
Bab 45 Bertarung Lagi
Terus terang, Xiao Chen cepatnya harus mengatakan jika tidak dan membiarkan Liu Shen datang menemui setiap hari akan dikhawatirkan masalah itu selalu muncul karena, Liu Shen memiliki wajah yang sangat cantik.
Wanita cantik adalah biang masalah Akan tetapi jika wanita jelek penangkal masalah.
Xiao Chen suka teringat pada pepatah bahwa Wanita adalah racun dunia, pepatah itu Xiao Chen sungguh sangat mempercayai.
Sekarang sudah berkata kepada Liu Shen agar tidak terlalu sering menemuinya, sekarang memikirkan bagaimana menjauh dari Su Xing.
Walaupun dia adalah Guru, sepatunya harus ada cara agar kita selalu sering melihat satu sama lain karena akan merepotkan menimbulkan masalah yang baru lagi.
Xiao Chen melihat Oyang Fang yang sudah tar Batak terkapar kemudian berkata kepada Liu Shen.
“Kekasih kamu sekarang sudah tidak sadarkan diri, sebagai calon suami seharusnya kamu harus berbakti. Lebih baik kamu pergi ambil pemuda itu untuk diberikan obat agar luka-luka yang berada di wajahnya, sembuh.”
Liu Shen marah sambil menginjakkan kakinya di tanah dan berkata: “Bajingan kamu Xaio Chen!"
Xiao Chen hanya melirik saja dan mengangkat bahu sama sekali tidak peduli.
Xiao Chen berjalan untuk memasuki ke dalam gubuk dan berserahan dengan tenang, kemudian dia mendapati bahwa Su Xing sedang mengikuti ke arah dirinya.
Xiao Chen bingung, “Guru? Apa yang akan kamu lakukan? Aku menemukan makanan yang telah aku buat sudah habis mau apa lagi? Aku ingin memasuk ke dalam gubuk dan beristirahat agar nyaman,”
Raut wajah Su Xing seketika langsung mengeras, baginya kata-kata Xiao Chen adalah mengusir secara halus.
Su Xing bersikukuh, “Murid, kamu tahu aku adalah guru mu, tidak masalah jika aku memasuki ke dalam gubukmu,”
Tiba-tiba, Xiao Chen langsung mengerutkan keningnya. Dia berpikir apakah guru ini memiliki masalah dalam pendengarannya? Bagaimanapun Xaio Chen sudah mengatakannya.
Alis Xiao Chen menyipit dan berkata: “Guru kamu ingin memasuki ke dalam gubuk murid? Apakah Guru ingin beristirahat? Jika benar, ayo kita berpelukan.”
“Dengan berpelukan maka akan hangat satu sama lain.”
“Murid bodoh, ada hal yang ingin Guru katakan kepada mu,” Su Xing tanganya tidak tahan untuk memukuli kepala Xiao Chen.
Bahkan kata-kata pelukan yang telah didengar membuat wajahnya sedikit rona merah yang sangat tipis. Sayangnya Xiao Chen tidak menyadari hal itu, dia hanya langsung berbaring setelah mengatakan.
“Apa yang ingin Guru katakan?” Xiao Chen bangun dari tidurnya sambil menatap wajah cantik Su Xing.
__ADS_1
Kemudian Su Xing berkata: “Aku ingin tahu, bagaimana kamu bisa menghalau tebasan pedang dari Oyang Fang? Guru bahkan menilai kamu tidak menggunakan jiwa pendekar ketika menghalau pedang menggunakan tangan. Tetapi, walaupun tidak menggunakan jiwa pendekar kamu sungguh sangat kuat hanya tangan kosong saja, Sebenarnya apa yang kamu gunakan?”
Xiao Chen hanya tersenyum, baginya teknik jimat dan teknik racun tidak boleh ada orang yang tahu karena itu adalah kartu AS milik dirinya. Jika Xiao Chen dengan mudah membeberkan maka keselamatan nyawanya akan terancam.
Xiao Chen hanya berbohong, “Guru, itu adalah teknik tubuh Saitama, diberikan dari kakek misterius ketika sedang berpetualang di hutan.”
“Apakah seperti itu?” Tatapan Su Xing sangat lurus sepertinya dia ingin mencari gerak-gerik apakah Xiao Chen berbohong atau tidak.
Nyatanya, Xiao Chen hanya berkata membual saja dan Su Xing menyadari hal itu. Akan tetapi, Walaupun dia sudah mengetahui murid itu berbohong, dirinya tidak akan memaksa untuk mengungkapkan.
Karena itu adalah privasi orang, dan sepatutnya Su Xing tetap boleh mengetahui.
“Benar Guru, murid ini mendapatkan teknik itu ketika sedang mencari pengalaman di hutan.” Xiao Chen pada dasarnya di dalam hati panik kerena apakah kata-kata omong kosong yang telah diucapkan akan terlihat oleh Su Xing.
“Oh begitu? Kamu sangat beruntung mendapatkan teknik aneh seperti itu,” balas Su Xing kemudian dia tidak ingin melanjutkan masalah itu lagi.
Xiao Chen akhirnya lega bahwa kata-kata omong kosong yang diucapkan dirinya guru sendiri percaya.
“Benar guru, itu adalah teknik yang bagus yang diberikan oleh pria misterius kepadaku.” Xiao Chen menghembuskan nafas lega.
Su Xing meninggalkan Xiao Chen untuk melihat keluar apakah Liu Shen sudah tidak ada atau belum. Ketika Su Xing menemukan bahwa Liu Shen sudah tidak ada akhirnya melirik ke arah Xiao Chen.
Xiao Chen bingung, dan berkata: ”Ada apa? Apakah ada yang ingin dibicarakan lagi?”
“Guru ingin melawan aku lagi?” Xiao Chen mengangkat dagu sambil berpikir keras kemudi berkata lagi, “Guru, mungkin sekarang Guru bukan tandingannya aku, heheh!”
Tawa yang menyeringai dari Xiao Chen, membuat Su Xing merasa tidak senang sehingga berkata langsung. “Murid siapa dengan kamu berbicara? Apakah Guru ini seperti nasi lembut yang kamu pikirkan? Ayo mumpung Guru sedang dalam keadaan vit!”
Xiao Chen tersenyum dan berkata: “Baiklah ayo, jika Guru ingin melawanku,”
Akhirnya mereka berdua keluar dari gubuk untuk melakukan sesi pertarungan antara murid dan Guru.
Satu batang dupa berlalu, Xiao Chen dan Su Xing saling berhadapan kemudian, tatapan kedua orang itu sangat serius.
”Guru! Aku akan menyerang terlebih dahulu!” pekik Xiao Chen.
“Baik, Guru akan bersiap-siap untuk menerima serangan mu!” jawab Su Xing kemudian kedua tangannya langsung memperagakan jurus untuk menghalau serangan dari muridnya.
“Berhati-hatilah Guru! Karena tinju tidak memiliki mata!” Seketika setelah berteriak, Xiao Chen berlari sungguh sangat cepat untuk menyerang Su Xing.
__ADS_1
Xiao Chen menggunakan berbagai keterampilan jimat dan jurus tinju Prajna Gong untuk melawan Su Xing.
Xiao Chen jika ingin meninju Su Xing, tiba-tiba sudah di halau menggunakan pedang milik dia, otomatis, Xiao Chen langsung menggunakan jimat cakar beruang. Sehingga, ke sepuluh jari itu kukunya memanjang seperti cakar beruang.
Kedua tangan Xiao Chen langsung mencakar pedang milik Su Xing.
"Swosh!"
"Dang!"
Cakar bertemu pedang, langsung mengeluarkan percikan kembang api yang sangat memukau.
Mengetahui serangan itu masih dihalau, kaki kirinya memutar seperti tarian balet dan kaki kanannya menendang pedang Su Xing.
"Wsh!”
"Dang!"
Pedang itu, terlepas meluncur ke atas dan menancap di samping kiri Xiao Chen sehingga tanpa berlama-lama langsung diraih untuk menyerang Su Xing.
“Hehehe awas guru!” Xiao Chen tertawa langsung menebas menggunakan pedang untuk menyerang Su Xing.
Sayangnya Su Xing sudah mengantisipasinya dia tiba-tiba kedua kaki memperaktekan cara yang aneh dengan kaki kiri menggeser kebelakang, dan kaki kanan menjejak tanah sedikit di dorong kedepan, seketika dari jejakan kaki tersebut tanah langsung menojol dan menghantam Xiao Chen.
"Bam!"
"Wush!"
Xiao Chen terkena serangan tanah dibagian dada dan terpental ke atas dan bersalto langsung mendarat dengan mulus.
Xiao Chen menyeka darah di mulut yang sedikit sambil melihat Su Xing.
“Guru kamu sungguh hebat!”
“Tapi aku belum menyerah!"
Xiao Chen menggunakannya jimat Naga Api peninggalan Jiang Chen, seketika di dalam tanah muncul Api yang berbentuk Naga langsung menyerang Su Xing.
"Roar!"
__ADS_1
Su Xing melompat mundur sekitar sepuluh meter.
"Bam!"