Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Belajar Membuat Obat


__ADS_3

Bab 50 Belajar Membuat Obat


Xiao Chen sudah tidak memperhatikan ketiga wanita itu yang sedang bertengkar. Karena saat ini, sedang membaca teknik Alkamis tingkat dasar bagi pemula.


Untuk saat ini, Xiao Chen hanya berfokus cara membuat obat penahan rasa lapar setengah hari dan obat kuat.


Obat kuat jika dijual mungkin saja sangatlah berguna. Apalagi dengan bantuan otak jenius mungkin saja yang pada awalnya memiliki ketahanan satu jam, akan ditingkatkan menjadi dua sampai tiga jam.


Durasi ketahanan dua sampai tiga jam sungguhlah sangat membuat para wanita akan terkencing-kencing karena merasa puas dengan ketahanan pasangan.


“Baik, aku harus mempelajari formula Alkamis ini dahulu dan bertahap.” Xiao Chen berguman sendiri, kemudian setelah sekiranya mengambil teknik Alkamis, Xiao Chen menemui penjaga perpustakaan untuk menyewa dua hari gulungan teknik Alkamis.


Penjaga perpustakaan akhirnya hanya mengangguk dan tidak berkata. Setelah itu, Xiao Chen keluar dari perpustakaan, dan ketika sudah di luar, Xiao Chen mendapati Lan Xuaner dari kejauhan sedang duduk termenung sambil menyeka darah di sekujur wajahnya.


Mata Xiao Chen seketika menyipit dan hatinya menjadi ganas. Walaupun baginya mustahil untuk bersama Lan Xuaner, akan tetapi sifat dominasi Liu Shen sungguh tidak menyukainya.


Xiao Chen berjalan cepat, dan mencoba mendekati Lan Xuaner. Lan Xuaner seketika menoleh melihat bahwa ada Xiao Chen yang sedang mendekati dirinya.


Dia ingin berkata, tetepi dia melihat Xiao Chen tiba-tiba mengangkat tangan kanannya dan ditempelkan bagian kepala, seketika dengan ajaib luka yang sangat parah langsung sembuh.


Setelah menyembuhkan Lan Xuaner, Xiao Chen tidak bertanya lagi hanya saja dia langsung meninggalkan Lan Xuaner tanpa menoleh kebelakang.


“Xiao Chen, terimakasih!” Lan Xuaner berterimakasih tanpa ragu-ragu. Dia tidak tahu bagaimana Xiao Chen menyembuhkan luka tinju di wajahnya.


Semakin mengingat perselingkuhannya semakin Lan Xuaner menggelengkan kepalanya dan terasa sangat malu. Lan Xuaner berkata kepada diri sendiri, bagaimana bisa-bisanya memiliki gagasan itu, sehingga sekarang setelah tidak ada hubungan dengan Xiao Chen, barulah menjadi menyesal.


Bahkan ketika Lan Xuaner berterimakasih, mendapati Xiao Chen tidak berhenti dan tidak menjawab kata terimakasihnya. Akan tetapi itu tidak masalah.


Kemudian Xiao Chen yang sudah menyembuhkan Lan Xuaner, kemudian Xiao Chen langasung meloncat terbang untuk lebih efisien dan mempersingkat waktu ke gubuknya.


Ketika sudah tiba di gubuk tersebut, Xiao Chen menemukan ada Su Xing yang sedang menunggu.

__ADS_1


Entah kenapa, Xiao Chen tanpa sadar kedua tangannya mengepal sangat erat, ketika menemukan Su Xing hanya menonton ketika Lan Xuaner sedang dipukuli Liu Shen.


Xiao Chen setelah tiba di gubug, langsung memutuskan untuk memasuki kedalam. Sehingga Su Xing yang ingin berkata tiba-tiba menjadi sangat ragu, tetapi masing di ungkapkan.


“Murid, kenapa kamu langsung memasuki gubuk, apakah kamu tidak tahu, ini sudah sore waktunya kita seperti biasa memasak dan memanggang beberapa pot daging.” Su Xing berkata terburu-buru.


Akan tetapi, hanya ada balasan singkat dari Xiao Chen, ”Guru aku sangat lelah ingin beristirahat, mungkin sekarang aku belum bisa membuat hidangan yang guru minta.”


Kemudian Xiao Chen memasuki gubuk dan mencoba berbaring di kasur yang keras.


‘Kenapa kamu menolaknya?’ Tanpa sadar, kedua tangannya langsung mengepal sangat erat sehingga beberapa rempah-rempah yang sedang di pegang seketika rusak.


Su Xing kemudian pergi meninggalkan gubuk Xiao Chen. Setelah beberapa saat, Xiao Chen keluar untuk memastikan bahwa Su Xing sudah tidak ada.


Xiao Chen menghela nafas lega, “Fyuhh akhirnya guru menyebalkan itu sudah hilang.”


Kemudian Xiao Chen langasung pergi ke hutan untuk mencari tumbuhan yang akan dijadikan obat penangkal lapar.


Setidaknya Xiao Chen mengumpulkan beberapa rumput jepang emas dan bunga anggrek pencerahan.


Itu adalah komponen dasar untuk membuat obat penangkal lapar, tetapi Xiao Chen menambahkan satu bahan lagi dengan di campurkan satu ranting pohon Cendana Harum yang sedang berbunga namun belum mekar.


Ranting pohon Cendana Harum yang sedang berbunga namun belum mekar memiliki kandungan gula yang sangat tinggi, bahkan Aura yang tersimpan tiga kali lipat.


Kemudian Xiao Chen memetik beberapa ranting Cendana Harum. Setelah itu, sekiranya sudah cukup, barulah dia pergi untuk kembali.


"Swosh!"


Dia melompat terbang untuk mempersingkat jarak tempuh, sehingga hanya beberapa saat akhirnya sudah tiba.


“Hmmm baik mari kita mencoba membuat,” kata Xiao Chen langsung mengeluarkan bahan-bahan yang sudah di siapkan.

__ADS_1


Setelah itu, langsung mengambil kendil raksasa untuk di isi air dan di rebus agar bahan itu menjadi matang dan bisa di haluskan.


Dengan api yang membara, tidak membutuhkan waktu yang lama agar bahan-bahan yang sudah di siapkan sudah matang.


Setelah itu, Xiao Chen mengambil bahan yang sudah di rebus dan di haluskan menjadi satu. Setelah sudah dihaluskan seperti adonan, barulah Xiao Chen mencetak menggunakan tangan dengan ukuran se kelereng.


Setidaknya setelah di cetak, hanya menghasilkan sekitar 30 butir obat penangkal lapar. Setelah sudah di cetak, Xiao Chen langsung di panaskan lewat panas matahari di atap gubuknya.


Sembari menunggu obat itu kering, Xiao Chen kadang-kadang melatih ketrampilan Tinju Gajah Prajna Gong untuk menembus ke lapisan kedua. Akan tetapi, hanya sampai pukulan ke lima, energi yang digunakan, cepat terkuras sehingga Xiao Chen terengah-engah.


“Hoh! Hoh! Hoh! Mungkin saja jika menggunakan ketrampilan yang belum disempurnakan, aku sudah bisa memukul sekitar tujuh. Tetapi jurus tersebut masih lemah dari pada versi sempurna ku,” kata Xiao Chen sambil duduk di tanah dan wajahnya penuh keringat.


Kemudian Xiao Chen mempraktekkan jurus Tinju Gajah Prajna Gong hanya tiga putaran, karena menemukan obat yang dia keringkan di atap, sudah kering.


Xiao mengambil obat pelet itu dan dikumpulkan menjadi satu, kemudian dia memasuki gubuk sangat gembira.


“Hehehe ini adalah pengalaman pertama ku membuat pelet obat, semoga saja berhasil.” Xiao Chen tersenyum kemudian mengambil satu obat untuk di makan dan mencoba apakah efek formulanya sudah berhasil.


Pada awalnya setelah memasukkan satu pelet obat kedalam mulutnya tiba-tiba obat itu, seketika meleleh dan langsung memasuki ke tenggorokan dan meluncur ke perut.


Perasaan hangat yang menjalar keseluruh tubuh membuat Xiao Chen mengerangg bahagia. Akan tetapi, tiba-tiba expresi wajahnya seketika berubah menjadi rasa ketidaknyamanan.


“Ahh sial perutku sangat sakit! Tidak aku tidak tahan ingin kentut!” Xiao Chen berteriak karena baru pertama kali merasakan perut mulas yang teramat luar biasa.


Akhirnya karena tidak tahan, Xiao Chen melepaskan kentut itu dengan keras.


"Bom!"


Kentut yang sangat dahsyat, seketika menghancurkan gubuk bagian depan, bahkan Xiao Chen melihat bahwa bokong sendiri mengeluarkan asap yang mengepul.


“Sial kentut macam apa ini!” Xiao Chen tidak percaya bahwa kentut itu akan membuat gubuk bagian depan hancur.

__ADS_1


__ADS_2