Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Upacara Pernikahan


__ADS_3

Bab 288 Upacara Pernikahan


Kedatangan Putri Yun Wuxin di kota Gaobao, begitu panas, hanya sedetik kedatangannya, langsung menyebar seperti sayap yang lebar.


Berita panas itu juga terdengar keluarga Yun.


”Hmmm aku ingin melihat bajingan siapa yang berani sekali membawa cucuku, sudah lebih dari lima hari,” ucap Patriak Yun duduk tetapi kedua pohonnya bergetar karena tidak tenang, dia ingin sekali memukuli orang yang telah membawa cucunya.


“Ayah, yang terpenting kita sudah mengetahui bahwa Xin'er sudah kembali dengan selamat. Kita hanya ingin melihat siapa orang itu, tentu saja kita harus berhati-hati dengan orang yang sudah membawa cucu ayah. Aku juga tidak tahu apakah pemuda itu bisa diandalkan, tertarik dengan dia," ucap pria dengan penampilan gagah dan dibawa. Dia adalah Yun Tian ayah dari Yun Wuxin.


“Bajingan! Aku tidak tahan, jika aku melihat cucuku terluka, tidak akan aku maafkan!” Patriak Yun marah seperti kucing yang terinjak ekornya.


”Sabar dulu Ayah, kita harus menunggu kedatangan putri kita!” Yun Tian mringis merasa tidak tahan dengan perilaku Ayahnya.


Pada saat itu, pintu terbuka langsung muncullah sosok wanita yang dia kenal, memakai pakaian hijau, rambut juga secara samar-samar ada warna hijau. Hanya saja ada satu perusahaan dia membawa anak kecil yang sedang menyusui.


Ibu Yun Wuxin bernama Su Weiyang langsung berlari dan menatap ke arah Yun Wuxin dari atas sampai ke bawah takut jika tubuhnya terluka. Kemudian Su Weiyang menatap ke arah Xiao Chen yang sedang disampingnya hendak memarahi, ketika melihat wajah tampan Xiao Chen Su Weiyang tersedak dan akhirnya dia melupakan bahwa dirinya ingin memarahi Xiao Chen.


"Halo ibu mertua. Saya Xiao Chen anu emmm!” Xiao Chen gugup, tapi Patriak Yun tiba-tiba marah langsung melesat tajam menyerang Xiao Chen.


"Kamu pemuda sembrono! Sudah membawa cucuku hingga aku khawatir!”


Bang!


Tinju Yun Jianqi yang seluruh kepalanya diselimuti ular kecil berwarna emas langsung ditahan menggunakan tangan kosong Xiao Chen.


”Maafkan aku kakek, tapi pada waktu itu saya sungguh sangat membutuhkan cucu Anda. Xiao Renfeng kecilku membutuhkan air susu. Jadi selama perjalanan cucu Anda menyediakan susu yang melimpah terhadap Renfeng kecilku.” Xiao Chen berkata sambil menangkap tinju Yun Jianqi.


Yun Jianqi tertegun sebentar langsung mundur sekitar tiga meter, lalu menatap ke arah Xiao Chen dengan tertawa terbahak-bahak.


”Hahaah! Bagus-bagus sangat bagus, seperti cucuku memiliki mata yang bagus!” Yun Jianqi kemudian menatap Yun Wuxin dan matanya berbinar-binar. ”Cucuku, kamu adalah yang terbaik. Kamu memilih pria yang pas dalam kriteria kakek. Hahaha!"

__ADS_1


Kemudian Yun Jianqi menatap ke arah Yun Tian putranya dan berkata lagi, “Ayo kita umumkan bahwa Xin'er sudah memiliki pasangan! Hari ini harus membuat acara yang begitu meriah, panggil seluruh anak-anak dari keluarga Yun! Kita harus berkumpul dari sini!”


Yun Jianqi berjalan langsung mendekati ke arah Xiao Chen dan membuka cincin penyimpanannya langsung mengeluarkan tiga botol anggur.


Xiao Chen tersenyum, dan menuangkan dua gelas minuman anggur kepada dirinya dan Yun Jianqi. Menyeruput minuman itu, Xiao Chen hanya merasakan bahwa minuman berfermentasi ini, rasanya masih buruk.


Xiao Chen mengeluarkan tiga bambu yang di dalamnya ada minuman tuak langsung diserahkan kepada Yun Jianqi.


”Kakek, mungkin minuman ini akan lebih nikmat daripada minuman itu,” ucap Xiao Chen sembari menuangkan dua gelas minuman tuak itu.


Yun Jianqi meminumnya, tapi dibelakang ada Yun Tian yang selalu menatap terus-menerus ke arah dua gelas berisik minuman tuak dengan bibir yang mengiler.


Xiao Chen tersenyum dan menuangkan kepada Yun Tian. ”Ayah mertua, saya juga memberikan kepada Anda.”


~


#Keesokan Pagi Hari


Xiao Chen yang sudah ditemani beberapa pelayan di sampingnya akhirnya mendekati ke arah Yun Wuxin.


Yun Wuxin saat ini dia sungguh sangat gugup walaupun hatinya saat gembira. Yun Wuxin akan menjadi wanita resmi sepenuhnya Xiao Chen, walaupun dia juga paham bahwa ini adalah pernikahan resmi, tapi dia bukan wanita pertama Xiao Chen.


Kemudian Xiao Chen setelah menghampiri Yun Wuxin, mereka langsung bergandengan tangan sambil berjalan menuruni tangga untuk menyambut para tamu yang sudah datang.


Ketika Xiao Chen dan Yun Wuxin sudah menuruni anak tangga dia melihat para tamu sudah duduk sambil dihidangkan minuman, buah-buahan, dan makanan ringan yang disajikan terlebih dahulu. Perjamuan utama baru akan dimulai setelah upacara nikah.


Bahkan banyak kenalan yang memanfaatkan kesempatan ini untuk ngobrol dengan orang lain, ada yang mengenang masa lalu, ada pula yang membicarakan bisnis, atau memanfaatkan kesempatan ini untuk menyelesaikan konflik yang tidak ingin mereka temui.


Yun Tian yang sudah memakai baju resmi, dia juga menatap ke arah anaknya dengan ringan.


“Aku tidak tega melepaskannya, tapi ketika putriku besar nanti, dia akan selalu menikah. Jika dia bisa menikah dengan seorang Pria yang benar-benar mencintainya, mampu menjadi seorang putri sudah merupakan berkah yang telah saya kembangkan selama delapan masa kehidupan,” ucap Yun Tian sambil melirik Su Weiyang.

__ADS_1


Su Weiyang juga menganggukan kepalanya dengan lembut, “Tentu saja kita tidak ingin anak yang paling cantik akan hidup menjomblo. Secepatnya harus menikah dan mencari pria yang dicintainya.”


Pada saat itu, semua orang melihat ke atas dan melihat bahwa Xiao Chen dan Yun Wuxin telah melepaskan masa lajang dan sekarang mereka resmi menjadi pasangan yang diberkahi oleh Dewa.


Xiao Chen mengambil semangkuk minuman anggur yang sudah ditaburi bunga melati, setelah mengambil langsung disebarkan ke atas sehingga terjatuh seperti air hujan.


Jatuhnya air itu, dibarengi suara teriakan para tamu yang diundang dari keluarga Yun, akhirnya menambah suasana yang sangat meriah.


"Selamat kepada Putra Wuxin dan Tuan Er Chen! Atas pernikahan mu!”


Ketika Xiao Chen yang di sampingnya ada Yun Wuxin, tiba-tiba dia melihat bahwa Yun Wuxin sedang ingin mengambil beberapa potong makanan, tiba-tiba pelayan itu menghentikannya.


“Tunggu dulu nona Wuxin!”


”Ada apa lagi, aku lapar aku ingin memakan sepotong makanan.” Yun Wuxin melirik ke arah pelayanan itu.


“Menurut aturan, pengantin wanita tidak boleh minum atau makan sebelum pengantin pria melepas jilbabnya. Dia harus duduk tegak dan menunggu,” ucap pelayan dengan hormat.


“Mengapa banyak aturan! Ini sangat menjengkelkan!" Yun Wuxin tidak puas.


Xiao Chen berada di sampingnya langsung menghelan apa lalu mengangkat tangannya, langsung menarik jilbab yang menutupi seluruh wajah Yun Wuxin.


”Nah, sekarang kamu boleh memakan sesuatu!"


Pada saat itu Hua Ning Bing dan yang lain masuk ke dalam kamar Yun Wuxin, Aku tak ingin merusak acara upacara itu. Setelah sudah selesai barulah meraka keluar.


Walaupun demikian mereka juga dihormati layaknya Ratu.


Saat ini ketika pasangan sedang bercanda ria tiba-tiba tuan muda dari keluarga Peng, tiba-tiba berteriak sehingga Xiao Chen menyetek dan tatakannya ke arah remaja itu.


”Saya adalah Peng Chen, tuan muda Peng. Saya juga pengagum rahasia Nona Wuxin. Saya ingin menentang untuk berkelahi dengan Tuan Xiao Chen!”

__ADS_1


__ADS_2