
Bab 92 Bagaimana Jika Kamu Mati?
Wenren Wushuang akhirnya menganggukan kepalanya. Mengetahui kehebatan dari barang apa yang Xiao Chen produksi, akhirnya dia menatap seksama dengan intensitas tinggi.
“Hmm... kamu menatapku seperti itu, apakah kamu menyadari bahwa sebenarnya aku itu tampan?" Xiao Chen menatap balik Wenren Wushuang sambil tersenyum.
“Kamu seperti biasanya, bagaimana mungkin aku melihatmu. Sedangkan kita berdua memakai topeng dan baju hitam.” Wenren Wushuang terkekeh.
“Masuk akal juga.” Xiao Chen setelah menjawab, dia langsung mendekati kearah monster raksasa untuk di ambil darahnya.
Mengeluarkan pedang, dia langsung memotong sungguh sangat cepat dijadikan beberapa bagian. Kemudian dia meneriaki Wenren Wushuang.
“Mungkin daging ini kita ambil sedikit untuk makan malam!”
“Ambil beberapa potong kita juga akan melakukan perjalanan jauh,” imbuh Wenren Wushuang sambil mendekati Xiao Chen.
Xiao Chen tidak berkata apa-apa lagi, dia beraksi untuk memotong dan sisanya dimakan semut dan para lebah.
Sekarang Xiao Chen melihat lewat kesadarannya, bahwa lebah itu juga bermutasi. Disamping mengeluarkan racun, air liur lebah juga terkumpul di jimat sarang beruba kantong jelo merah sedikit transparan.
”Apa ini, apakah ini produksi lebah?” Tiba-tiba Xiao Chen meraih pundak dan tangannya menembus kedalam. Alhasil dia mengambil beberapa kantung cairan kuning transparan langsung dia cium.
”Hummm sungguh bau yang harum dan semerbak?” Xiao Chen tidak tahan langsung memakan satu cairan itu. Seketika matanya berseri-seri.
“Ini adalah madu yang paling enak! Oh tidak seperti madu ini mengadung ION yang sangat tinggi, bahkan aku merasakan tenaga puloih kembali tanpa menggunakan semangat pendekar!” Xiao Chen terkagum-kagum.
Setelah memakan satu kantung cairan madu lebah Gu, dia langsung memakai topengnya lagi.
Sebenarnya Xiao Chen dan Wenren Wushuang ingin pergi meninggalkan hutan ini. Tetapi ada suara langkah kaki yang sepertinya cukup banyak.
"Yoo ternyata di sini masih ada orang.” Ada langkah kaki itu juga ada pemuda tampan yang memakai jubah biru dan Aura berdebunya cukup membuat Wenren Wushuang kagum.
Sepertinya identitas tuan muda berpakaian biru, tidak sederhana.
Kemudian Wenren Wushuang melihat Tuan Muda itu sedang menyandra dua wanita yang tatapannya sudah putus asa dan memiliki kebencian kepada tuan muda berpakaian biru itu.
Xiao Chen menyadari bahwa sekarang tidak baik-baik saja, akhirnya mendekati Wenren Wushuang dan memandang menggunakan indra sense langsung mengetahui dari area 100 meter ada beberapa kelompok yang sedang bersembunyi di semak-semak pohon.
“Halo rekan pendekar, memang benar kami sedang di hutan ini. Kami sedang berburu mosnter liar untuk dimakan malam hari.”
__ADS_1
Kata-kata Xiao Chen sungguh tenang tidak ada jejak kepanikan walaupun banyak kaki anjing penjilat dari tuan Muda berpakaian biru yang sedang menatap kearah dirinya.
Tuan muda itu, bernama Bu Changseng. Bu Changseng melihat dan menyadari bahwa pemuda seumuran tidak ada jejak kepanikan setelah di intimidasi pihak dirinya yang memiliki bawahan banyak, akhirnya menjawab.
“Aku adalah tuan muda ke empat keluarga Bu. Di sini aku sedang ingin bersenang-senang dengan beberapa wanita yang secara tegas menolak absolut dari perintah ku.” Bu Changseng mengatakan dengan arogan.
Xiao Chen juga menjawab sambil tersenyum, “Hemm semoga hari-hari mu menyenangkan. Karena kami berdua tidak ingin mengganggu kalian untuk bersenang-senang, kami akan meninggalkan tempat ini.”
“Ayo little Wenren,” ucap Xiao Chen meraih tangan halus seperti giok dari Wenren Wushuang.
“Huh!” Entah kenapa Wenren Wushuang dipanggil Wenren kecil tiba-tiba hatinya berdebar-debar dan sungguh bahagia. Namun melihat ada dua wanita yang sepertinya tidak baik-baik saja langsung berkata.
“Xiao Chen apakah kamu tidak melihat ada wanita yang begitu kesusahan? Apakah kamu tidak menolong dia?” Suara Wenren Wushuang seperti angin musim semi yang berhembus dari timur ke barat. Sehingga siapa pun yang mendengarkan akan merasakan kesejukan yang amat luar bias.
Tetapi bagai Xiao Chen itu bukan hal yang baik. Tetapi awal dari bencana.
Benar saja, tiba-tiba Bu Changseng sedikit tersesat setelah mendengarkan suara yang sangat merdu seperti panggilan surga akhirnya langsung menatap Xiao Chen dan berkata seperti ini, “Rekan pendekar, kamu tahu bahwa kami adalah tuan muda. Tuan muda ini sedang dalam keadaan yang baik setelah mendengarkan suara panggilan surga dari wanita yang memakai topeng di sisimu.”
“Untuk menghargai sesama pendekar kamu juga harus tahu Pikiran apa yang sedang aku jalankan.”
“Aku paham apa yang kamu bicarakan. Tetapi aku tidak mengijinkan wanita ku dijadikan pelampiasan mu. Maaf, rekan ini menolak.” Xiao Chen berkata dengan hormat dan tenang.
Xiao Chen tidak takut sama sekali dengan ancaman mereka. Baginya dia adalah NPC yang setiap saat disedot darahnya.
Xiao Chen juga berkata tenang, “Bagaimana jika aku memilih opsi ke tiga?” Kemudian Xiao Chen langsung mengeluarkan pedang biasa hasil rampasan dan menyerang Bu Changseng beserta kaki anjingnya.
“Bagaimana jika aku membunuh mu. Itu adalah opsi Ketiga!”
Xiao Chen meloncat sehingga ada hembusan angin yang sepoi-sepoi.
Sring!
Dentang!
Bu Changseng juga mengeluarkan senjata berupa tombak emas langsung tombak itu menghantam pedang Xiao Chen.
Dia menemukan bahwa pedang itu patah setelah terkena tombak emas miliknya. Otomatis Bu Changseng menyringai jahat dan berteriak.
“Dasar sampah hahah mati kamu!" Tangan kanan memegang tombak, tangan kiri mencoba meninju perut Xiao Chen.
__ADS_1
Bang!
Apa!
Alhasil Bu Changseng yang terpental sangat jauh, sekitar lima belas meter.
Xiao Chen setelah itu, langsung menghampiri Bu Changseng. Namun ada beberapa bawahannya yang mencoba menyerangnya.
Srakkkk!
Kaki kanan Xiao Chen menggeser seperti bulan sabit ke kanan, kedua tangannya melakukan tinju gajah Prajna Gong enam kali tinju.
Bang!
Bang!
Engah!
Seketika bawahan Bu Changseng yang terkena tinju dari Xiao Chen mengalami cedera yang cukup serius di dalam tubuhnya.
“Sial dia memiliki kekuatan yang menakutka.. kita...”
Sring!
Kapala orang itu langsung terbang melayang terlepas dari tubuhnya setelah dipenggal Xiao Chen.
Bawahan yang disampingnya langsung bergidik merinding dan mundur beberapa langkah setelah melihat temanya meninggal dalam keadaan mengenaskan.
Tetapi dia tidak mengetahui bahwa diatas kepala ada lubang hitam langsung menyedot kepala sehingga langsung meninggal seketika.
“Apa-apaan ini! Dia adalah mosnter!”
Kelompok yang sedang menyandera dua wanita langsung melarikan diri.
Tetapi, Xiao Chen tidak mengijinkan itu terjadi, dia langsung menggunakan jimat petir untuk menyambar mereka.
Jeder!
Ahhhh!
__ADS_1
Orang itu gosong dan meninggal. Kedua wanita langsung bingung dan meminta Xiao Chen untuk melepaskan ikatan yang sudah melilit sejak dari lama.