
Bab 103 Bertemu Mereka Lagi
Srak! Srak! Srak!
Wenren Wushuang membersihkan beberapa kayu bakar yang berserakan disekitarnya. Memang benar, lelaki sungguh tidak ada kata rapih selalu berantakan.
Wenren Wushuang yang melihatnya, tentu langsung membereskan sisa kayu bakar yang sedikit terbang menyamping.
Dia juga ingin tahu alat apa yang dikembangkan oleh Xiao Chen. Mungkin menunggu waktu yang tepat agar Xiao Chen bangun dari istirahat.
Untuk sekarang jurus yang diperbaiki oleh Xiao Chen ada dua yang pertama pedang dasar, yang satunya tinju lotus biru.
Pada awalnya sebelum disempurnakan oleh Xiao Chen, untuk menggunakan tinju Lotus biru itu, dia hanya langsung menyerang saja tanpa menggunakan persiapan.
Tetapi, setelah keterampilan tinju Lotus biru disempurnakan maka ada sedikit perbedaan. Pertama-tama, sebelum tinju itu diserahkan kepada musuh, maka dia harus menghirup nafas dan menahan selama dua detik.
Kemudian setiap pukulan itu harus berbarengan udara dikeluarkan sehingga akan memunculkan kekuatannya sedikit tiga kali lipat lebih besar daripada jurus yang belum disempurnakan.
Walaupun dia belum mencobanya sekarang adalah kesempatan untuk mencoba jurus yang telah disempurnakan itu.
Wenren Wushuang langsung melihat ke samping kiri dan ke kanan. dia menemukan ada sebuah batu cukup besar yang lebarnya tiga meter dan tingginya sekitar dua meter.
“Ini cocok untuk dijadikan percobaan.” Wenren Wushuang menganggukkan kepalanya. Kemudian, dia langsung mempersiapkan kaki kuda dan menahan nafas sebelum menyerangnya.
Nafas itu dihembuskan bebarengan tangan kanannya meninju batu besar itu.
Hiya!
Bam!
__ADS_1
Seketika akibat pukulan itu bongkahan batu yang besar langsung berubah menjadi batu kerikil akibat dipukul oleh Wenren Wushuang.
Wenren Wushuang cukup terkejut melihat keterampilan tinju Lotus birunya yang mengalami peningkatan kekuatan yang secara signifikan.
Dia memandang kepalan tangannya yang sedikit berasap sambil membayangkan kekuatan yang dikeluarkan oleh Kepala tinju sendiri yang begitu sangat menakutkan. Dia sungguh sangat khawatir jika kepala tinju itu dicontohkan kepada musuh bisa-bisa akan meledak kepalanya.
Setiap pukulan itu gunakan maka ada aura biru yang mengitari kepalanya. Karena itulah jurus itu disebut tinju Lotus biru.
Xiao Chen hanya tertidur satu jam. Walaupun dia tertidur hanya satu jam tetapi tubuhnya sudah segar kembali dan dia juga menemukan Wenren Wushuang disempurnakan dirinya.
Xiao Chen tersenyum sambil tidur dia sudah yakin jika tinju Lotus biru itu dipraktekkan sampai level hantu atau di atasnya lagi maka akan sangat menakutkan.
Dengan otaknya yang super jenius hanya bisa menyempurnakan satu jurus saja maka dia akan tak terkalahkan.
Tetapi, Xiao Chen masih berterima kasih kepada teknik jimat dari peninggalan Jiang Chen. Jika tidak menemukan teknik jimat ini walaupun diam memiliki otak jenius tidak ada gunanya untuk mempraktikkan jurus-jurus karena tidak memiliki jiwa pendekar.
Ketika Xiao Chen sedang beristirahat sambil melihat wanitanya berlatih teknik tinju, sepertinya dari kejauhan menggunakan indra sensei, ada pergerakan sehingga langsung mengaktifkan mata pencerahannya.
Benar saja, dua wanita yang satu bercadar yang satunya tidak. Xiao Chen sudah mengetahui wanita itu ketika ikut berpartisipasi merebut telur harta yang baru lahir di waktu itu. Ternyata dia belum melarikan diri melainkan dia seperti sedang ada rasa bahaya tertentu.
“Ahhhh kita kehabisan obat penyembuh dan kamu memiliki luka beracun yang sangat berbahaya jika seperti ini terus maka kamu akan kehilangan nyawa,” ucap wanita bercadar yang memiliki nama Mi Qiongqi dan satunya bernama Yang Zhiqing.
Yang Zhiqing hanya berkata penuh harap: ”Ayo kita menjauh dari tempat itu semoga saja kita menemukan penolong untuk meminta bantuan agar memberikan obat penyembuh."
“Hmmm aku harap seperti itu," balas Mi Qiongqi sambil merangkul tubuh Yang Zhiqing.
Mi Qiongqi seketika dari kejauhan ada wanita yang sangat cantik sedang membersihkan runtuhan batu sehingga langsung menyipitkan matanya.
“Lihat ada wanita yang sangat cantik sedang membersihkan puing-puing batu. Apakah ini masuk akal? Lihat juga di sampingnya ada pemuda yang sedang tertidur pulas di atas sebuah anyaman rumput.” Mi Qiongqi memberitahu kepada Yang Zhiqing yang sudah memiliki wajah sangat pucat dan nyawanya sungguh sangat terancam akibat racun yang dilakukan oleh komplotan dari Xu Qingxuan.
__ADS_1
“Ahh mungkin dia adalah satu-satunya harapan kita untuk meminta bantuan, bisakah kamu membawaku lebih cepat lagi!” Yang Zhiqing meminta agar laju jalannya dipercepat.
Mi Qiongqi menganggukkan kepalanya langsung menggunakan jiwa pendekar untuk meloncat sangat jauh untuk mendekati kedua orang itu.
Wenren Wushuang juga sudah menyadari sehingga dia langsung menghentikan latihannya agar tidak menimbulkan curiga. Dia berpura-pura membersihkan berbagai batu kecil dan kayu bakar.
Swosh!
“Nona ini jika kami berdua lancang kepada Nona. Kami datang ke sini hanya meminta bantuan karena rekanku terkena racun yang mematikan dan mungkin saja nyawanya akan terancam beberapa lagi. Kami hanya meminta beberapa obat penyembuh agar bisa menyelamatkan rekanku,” ucap Mi Qiongqi dengan tulus.
Wenren Wushuang seketika melirik ke arah Yang Zhiqing dan melihat wajahnya sudah pucat seperti kertas warna putih. Kemudian dia memandang ke arah wajah Xiao Chen yang sedang tertidur lelap langsung tanpa berlama-lama mengeluarkan pil penyembuh yang dimiliki masih banyak di cincin penyimpanannya.
“Walaupun kalian berdua aku tidak mengetahui Sebenarnya apa yang kalian lakukan tetapi sepertinya kalian tidak berbohong.” Wenren Wushuang langsung melemparkan obat penyembuh yang dimilikinya.
Mi Qiongqi langsung menangkap dengan gugup dan tidak membutuhkan lama, dia memberikan kepada Yang Zhiqing untuk diminum secepatnya.
Bam!
Pil penyembuh yang memasuki ke dalam perut Yang Zhiqing, seketika langsung menjalar ke seluruh urat-urat dan berbagai penjuru tubuh. Seketika dia yang memiliki wajah pucat seperti kertas, tiba-tiba langsung berubah menjadi kemerahan setelah meminum pil penyembuh yang diberikan dari Wenren Wushuang.
Yang Zhiqing setelah merasakan bahwa racunnya sudah menghilang sepenuhnya langsung berterima kasih kepada Wenren Wushuang. Hanya sajak luka yang telah diderita di bagian punggungnya Masih membekas sampai sekarang. Tetapi tidak apa-apa dengan jiwa pendekarnya digunakan secara berkala maka luka itu akan sembuh dengan perlahan-lahan.
Yang Zhiqing dan Mi Qiongqi akhirnya menghela nafas lega dan berterima kasih sambil tatapannya ke arah pemuda yang sedang tertidur. Sepertinya penampilan pemuda itu sedikit tidak familiar. Tiba-tiba dia membayangkan pemuda yang memakai topeng dan penampilan pemuda yang sedang tertidur sepertinya tumpang tindih. Tetapi, itu tidak mungkin.
Wenren Wushuang membakar daging tikus hutan untuk dimakan sarapan dengan Xiao Chen.
Wenren Wushuang juga mencipratkan air ke wajah Wenren Wushuang. Dia mengira bahwa Xiao Chen masih tertidur pulasnya tanya dia sudah bangun sehingga ketika mencipratkan air ke wajahnya dia mendengarkan suara dari Xiao Chen.
“Hei aku sudah bangun, hentikanlah!" Xiao Chen berseru.
__ADS_1