Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Immortal Demon Groto


__ADS_3

Bab 243 Immortal Demon Groto


Ye Tian menggunakan jimat bulu emas sekali lagi dengan kekuatan yang sedikit ditingkatkan. Tangan Ye Tian bercahaya seperti lesatan jaring-jaring pengail ikan.


Swosh!


Bang!


Tangan Lu Tiancheng seketika hancur tidak tersisa hanya menyisakan tangan bagian kiri saja, kemudian dia mundur beberapa langkah sambil menatap Ye Tian ngeri. Sepertinya Ye Tian tidak pandangan bulu, dia akan membunuh jika dia ingin.


“Bocah tengik! Kamu sudah bosan hidup apa?” Mengeluarkan tongkat emas yang di atasnya terdapat bentuk seperti garpu, Lu Tiancheng langsung menghunuskan tongkat itu.


“Pria tua seharusnya kamu hidup damai dan mengurus semua tentang cucu, tapi sayang orang seperti mu tidak layak. Kamu hanya layak mati lebih cepat dan mencium tanah!” kata Ye Tian marah sambil melambaikan tangannya dan jimat perlawanan diaktifkan sehingga ketika tombak besi itu mengenakan tangan Ye Tian, seketia terpental kebelakang dan mengenai wajah Lu Tiancheng.


Pak!


Lu Tiancheng menggerakkan giginya dia baru pertama kali melawan bocah yang sangat kuat sekaligus tidak mudah untuk disiplin.


Ye Tian juga mengeluarkan pedang biasa, hanya saja walaupun pedang biasa, tapi sudah ditanamkan beberapa jimat dari Xiao Chen. Ketika pedang itu dikeluarkan, Lu Tiancheng sedikit menghina.


Namun, adegan selanjutnya mata Lu Tiancheng ingin keluar dari tempatnya, karena dia melihat pedang biasa itu mengeluarkan api yang sangat membara.


Bom!


Ye Tian mencibir sambil tangannya menari-nari dengan gaya yang sangat indah, ketika pedang yang diselimuti api itu diarahkan Lu Tiancheng, dia selalu menghindar.


“Hahaha apakah kakek tua yang seperti ini saja kekuatannya! Sungguh sangat samp ..."


Pak!


Belum sempat menyelesaikan perkataannya, tongkat yang seperti gagang garpu, seketika melesat sangat cepat menghantam pipi Ye Tian hingga terhempas sebelas meter.


Ye Tian meloncat ke belakang sambil menghindari tongkat itu yang bergerak-gerak sendiri. Sepertinya Ye Tian sudah menebak bahwa item tongkat itu bisa dikendalikan jarak jauh oleh Lu Tiancheng.


Ye Tian mencibir tidak takut sama sekali, dia melompat terbang seketika menangkap tongkat itu sehingga Ye Tian terseret beberapa kali sambil menabrak tanah yang tidak rata.


Jimat bulu emas digunakan lagi dan Ye Tian menyuntikkan jiwa pendekar lebih banyak sehingga tangannya berubah bercahaya berwarna Emas yang sangat menyilaukan.


Warna emas itu sebenarnya warna yang sangat panas dan extrime, sehingga item yang sedang dipegang oleh Ye Tian lama kelamaan menjadi meleleh menjadi bara api.


Tentu saja Lu Tiancheng menyadari akan hal itu, karena dia bisa mengendalikan tongkat garpu, otomatis jika item tongkat ada masalah, dengan cepat mengetahuinya.


”Bocah tengik, apa yang kamu lakukan dengan tongkat ku!” Lu Tiancheng muram mencoba mengendalikan tongkat garpu raksasa,tapi Ye Tian masih memegangi tongkat garpu itu sungguh sangat erat sehingga Ye Tian terseret dan Lu Tiancheng sengaja menabrakkan Ye Tian kesebuah batu-batu dan tembok.


Bom!


Bom!


Ye Tian yang sudah terseret-seret menambahkan beberapa energi pendekar ke jimat bulu emas.


Hizzz!


Ye Tian mendengus dan kedua tangannya berubah menjadi emas yang bercahaya seketika melelehkan tongkat garpu itu menjadi dua bagian.


Crack!


Item tongkat garpu rusak, otomatis Lu Tiancheng tidak memiliki kendali atas hal itu, sehingga dia marah dan berlari menggunakan tinju tangan kirinya.


Bom!

__ADS_1


Ye Tian berjongkok sebentar sambil melirik Lu Tiancheng dengan sinis, setelah itu dia berdiri langsung tangan Ye Tian bercahaya biru meludahkan bongkahan Es yang sangat runcing mengenai kepalanya.


Sring!


Dahi Lu Tiancheng bolong sebesar bola kasti sampai tembus ke belakang, dia menatap kosong kepada Ye Tian. Lu Tiancheng mencoba menstabilkan tubuhnya tapi bagaimana kamu melakukannya akhirnya ambruk.


Bruak!


Lu Tiancheng akhirnya mati dan tidak bisa mati lagi.


Para murid tidak bisa berbuat apa-apa, untuk menolong pun, kesenjangan sangat besar. Hanya saja Ye Tian membunuh diaken Lu Tiancheng, maka kehidupannya tidak baik-baik saja. Terlebih lagi Qiu Feng juga terlibat, otomatis dia juga terancam.


Qiu Feng pikirannya sungguh sangat rumit. Dia tidak tahu masalah yang hanya sepele akan membuat menjadi seperti ini. Terlebih lagi status Qiu Feng apa? Sebenarnya dia hanyalah murid biasa yang sedikit cantik dan tidak terlalu mencolok.


Hanya saja sekarang terlebat dalam masalah yang sangat besar cuma memberikan makanan kepada Ye Tian lantaran kasihan.


Keluarga sendiri sudah tidak ada, alias Qiu Feng hanyalah orang yatim piatu. Tidak ada yang bisa diharapkan apalagi memeluk paha kepada orang yang kuat itu sungguh sangat mustahil.


Tubuh Qiu Feng ambruk dan menggelengkan kepalanya, sebagai murid biasa hanya dijadikan semut dan kematiannya juga tidak dipedulikan orang lain.


Ye Tian tahu akan hal itu, dia mendekati Qiu Feng dan berkata: “Tidak apa-apa, aku akan menjaga mu. Mungkin pemimpin ku bisa membawakan mu untuk melindungi.”


Ye Tian terus menerus menjelaskan kepada Qiu Feng bahwa pemimpin Xiao Chen sangat lah kuat, tapi Qiu Feng masih mustahil. Terlebih lagi seluruh Sekte jika membidik kepada dirinya sungguh mustahil untuk mengelak.


Benar saja, kematian Lu Tiancheng seketika membuat heboh. Zhang Yue yang sudah duduk di pojokan melihat kegaduhan itu, alhasl tersenyum jahat. “Hahaha ini sungguh sangat menarik, berani memprovokasi Diaken itu tidak tidak sopan. Tapi kamu sudah membunuh Diaken bukankah ini namanya keluar dari kandang harimau masuk ke kandang singa? Hahah!”


”Sejatinya kamu pantas mati!” Ye Tian melirik Zhang Yue seketika jimat Xu Qingxuan aktif hanya sekali tatap, leher Zhang Yue terputus.


Kepala Zhang Yue terpana, dia tidak tahu bagaimana dia meninggal yang pastinya sebelum kepala itu terlepas, Zhang Yue melihat mata Ye Tian tertuju kepada dan ... Kepala itu terlepas.


Lin Xian yang sudah kembali sadar, dan dia mendekati Zhang Yue seketika histeris setelah melihat Zhang Yue tanpa sebab diketahui lehernya putus dan meninggal seketika.


“Tutup mulutmu jika kamu tidak ingin mati!” Ye Tian mengangguk. Pada dasarnya Ye Tian adalah sombong dan arogan. Ketika dulu di masa puncak jeniusnya tidak ada yang berani menyenggol Ye Tian. Bahkan guru sekalipun akan dibunuh sangat mengenaskan Jika dia berani memprovokasi dirinya.


Setelah peristiwa yang membuat dirinya menjadi sampah, Ye Tian mengerti apa itu artinya menjadi putus asa. Dia langsung diajak dihina setelah kekuatannya hilang.


Namun setelah bertemu dengan Xiao Chen, dia mendapatkan kekuatan yang dulu hilang bahkan berkali-kali lipat lebih kuat. Sekarang setelah mendapatkan kekuatannya lagi, dia berani sombong. Hanya saja kesombongan itu digunakan kepada penjahat.


Para sesepuh Sekte Matahari Harum, langsung terbang mendekati jasad Lu Tiancheng yang sudah rusak di kepalanya.


Diaken ke dua berkata: “Kematian yang sungguh aneh, siapa yang berani membunuh Diaken Lu!”


Diaken ke empat juga nimbrung, ”Cepat katakanlah, jika tidak ada yang berbicara kalian semua akan dihukum!"


Murid yang sudah melihat kematian Lu Tiancheng, otomatis tahu siapa yang membunuh dia tidak membungkam bibirnya karena takut saja terkena hukuman alhasil mereka Langsung menunjukkan jarinya ke arah Ye Tian.


“Kamu membunuh Diaken Lu! Apakah kamu lancang?” Paksaan yang sangat Agung seperti sebuah gunung yang menimpa ke arah Ye Tian.


Uhhh!


Ye Tian canggung, dia berusaha keras untuk melawan paksaan yang sangat agung ini.


Menggunakan jimat anti gravitasi, masih tetap saja dia ingin berlutut.


Kemauan Ye Tian sungguh sangat tinggi, dia langsung berusaha sangat keras untuk tidak terjatuh berlutut mencoba berdiri sambil memuntahkan darah.


”Bajingan aku tidak merasa bersalah tidak pantasnya aku berlutut!" Diatas langit banyak formasi petir yang tiba-tiba bermunculan langsung mencoba membombardir para diaken.


Bom!

__ADS_1


Bom!


Engah!


Ye Tian terbebas dari paksaan itu, tapi seluruh area sangat kacau akibat hujan petir, Ye Tian kemudian meloncat untuk meraih tubuh Qiu Feng.


“Ayo kita pergi!”


Ye Tian melarikan diri sambil membawa Qiu Feng yang sudah pingsan langsung di gendong di punggungnya.


“Kamu tidak bisa melarikan diri!” Diaken nomer dua melambaikan tangannya, seketika memunculkan simbol merah dengan bentuk salib seketika meludahkan sinar merah yang sangat jahat mencoba menerjang Ye Tian.


Bom!


Engah!


Ye Tian meraih Qiu Feng untuk dipindahkan ke depan alhasil punggung sendiri terkena tembakan itu sampai meluncur sangat jauh menabrak pepohonan dan berguling-guling sambil memeluk tubuh Qiu Feng.


Bom!


Bom!


"Aku tidak tahu jika kalian berkata aku Naif, karena menyelamatkan Qiu Feng, tapi kalian tidak tahu bagaimana rasanya aku menemukan wanita cinta pandangan pertama!" Ye Tian langsung terkapar sambil melepaskan Qiu Feng di sampingnya yang masih belum sadarkan diri.


Setelah terkapar, ada hujan bewarna biru yang sangat menakutan ingin menghantam Ye Tian.


"Tidak baik!” Satu jimat angin topan dikeluarkan seketika angin yang sangat besar itu muncul dan menghantam energi hujan berwarna biru yang mengerikan itu.


Bom!


Karena Ye Tian adalah yang terlemah dari anggota yang lain, sehingga akan masuk akal sekarang dalam posisi yang sulit.


Ye Tian terhuyung-huyung setelah tetepa gelombang angin. Dia meraih Qiu Feng menyelinap pergi menggunakan retakan ruang.


“Sungguh sangat menarik anak ini, dia sudah menguasai hukum ruang. Secepatnya aku bunuh dan ambil jurus itu." Diaken nomer dua yang bernama Shi Hao tersenyum serakah langsung melesat sangat cepat.


Kecepatan Shi Hao sangat mencengangkan, setelah Ye Tian keluar dari retakan ruang, dia sudah menunggu di hadapannya.


“Hahaha kamu bocah, tidak bisa melarikan diri dari hadapanku!” Shi Hao tangannya membuat kepalan langsung diarahkan kepada wajah Ye Tian.


Jimat serangan balik aktif.


Bang!


Tinju Shi Hao sungguh sangat menakutan, sepertinya dia mencoba membunuh Ye Tian sekali serang. Akan tetapi dia tidak mengetahui bahwa Ye Tian memiliki jimat serangan balik sehingga akibat kejutan yang sangat besar, Ye Tian maupun Shi Hao terpentang menjauh selusin kilo meter.


Ye Tian terkulai lemas dia mencoba bangkit dan menyelinap untuk mengambil Qiu Feng kembali. Setelah sudah mengambil Qiu Feng, Ye Tian tiba-tiba menemukan sebuah perbukitan yang sangat mendung dan itu sungguh sangat menakutkan. Jika pegunungan itu adalah di dunia bumi, jika ingin kencing saja akan ketakutan.


Ye Tian setelah sudah sampai di pegunungan itu, menemukan sebuah gua yang cukup kecil. Tapi setelah memasuki kedalam gua tersebut berapa horornya mata Ye Tian.


"Bajingan apakah aku akan mati di sini!" Ye Tian ingin menangis tanpa air mata, dia melihat wujud monster yang sangat mengerikan sedang melingkari benda bulat merat yang seperti mata.


Akan tetapi, setelah seksama mengamati, Ye Tian menemukan bahwa monster yang sangat menakutan hanyalah patung.


Tetap hanya sebuah patung memiliki aura jahat yang membuat Ye Tian mulutnya kering. Dia tidak tahu benda apa yang sedang patung monster jaga. Tapi karena ingin tahu, Ye Tian melewati patung tersebut langsung mengangkat benda merah itu yang seperti mata.


Tiba-tiba patung monster naga yang sangat mengerikan terbangun mengeluarkan tatapan pembunuhan. Hanya mengeluarkan tatapan pembunuhan, tubuh Ye Tian hancur menjadi kabut darah.


"Penghakiman Iblis groto! Belum memenuhi syarat!”

__ADS_1


Tubuh Ye Tian hancur seperti bubur dan darah menetes kemana-mana.


__ADS_2