
Bab 307 Xiao Chen Melawan Seluruh Penduduk Kekaisaran Yang Mulia Agung (1)
Yin Yu melewati tubuh Feng Chen, dan tidak ada jejak kepedulian. Hanya saja Yin Yu berkata kepada Xiao Chen.
”Jangan keterlaluan, jika kamu membunuhnya paviliun Lingdan tidak memaafkan mu.” Yin Yu berkata dengan hati-hati.
”Aku tidak membunuh karena mu, tapi jika dia sekali lagi memiliki hati iblis dan mencoba membunuh ku, maka aku juga tidak bisa berbuat lembut,” kata Xiao Chen mempertegas.
Hmmm! Yin Yu hanya mengangguk dan tersenyum.
Mereka semuanya akhirnya langsung memasuki ke Grobak masing-masing. Dalam perjalanannya, Yin Yu sungguh sangat manja ketika tertidur harus di pangkuan paha Xiao Chen.
Terlebih lagi, Yin Yu terus-menerus meminta Xiao Chen agar mengusap-usap punggungnya dengan alasan agar bisa rileks untuk tidur. Bergerak sedikit saja, Yin Yu marah seperti kucing garong.
Dua jam telah berlalu!
Yin Yu beserta rombongan sudah tiba di wilayah ibukota Yang Mulia Agung dan sudah sampai di istana kekaisaran Yang Agung. Dari kejauhan para pendekar yang sedang berjaga-jaga di sekeliling istana, melihat dari kejauhan bahwa Grobak keluarga Yin sedang datang kemari, akhirnya mereka bersemangat.
"Cepat kamu harus hormat! Peri Yin Yu adalah pasangan surga yang sudah ditakdirkan untuk Raja Yang Kai. Kita tidak menghormati Yin Yu, itu sama saja kita semua tidak menghormati sang Raja!” Satu penjaga berteriak semangat.
Begitu gerbong datang dan menempi ke tempat yang sudah disediakan, penjaga itu terkejut dengan kecantikan Yin Yu. Tanpa disadari mereka semua mimisan, hanya saja setelah tangan yang indah memegang sebuah tangan laki-laki, tiba-tiba seluruh penjaga tubuhnya menjadi tegang.
Mereka semua tidak menerima bahwa Yin Yu menggandeng tangan pemuda, bahkan Yin Yu menunjukkan sifat manja kepada pemuda yang namanya belum diketahui. Meskipun begitu, sosok pemuda yang sedang bergandengan tangan dengan Yin Yu sungguh sangat tampan melebihi ketampanan Yang Kai.
Mereka semua marah, tapi tidak bisa menyerang, dengan kekuatan Yin Yu, hanya sebuah lambaian pedang saja, mereka sudah terluka. Tapi mereka tidak bisa menerima, Peri Yin Yu sudah dianggap sebagai ibu negara dari kekaisaran Yang Agung.
Ledakan kehebohan itu, akhirnya menyebar ke seluruh ruang istan yang sangat luas dan megah. Hanya saja Yang Kai tidak mendengar karena dia dia sedang menggunakan baju yang paling bagus, dan paling keren. Dia ingin menunjukkan penampilan kepada Yin Yu tercinta.
Dalam perjamuan ini, Xiao Yun juga menghadiri ulang tahun sang raja bersama Xu Xuan.
Tetua paviliun Lingdan bernama Feng Wu juga datang bersama tiga anak-anak. Tapi raut wajah Feng Wu sungguh tidak sedap dipandang, karena putra bungsu Feng Chen sekarang tubuhnya sudah seperti babi tidak menyerupai manusia, karena kalah tarung dengan Xiao Chen yang menurut putranya dia adalah kekasih Yin Yu.
Dia sendiri belum pernah melihat siapa sosok kekasih Yin Yu, tapi menurut putranya Yin Yu membawa kekasih untuk menghadiri ulang tahun Yang Kai.
Sisi lain, Yang Kai sudah menggunakan pakaian terbaiknya, dan sosoknya begitu sangat tinggi. Tiga wanitanya memuja-muja ketampanan Yang Kai. Setelah itu, Yang Kai beserta selir, turun menuruni tangga dan disambut hangat oleh seluruh keluarga besar dari Yang Mulai Agung.
__ADS_1
”Selamat ulang tahun sang Raja! Keluarga Tang memberikan mu!”
”Selamat ulang tahun Raja Yang! Saya Xu Xuan perwakilan asosiasi petualangan wilayah kerajaan ini memberikan selamat kepada Anda semoga Sang Raja panjang umur!”
Banyak sorak memberikan selamat kepada Yang Kai. Yang Kai hanya duduk dan mengangguk kepalanya untuk memberi perintah agar semua tamu tidak begitu sopan.
Hanya saja setelah dia duduk, belum menemukan sosok dari keluarga Yin.
“Apakah keluarga Yin tidak kunjung datang? Apakah ada hal sesuatu yang membuat dia tidak datang?” tanya Yang Kai kepada punggawa yang tiba-tiba mendekati ke arahnya.
”Tuan terkasih, keluarga Yin datang sedang berjalan menuju ke sini.” Punggawa itu berkata dengan hormat.
”Baiklah! Itu bisa dimaklumi, Keluarga Yin adalah keluarga yang sedikit jauh. Tidak apa-apa.” Yang Kai tersenyum dan sudah tidak sabar ingin melihat dambaan hati Yin Yu.
Tetapi punggawa itu, ragu-ragu sebentar, kemudian dengan penuh tekad, berkata: ”Anu Yang Mulia Raja. Nyonya Yin Yu membawa kekasih, bahkan Nona Yin Yu juga sangat manja.”
Seketika ruangan perjamuan menjadi dingin, tidak ada seorangpun yang berani bergerak, bahkan tiga selirnya tidak bisa menahan menggigil.
”Apakah kamu ingin mati? coba jelaskan sejujurnya apakah yang dikatakan oleh mu memang benar?” mata Yang Kai menyipit tajam, sehingga punggawa itu kencing di tempat.
Bajingan!
Yang Kai hendak membunuh punggawa itu, tapi ada ledakan suara!
”Itu benar. Saya Yin Yu datang ke sini untuk mengucapkan selamat kepada Tuan Yang Kai sekaligus untuk memperkenalkan kekasih ku.” Yin Yu berjalan dan mendekati ke arah Yang Kai sambil membungkuk hormat.
Yang Kai begitu marah, dia sudah sepenuh hati mencurahkan perhatian kepada Yin Yu. Tapi melihat sosok Yin Yu yang semakin hari semakin mematikan, hatinya sakit karena hati Yin Yu bukan untuknya melainkan untuk pemuda yang sedang berdiri dengan tenang.
Pokoknya dia harus mati!
”Yin Yu. Mengapa! Mengapa kamu begitu tega dengan ku, selama ini usaha yang aku curahkan kepada mu sia-sia!” Suara Yang Kai begitu serak dan suram.
“Maafkan aku yang mulia Raja. Tapi aku sudah mendapatkan pilihan hatiku, dia adalah Xiao Chen.” Yin Yu menarik lengan Xiao Chen dan memperkenalkan diri.
Xiao Chen tersenyum sopan.
__ADS_1
”Halo yang mulia Raja. Saya Xiao Chen, saya mohon kepada Raja agar melupakan Yin Yu sepenuhnya. Karena Yin Yu sudah menjadi milikku.” Xiao Chen membungkuk.
“Kualifikasi apa kamu memerintahkan aku untuk menjauhi Yin Yu. Aku tidak peduli siapa kamu, jika kamu bisa melepaskan Yin Yu aku akan memberikan setengah harta yang ku miliki.” Yang Kai mengepalkan tangannya.
”Maaf saya menolak, bagiku Yin Yu tak ternilai dengan harta.” Xiao Chen menjawab dengan tegas dan selembut mungkin.
”Apakah kamu yakin, di dunia ini tidak ada yang salah dan benar. Di dunia ini ditentukan dengan sebuah kekuatan. Apakah kamu yakin kamu bisa melindungi Yin Yu sepenuhnya.” Yang Kai wajahnya sudah tidak tahan, dan masih mengeluarkan aura yang sangat menakutkan.
”Saya sebisa mungkin melindungi Yin Yu dari orang yang mencoba mendzolimi.” Xiao Chen masih kuekueh.
Xiao Chen setelah menjawab, langsung melirik wajah tak tertandingi Yin Yu dan mengangguk secara bersamaan dan kedua belah pihak menggandeng tangan masing-masing dan berbalik pergi untuk duduk di tempat.
"Suami ..." Yin Yu tersenyum lembut dan membenamkan kepalanya di bahu Xiao Chen sambil berjalan dan duduk di kursi yang kosong.
Wajah Yang Kai begitu sangat mengerikan, melihat Yin Yu yang biasannya bersikap tenang dan dingin. Tapi dihadapan Xiao Chen begitu manja seperti anak kecil. Otomatis hati Yang Kai berdarah-darah.
Pada saat itu, keluarga teratas no satu di kerajaan Yang Mulia Agung dan dia adalah Jendral kepercayaan Yang Kai. Dia juga mencintai Yin Yu sepenuh hati. Karena melihat Yin Yu sudah memiliki kekasih, alhasil marah.
Jendral itu bernama Li Bai berdiri dan berteriak: ”Merebut dambaan hati Sang Raja adalah kejahatan besar! Siapapun di sini yang secara terang-terangan bisa membunuh pemuda Xiao Chen! Akan aku angkat menjadi tangan kanan ku!”
Woow!
Pada saat itu seluruh aula menjadi bringas, akhirnya dia memiliki alasan untuk membunuh kekasih Yin Yu.
Yin Yu yang mendengarnya berteriak: ”Jendral Bai! apakah kamu gila! Dalam hal percintaan tidak ada pemaksaan! Kamu jahat, bahkan jika kamu ingin membunuh kekasih ku, aku akan senantiasa berdiri disampingnya!”
Yin Yu melindungi Xiao Chen, sehingga Li Bai menjadi murka. “Apakah kamu tahan melawan seluruh kekaisaran Yang Mulia Agung!”
”Kamu tercela!" Yin Yu marah.
Akan tetapi, Xiao Chen menarik Yin Yu dan berkata: ”Jangan buang-buang keringat.” Setelah itu, Chain menatap ke arah Li Bai. ”Jendral Bai, saya menyukai Yin Yu, dan apa salah ku?”
Xiao Chen maju, dan berkata lagi, ”Saya tidak keberatan memiliki terlalu banyak musuh. Semakin banyak yang saya miliki, hal terburuk yang bisa terjadi adalah darah mengalir seperti sungai dan mayat berubah menjadi gunung.”
“Banyak yang di sini begitu yakin pada diri mereka sendiri di depan saya, yakin akan kemenangan mereka. Itu yang paling saya nikmati, mengalahkan kartu as mereka dan menghancurkan kepercayaan diri mereka.”
__ADS_1
Kemudian Xaio Chen menatap ke seluruh orang-orang yang sedang menatap ke arah dirinya dengan ganas lalu Xiao Chen melanjutkan perkataannya lagi, “Saya tidak takut mati atau siapapun yang ingin membunuh saya. Selagi saya memperjuangkan keadilan, maka langit dan bumi akan membantu saya! Jika kalian ingin saya mati, cepat penggal kepala ku!”