Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Tolong Bunuh Aku!


__ADS_3

Bab 271 Tolong Bunuh Aku!


”Hmmm!” Hua Ning Bing mengangguk sambil menggendong Xiao Renfeng dan melihat Xiao Chen penuh lembut.


"Xiao Chen aku mendapatkan warisan cincin kegelapan, tapi cincin ini sudah menyatu di jari ku. Jika dilepaskan tidak mudah.” Hua Ning Bing berbisik kepada Xiao Chen.


"Apa hubungannya dengan ku? Jika kamu yang mendapatkan warisan itu maka itu adalah milikmu. Kamu tidak perlu untuk memberitahukan kepadaku,” kata Xiao Chen dengan lembut.


"Maksudku bukan seperti itu, tapi apakah kamu tidak meneliti cincin kegelapan yang ada sudah terpasang permanen di tanganku?" Hua Ning Bing mendekatkan tubuhnya ke arah Xiao Chen dan merengek cemberut seperti anak kecil.


Melihat tingkah laku Hua Ning Bing yang begitu manja, Xiao Chen hanya menjentikkan jarinya ke dahi Hua Ning Bing lalu berkata: ”Tentu saja aku akan meneliti cincin mu. Oh iya menurut Nona Xuanyi, kamu juga membunuh monster berumur lebih dari seratus tahun."


Pada intinya, Xiao Chen melupakan suatu hal, tetapi setelah Hua Ning Bing membahas seperti itu, akhirnya menatap ke arah Hua Ning Bing dengan mata panas. Jika Hua Ning Bing memiliki monster yang sudah dibunuh, bukan berati dirinya memiliki susunan jimat kuali emas sama persis milik Mi Qiongqi.


"Hmmmp tentu saja aku punya dong," ucap Hua Ning Bing sambil memainkan hidungnya dan berpose gagah sehingga dua gunung yang lembut dan besar sampai bergetar.


Hua Ning Bing seketika memanggil monster guntur yang sudah berubah zombie, sehingga tiba-tiba di atas gunung Peri Xuanyi, ada kekosongan yang memunculkan cahaya gelap dan sangat suram sehingga Peri Xuanyi dan Yun Wuxin melihat monster yang sangat menakutkan dari jarak dekat, akhirnya lututnya gemetar dan terjatuh.


Hua Ning Bing memerintahkan monster itu untuk mengeluarkan beberapa tetes darah melalui pikirannya, sehingga tanpa pikir panjang kuku raksasa itu menggaruk tubuhnya dan darah memuncrat langsung terjatuh ke tanah.


Xiao Chen mengambil darah itu dengan semangat, setelah itu langsung memasukkan darah itu kedalam cincin penyimpanannya.


Hua Ning Bing juga tersenyum dan melirik Yun Wuxin. "Xiao Chen. Dia juga wanita mu, 'Kan? Kenapa kamu belum membekali berbagai jimat untuk mendukung agar dia bisa menyelamatkan Renfeng kecil ini?”


"Tapi dia bukan wanita ku?” Xiao Chen bertanya balik kepada Hua Ning Bing.


Wajah Yun Wuxin seketika menjadi mendung dan dia langsung mengambil Xiao Renfeng dan berjalan cepat untuk memasuki ke kamar dan membanting pintu begitu sangat keras.


Dang!

__ADS_1


Hua Ning Bing marah dan menatap ke arah Xiao Chen. "Kamu bodoh! Dia ngambek, kamu harus bujuk dia!”


Xiao Chen ingin menangis tanpa air mata. ”Apa salahku, kenapa kamu memojokan aku!"


”Kamu bodoh! Xiao Chen!" Hua Ning Bing cemberut dan dia juga tiba-tiba tidak ada selera makan lagi.


Sekarang hanya Xiao Chen dan Peri Xuanyi yang sedang memakan dengan canggung. Peri Xuanyi menahan napas, dia tidak ingin bersuara. Tapi Xiao Chen tiba-tiba mengajukan pertanyaan kepadanya. “Bagaimana menurut mu tentang Yun Wuxin?”


"Uhuk! Sepertinya dia menyukai mu dalam pandangan pertama. Jika dia tidak menyukai mu, dia tidak akan rela pergi dengan jauh untuk merawat Xiao Renfeng kecil. Lagi pula tidak ada kerugian jika kamu menjadikan dia sebagai kekasih. Bahkan kemungkinan besar Nona Wuxin sudah menciptakan hubungan batin dengan Xiao Renfeng," kata Peri Xuanyi dia menjelaskan apa yang dia tahu walaupun dalam maslah percintaan, belum pernah merasakan.


Mata Xiao Chen terpejam dan menghembuskan nafas panjang. ”Baiklah aku mengerti. Biarkan saja dia seperti itu, nanti juga akan sembuh sendirinya.”


Xiao Chen bangun dan pergi berniat untuk membuat susunan jimat kuali emas.


Peri Xuanyi dia sendirian, dan menatap ke arah kepergian Xiao Chen dengan wajah yang rumit. Bahkan kedua tangannya mengepal sangat erat. Dia tahu bahwa Xiao Chen tidak tinggal lama di sini, mungkin setelah masalah keluarga Gongsun selesai Xiao Chen akan meninggalkan Sekte Awan Melonjak.


Xiao Chen pergi selamanya dan tidak pernah kembali lagi. Jika takdir memungkinkan bertemu lagi, kapan? Satu tahun, atau beberapa tahun kemudian agar bisa melihat Xiao Chen lagi?


"Bajingan! Aku sungguh sangat menyesal telah bertemu dengan Xiao Chen!” Peri Xuanyi tersenyum pahit.


Di sisi lain, Xiao Chen sudah duduk di area terbuka langsung mengeluarkan darah mosnter berumur lebih dari seratus tahun.


Bau darah itu sungguh sangat pekat, bahkan Xiao Chen terkena sedikit darah itu, merasakan getaran listrik dengan tegangan tinggi.


Xiao Chen setelah sudah mengeluarkan darah itu dan mencubit tubuhnya dan mencampur menggunan darah monster berusia diatas seratus tahun lebih.


Darah itu meletup-letup seperti kepanasan, Xiao Chen langsung menggambar menggunakan darah itu di dada, kedua telepak tangan.


Setelah sudah menggambar, Xiao Chen berteriak kepada Peri Xuanyi yang sedang melamun dari kejauhan. ”Nona Xuanyi! Tolong bunuh aku!”

__ADS_1


Peri Xuanyi seketika langsung tersadar. Dia menatap kejauhan Xiao Chen yang sedang meminta bantuan kepadanya.


Tanpa pikir panjang, Peri Xuanyi mendekati dan memastikan lagi apa keinginan Xiao Chen. ”Tuan Er Chen. Apa yang ingin kamu lakukan dengan ku?"


"Tolong bunuh aku!" Xiao Chen memberikan suara rendah, jika dirinya yang melakukan maka jimat itu tidak berfungsi, untuk pembunuhan harus dilakukan oleh perantara orang lain.


Melihat wajah peri Xuanyi yang bingung dan terkejut, akhirnya Xiao Chen berkata lagi, "Jangan takut, aku memiliki kekuatan yang bisa bangkit dari kematian.”


Walaupun Peri Xuanyi sedikit ragu-ragu, akhirnya dia menusuk jantung Xiao Chen dengan rasa bersalah sampai darah itu membasahi ke pakaian Peri Xuanyi.


Xiao Chen terjartuh dan setelah tergeletak sekitar satu menit, tiba-tiba dua formula jimat yang digambar oleh Xiao Chen tiba-tiba bercahaya emas dan tubuh Xiao Chen bergetar-getar.


Tiga formula jimat itu setelah bercahaya emas, langsung memasuki ke dalam tubuhnya dan menghilang diudara tipis.


Setelah tiga simbol menghilang, Xiao Chen dibangkitkan lagi, luka dada yang lebar seketika menyusut langsung menutup kembali.


“Ini! Ini apa yang terjadi!” Peri Xuanyi sungguh bingung dengan apa yang dilihat.


Akan tetapi, Xiao Chen langsung nabung dan menatap ke arah Peri Xuanyi. “Terimakasih!” ucap Xiao Chen dengan lembut.


Karena Peri Xuanyi masih terkejut, dia mendekati ke arah Xiao Chen dan meraba-raba dadanya dan dia menemukan bahwa dada Xiao Chen tidak ada bekas luka tusukan pedang. Xuanyi merasa bahwa itu adalah ilusi, tapi baju yang bolong dan darah yang menempel di pakaiannya itu adalah bukti bahwa apa yang dilihat tidaklah ilusi.


Xiao Chen tersenyum dan menjelaskan. “Nona, sudah ku katakan bahwa aku bisa bangkit dari kematian.”


Kemudian, Xiao Chen memerintahkan Peri Xuanyi untuk menggunakan kekuatan pendekarnya. Kebetulan Peri Xuanyi memiliki kekuatan pendekar tipe angin.


Peri Xuanyi mengangguk dan memgeluarkan kekuatan pendekar angin dan angin tiba-tiba muncul di tanah Peri Xuanyi langsung berubah menjadi panah seketika ditembakkan ke arah Xiao Chen.


Xiao Chen mengangkat tangannya dan serangan angin itu langung terhisap oleh pusaran yang tiba-tiba muncul di telepak tangannya.

__ADS_1


Jimat ini adalah jimat yang memungkinkan serangan negatif maupun positif langsung dimurnikan sehingga menjadi ketiadaan.


__ADS_2