Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Xiao Chen Diperebutkan


__ADS_3

Bab 48 Xiao Chen Diperebutkan


“Akhirnya bisa beristirahat,” guman Xiao Chen seketika tubuhnya membenamkan di kasur yang keras untuk beristirahat.


Memikirkan kelanjutan untuk meningkatkan kekuatannya, Xiao Chen memutuskan untuk pergi ke perpustakaan lagi mencari buku tentang resep Alkamis.


Di buku hitam peninggalan Jiang Chen hanya jimat pemulihan dan jimat racun tidak ada cara-cara Alkamis.


Bahkan di cara-cara racun Gu tidak begitu mendetail cara-cara agar menjadi Alkamis tinggi seperti menghidupkan orang mati atau meningkatkan jiwa pendekar ke beberapa lapisan.


Xiao Chen hanya ingin mengetahui segala bidang dan memanfaatkan otak jeniusnya walaupun bagi dirinya Alkamis tidak berguna.


Jika Xiao Chen bisa menciptakan formula obat umur panjang dan dijual bukankah itu untung besar? Karena itulah dia memanfaatkan otak jeniusnya untuk mempelajarinya segala bidang.


Xiao Chen yang sedang terlentang di kasur keras, tanganya mengepal dan berkata: “Yosh aku ingin menjadi serba bisa, aku harus memanfaatkan otak jeniusnya semaksimal mungkin!”


Xiao Chen langsung bangun dari tidurnya untuk menuju ke tempat perpustakaan mencari formula Alkamis.


Xiao Chen sudah berpikir mungkin saja di masa depan entah kapan, jika memanfaatkan otaknya untuk mempelajari sesuatu yang tidak bisa oleh pada manusia kebanyakan, ini akan menjadi kelebihan baginya.


Xiao Chen mengganti baju yang sedang bersih kemudian, baju yang kotor akibat pertarungan dia taruh samping kasur.


Ketika Xiao Chen sudah keluar dari, Su Xing dan Liu Shen sudah menantikan.


Xiao Chen akhirnya menyempitkan matanya, ada apa lagi dengan mereka berdua? Bisakah Xiao Chen bisa tenang tanpa melihat mereka berdua? Sayangnya itu adalah mustahil.


Karena semakin hebat kamu, maka wanita itu akan selalu dekat dan ingin tahu tentang kamu.


Xiao Chen berkata kepada Su Xing sepertinya tidak senang, “Guru, ada apa lagi?”


Su Xing ingin mencakar wajah Xiao Chen karena sepertinya ketika dirinya melihat dia yang tidak senang dengan kedatangannya tiba-tiba entah kenapa marah.


“Murid bodoh, walaupun guru ini kalah itu hanyalah kebetulan besok ketika bertarung lagi akan aku kalahkan kamu Humpp!” Su Xing mendengus sambil memeluk kedua tangannya.


Xiao Chen hanya mengangkat bahu dan berkata seperti ini: “Walaupun murid ini bodoh tapi bisa mengalahkan guru hehehe!”

__ADS_1


Su Xing ingin pingsan di tempat setelah mendengar kata-kata muridnya, walaupun hatinya ingin mengakui kekalahan tapi sifat gengsinya masih tinggi dan tidak mau untuk mengakui terlebih dahulu.


Xiao Chen jika tahu isi hati dari Su Xing, mungkin akan berkata: kami tahu apa yang dikatakan kamu pada dasarnya wanita adalah jual mahal dan selalu benar.


Sayangnya Xiao Chen tidak mendengarkan isi hati Su Xing yang sangat menggebu-gebu akhirnya hanya mengerutkan kedua pelipisnya.


Xiao Chen tidak peduli lagi langsung melangkah maju ke depan untuk pergi ke perpustakaan mengambil beberapa formula Alkamis.


“Mau kemana kamu?” Su Xing tiba-tiba ingin, bukan hanya itu saja sepertinya dirinya ingin selalu dekat dengan Xiao Chen sehingga ketika melihat murid itu pergi maka harus mengetahui kemana dia pergi.


Xiao Chen yakin dan bersumpah kepada langit bahwa walaupun Xiao Shi adalah ayahnya tapi tidak terlalu ingin tahu tentang masalah dirinya. Akan tetapi Su Xing yang hanya guru statusnya seperti ibu-ibu yang ingin tahu segala sesuatu dari anaknya.


Xiao Chen menoleh ke arah Su Xing, kemudian menjelaskan seperti ini: “Guru aku ingin BAB? Apakah Guru ingin ikut denganku?”


"Engah!"


Su Xing dan Liu Shen seketika langsung muntah darah kemudian kedua dada itu tarangah-engah paru-parunya ingin meledak karena marah ingin sekali memukuli Xiao Chen.


Su Xing karena marah langsung mengambil sandal jepit kuno untuk dilemparkan ke arah Xiao Chen.


"Swosh!"


“Sial!"


Xiao Chen langsung menghindari begitu mudah dari lemparan sandal jepit kuno milik Su Xing.


“Guru sebagai pria sejati maka harus berkata jujur, ini adalah pernyataanku bisa-bisanya Guru akan begitu galak,” kata Xiao Chen tatapannya lurus.


Su Xing mendengus seperti banteng yang ingin menerjang Xiao Chen. Sayangnya dia melihat Xiao Chen sudah kembali berjalan meninggalkan mereka berdua.


Xiao Chen melompat untuk mempercepat berjalannya ke perpustakaan. Ketika sudah sampai di depan perpustakaan itu, dia menemukan ada wanita yang telah dikenali sejak dari kecil.


Wanita itu yang tidak lain adalah Lan Xuaner yang sedang melamun entah apa yang sedang dipikirkan.


Xiao Chen tersesat sejenak tapi beberapa saat kemudian penampilan kembali seperti semula.

__ADS_1


Xiao Chen harus melupakan Lan Xuaner karena sifat yang telah dilakukan kepada Xiao Chen sudah mengetahui.


Jika masih menelan ludah dan tidak ingin keluar dari Zona nyaman, maka percuma saja jika dirinya sudah membalas dendam ke keluarga Wang.


Xiao Chen menutup mata sejenak langsung berjalan melewati Lan Xuaner.


Lan Xuaner seketika melihat Xiao Chen yang tampilannya sudah berubah total tidak seperti dulu yang sakit-sakitan. Sekarang dia melihat bahwa Xiao Chen adalah pemuda yang sangat tampan rambut hitam yang panjang seperti air terjun.


Bahkan tatapannya begitu penyihir, pantas saja banyak wanita seperti Liu Shen dan Guru Su Xing langsung ntar ke simak setelah melihat Xiao Chen.


Tidak dipungkiri kedua wanita itu melupakan bahwa sudah mempunyai kekasih masing-masing.


“Xiao Chen!” teriak Lan Xuaner sepertinya ragu-ragu sebentar tapi memutuskan untuk memanggil.


Xiao Chen tubuhnya bergetar dan dengan berat hati menoleh ke arah Lan Xuaner yang wajahnya sungguh sangat cantik dan begitu menawan bahkan dirinya tidak tahan untuk menatap lama-lama.


“Ada apa?” Balas Xiao Chen dengan sangat ringan.


“Maafkan aku,” ucap Lan Xuaner dengan tegar dan hatinya sungguh sangat sakit sambil menahan untuk tidak menangis.


Lan Xuaner masih melanjutkan perkataannya lagi, “Mungkin hanya kata-kata maaf yang bisa aku sampaikan, kamu mungkin masih ingat kata-kataku yang begitu menyakitkan yang telah aku lontarkan kepadamu. Rasa sakit itu hanya kamu yang mengetahui bagaimana rasanya. Sekarang keadaan sudah terbalik drastis.”


“Sekarang kamu sudah berubah menjadi pemuda yang kuat, sekarang aku seperti mu yang di hina oleh beberapa teman yang di Sekte ini, rasa sakit itu juga hanya aku yang bisa menanggung.”


Xiao Chen matanya terpejam sambil mendengarkan. Bahkan dirinya juga tidak tahan untuk meraih Lan Xuaner dan memeluknya secara erat-erat bahwa Xiao Chen masih mencintai dan bisa tidak bisa melupakan.


Posisi itu juga tidak berbeda jauh dengan Lan Xuaner, dia merasakan rasa sakit hati dihina seperti Xiao Chen pada waktu itu bahkan sekarang dirinya juga tidak tahan untuk Xiao Chen sangat erat untuk melandaskan rasa bersalah ini bahwa sudah menyesal sebesar-besarnya.


Xiao Chen berkata dengan serak, “Aku memakan mu, tetapi untuk kembali seperti semula sungguh sulit, dan sepertinya mustahil hanya skema Dewa yang menentukan,”


Xiao Chen tidak berlama-lama dengan langkah cepat memasuki perpustakaan lagi. Namun sebelum Xiao Chen seutuhnya masuk ke perpustakaan, tiba-tiba Lan Xuaner berkata, “Yah aku mengerti apa yang kamu katakan, aku berharap kepada Dewa untuk menyatukan lagi seperti dulu, bahkan sampai rambut memutih aku menunggu,”


Xiao Chen seketika berhenti sejenak dan kedua tangannya mengepal. Setelah itu tidak berkata dan berjalan lagi tanpa menoleh Lan Xuaner.


Dari kejauhan Su Xing dan Liu Shen melihat semua ini tanpa sadar tanganya mengepal engah kenapa melihat Lan Xuaner sekarang menjadi musuh bebuyutan.

__ADS_1


Mata Su Xing tajam ada hawa pembunuh dan berkata di dalam hati. ‘Entah kenapa aku sakit, ini tidak terjadi aku harus bagaimana? Apakah aku harus membunuh Lan Xuaner secara diam-diam?’


__ADS_2