
Bab 46 Tertipu
Naga api yang mengamuk-ngamuk meleset dan tidak mengenai Su Xing, karena dia melompat mundur.
Satu kafe tidak mengenai, naga api selanjutnya langsung mengarah Su Xing tanpa berlama-lama.
"Roar!"
Naga api meraung langsung mengejar di mana Su Xing menghindar.
"Bam!"
Su Xing langsung menghindari serangan itu sangat ekstrem sembari berputar salto menendang udara.
"Tendangan Pantat Neptunus!"
Seketika telapak kaki Su Xing bercahaya hijau dan mengeluarkan kilatan seperti bulan sabit langsung melesat ke arah Xiao Chen.
“Tidak baik!”
Xiao Chen melompat ke kiri untuk menghindari serangan cahaya hijau tersebut sambil berguling-guling beberapa kali.
"Bam!"
"Bam!"
"Bam!"
Xiao Chen setelah berguling-guling cukup lama Langsung memerintahkan semut untuk berpencar segera arah dan menyerang Su Xing.
“Hump dengan semut ku Guru mungkin saja tidak akan menyadari bahwa aku sudah memasang racun tersebut,” guman Xiao Chen sambil berguling-guling tubuhnya untuk menghindari serangan Tendangan Pantat Neptunus.
“Ayolah! Xiao Chen kamu tidak akan kalah!” Xiao Chen kemudian setelah menghindari serangan itu, langsung berlari sangat kencang untuk menghampiri Su Xing dan menyerang.
Tinju Gajah Prajna Gong langsung digunakan tiga pukulan sekaligus untuk menyerang Su Xing.
“Ciat! Ciat! Ciat!”
Xiao Chen bertiup sangat melengking seperti Liu kang pemain mortal kombat yang memiliki kungfu yang sangat keren.
Sayangnya, Su Xing sangat mudah menghindari ketika pukulan dari Tinju Gajah Prajna Gong yang sedang dilakukan oleh Xiao Chen.
“Hmmm murid, bagaimana kesenjangan kamu dengan guru itu masih jauh antara Langit dan Bumi. Kata-kata kamu ketika tadi yang begitu sangat percaya diri untuk mengalahkanku itu mungkin mustahil.” Setelah menghindari dari serangan Xiao Chen, Su Xing menjelaskan kepada murid bahwa akan mustahil jika Xiao Chen akan mengalahkan guru.
“Hahah Guru, kamu sungguh sangat percaya diri apakah guru tahu, murid ini adalah titisan dari pendekar Chen Yoko hahah!” Setelah berteriak Sambil tertawa, Xiao Chen kedua tangannya membuat taktik yang sangat rumit dan seketika tubuh bagian punggung Su Xing, seketika mengeluarkan kilat atau listrik.
"Bam!"
__ADS_1
"Ahh!"
Su Xing meluncur ke depan sampai ingin menabrak Xaio Chen. Saat ini Xiao Chen sudah bersiap-siap untuk memukul wajah Su Xing.
Begitu Su Xing kalah, maka pertarungan sudah selesai dan dirinya melanjutkan untuk beristirahat.
Sayangnya ketika hendak tangan dirinya ingin memukul kepala Su Xing, tipe-tipe dia melihat bahwa Su Xing tangan kanannya juga membuat kepala dan ada sinar berwarna emas berbentuk singa yang memiliki tiga kepala berputar-putar seperti Aura sangat cepat.
"Tinju Singa Kepala Tiga!"
"Roar!"
Xiao Chen juga tidak bisa berbuat apa-apa dia menerima sangat ikhlas untuk dipukuli oleh Su Xing, karena jimat serangan balik akan bereaksi ketika Su Xing menggunakan tinju.
"Bam!"
Xiao Chen dan Su Xing meluncur saling bertolak belakang dan berputar-putar di udara.
Xiao Chen meluncur karena terkena gelombang kecut dari tinju Su Xing. Sementara itu, Su Xing meluncur lebih jauh dan tangannya juga cedera berdarah akibat terkena jimat serangan balik yang aktif dari Xiao Chen.
“Ugh!"
Su Xing merasakan sakit di pergelangan tangan bagian kanan sepertinya tulangnya sedikit retak akibat terkena serangan aneh yang keluar dari tubuh Xiao Chen.
Dinding kayu yang mengitari gubuk Xiao Chen langsung roboh akibat terterjang Su Xing yang meluncur sangat jauh.
seketika para murid yang sedang berlatih maupun sedang bercanda riang tiba-tiba dikejutkan oleh suara yang begitu keras.
Semuanya melihat bahwa ada guru yang telah mereka bangga-banggakan sedang terkapar dan melihat tangan kanannya penuh darah.
Mereka tidak terima khususnya murid laki-laki karena, Su Xing adalah pujaan hati dan kecantikan tingkat atas. Sebagai kecantikan tingkat atas, bagaimana mungkin murid laki-laki akan menerima kepada orang yang telah melukai Guru kesayangannya.
“Brengsek! Guru kesayangan kita telah mengalami cedera yang hebat siapa yang berani melakukan itu kepada Guru!”
“Ayo kita sebagai laki-laki harus mencari siapa yang telah melukai Guru kesayangan kita cepat ayo!”
Ada sepuluh murid laki-laki yang memiliki wajah beringas karena marah dan menuju ke tempat di mana Su Xing meluncur dan terkapar
Akan tetapi, Su Xing seketika langsung menghentikan para murid yang ingin memukuli Xiao Chen.
“Hentikan kalian, guru ini sedang bertukar keterampilan bersama muridku Xiao Chen. Kalian tenang saja dan menyingkirlah Guru tidak apa-apa!” Kemudian setelah menginstruksi kepada mereka para murid yang sedang marah langsung berdiri.
Su Xing setelah itu mengambil obat penyembuhan dari cincin penyimpanannya langsung dimakan.
Setelah memakan obat penyembuhan tiba-tiba luka yang pada mulanya berdarah seketika sudah berhenti. Meskipun begitu, luka akibat terkena ledakan jimat serangan balik masih terlihat jelas.
“Humpp Murid kamu memang kuat dan aku sungguh terkejut dengan cara-cara kamu untuk menyerang Guru ini,” guman Su Xing setelah itu, langsung meloncat seperti katak raksasa untuk menghadapi Xiao Chen lagi.
__ADS_1
“Murid, kamu sungguh sangat berbakat keterampilanmu untuk menyerang secara sembunyi-sembunyi, membuat aku waspada. Tetapi aku masih bisa melawanmu dan juga belum mengeluarkan beberapa keterampilan ku!”
“Hiya Teknik Pedang Sabit Bulan!”
Su Xing sedang meloncat berteriak sangat keras dan tubuhnya berputar-putar sekitar enam kali. Dalam putaran tersebut, pedang yang sedang digunakan sepertinya berubah menjadi besar seperti bulan langsung menerpa ke arah Xiao Chen.
Terpaksa Xiao Chen menggunakan jimat cangkang kura-kura agar bisa menghalau serangan mematikan Su Xing.
”Guru aku juga masih bisa bertahan Lihatlah keterampilanku! Hiya! Tinju Kepala Saitama!”
Xiao Chen Langsung Melompat dan tanpa berpasrah-pasi langsung memukul serangan pedang yang sepertinya berubah menjadi raksasa hanya menggunakan tangan kosong.
"Hiya!"
"Bam!"
"Dentang!"
"Ahhh mustahil!” Su Xing terpental ke belakang dengan meluncur sangat jauh dia juga melihat pedangnya patah dan apa yang membuat terheran-heran adalah, jurus wedang bulannya sangat mudah ditinju hanya menggunakan tangan kosong Xiao Chen.
Su Xing meluncur sangat cepat bahkan murid-murid yang menonton terpanah dengan kekuatan Xiao Chen. Hanya menggunakan tangan kosong bisa menghalau serangan yang sangat kuat dari Su Xing.
“Brengsek apakah dia adalah monster! Bagaimana ada tangan yang sangat kuat seperti itu! Sungguh gila!”
Semua murid yang menontonnya tidak bisa memfitnah kepada Xiao Chen bahwa dia adalah monster yang berbentuk manusia.
Sementara itu, Su Xing yang masih meluncur akhirnya tersangkut di pepohonan yang rimbun.
Xiao Chen masih ada jeda beberapa nafas ketika jimat kura-kura akan hilang sehingga dia langsung meloncat untuk menyerang Su Xing Kemabli.
”Hahaha Guru kamu kalah! Rasakan tinju Saitama ku yang tersisa! Hiya!” pekik Xiao Chen.
Dalam hal ini, Su Xing walaupun akan kalah Masih memikirkan bagaimana cara untuk mengalahkan Xiao Chen. Untuk beberapa saat otaknya langsung berpikir sangat cepat untuk mengalahkan Xiao Chen.
Sehingga tiba-tiba dia tersenyum licik kemudian Su Xing berteriak. “Ahh lihat murid ada Mia Khalifa di sana!”
Tawa jahat Xiao Chen seketika hilang digantikan raut bodoh.
“Ahh dimana?”
Su Xing langsung memiliki kesempatan dan memukul sangat keras wajah Xiao Chen menggunakan tinju singa berkepala tiga.
“Hahan murid kamu bodoh!”
"Bam!"
"Engah!”
__ADS_1
“Sial aku tertipu!” Xiao Chen ingin menangis tapi tidak ada air mata.