
Bab 162 Dikepung
Xiao Chen pada saat ini, sudah membayar harta panah ajaib dengan harga yang sungguh sangat fantastis bahkan panitia itu belum pernah melihat jumlah koin emas yang menumpuk seperti tumpukan sampah sehingga mereka semua langsung gemetar hebat.
“Maaf panitia, ini adalah uang yang saya bayar kepada Anda. Saya harap Anda puas dengan jumlah uang tersebut dan tentu saja 2 tahun dari sekarang, Anda ku tak akan khawatir kelaparan.” Xiao Chen tersenyum lembut dengan sopan sambil menganggukkan kepalanya.
“Tentu saja kami semua sungguh puas dengan kehebatan kamu. Kamu sungguh sangat keren seperti tiran Lokal yang sangat kaya," ucap panitia pelelangan dengan gemetar. Bahkan jika item panah ajaib dijual tanpa ada persaingan, dia akan untung banyak walaupun dia masih membagikan keuntungannya menjadu dua.
Xiao Chen mengangguk dan menerima panah ajaib tiba-tiba, di depan itu ada formasi ajaib seketika Xiao Chen memasukan panah itu kedam Formasi yang terhubung ke ruang penyimpanan.
Panitia juga linglung setelah melihat cara penyimpanan yang dilakukan oleh Xiao Chen. Sepertinya penyimpanan itu, tidak menggunakan cincin penyimpanan yang rutinitas digunakan kebanyakan orang pendekar.
Xiao Chen sudah pergi bersama Hua Ning Bing. Dia berjalan di tempat lorong gang yang hanya membutuhkan tiga menit, sudah sampai di penginapan.
Akan tetapi, tiba-tiba di seluruh atap samping kiri bangunan, ada kelompok memakai setelan kuning yang seluruh orang itu, ditutup tanpa ada wajah yang terlihat.
“Kalian sudah menungguku ya?” Xiao Chen menatap mereka semua dan pada saat itu, Nalan Yanran yang dari pertama melihat Xiao Chen untuk melelang dengan harga yang sangat fantastis, dia sudah mengantisipasi bahwa Xiao Chen akan terkena masalah sehingga sampai sekarang mengikuti. Alhasil, Nalan Yanran melihat Xiao Chen sedang dikepung.
“Kami semua tidak ingin berkata lebih banyak lagi, karena akan membuang tenaga. Cepat! Lebih baik kamu serahkan panah ajaib itu, jika tidak kamu ....”
Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Xiao Chen langsung memotong. ” Jangan banyak berbicara. Jika kalian berani ayo maju semua aku tidak ada takut sama kalian!”
“Brengsek!” Kelompok kuning itu cemberut. Dia langsung terbang menyerang Xiao Chen menggunakan keris raksasa yang tengah-tengahnya ada corak merah seperti darah langsung di ayunkan tubuh Xiao Chen.
Sring!
Wush!
Xiao Chen langung mengayang sehingga tebasan tersebut mengenai ruang kosong.
Setelah kayang, kaki kanan Xiao Chen langsung menendang pergelangan tangan tersebut sehingga keris raksasa terhempas ke atas langung di tangkap oleh Xiao Chen menggunan teknik Nin Tian.
Sikat!
__ADS_1
Wus!
Hap!
Xiao Chen menangkap keris tersebut langung menusuk kedua bola mata orang yang sedang menyerang.
Sring!
Sring!
”Ahhh ... Mata ku!” Dia mundur beberapa langkah sambil mengusap-usap kedua bola matanya yang sedang berdarah cukup banyak. Akan tetapi dengan mata yang sudah buta, dia tidak mengetahui bahwa Xiao Chen sedang menyerang untuk ketiga menggunakan keris raksasa sehingga keris tersebut langsung di sayat ke perut orang itu sampai memuntahkan orang dalamnya. Alhasil dia meninggal.
Xiao Chen menghindar sambil berguling-guling karena sedang menghindar tembakan yang dilakukan satu kelompok lagi.
Sementara itu, Hua Ning Bing kedua tangannya sudah dilapisi es yang mengerucut langsung menembak ke arah kumpulan kelompok lainya.
Swosh!
Swosh!
Swosh!
“Tentu saja aku mengetahuinya, kamu urus kelompok ini. Aku akan melesat terbang menghadapi Qin Wentian sekalian!” pekik Xiao Chen membalas seruan Hua Ning Bing.
"Baiklah!" ujar Hua Ning Bing.
Xiao Chen langsung menganggukan kepalanya dia meloncat terbang menggunakan sayap burung gagak.
Wushh!
Mata spiritual sudah diaktifkan sehingga pandangannya langsung tidak terhalang oleh tembok atau benda-benda yang menghalangi.
Pada saat itu, Xiao Chen melihat ada Qin Wentian yang sedang duduk sambil meminum satu cangkir teh dengan sangat tenang.
__ADS_1
“Hmmmm. Dia berani mengambil tanah ajaib yang sudah aku incar ketika pelelangan baru diadakan. Maka ini adalah akibat dari konsekuensi yang bocah itu lakukan.” Qin Wentian mengagukan kepalanya sambil duduk dengan tenang. Dia belum menyelesaikan satu tekukan teh itu, tipe-tipe daya tampak depannya langsung pecah meledak dan memunculkan sosok satu orang yang dirinya sangat membencinya.
Benar dia adalah Xiao Chen yang sangat dibenci oleh Qin Wentian karena berani mengambil harta panah ajaib.
“Aku menemukan mu. Aku tahu kelompok itu kamulah yang mengirimkannya, 'kan?’’ tanya Xiao Chen dengan tenang.
“Ahh ... Jadi kamu sudah menyadari. Hahah!" Dia tertawa terbahak-bahak. Tetapi, dia melihat bahwa Xiao Chen sedang melesat terbang sambil mengepalkan tangannya karena berniat memukul wajah dirinya.
“Kamu ... Tidak bisa mengalahkanku.” Qin Wentian langsung mengeluarkan item atau berupa sarung tangan berwarna emas langsung digunakan dan menahan tinju yang dilakukan oleh Xiao Chen.
Bang!
Engah!
Bom!
Xiao Chen seketika terhempas ke belakang berputar-putar dan menetap dinding sampai jebol.
Xiao Chen melihat bahwa tangannya melengkung kebelakang setelah meninju Qin Wentian yang menggunakan sarung tangan ajaib.
Wush!
Qin Wentian keluar dari dalam ruangan tersebut sambil menatap ke arah Xiao Chen dengan tawa lebar.
“Hahaha kamu mimpi, mencoba menyerangku. Sarung tangan ini adalah sarung tangan ajaib. Dengan item yang aku gunakan, maka tinju aku memiliki kekuatan dahsyat.” Qin Wentian tertawa menghina.
“Aku juga merasakan bahwa sarung tangan itu keren. Dan aku juga ingin mengambil harta itu hehehe.” Xiao Chen menyringai.
Brengsek!
Qin Wentian langsung muram.
Siap Xiao Chen? Dia tidak berhak untuk merampas harta milik Qin Wentian. Karena inilah dia menjadi marah langsung terbang dan menggunakan sarung ajaib untuk meninju Xiao Chen sekali lagi.
__ADS_1
Wushh!