
Bab 232
“Ini dimana ini ...,” Yang Zhiqing sedikit tersesat setelah lihat dekorasi ruangan yang sangat aneh Tetapi dia juga sudah tahu bahwa dirinya bukan lagi ditempatkan di dunia bawah. Yang Zhiqing langsung menggunakan sedikit energi pendekar untuk menyuntikkan jimat pelacak.
Sungguh terkejutnya dia karena rekan-rekan yang lain sungguh sangat jauh terlemparnya hanya saja yang berjarak dengan dirinya adalah Xiao Chen.
Jiang Bilan mendekati Yang Zhiqing dan duduk di sebelahnya langsung berkata dengan lembut, “Tempat ini dinamakan Sekte Dewa Perang. Aku melihat kamu jatuh dari atas langit langsung menghantam sekte ini.”
“Ahhh, kalo begitu maafkan aku,” Yang Zhiqing meminta maaf. Pada saat itu, setelah dirinya terbangun, banyak murid-murid yang melihat Yang Zhiqing. Bahkan tidak sedikit yang memujanya karena pada dasarnya Yang Zhiqing memiliki wajah yang cantik dan ada raut wajah ketidakpedulian sehingga banyak murid-murid menganggap Yang Zhiqing adalah titisan dewa.
Yang Zhiqing juga sudah diceritakan oleh Jiang Bilan sehingga dirinya cukup terkejut. Hanya menjatuhkan tubuhnya seketika membunuh kelompok penjahat berbahaya.
Yang Zhiqing sudah menjelaskan kepada Jiang Bilan dan Zhao Fujue, tapi sepertinya mereka tidak mempercayai sehingga dia tak berdaya.
Yang Zhiqing mencoba berdiri dan mengambil baju dari penyimpanannya, dia berdiri dan mencoba keluar dari ruangan itu.
“Apakah kamu sudah benar-benar sembuh?” Jiang Bilan mengerutkan keningnya.
“Ada rumor bahwa ketika kamu ingin sembuh, cobalah berjalan-jalan sebentar, walaupun tidak benar tapi setidaknya mata akan segar setelah melihat pemandangan.” Yang Zhiqing membuka pintu seketika banyak murid laki-laki yang bersorak.
Woooww!
Yang Zhiqing tidak bisa berkata-kata seperti tindakan itu sungguh berlebihan, bahkan Jiang Bilan dan Zhao Fujue tersipu malu dan ikut keluar untuk mengusir murid-murid tersebut.
Namun, pada saat itu suara fanatik dari murid, seketika berhenti karena mereka melihat ada satu pemuda yang cukup tampan berjalan mendekati Yang Zhiqing.
Yang Zhiqing hanya bisa menghela nafas panjang, tidak di sana, atau sini semua Sekte seperti mirip, murid yang lemah akan menyerah kepada murid yang jenius. Sekarang Yang Zhiqing melihatnya ada pemuda yang cukup menyilaukan dibandingkan dengan murid-murid lainnya.
Pemuda itu tegak seperti gorila, tapi ada aura kekuatan yang mengelilingi tubuh pemuda itu. Dia selalu tersenyum lembut, tapi Yang Zhiqing tahu bahwa pemuda itu hanyalah memasang wajah palsu agar mendapatkan tatapan menjilat.
Pemuda itu bernama Zhang Tianji murid jenius Sekte Dewa Perang nomer tiga. Perilaku cukup arogan dan haus pujian jika ada yang menjelek-jelekkan, Jika Zhang Tianji tahu maka orang itu sudah dipastikan akan tidak selamat.
__ADS_1
“Halo guru Jiang Bilan, guru Zhao Fujue, saya datang kesini hanya ingin melihat wanita itu yang sudah menyelamatkan sekte kita.” Zhang Tianji melirik Yang Zhiqing dengan kagum. Wanita didepannya cantik sebanding jenius pertama.
Meskipun demikian, Zhang Tianji sudah yakin bahwa Yang Zhiqing masih kalah dengan jenius pertama, dia tidak tahu tingkatan pendekar Yang Zhiqing karena memakai jimat tersembunyi. Sehingga dia mengira Yang Zhiqing masih lemah dan mudah untuk didekati.
“Halo nona sang penyelamat, nama saya Zhang Tianji, saya cukup terkejut dengan kehebatan Nona, hanya sekali jatuh, sekumpulan penjahat mati tak tersisa.” Zhang Tianji berkata hormat tapi ada aura arogansi.
“Hmmm nama ku Yang Zhiqing salam kenal.” Hanya tujuh kata yang dikeluarkan oleh Yang Zhiqing dan melanjutkan lagi berbasah-basahnya dengan Zhang Tianji.
Zhang Tianji cukup terkejut dan cukup heran tetapi inilah sifat wanita yang dia sukai memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi dan menganggap selain dirinya adalah hanya keberadaan yang tidak dikenal. Bahkan Zhang Tianji merasakan bahwa sifat dari Yang Zhiqing, seperti tak tersentuh dan jauh sangat jauh.
Namun, Zhang Tianji tidak akan menyerah begitu saja dia langsung memajukan perkataannya lagi, “Jika nona berkenan untuk melihat sekeliling sate ini maka saya akan bersedia untuk menemani nona. Bagaimana?”
“Hmm ... Baik.” Yang Zhiqing mengangguk secara diam-diam sepertinya menjadi putri dari sekte ini cukup bagus juga, sembari menunggu kedatangan Xiao Chen, kamu harus berpura-pura menjadi putri yang agung karena mereka semua sudah menganggap bahwa kamu adalah titisan Dewa yang terjatuh dari langit.
Minggir!
Zhang Tianji berteriak menginstruksikan agar murid-murid yang mengerumuni Yang Zhiqing, langsung membuka memberikan jalan.
Setengah jam kemudian....
Zhang Tianji sudah menemani Yang Zhiqing cukup lama, bahkan Jiang Bilan ikut menemani agar Zhang Tianji tidak melakukan hal senonoh kepada Yang Zhiqing.
Pada saat itu, kecantikan dan kesombongan pertama melihat dari kejauhan langsung mendekati ke arah Yang Zhiqing.
Cantik dan anggun. Bahkan dirinya yang memiliki paras cantik masih iri dengan kecantikan Yang Zhiqing. Tapi, Yang Zhiqing tidak tahu sehinga tidak peduli.
Pada saat itu, mereka semua tidak menyadari bahwa di atas langit ada sekumpulan kelompok penjahat yang masih satu dengan penjahat yang sudah dibunuh oleh Yang Zhiqing pada waktu itu.
Semua murid seketika wajahnya menjadi pucat seperti kertas karena di atas langit ada sekumpulan cahaya yang memunculkan beberapa orang yang mereka kenali.
Penjahat itu lagi!
__ADS_1
Yang Zhiqing dan yang lain seketika wajahnya menjadi serius.
“Bajingan siapa yang berani sekali membunuh kelompok-kelompokku?”
Tentu saja Yang Zhiqing tanpa pamrih langsung mengangkat tangannya dan berkata: ”Saya membunuh bawahan kalian tidak sengaja maaf, jika kalian tidak puas maka datanglah kepada saya kapan pun."
Seketika Jiang Bilan dan lainya menatap ke arah Yang Zhiqing dengan raut wajah yang tidak percaya, sepertinya Yang Zhiqing ini sungguh sombong dan sombong.
"Apakah kamu tidak takut, jika dia membawa orang lebih banyak,” Jiang Bilan berbisik dengan raut wajah tidak sedap dipandang.
“Kamu tenang saja, itu hal mudah untuk ditaklukkan," angguk Yang Zhiqing.
Pada saat itu, wanita yang memiliki nama Xie Yang akhirnya mendekat Yang Zhiqing, ”Saya akan membantunya Anda.”
~
~
Di rumah bobrok seketika Xiao Chen bangun dan menemukan bahwa Xian Miaomiao menatap ke arah dirinya tidak senang.
“Aku tahu, kamu hanya berpura-pura pingsan cepat bangunlah apa kamu tidak kasihan kepada kakek ku," dengus Xian Miaomiao sambil memeluk kedua tangannya.
Xiao Chen seketika terbuka matanya dan mencoba berpura-pura kesakitan sambil memerintahkan semut untuk menggigit pantatnya.
”Awwww ... gadis kecil, apakah kamu tidak kasihan, lihatlah pantat ku biru, aku sungguh berterima kasih kepada kakek mu telah menolong ku,” kata Xiao Chen sambil meringis pura-pura kesakitan dan memamerkan bokongnya yang biru.
Pff!
"Tidak seharusnya kamu memamerkan bokong kepada ku,” Xian Miaomiao memejamkan matanya. Tapi dua lubang hidung sudah mimisan.
"Aku hanya membuktikan bahwa aku tidak pura-pura pingsan saja," kata Xiao Chen.
__ADS_1