
Bab 297 Kota Daning
#Keesokan paginya!
Pagi hari itu seluruh wanita Xiao Chen tiba-tiba keluar satu persatu dari tempat tidurnya dengan berjalan tidak tegak, mereka semua seperti sedang menahan rasa sakit.
"Bajingan sungguh sakit!” Hua Ning Bing keluar sambil memegangi paha dan merintih kesakitan, tapi setelah wajahnya dihadapkan ke depannya tiba-tiba dia menemukan seluruh wanita Xiao Chen dalam keadaan sama yaitu kesakitan.
Uhh!
Jiang Hongyan maupun yang lain memalingkan wajahnya dengan tersipu malu.
”Kakak sekalian, Kenapa kak? kamu semua berjalan seperti itu apakah ada sesuatu yang membuat sakit?” Xian Miaomiao keluar juga dan melihat semua wanita Xiao Chen sedang berdiri merintih sambil memegangi lipatan paha.
“Yoo! Hahaha aku sekarang sudah kembali semangat aku menemukan kebahagiaanku sekarang hahaha!” Tiba-tiba Beiming Youhuang keluar dari kamar penuh energik, setelah tadi malam tubuhnya dimanjakan oleh Xiao Chen, akhirnya memiliki perasaan yang baik tidak marah-marah. Akan tetapi, Beiming Youhuang melihat Hua Ning Bing dan yang lain, sedang menatap ke arahnya tiba-tiba bingung.
"Ada apa? Kenapa kamu semua menatap ku seperti itu,” ucap Beiming Youhuang langsung tangannya menarik kekosongan dan mengeluarkan Xiao Chen yang sudah kering.
“Xiao Chen!” Peri Xuanyi panik dan berlari mendekati Xiao Chen yang tergeletak di tanah yang sudah kurus kering.
“Hehehe itu tidak apa-apa, jangan khawatir.” Xiao Chen melirik ke arah Beiming Youhuang, tadi malam dia sungguh sangat ganas, jika wanita Xiao Chen selain Beiming Youhuang, cukup dimanjakan hanya satu kali. Tetapi lain Beiming Youhuang, dia sudah melakukan ronde ke empat.
Bahkan dia meminta lagi ke lima hanya saja Xiao Chen sudah tidak kuat.
“Hmmmm aku akan membawakan mu.” Peri Xuanyi mengangguk dan mengambil tubuh Xiao Chen dan mencoba untuk berdiri, kamudian dia mengeluarkan aroma daun mint dan dihirupkan ke hidung Xiao Chen.
Xiao Chen sedikit lega setelah menghirup bau mint. Dia menggunakan kekuatan pendekar dan seketika tubuh yang kering diisi kembali.
Xiao Yun juga bangun dan menguap, lalu menatap ke arah Xiao Chen dengan berbinar-binar. ”Ayo, kita pergi secepatnya, aku tidak sabar.
Beberapa saat setelah sudah berpamitan denganan wanitanya, Xiao Chen pergi bersama Xiao Yun untuk menuju ke keluarga Xiao.
~
~
#Kota Daning!
__ADS_1
Dua juta mil ke utara dari gunung tandus, terdapat sebuah kota berukuran sedang bernama "Kota Daning", tempat ini berada di bawah yurisdiksi Sekte Gagak Hitam dan wilayah kekaisaran Yang Milia Agung, dan populasi kota telah melebihi 500.000, dimana 70% di antaranya adalah masyarakat biasa.
Sekte Gagak Hitam mirip dengan Sekte lainya, kebanyakan dari mereka adalah makhluk pendekar dan manusia yang hidup bersama di daerah yang sama.
Kota Daning hanya berjarak 300.000 mil dari Sekte Gagak Hitam, yang tidak terlalu jauh bagi sebagian pendekar.
Saat ini, Xiao Chen dan Xiao Yun sudah hampir tiba di kota Daning, dia masih di gurun tandus dan tentu saja Xiao Yun tidak akan memasuki ke asosiasi, karena akan mengakibatkan Xu Xuan menjadi cemburu.
Walaupun Xu Xuan menyukai dirinya, tapi Xiao Yun tidak menyukainya, dia melihat Xu Xuan sebagai rekan bisnis tidak ada perasaan lebih.
Hanya saja jika orang cinta melihat kesalahpahaman dan menimbulkan cemburu, maka Xiao Chen akan mendapatkan masalah.
Karena inilah dia tidak mampir ke asosiasi dan dia langsung ke kota Daning pergi ke keluarga Xiao.
Saat ini, Xiao Yun ketika sedang di gurun tandus, dia memperingatkan kepada Xiao Chen. "Gurun ini terdapat monster-monster yang bersembunyi di dalam, kamu sebabnya hati-hati jangan membuang kentut. Monster di sini sungguh sangat menyukai bau kentut, jika kamu kentut, maka monster yang paling ganas akan menerkam.
Xiao Chen mengangguk dengan serius, tapi dalam hatinya mengutuk keras, ‘Sial aku ingin kentut!’ Wajah Xiao Chen sungguh jelek, dia ketika sebelum berpamitan memakan ubi banyak sekali, sehingga efeknya sekarang dia mulas ingin kentut.
Xiao Yun yang melihat wajah Xiao Chen menjadi hijau, akhirnya berkata cemberut. ”Itu salah mu, kenapa kamu memakan ubi sangat banyak.”
Xiao Chen mengeluh, ”Jika kamu berbicara sedari awal aku tidak akan memakan ubi terlalu banyak seperti ini. Anjing! Aku tak tahan!”
"Sial aku tak tahan!” Mata Xiao Chen melotot dan mengejan.
Prettt!
"Uahh sangat lega!” Mata Xiao Chen berseri-seri.
"Aku bilang kamu jangan ngentut!" Xiao Yun sungguh marah, ternyata Xiao Chen orangnya cukup sembronomu.
"Aku tidak tahan, apakah kamu ingin melihat perutku meledak!” Xiao Chen berkata sambil mengusap-ngusap pantatnya.
Ketika dalam pertengkaran, tiba-tiba ada gemuruh dalam gurun.
Raut wajah Xiao Yun berubah drastis. “Itu, 'kan? Kamu kentut maka monster ganas tiba!”
Gurun tandus berguncang, terdengar suara keras dan tumpul dari dalam, seolah-olah ada raksasa di dalamnya. seperti ada pergerakan yang sangat ingin keluar dari gurun itu.
__ADS_1
Xiao Chen menarik tubuh Xiao Yun dan pada saat itu juga ada tangan raksasa yang ndak ingin menyerangnya.
Xiao Chen mengangkat tangan satunya, kemudian menampar tangan raksasa itu yang berwarna hitam kecoklatan.
Bang!
Pada saat ini, monster aneh terbang terhuyung dan terbang mundur, sementara Xiao Chen terkekeh.
Tetapi kali ini, ada api berwarna merah darah yang berkedip-kedip di kedua tangannya terbang ke arah Xiao Chen dan mencoba membunuh.
Tangan hitam seperti Hulk, dan monster itu sungguh gelap coklat dan memiliki ekor.
Bom!
Bom!
Xiao Chen mundur dan melemparkan Xiao Yun dan seketika menggunan jimat dinding sehingga memungkinkan monster itu tidak menyerang Xiao Yun.
Kemudian saat kedua belah pihak bertukar pukulan, Xiao Chen mengeluarkan pedang hitam kemudian serbekas cahaya hitam keluar dan menuju ke arah sosok tinggi besar.
Sring!
Monster tinggi besar terpotong begitu sangat mudah dan meninggal. Hanya saja setelah membunuh satu monster besar itu, tiba-tiba dari gurun tandus keluarlah lusinan monster yang sama langsung menyerang Xiao Chen serempak.
Xiao Chen mengangkat alisnya dan menghunuskan pedangnya lagi, kali ini, dia meloncat dan berubah menjadi cahaya hitam.
Sring!
Segera itu, ada jeritan monster yang menggema di gurun tandus itu.
Serangan yang selanjutnya hanya membutuhkan dua tarikan napas, membuat beberapa monster itu terpotong-potong menjadi daging cincang.
Xiao Chen melompat dan mendekati ke arah Xiao Yun, tapi dari tanah ada monster ular piton yang memiliki cula langsung mencoba menerkam Xiao Chen.
Tangan Xiao Chen menunjuk dan ada api hitam yang membakar ular piton itu.
Bom!
__ADS_1
Darah yang dihasilkan pertempuran Xiao Chen akhirnya membuat bangkitkan monster-monster yang haus darah itu datang.