan beberapa saat, akhirnya Zhu Xuan melihat dari atas ada bocah bertopeng yang sedang membawakan gadis yang dia kenali.


“Ahh! Ning'er!” Zhu Xuan penggembira tetapi tidak bisa membendung air mata yang tumpah.


Satu menit berlalu, akhirnya Xiao Chen sudah mendekati ke Zhu Xuan. Dia menyerahkan Chu Ning kepada yang bersangkutan.


“Nyonya. Anak Anda sudah selamat. Tapi sepertinya keselamatan tidak dipastikan. Aku sudah menebak bahwa di keluarga Anda ada tangan hitam yang mencoba melukai Nona Chu Ning,” jelas Xiao Chen.


Pada saat itu Chu Pat Kai juga mendekati ke arah Xiao Chen dan sangat berterima kasih. Tetapi Apa yang membuat dirinya terkejut adalah dia mengatakan keluarga sendiri ada tangan hitam yang mencoba mencelakai Chu Ning.


Xiao Chen hanya mengangguk saja dan tatapannya sedang mencari kepada Zhu Xuan dan Chu Yan, sepertinya dia tidak datang ke sini mungkin saja sedang pacaran makan pembunuhan selanjutnya.


Xiao Chen sudah tahu dengan bantuan semut dan lebah beracun, dia bisa menyelinap di setiap sudut rumah keluarga Chu.


Chu Pat Kai juga mengangguk dan memohon kepada Xiao Chen, “Aku hanya sekali saja meminta bantuan kepadamu lindungilah putriku sebelum penjahat itu ditemukan. Selama belum ditemukan kamu harus tidur di sini sebentar.”


“Tidak masalah,” angguk Xiao Chen yang terpenting dia mendapatkan hadiah yang lebih.


Pada saat itu, Xiao Chen menggunakan jimat informasi yang telah dipelajari dari Jiang Chen. Dia menulis kertas seketika kertas itu dengan darah dirinya langsung bercahaya merah langsung melesat sangat jauh pergi ke tempat di mana Wenren Wushuang dan lainya berada.


Xiao Chen meminta berharga di sekitar keluarga Chu dengan radius empat kolo meter karena takut terjadi apa-apa seperti membantu memusnahkan monster cacing yang tiba-tiba muncul menyerang keluarga Chu.

__ADS_1


~


~


#Malam Hari!


Xiao Chen sudah disediakan kamar untuk ditempatkan. Tapi dia juga masih belum tidur karena mungkin saja Yu Ruming atau Chu Yan.


Mungkin saja dengan insting yang sudah dipupuk dalam pertempuran, Xiao Chen bisa menebak jika saja malam ini mereka berdua datang menemui untuk memberikan sebuah tawaran.


Benar saja, ketika Xiao Chen sedang melamun sambil mengupil, Chu Yan datang dengan serius. Dia sudah memakai pakaian tidur yang sederhana, tapi wajahnya sungguh murka kepada Xiao Chen.


“Nona Chu. Tumben sekali sudah malam belum tidur? Apakah ada sesuatu sehingga malam ini masih terjaga?” tanya Xiao Chen.


“Jangan berbasa-basi. Aku datang kesini hanya ingin memperingatkan kamu untuk membantu Chu Ning. Jika tidak kamu tidak memiliki hati yang baik di kedepannya,” titah Chu Yan dengan sinis.


“Apa yang kamu katakan Nona? Aku tak paham?” Xiao Chen pura-pura bingung.


Tanpa mengatakan hal apapun, Chu Yan langsung menusuk perut Xiao Chen hingga berdarah. Dia memiliki item Artefak pedang tak terlihat sehingga Xiao Chen tidak menahu hingga perutnya tertusuk.


Chu Yan menyringai iblis dan menarik perang yang sudah terlihat.


“Akhirnya kamu mati." Tapi, senyuman itu tidak berlangsung lama setelah Xiao Chen langsung memenggal kepala Chu Yan tanpa berbasa-basi.


Setelah memotong kepala Chu Yan, pedangnya langsung ditusuk kepala dia langsung dibawakan kepada Yu Ruming untuk memamerkan bahwa anaknya sudah dibunuh.

__ADS_1


__ADS_2