
Bab 120 Meng Wuling Keras Kepala
Mereka tahu bahwa serangannya untuk menangkap Fraksi Pembunuh Surga itu gagal total. ini sejarah bagi Resimen Bunga Hitam mengalami kekalahan selama seratus kali pertandingan melawan musuh.
Dalam setatus pertandingan dia mengalami kemenangan yang sangat mutlak akibat harta yang dimiliki oleh Si Nang Rong yang memiliki penjara tidak bisa dihancurkan.
Hanya saja ketika kelompok mereka sudah percaya diri, sudah sangat yakin bahwa bisa mengambil hidup-hidup anggota Fraksi pembunuh Surgawi, hanya tidak sesuai yang diinginkan. Mereka semua melihat orang bertopeng itu memasuki sebuah retakan ruang dan akhirnya lolos dari harta jangkar Surgawi.
“Apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus melapor kepada atasan asosiasi?” Tang Zhang Fei melangkah maju untuk menanyakan kepada Meng Wuling.
“Ini sudah pasti, kita harus melapor kepada atasan asosiasi Resimen," kata Meng Wuling langsung berjalan meninggalkan area pertempuran itu akan tetapi sudah ada seseorang yang sedang menunggunya.
Orang itu yang tidak lain adalah Wan Zhangjie sama-sama anggota Resimen Emas Cakrawala.
Meng Wuling tiba-tiba langsung mendekati ke arahnya sambil menangkupkan kedua tangannya berpose hormat. “Senior Wan Zhangjie, kamu juga berada di sini?” Meng Wuling dan Wan Zhangjie sama-sama satu dari sekte Pagoda Hitam. Hanya saja Wan Zhangjie adalah angkatan empat. Sementara itu, Meng Wuling angkatan dua.
Akan masuk akal juga jika Meng Wuling mengatakan kepada Wan Zhangjie sebutan senior.
“Hmmm. Aku datang ke sini karena menemukan kalian bertempur melawan satu yang memakai topeng. Aku akan menjelaskan kepada kalian bahwa dia bukanlah Fraksi Pembunuh Surga, melainkan Resimen Violet Garden.” Wan Zhangjie menjelaskan kepada mereka semua bahwa yang membunuh monster raksasa itu juga pemuda bertopeng.
Ini adalah asumsi Wan Zhangjie, walaupun belum melihat bagaimana pemuda bertopeng itu membunuh monster raksasa. Dia hanya menebak saja karena ada satu lagi anggota Resimen Violet Garden yang berjenis kelamin perempuan telah membunuh monster pada hari itu.
Kemudian Meng Wuling yang telah mendengarkan penjelasan dari senior Wan Zhangjie, akhirnya mengeluarkan seruan yang sangat terkejut.
"Apa!"
“Senior, apakah yang kamu bicarakan itu benar bahwa yang telah melawanku tadi bukanlah seseorang dari kelompok Fraksi Pembunuh Surga!” Meng Wuling sedang mendesak agar Wan Zhangjie menjelaskan lebih spesifik lagi kepada mereka semua.
“Aku dapat yakin bahwa dia bukan anggota pembunuh surga. Karena aku ketika sore hari menemui satu anggota lainnya yang memiliki kelamin perempuan di penginapan. Walaupun kekuatannya masih rendah daripada yang kamu lawan tetapi menurut kita semua kuat,” jawab Wan Zhangjie.
Meng Wuling menganggukkan kepalanya sambil tatapannya serius dia harus datang di pagi hari untuk menemui anggota Resimen Violet Garden.
“Terimakasih senior, karena telah memberitahukan berita yang sangat penting bagi kami semua,” kata Meng Wuling lalu mereka semua langsung pergi meninggalkan Wan Zhangjie untuk pergi ke tempat penginapan sebentar. Setelah pagi mendatang, mereka semua harus menemui anggota Resimen Violet Garden.
Swosh!
Swosh!
Swosh!
__ADS_1
Dari kejauhan!
Di atas bukit, ada sosok yang memiliki perawakannya ditutupi jubah hitam. Dia memiliki umur sekitar 18 tahun tetapi memiliki wajah yang tidak seusianya. Dia memikir memiliki bibir berwarna hitam pekat.
Pemuda itu bernama Fu Huairan. Anggota Fraksi Pembunuh Surga yang spesialis mengendalikan monster.
“Siapa pemuda itu, berani sekali mengambil batu energi yang telah aku kumpulkan. Tidak akan aku maafkan secepatnya aku harus menyelidiki.”
Akhirnya Fu Huairan langsung terbang Untuk Kembali ke basecamp dan melapor kepada atasan.
~
~
#Pagi Hari!
“Kita sedikit memperlambat untuk pergi ke wilayah paling timur dari benua Dongling. Karena aku merasakan penginapan ini sedang tidak baik-baik saja. Mencegah jika ada penyusup monster lagi yang menyerang di area sini. Kita harus bahu saling membahu agar kondisinya menjadi aman.” Xiao Chen bertanya kepada ketiga wanita untuk mengundurkan mungkin satu hari lagi untuk menginap di penginapan ini.
”Baik! Aku serahkan kepada pemimpin.” Wenren Wushuang membalas sambil mendekatkan tubuh Xiao Chen sungguh dekat.
Sekarang Wenren Wushuang sungguh sangat ingin dekat dengan Xiao Chen setelah terkena racun burung milik Xiao Chen.
Tok! Tok ! Tok !
Mi Qiongqi langsung mengerutkan keningnya ketika ada ketukan pintu dari luar kamar. Mengangguk kepalanya, akhirnya dia bergegas untuk membuka pintu itu.
Mi Qiongqi membuka pintu, untung saja antisipasi sudah siap.
Pada saat ini, Meng Wuling yang sekarang mengetuk pintu dengan tidak sabar, tiba-tiba langsung melihat wanita yang sangat cantik dari penampilannya walaupun dilapisi oleh topeng berwarna putih.
Dia wanita yang sangat cantik akan tetapi kecantikan itu ditutupi oleh topeng.
Meng Wuling tanpa berbasa-basi langsung mengatakan yang sebenarnya, “Halo apakah kamu dari anggota Resimen Violet Garden?”
“Ini benar Nona? Apakah ada sesuatu yang harus dikatakan?” Mi Qiongqi bertanya.
“Aku hanya ingin bertanya sesuatu kepada kalian semua. Tadi malam aku sungguh salah paham dan menyerang anggotamu Resimen mu,” balas Meng Wuling.
Mi Qiongqi mengerutkan keningnya dan menoleh ke arah Xiao Chen.
__ADS_1
Xiao Chen menganggukan kepalanya dan bergegas masuk untuk menghadapi.
“Halo Nona, jika kesalahpahaman sudah teratasi dan di antara kita, maka sudah tidak ada hubungannya lagi. Maaf kami akan menutup pintu.”
Kemudian Xiao Chen menutup pintu sehingga Meng Wuling langsung cemberut. Meng Wuling memiliki temperamen keras dan selalu tidak sabaran. Dia mengetuk pintu lagi dengan keras.
Tok! Tok! Tok!
Lusinan kali sudah tak terhingga Meng Wuling mengetuk pintu sehingga telinga mereka semua menjadi sakit. Dengan cemberut, Wenren Wushuang ikut bergegas maju dan membuka pintu.
“Halo Nona, bukankah ketua Resimen kami sudah menjelaskan kepada kamu bahwa perseteruan tadi malam sudah damai sehingga kami dan kamu, tidak ada hubungannya lagi. Lantas kenapa kamu masih bersikukuh untuk mengetuk pintu? Apakah Nona tidak diajarkan sopan santun?”
“Tidak ada urusannya dengan mu, aku ingin melihat pemimpin kamu,” katanya dia sambil melototi Wenren Wushuang.
“Jika ada bawahan, pantas kenapa harus pemimpin yang bertindak? Tugas anggota lain melakukan sesuatu tanpa campur tangan pemimpin. Jika para anggota lainnya tidak sanggup barulah pemimpin yang datang." Wenren Wushuang mendengus.
Meng Wuling sungguh marah, jika Wenren Wushuang tidak mengenakan topeng, mungkin sudah mencabik-cabik wajahnya.
“Kamu minggir!” Meng Wuling mengeluarkan pedang 7 elemen dan tiba-tiba ada aura kegelapan sehingga ketiga wanita itu merasakan penindasan yang cukup terasa.
“Kamu hanya arogan karena memiliki pedang yang kuat, jika kamu tidak memiliki pedang itu, kamu seperti tikus di selokan, cuih!” Wenren Wushuang menghina dan meminta agar Meng Wuling untuk keluar.
Akan tetapi, Meng Wuling masih keras kepala.
Xiao Chen menggaruk kepalanya melihat dua betina sedang bertengkar. Kemudian, Xiao Chen menginstruksi agar mereka jangan brisik.
Kemudian Xiao Chen langsung melangkah asuk mendekati mereka berdua.
"Sudah, sudah, ada apa Nona? Jika ada sesuatu yang ingin ditanyakan masuklah jangan membuat bising di penginapan ini.” Xiao Chen mempersilahkan Meng Wuling masuk ke kamar.
Wenren Wushuang sungguh marah dia ingin menggigit Meng Wuling, karena pertahanan Xiao Chen akan di gempur oleh wanita galak ini, akhirnya dia langsung mendekati Xiao Chen dan memeluk tangan kirinya, kemudian berkata dengan tidak puas, “Suami! Kenapa kamu menginjakkan dia datang ke dalam?"
“Kamu tenang dulu, aku hanya ingin mengetahuinya saja," balas Xiao Chen sambil mencoba menenangkan hati Wenren Wushuang.
Huh!
Xiao Chen mempersilahkan Meng Wuling untuk duduk, setelah itu langsung berkata: “Nona, jika kamu ingin mengatakan sesuatu biarkan aku mendengarnya.”
“Hmm aku hanya datang ke sini untuk mengucapkan perminta maaf kepada kamu karena tadi malam pihak kami sungguh keras kepala. Untuk permohonan minta maaf aku, sebagai pemimpin Bunga Hitam, mengundang kamu untuk makan bersama di tempat bawah.” Meng Wuling berkata serius.
__ADS_1
“Aku sudah mengatakan kepada Nona bahwa masalah ini sudah terselesaikan. Kamudian, aku meminta maaf sebesar-besarnya, aku dengan tulus, menolak tawaran mu.”