Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Tehnya Diracun!


__ADS_3

Bab 299 Tehnya Diracun!


"Bagaimana denganmu?” tanya Xiao Yun yang sudah menyadari kedatangan Xiao Chen.


"Aku baik-baik saja, itu hanya masalah sepele. Dia sudah melarikan diri.” Xiao Chen menjawab sambil mengangguk.


Ketiga orang itu bingung sebentar, tapi wajah mereka melihat Xiao Yun dan mereka memberikan syarat agar Xiao Yun menjelaskan kepadanya.


Xiao Yun pun paham, dia mengangguk lalu berkata: "Dia adalah tabib yang ingin menyembuhkan ibuku.”


Xiao Chen buru-buru menjelaskan bahwa dirinya bukan tabib, tapi ketiga orang itu menatap ke arah dirinya dengan tatapan berbinar-binar.


"Ohh benarkah, kami semua sangat berharap agar saudara tabib bisa menyembuhkan ibu kakak Xiao Yun!”


"Mohon bantuannya.” Xiao Chen menjawab tak berdaya. Kemudian Xiao Yun kembali terbang untuk pergi ke rumahnya dan mereka semua mengikuti dari belakang.


Satu jam kurang lebih, akhirnya Xiao Yun sudah melihat rumah yang megah seperti istana dari kejauhan. Dia memberikan kepada Xiao Chen untuk lebih mempercepat gerakannya.


Xiao Ling melirik ke arah Xiao Chen terus menerus. Wajahnya sungguh sangat tampan, tapi dia sepertinya tidak peduli dengan keberadaannya sehingga dia merasa tidak enak.


Padahal saya cantik, tidak terlalu buruk. Dibandingkan dengan Xiao Yun hanya sedikit. Tapi pemuda itu tidak melirik sedikit pun, melainkan pandangannya masih tertuju ke arah depan.


Akhirnya setelah mempercepat langkahnya, Xiao Chen sudah tiba di rumah megah Keluarga Xiao.


Banyak para keluarga yang melihat dan tersenyum lembut sambil mengangguk ke arah Xiao Yun.


"Kamu akhirnya kembali. Oh itu siapa? Apakah kekasih mu?”


"Bukan dia adalah teman ku!" Xiao Yun seketika menyela dan membawakan Xiao Chen untuk memasuki ke dalam kamar ibunya.


Banyak keluarga Xiao yang bingung tentang itu, tapi mereka semua tidak bertanya lebih jelas lagi.

__ADS_1


Patriak Xiao bernama Xiao Xi juga melihat kedatangan Xiao Yun sehingga tanpa pikir panjang langsung berjalan mendekati kearah dia.


Xiao Xi juga melihat Xiao Chen, dia ingin tahu tapi Xiao Yun berkata, "Dia adalah tabib yang aku temui, mungkin saja dia bisa menyembuhkan ibu ku yang sudah tidak waras.”


“Apakah kamu yakin?” tanya Xiao Xi sungguh berharap agar ibunya Xiao Yun kembali sedia kala.


Membuka pintu, tiba-tiba Xiao Chen melihat satu wanita cantik, tapi sudah tidak terawat dan dia sedang memegangi bantal kecil dan memain-mainkan seolah bantal kecil itu adalah bayi kecil.


Bahkan dia tidak menggubris kedatangan Xiao Yun.


Xiao Chen seketia menyipit tajam. Hal yang pertama adalah dia melihat satu gelas besar yang terdapat air teh cukup banyak.


Tanpa pikir panjang, Xiao Chen mendekati ke arah teh itu, dan berkata kepada Xiao Yun. "Ibumu tidak gila, tapi ibumu di racun menggunan minuman ini.”


“Apa?”


Mata Xiao Yun menajam, dan kemudian dia segera melihat ke arah Xiao Xi dan Xiao Ling.


Jika ada yang punya kesempatan untuk meracuni teh, itu hanya para pelayan yang menuangkan teh tadi diatur oleh keluarga Yin.


Keluraga Yin adalah menantu suami yang sudah meninggal, sebelum ibunya mengalami gangguan jiwa, keluarga Yin mengirim minuman teh kepada ibunya.


Tiba-tiba Xiao Yun meledakkan amarah yang sangat besar.


"Dasar binatang keluarga Yin! Aku tidak pernah berbuat salah dengan keluargamu, tetapi kenapa kamu begitu tega meracuni ibuku sampai seperti ini!" Xiao Yun mengepalkan tangannya dan menghantam ke wadah minuman teh hingga pecah.


Krak!


Xiao Chen menutup mata, dia diam-diam langsung membuka buku teknik racun dan pengobatan Gu.


Walaupun Xiao Chen sangat malas untuk mempelajari Alkima, tapi dia harus menyelamatkan ibunya Xiao Yun.

__ADS_1


Buku pengobatan dan racun Gu adalah buku yang lengkap, bahkan buku ini hampir setara dengan buku hitam Jiang Chen.


Setelah mempelajari sebentar, akhirnya Xiao Chen membuat suara. “Dilihat dari gejala orang yang keracunan, racun yang ada pada teh tersebut adalah Bubuk Duangu, dan bahan baku utama Bubuk Duangu adalah Iris. Bau bunga Iris di badan membuktikan bahwa racun tersebut terpapar pada tahap persiapan. tidak peduli seberapa keras kamu berbicara, itu tidak ada gunanya."


Setelah Xiao Chen membuat suara, ruangan itu sunyi.


"Jiejiejie!"


Tiba-tiba ada semburan tawa dingin tiba-tiba terdengar, dan orang yang tertawa itu tidak lain adalah pemuda berbaju hitam salah satu pelayan yang ditugaskan oleh keluarga Xiao, "Aku tidak menyangka kamu mengenal Bunga Iris, tapi kami meremehkanmu.”


Pemuda berbaju hitam tiba-tiba menunjukkan wajah galak, "Akulah yang meracuni ibumu hahaha, tapi sebelum kamu mengungkapkan itu, aku sudah menaburkan racun yang sama di ruangan ini. Tunggu saja dalam dua menit kalian semua akan menjadi gila seperti dia, hahaha!”


Keluarga Xiao selain Xiao Chen melihat wajah yang begitu akrab langsung terkejut, tetapi Xiao Yun langsung berteriak dengan berlinang air mata, "Yin Wuji! Kamu ... Kamu ... kenapa kamu seperti itu, Aku tidak pernah membuat kesalahan terhadap keluargamu tetapi kenapa kamu seperti itu!”


"Diam bajingan! Aku melakukan hal ini karena aku marah terhadap mu, aku tidak puas dengan tindakan mu, kakaku meninggal mesti karena ulah mu, 'kan?” Yin Wuji meraung sampai urat birunya menonjol.


Tubuh Xiao Yun ambruk dan berkata: "Jangan berkata omong kosong! Bahkan aku tidak tahu bagaimana suami ku meninggal!”


Xiao Chen saat ini diam, tapi jari kakinya dia mengeluarkan ratusan semut langsung merambat dan menggigit seluruh orang keluarga Xiao. Gigitan semut itu tidak berasa tetapi langsung membuat orang yang digigit akan kebal terhadap racun yang sudah ditaburkan oleh Yin wuji.


Kemudian ketika semua keluarga Xiao dalam keadaan panik besar, Yin Wuji mencibir di dalam hatinya. Dia sangat yakin dengan racun yang dimiliki, kecuali jika itu adalah penawar yang dia bawa sendiri, racun itu tidak akan mampu menyembuhkan.


Sampai pada waktu akhirnya, Yin Wuji menutup Mata sambil menunggu seluruh orang dari keluarga Xiao menjadi gila.


"Apa yang terjadi? Apakah racunnya belum dimulai?” Yin Wuji tiba-tiba wajahnya menjadi serius. Secara logika, sudah melebihi dua menitan, seharusnya sudah ada gejala sejak lama. Mengapa orang-orang ini tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan?


Apakah racun yang barusan dia sebar adalah palsu?


Pada saat itu, Xiao Chen menatap Yin Wuji dan berkata menghina. "Apakah racunnya sudah berkreasi? Kenapa aku tidak merasakan tanda-tanda gejala?” Mengulurkan tangannya, seketika berubah menjadi ular yang sangat banyak mencoba menyerang Yin Wuji.


Zzzzz!

__ADS_1


__ADS_2