Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Ternyata Bersembunyi Cukup Dalam


__ADS_3

Bab 24 Ternyata Bersembunyi Cukup Dalam


Yan Ling sekujur tubuhnya penuh darah dan cedera yang sangat serius. Bagaimanapun di bombardir beberapa jemaat peledak akan mengakibatkan tubuhnya menjadi penuh luka.


Yan Ling tahu bahwa jika dia berdiam saja akan mengalami luka yang bertambah serius, akhirnya dia melompat ke atas untuk menghindari serangan tersebut.


“Bocah brengsek beranilah kamu!” Yan Ling sungguh sangat marah bahkan kepalanya bersungut-sungut mengeluarkan tanduk.


Untuk melawam Xiao Chen, dia menggunakan jurus 9 belah pedang kayangan.


” Sembilan Bilah Pedang Kayangan!”


Tangan Yan Ling menunjuk ke arah di mana Xiao Chen berada, tangan yang sedang diarahkan kepada target mengeluarkan sinar hijau berbentuk pedang ada sembilan langsung menembak ke arah Xiao Chen.


"Swoshh!"


"Swosh!"


Xiao Chen melompat menyamping kanan sekitar 4 meter untuk menghindari tembakan pedang tersebut.


"Bom! Bom! Bom!"


Ledakan demi ledakan akibat serangan pedang yang dilakukan oleh Yan Ling membuat tanah itu seperti sedang ada badai debu bertebaran sehingga menutupi beberapa pandangan orang yang sedang melihat pertarungan.


Xiao Chen selalu menghindar begitu sigap, kemudian dia melompat menggunakan jimat sayap untuk mendekati Yan Ling.


"Swoshh!"


Xiao Chen meliuk-liuk layaknya jet tempur begitu handal langsung mendekati Yan Ling dan memukul kepalanya.


"Bang!"


Pukulan itu sungguh sangat renyah mengenai pipi kiri Yan Ling, bahkan Xiao Chen melihatnya setelah pukulan mendarat, hidung Yan Ling memuncratkan darah cukup banyak sehingga menciprat Ke tangannya.


Meskipun begitu, Xiao Chen juga terkenal tinju di dadanya sehingga sama-sama terpental dan menukik ke bawah.


Satu jimat sudah ditempelkan pipi bagian kiri yan Ling sehingga ketika Xiao Chen meluncur ada ledakan yang terdengar di semua para guru dan penonton.

__ADS_1


"Bom!"


Akibat jimat ledakan yang begitu sangat mengerikan, pipi bagian kiri Yan Ling sedikit mengalami cedera yang mengerikan bahkan, telinganya hilang sudah tidak berbentuk.


Darah itu menetes sungguh sangat deras sehingga Yan Ling meraung seperti Singa kelaparan.


“Ahh bocah bedebah! Mati kamu!” Yan Ling sudah membulatkan tekad untuk membunuh Xiao Chen, tapi beberapa nafas kemudian seketika tubuhnya merasakan rasa pusing sehingga kaget.


"Apa yang terjadi!"


Xiao Chen tidak bertala-tele, ketika sehabis terjatuh menukik, langsung berlari sangat cepat untuk membunuh Wang Xitong.


"Hahaha mati kau!" Xiao Chen seperti orang gila langsung menerkam Wang Xitong, menggunan belati dan berniat menyayat lehernya.


Akan tetapi, ada saja yang menghalanginya, dan orang itu adalah Pemuda yang cukup tampan langsung mencegat Xiao Chen dan mencoba memukul sangat keras.


Jiwa pendekar level enam!


Orang itu memiliki jiwa pendekar level enam, kepalan langsung mendarat ke Xiao Chen, akhirnya Xiao Chen juga tidak menyembunyikan langsung meninju menggunakan jiwa pendekar level enam.


“Hentikan Xiao Chen!”


"Bang!"


Karena jimat persembahan sudah diperbaiki dengan otak jenius, kekuatan jiwa pendekar level enam menjadi sedikit kuat daripada umumnya.


Bahkan karena Xiao Chen jiwa pendekar berasal menyerap darah dari para monster, aura pendekar juga seperti monster yang mengamuk.


Pemuda itu tahu bahwa tinju yang saling beradu, mungkin dirinya akan mundur beberapa langkah, sehingga langsung menggunakan jurus langkah kaki gravitasi.


Seketika pemuda itu tubuhnya menjadi berat sehingga Xiao Chen menyipit tapi, terkena tendangan, akibat tendangan tersebut Xiao Chen meluncur kebelakang dengan gaya salto empat putaran.


Namun Xiao Chen juga menggunakan jurus tablet petir yang dia temui waktu itu, sehingga seketika sosoknya menghilang berubah menjadi kilatan cahaya.


"Apa! Ketrampilan petir!"


Pemuda itu bernama Nangong Mechen, dia berasal dari keluarga Nangong. Akan tetapi melihat Xiao Chen menggunakan jurus Elemen petir sehingga membuat dirinya kaget.

__ADS_1


Di kekaisaran ini belum ada seseorang pun yang memiliki ketrampilan jurus petir karena tergolong susah untuk menguasai. Akan tetapi Xiao Chen yang notabene dijuluki sebagai sampah sebenarnya, adalah jenius yang nyata.


Nangong Mechen tahu bahwa dia akan kalah sehingga langsung meminta bantuan untuk menghentikan Xiao Chen kepada gurunya.


Nangong Mechen melirik guru dan mengangguk, seketika guru itu menghilang dan mencegat Xiao Chen.


“Nak maafkanlah aku!"


Suaranya langsung tiba-tiba disisi Xiao Chen sehingga terpana. Karena tidak bereaksi akhirnya Xiao Chen terkena pukulan di leher belakang.


"Puk!"


”Ahhh!”


Pukulan itu membuat Xiao Chen pingsan, dan guru tersebut langsung menangkap tubuh Xiao Chen.


“Anak ini sungguh jenius nyata, dibandingkan dengan Wang Xitong sungguh berbeda jauh,’’ kata guru tersebut.


Wang Xitong sungguh sangat tidak terima jika ada yang Lebih jenius darinya, apalagi orang itu adalah orang yang paling dibenci sedemikian rupa.


“Guru! Cepat bunuh dia! Dia berani menghancurkan tanganku sebagaian!” seru Wang Xitong sambil menggertakan giginya.


“Diam kamu! Jika kamu tidak bersikap arogan, maka situsnya tidak sampai seperti ini," ucapnya guru itu sangat garang.


"Tck!" Wang Xitong mendecakan lidahnya sangat tidak terima, dia bermaksud untuk mempermalukan Xiao Chen namun, situasinya terbalik drastis.


Saat ini, Xiao Shi juga melompat dan mendekati ke arah Xiao Chen yang sedang pingsan langsung membawakan dan pergi kerumahnya.


Namun sebelum itu, guru tersebut berkata. “Ternyata keluarga Xiao bersembunyi cukup dalam, sehingga kami semua dibutakan oleh cara keluarga Xiao yang cukup handal.”


Xiao Lan tidak bisa menahan tersenyum, “Baik, dari dulu keluarga Xiao tidak ada yang bisa menindas nya, bahkan sekali pun hari ini tidak ada yang bisa menandingi kehebatan.”


Xaio Lan langsung terbang, dan Lan Xuaner yang menonton masih berdiri kaku, sepertinya semua yang dilihat adalah ilusi, sekarang dia menatap ke arah ayahnya dan mencoba mendekatinya.


“Ayah apakah ini ilusi kan kita tidak melakukan hal yang begitu bodoh,” ucap Lan Xuaner dengan pandangan kosong.


Lan Qiyange juga menghela nafas tidak berdaya, “Aku berharap seperti itu Nak,”

__ADS_1


Lan Xuaner langsung terjatuh dan berlutut bahkan dia ada rasa penyesalan yang mendalam, bagaimana mana mungkin dia bisa menjadi seperti ini.


__ADS_2