
Bab 121 Fu Huairan Bertindak (1)
“Ayo kita kembali ke kamar masing-masing. Kita harus berjaga dan siaga.” Xiao Chen membalikkan badannya untuk menggunakan jimat persimpangan dimensi.
Akan tetapi, tiba-tiba ada ketukan pintu.
Tok! Tok! Tok!
Mulut Xiao Chen berkedut hebat ingin sekali bergegas keluar dari kamar dan membuka pintu itu langsung menonjok orang yang mengetuk pintu.
Sudah dua kali ada orang yang mengetuk pintu yang pertama adalah Meng Wuling, yang kedua belum di konfirmasi.
“Yang Zhiqing. Tolong kamu buka pintu itu,” ucap Xiao Chen yang sudah memiliki dahi bergaris hitam.
“Baik.”
Yang Zhiqing bergegas maju untuk membuka pintu. dia juga sedikit kesan siapa lagi ini orang yang akan mengetuk pintu semoga saja ketukan pintu yang kedua kalinya bukanlah Meng Wuling.
Ketika Yang Zhiqing membuka pintu tersebut, tiba-tiba dia menemukan ada satu Pemuda sedikit tampan memakai jubah Tiongkok hijau. dia tatapannya sungguh sangat mantap dan di belakangnya ada dua petugas yang selalu mengikuti.
“Hallo maaf jika kali ini aku mengganggu istirahat kalian. Kami diperintahkan oleh pemilik penginapan ini untuk menemui kamu.” Dia langsung mempersilahkan Fu Huairan untuk melangkah maju ke depan dan memperkenalkan kepada Yang Zhiqing.
Yang Zhiqing setelah melirik dan melihat secara seksama dari Pemuda yang digadang-gadangkan sebagai pemilik penginapan, seketika ada rasa bahaya yang entah dari mana keluar.
Intuisi mengatakan bahwa orang yang memakai jubah hijau sangatlah berbahaya.
Fu Huairan menatap Yang Zhiqing yang memakai topeng berwarna merah. Dari penampilannya wanita itu sesungguhnya sangat cantik walaupun masih memakai topeng akan tetapi dirinya tidak akan mempermasalahkan ini terlebih dahulu.
__ADS_1
Fu Huairan datang ke sini hanya ingin melihat ketua pemimpin yang mungkin saja dialah orang yang telah membunuh monster miliknya.
“Halo aku Fu Huairan pemilik sah dari penginapan ini. Aku datang ke sini hanya ingin menyampaikan dan ingin bertemu dengan ketua dari Resimen kamu. Ngomong-ngomong, Di mana ketua Resimen kamu?” Setelah itu, Fu Huairan melirik ke samping kiri dan kanan. Tiba-tiba melihat ada pemuda berpakaian hitam memakai topeng sedang menatap ke arah dirinya.
Xiao Chen dan Fu Huairan saling menatap sekitar kurang lebih dari satu menit.
Xiao Chen langsung melangkahkan kakinya ke depan, langsung berjabat tangan kepada Fu Huairan.
Tangan yang halus dari Xiao Chen langsung persentuhan dengan tangan yang sedikit kasar dari Fu Huairan.
Kemudian Xiao Chen setelah berjabat tangan memperkenalkan diri kepada pemilik penginapa Garden. “Aku adalah pemimpin dari Resimen Violet Garden.”
Fu Huairan hanya tersenyum dan mengangguk setelah itu dia juga memperkenalkan diri sambil meminta agar Xiao Chen untuk mengikuti ke arah denah pergi ke tempat di mana Fu Huairan bekerja. “Halo aku Fu Huairan. Aku datang ke sini ingin mengajak kamu karena ada sesuatu hal yang aku akan bicarakan kepada kamu dengan empat mata.”
Akhirnya Xiao Chen langsung menoleh ke arah ketiga wanita. setelah melihat bawah ketiga wanita itu saling mengangguk, akhirnya dirinya langsung melangkah maju untuk mengikuti Fu Huairan.
Xiao Chen sebenarnya sudah mengetahui bahwa pemilik dari penginapan yang terkenal ini, seperti memiliki energi sama proses dari batu monster tersebut. Adapun kenapa Xiao Chen bisa mengetahui adalah, karena setelah menggunakan mata spiritualnya, tiba-tiba seluruh tubuh Fu Huairan urat nadi yang mengandung jejak energi pendekar, memiliki energi yang aneh. Yaitu energi merah yang menyala-nyala beredar seluruh tubuh Fu Huairan.
Bahkan energi merah yang hanya bisa dilihat dengan menggunakan mata spiritual miliknya, energi itu mencoba menyusut ke dalam kamar dan menyerang ketiga wanita. Hanya saja sebelum Fu Huairan datang, dia sudah mengantisipasi menggunakan jimat.
Fu Huairan tiba-tiba menyepitkan matanya. Dia merasa bahwa energi monster yang dikeluarkan oleh tubuhnya, tidak bisa menjangkau ketiga wanita itu.
Bahkan setelah dia membawakan Xiao Chen keluar untuk datang ke tempat ruangan dirinya tiba-tiba kamar yang sedang digunakan oleh ketiga wanta tidak bisa dijangkau.
Xiao Chen tersenyum tipis. ”Tuan pemilik penginapan, apakah kamu membawakanku ke tempat ruangan kamu agar kamu bisa membunuhku sesuka hati?”
“Apa yang kamu katakan, aku tidak masuk apa yang kamu bicarakan.” Mata Fu Huairan menyipit tajam walaupun penampilan seperti manusia biasa.
__ADS_1
“Tidak lupakan saja. Tuan pemilik penginapan, ada hal apa kamu mencari aku, bukankan kamu sudah melihat bahwa Resimen yang aku miliki masih bronze.” Xiao Chen menggelengkan kepalanya.
“Aku tahu walaupun kamu adalah Resimen bronze. Tetapi kamu memiliki kekuatan lebih dari resimen peringkat Bronze. Karena inilah aku mengundang ke tempatmu karena ada hal yang aku katakan.” Fu Huairan menjawab sambil tersenyum.
Empat menit berselang, akhirnya Fu Huairan sudah di bawakan ke tempat ruangan Fu Huairan. Kebetulan Meng Wuling yang sedang emosi melihat Xiao Chen sedang bersama seseorang akhirnya mengerutkan keningnya langsung mengikuti dari belakang.
“Dia mau kemana? Aku harus mengikuti agar tahu,” guman Meng Wuling langsung secara hati-hati mengikuti diam-diam.
Xiao Chen sudah tahu bahwa Meng Wuling sedang mengikutinya, sehingga dia berhenti sebentar lalu langsung melirik kearah Meng Wuling.
“Ini adalah pertemuan penting empat mata. Kamu Nona Wuling dengan berat hati aku memohon kepadamu agar tidak mengikuti aku.” Xiao Chen hanya berkata menatap kebelakang walau Meng Wuling sudah bersembunyi.
Fu Huairan juga berhenti sebentar dan bertanya kepada Xiao Chen. “Tenang saja, di depan pintuku ada beberapa petugas yang sudah berjaga sehingga dia tidak mengikuti mu.”
“Baiklah terimakasih sebelumnya," kata Xiao Chen dengan tenang langsung melangkah kakinya sambil mengikuti Fu Huairan.
“Sial! Aku bunuh kamu Chid!” Meng Wuling yang sedang bersembunyi mengepalkan tangannya sungguh marah. Walaupun dia sudah mendengar bahwa tidak diizinkan untuk menguntit, karena Meng Wuling adalah seseorang yang keras kepala. Selama keinginan belum terpenuhi, dia tidak akan menyerah.
Saat ini, dia melihat Xiao Chen beserta pemuda berjubah hijau memasukkan ruangan tertentu yang di depan ada dua penjaga yang berdiri dengan gagah.
Ketika dirinya ingin memasuki kedalam ruangan itu, penjaga langsung mencegat.
“Maaf Nona, Tuan pemilik penginapan ini tidak mengijinkan kamu memasuki ruangan. Jika kamu ingin menemui, tunggu sebentar.”
“Bajingan... apakah kamu tidak tahu, aku adalah Resimen peringkat emas dan memiliki bintang 200! Jangan seenaknya mencegah aku!" Dia melototkan ke arah penjaga.
“Aku tahu, tapi aku juga bekerja di sini dan mematuhi apa yang di perintahkan pemilik penginapan!" Penjaga itu, berkeringat deras.
__ADS_1