
Bab 270
Tiga jam kemudian! Akhirnya Xiao Chen terbangun dengan perut yang sangat kenyang akibat meminum susu dari Hua Ning Bing, dia juga merasakan rasa segar setelah bercinta. Hanya saja Xiao Chen terbangun tengah malam karena entah kenapa kebelet kencing.
”Sial tidak tahan!" Xiao Chen menyelinap pergi dan dia membuang air kecil di tempat terbuka.
Sisi lain, Yun Wuxin yang belum tidur langsung bangung dan memberikan selimut hangat kepada Xiao Renfeng. Setelah itu, Yun Wuxin langsung menyelinap dengan sangat hati-hati memasuki kamar Xiao Chen.
Yun Wuxin melihat bahwa Hua Ning Bing tertidur tanpa busana dan dia melihat banyak cairan susu dan cairan kental menghiasi dinding-dinding kayu itu. Yun Wuxin tahu bahwa Hua Ning Bing telah melakukan hubungan intim.
Hanya saja setelah masuk kedalam, Yun Wuxin tidak menemukan sosok Xiao Chen. “Di mana dia?" gumamnya sambil memegangi dagu
Yun Wuxin akhirnya menyerah karena tidak sopan memasuki kamar orang tanpa permisi.Dia pergi dan masuk lagi ke kamarnya. Lagi pula untuk melihat wajah Xiao Chen, kamu bisa melihat ketika pagi hari.
Hanya saja setelah membenamkan tubuhnya, Yun Wuxin terdengar langkah kaki, setelah melihat dengan mengintip ternyata itu adalah Xiao Chen. Alhasil mata Yun Wuxin berbinar dan mengikuti ke dalam secara sembunyi-sembunyi.
Setelah Yun Wuxin melihat Xiao Chen tertidur lagu begitu sangat pulas, akhirnya dia tersenyum dan mengeluarkan alat musik langsung membuat kedua orang itu tertidur paling nyenyak.
Yun Wuxin memiliki kemampuan jika menggunakan alat musik, maka orang yang terkena target akan tertidur begitu sangat pulas. Begitu Yun Wuxin sudah membuat mereka berdua sudah pulas, akhirnya meraih tubuh Hua Ning Bing dan dipindahkan ke kamar bersama Xiao Renfeng.
Ketika Yun Wuxin ingin memindahkan Hua Ning Bing, dia melihat Xiao Chen tertidur sangat pulas sambil mulutnya menyedot gunung lembut yang ada tonjolan pink dari Hua Ning Bing.
Yun Wuxin melepaskan dengan hati-hati dan setelah dipindahkan ke kamar satunya, Yun Wuxin meraih kepala Xiao Renfeng langsung didekatkan ke gunung besar Hua Ning Bing.
Tiba-tiba kekuatan isapan Xiao Renfeng begitu sangat cepat dan kuat sehingga Hua Ning Bing menggeram. ”Uhhh Xiao Chen apakah kamu masih begitu semangat! Uhh pelan-pelan!”
Tugas pertama sudah selesai, kini saatnya Yun Wuxin yang tidur disampingnya Xiao Chen dengan bahagia.
Sambil menutup matanya, Yun Wuxin mendekati ke wajah Xiao Chen sambil tersenyum penuh kemenangan. Sekarang akhirnya bisa membuat Xiao Chen tidak berkutik untuk meninggalkan dirinya. jika Hua Ning Bing tahu, maka kamu hanya mengatakan omong kosong jika Xiao Chen telah memecahkannya.
__ADS_1
~
~
#Pagi hari!
Hua Ning Bing membuka matanya dan dia merasakan perasaan yang sangat indah. Dia mengingat bagaimana Xiao Chen memanjakan tubuhnya begitu sangat keren sehingga mau tidak mau ingin mencoba lagi.
Hanya saja ketika dia hendak meniatkan untuk memeluk Xiao Chen, tiba-tiba Hua Ning Bing menyadari bahwa dia tidak tidur dengan Xiao Chen, tapi dengan Xiao Renfeng.
Hanay membutuhkan beberapa saat, Hua Ning Bing tahu bahwa yang melakukannya adalah Yun Wuxin bedebah sialan itu. Hua Ning Bing melepaskan tonjolan pink dari mulut Xiao Renfeng, tapi tiba-tiba Xiao Renfeng menangis.
“Sttttt Renfeng kecil jangan menangis, jika kamu masih ingin meminum susu ibu akan memberikan lagi.” Setelah itu, Hua Ning Bing memasukkan tonjolan pink ke mulut kecil Xiao Renfeng sehingga bayi itu berhenti menangis.
Dia menggendong Xiao Renfeng sambil berjalan menuju ke tempat tidur Xiao Chen. Benar saja, setelah dia membuka pintu dan menarik selimut, Hua Ning Bing melihat ada Yun Wuxin yang sedang tertidur pulas dengan kaki menindih wajah Xiao Chen.
Hanya saja Hua Ning Bing tidak menerimanya, seketika tangan kanannya memunculkan hawa yang sangat dingin sehingga Xiao Chen dan Yun Wuxin langsung menggigil.
"Apakah kamu akan tidur saja, matahari sudah muncul lho," kata Hua Ning Bing.
ughhht! Sayangnya Hua Ning Bing tidak melihat Xiao Chen tanda-tanda akan bangun sehingga langsung membekukan kepalanya.
"Bajingan bangun!"
Ahhhh!
Xiao Chen akhirnya bangun dan apa yang membuat terkejut adalah setelah membuka mata dia sedang memeluk tubuh Yun Wuxin.
Yun Wuxin yang terbangun juga menguap. ”Hoaamzzz Xiao Chen kamu tadi malam sungguh sangat ganas, dan sangat laki!”
__ADS_1
"Apa magsud mu, aku tidak merasa melecehkan mu!”
Mereka sedang ricuh, tapi Peri Xuanyi datang dan berkata: ”Halo Nona terkasih, pihak aku sudah menyiapkan makanan untuk kalian. Ummm Nona Hua. Tadi malam suara kamu sungguh nyaring aku tidak bisa tidur.”
Hua Ning Bing melihat wajah Peri Xuanyi yang memerah sehingga dirinya langsung tersipu. Entah kenapa jika mencoba menahan hasrat teriakannya, itu tidak bisa dan tidak menantang, sehingga untuk melampiaskan keasikannya, dia berteriak dengan centil.
Xiao Chen hanya tersenyum dan memang benar, bahwa Hua Ning Bing memiliki gairah nomer dua setelah Beiming Youhuang. Hanya saja Beiming Youhuang masih bisa mengendalikan suara memalukan itu.
Sambil tersipu, Peri Xuanyi meninggalkan mereka bertiga sambil berkata lagi, “Jika kalian sudah siap? Datang ke depan gubuk aku sudah menyiapkan beberapa hidangan yang enak kusus untuk kalian.”
Ketiak mereka sedang berkumpul dan menikmati hidangan pagi yang menyongsong!
"Ada beberapa murid tukang maupun dalam yang ditemukan meninggal pagi hari ini, dan berbagai murid yang lebih ahli juga menemukan bahwa pembunuhan itu diduga dari keluarga Gongsun.” Peri Xuanyi tiba-tiba memecah kesunyiannya.
”Apakah mereka begitu pengecut? Jika dia berurusan dengan ku, tidak perlu menggunakan cara yang memalukan!" Hua Ning Bing mencibir.
Xiao Chen yang tidak tahu permasalahannya, akhirnya berkata ada apa. Hanya saja Hua Ning Bing menjawab secara singkat dengan inti keluarga Gongsun sedang membidik ke arah dirinya karena Hua Ning Bing membunuh putra Gongsun Wu.
"Adik perempuan Peri Xuanyi. Kamu tidak perlu kahawatir, ada Xiao Chen. Xiao Chen bisa mengalahkan mereka semua heheh benar, 'kan Xiao Chen?” tanya Yun Wuxin dengan percaya diri.
"Huh?" Xiao Chen mendengus tapi tidak menjawab. Namun, Peri Xuanyi tersipu, dia belum melakukan sekuat seperti menjalin kasih sayang terhadap Xiao Chen, tapi entah kenapa ketika Yun Wuxin mengatakan seperti itu hatinya sungguh sangat bahagia.
Adik ke enam dalam sebeutan Yun Wuxin adalah sama saja bahwa dirinya wanita Xiao Chen ke enam. Tapi setelah melihat wajah Xiao Chen yang memiliki tampang biasa, entah kenapa hatinya tidak nyaman.
Ketika dalam suasana canggung, Xiao Chen mengangkat suara. "Jangan khawatir, jika dia berani melukai Hua Ning Bing ku, maka aku akan memukuli dia sampai menjadi kepala babi.”
#
Saya lagi sakit kepala untuk menulis saja susah 🤧🤧
__ADS_1