
Bab 68 Sandu Shengshou Dan Fei Mati.
Dan Fei seketika merasakan bahwa dirinya dihina oleh pemuda ingusan yang berada di depannya langsung marah. Walaupun memiliki kekuatan yang tak terduga tetapi pelecehan tetap pelecehan sebagai wanita tidak bisa menerimanya.
“Kamu ingin melecehkan ku? Jangan harap bajingan seperti mu hidup didunia ini! Semua pria sama saja! Mati kau!” Dan Fei menggertakkan giginya sambil di kedua tangannya seperti memunculkan cahaya tato berwarna biru yang menempel di seluruh pergelangan tangannya.
“Apa yang kamu katakan tadi? Kamu menuduh ku sebagai pria yang mesum? Sungguh tidak masuk akal, padahal kamu yang memakai pakaian minim dengan kedua gunung yang sedikit ingin tumpah dan paha kamu diperlihatkan sehingga mengundang hawa nafsu.”
“Kamu itu bodoh, menebar pesona tubuh sendiri, tetapi akan marah jika diperlakukan dengan pelecehan! Jika kamu tidak ingin pelecahan, tutup semua tubuh mu, apakah paham bodoh,” kata Xiao Chen yang berkata terus terang setelah dalam pengaruh pedang Iblis.
“Kamu tsk!” Dan Fei membantah kemudian langsung cahaya biru yang keluar dari kedua pergelangan tangannya untuk menembak Xiao Chen.
"Swosh!"
Seketika Xiao Chen langsung menahan sinar biru itu menggunakan pedang usangnya sehingga ketika sinar biru itu mengenai pedang langsung memantul kembali.
"Bajingan!" Dan Fei seketika langsung menghindar dengan panik begitu melihat serangan dirinya langsung dikembalikan kepada diri sendiri.
"Swoshh!"
Dan Fei melompat ke samping kiri setelah itu, dia langsung menyerang maju ke arah Xiao Chen dengan mengeluarkan kaki laba-laba keluar dari punggungnya untuk menusuk-nusuk tubuh Xiao Chen.
“Hahah wanita bodoh! Karena kamu menolak untuk tubuhnya dicicipi oleh Tuan ini karena maka lebih baik kamu mati.” Xiao Chen langsung berlari untuk menghampiri Dan Fei yang sedang menyerang kepada dirinya. Di tangan itu, langsung mengayunkan pedang hitamnya dengan sangat keren.
“Hahaha mati!”
Seketika sosok Xiao Chen menghilang seperti meleleh di udara tipis. Sontak Dan Fei langsung tatapannya bermartabat dan sangat serius melihat ke kiri kanan sambil terbang.
“Dia memiliki cepat Ayah sangat ekstrem aku harus berhati-hati.” Dan Fei berguman sambil memandang ke kiri dan ke kanan. Dia juga memerintahkan satu kelompok yang tersisa untuk berhati-hati.
“Hei kamu berhati-hatilah pemuda itu sedang melancarkan sarangnya tanpa kita ketahui, lebih baik kamu berwaspa....” Dan Fei belum sempat menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba menemukan rekan satunya yang tersisa yang bernama Sandu Shengshou tiba-tiba lehernya terbang akibat dipenggal langsung oleh Xiao Chen.
“Hahaha kalian tidak bisa lari dari Tuan ini, sebelum kalian mengembalikan Feng Huang ku! Hahaha!”
“Sekarang kamu wanita cantik yang mati!”
"Swosh!"
Xiao Chen langsung menghilang lagi dengan beberapa nafas sudah tiba di hadapan Dan Fei.
__ADS_1
“Tidak baik!” Dan Fei sungguh panik. Dia melihat pemuda itu mengayunkan pedang ke arah dirinya, langsung tangan satunya yang menghalau serangan pedang Xiao Chen.
Akan tetapi haluan itu percuma saja, karena tangan langsung patah dan mengeluarkan darah terus-menerus.
“Hahaha Mati!”
Xiao Chen kemudian memotong satu tangannya lagi, seketika langsung tangan kirinya mencekik leher Dan Fei sampai dia tidak bisa bernafas.
“Hmm akan ditayangkan jika wanita secantik mu akan mati di tanganku," ucap Xiao Chen sambil tatapannya menyipit tajam ke arah Dan Fei.
“Ahhggrt lepaskan tangan kotormu itu! Sialan!” Dan Fei goronta-rontak untuk membebaskan dari cengkraman Xiao Chen. Sayangnya cengkraman Xiao Chen seperti jepitan besi yang kokoh sehingga Dan Fei tindakannya sia-sia.
Xiao Chen tidak peduli kamudian, langsung menanggalkan semua baju yang minim itu dari Dan Fei.
Setelah menanggalkan seluruh baju yang minim, Xiao Chen kemudian menusuk alat vitalnya menggunakan pedang hitam dengan perlahan-lahan.
"Ahhhhhh!”
Dan Fei menjerit kesakitan ketika alam kelamin sendiri dimasukkan pedang hitam dengan paksa, sehingga darah keluar sangat banyak dari lobang itu.
“Tidak ini sungguh sakit, kamu monster!" Ahhh!" Dan Fei merasakan rahim itu hancur akibat ditusuk pedang usang dari Xiao Chen.
"Engah!"
Dan Fei ketika muntah darah sangat banyak, tidak membutuhkan beberapa lama, dia merasakan semua usus di perutnya terkoyak akibat di tusuk pedang lewat rahim.
Mata Dan Fei melotot tajam, dia sedang merasakan rasa sakit yang amat luar biasa dengan perlahan-lahan.
Xiao Chen kemudian menekankan lagi pedang itu sehingga hanya membutuhkan beberapa saat, pedang usang masuk dari rahim, keluar dari mulut cantik Dan Fei yang sobek akibat pedang yang terlalu besar.
Setelah Xiao Chen menusuk tubuh Dan Fei layaknya tusukan sate jumbo, langsung mengangkat ke atas.
“Hahah siapa yang menghalangi Tuan ini, mati!” Xiao Chen meraung seperti Iblis. Sekarang jiwa pendekar naik menjadi sembilan setelah membunuh orang dari lembah Phoenix kematian.
“Tsk! Kalian sudah melarikan diri, dan sudah membawakan Feng Huang, dari mataku aku tidak membiarkan! Aku akan membantai wilayah Phoenix kematian!”
"Hahah!"
"Bom!"
__ADS_1
Ledakan gelombang merah keluar dari tubuh Xiao Chen, seketika langsung menghempaskan seluruh Sekte Tanah Hitam.
Dari kejauhan ada pemuda yang rambutnya berkibar karena tertepa angin yang dikeluarkan oleh gelombang Xiao Chen.
“Apakah dia semengerikan itu? Bagaimana dia bisa seperti ini,” guman Nangong Mechen.
Mungkin jika Nangong Mechen sekarang melawan Xiao Chen yang sedang diliputi mode iblis seketika mati.
Tidak dipungkiri guru Nangong Mechen yang bernama Gu Tianji, juga mengelus-ngelus janggutnya. Karena disamping bakat Xiao Chen sudah jenius. Sekarang melihat perubahan Xiao Chen yang lebih mengerikan lagi, dia pikir panjang. Apakah Xiao Chen akan layak di Sekte Tanah Hitam selamanya karena takut saja akan membunuh selusin murid.
Sementara itu, Su Xing merasa dalam keadaan bahaya langsung terbang untuk menghentikan Xiao Chen.
“Murid sudah cukup, berhenti! Jika kamu seperti itu, akan berbahaya! Lihat rumah-rumah hancur karena ulah mu,” seru Su Xing.
Akan tetapi, Xiao Chen hanya melirik dan langsung berkata: “Kamu adalah guru Xiao Chen, Tuan ini sudah mengetahui bahwa Xiao Chen tidak menyukai mu, jika aku Xiao Chen sudah aku bunuh kamu! Kamu wanita licik dan memiliki pikiran jahat.”
“Itu bisa dipikirkan nanti sekarang kamu hentikan merusak!” Su Xing berseru lagi.
”Kamu berani memerintahkan aku! Memangnya kamu siapa!” Xiao Chen yang sedang dalam kendali pedang iblis tidak menyadari.
"Bom!"
Kemudian, Xiao Chen mengeluarkan amukan tinju kearah dada Su Xing sehingga dia menukik dan terjatuh seketika mengeluarkan darah dari mulutnya sangat banyak.
“Cih lebih baik aku bunuh kamu sekarang!”
"Swosh!"
Xiao Chen terbang untuk mendekati Su Xing yang sedang keadaan pingsan untuk membunuh.
Akan tetapi, tiba-tiba ada Xiao Shi yang menghalanginya.
“Nak sadarlah!”
“Minggir Tua Bangka!” Xiao Chen melambaikan tangannya dan menyerang Xiao Shi sehingga dia juga terhempas sangat jauh.
“Lebih baik Xiao Chen tidak memiliki ayah, sehingga tidak ada hal yang dibebani.” Iblis Xiao Chen juga berniat membunuh Xiao Shi.
Karena Xiao Shi yang paling dekat, maka iblis Xiao Chen hendak membunuh Xiao Shi.
__ADS_1
Di kejauhan dari pertempuran, ada kakek tua yang duduk di atas bukit yang besar. Dia menggelengkan kepalanya dan berkata: “Pedang itu, pernah membunuh Phoenix, Naga dan Dewa. Maka untuk mengendalikan sungguh mustahil. Orang yang mengontrak pedang, akan diliputi pikiran jahat dan pembantaian.”